Ada suatu permintaan di Tambang Kristal ED. Naruto, Vivian, Samuel dan Caroline menerima permintaan tersebut. Smith yang ingin hendak ikut dilarang oleh Robert dengan alasan kalau Smith belum mampu untuk mengimbangi kerja sama Party Naruto. Vivian sebagai ketua tim, ia membenarkan perkataan Master Robert. Mayer mempercayakan kesempatan ini sebagai menaikkan tingkat mereka agar lebih terampil di masa depan.
"Kalau tidak salah di sana tempat Semut Raksasa?" tanya Vivian pada Mayer.
"Dari pencapaian kalian pasti akan bisa menyelesaikan, dan Naruto juga sudah beberapa kali membunuh Ogre, jadi sudah jadi bantuan besar untuk kalian, bukan?"
"..." Vivian, Caroline dan Samuel melihat Naruto.
Naruto menyombongkan diri dengan senyuman lebarnya. Vivian membalas dengan senyuman, ia jadi bersemangat kalau Naruto sudah sampai ketahap yang luar biasa seperti itu. Samuel berbisik pada Caroline, kalau Naruto dikabarkan mengalahkan Ogre saat bersama dengan seorang Elf, Caroline sedikit membuka mulut, dan menutup dengan tangan. Sebelum mereka pergi, Naruto meminta izin untuk menemui Alicia.
"Kenapa dia selalu menemui gadis itu?" gumam Vivian.
"Mungkin karena Naruto menyukainya," gumam Samuel menjawab.
"Hah, apa katamu!"
"Kubilang karena Naruto menyukainya."
"Yang benar saja, dia menyukai gadis biasa tanpa kemampuan?"
"Sudah-sudah, mungkin seleranya memang yang biasa-biasa saja," kata Caroline.
"..." Vivian terdiam sejenak.
"..." Caroline dan Samuel saling bertatapan diam-diam.
Penginapan Musim Semi ...
Camila memberikan saran agar Naruto lebih hati-hati dalam membunuh Semut Raksasa, mereka berbahaya untuk dilawan karena gesit dan agresif. Alicia yang khawatir meminta Naruto untuk tidak ceroboh jika melawan monster yang disebut oleh Camila.
"Aku akan baik saja, aku akan menggunakan seluruh kekuatan yang kumiliki!" Naruto mengumbar janji.
"Semangat yang luar biasa, aku bangga padamu, Nak," ujar Camila.
"Kamu harus memiliki perlengkapan yang baik tidak harus polos seperti itu!" saran Alicia.
"Hehehe, biarpun begini aku sudah bisa menjaga diriku sendiri, kamu tenang saja Alicia."
"Tidak! Aku tidak bisa tenang!"
"..." Naruto garuk-garuk kepala.
Camila menyakinkan selama itu Naruto akan baik saja, Camila mengedipkan mata kirinya ke Naruto. Tanpa banyak bicara lagi Naruto langsung pamit dan berlari untuk pergi, Alicia yang mengejar langsung berhenti karena kalah jauh dengan kecepatan Naruto. Camila hanya menyarankan Alicia untuk pergi ke 'Kuil Dewi Nira Le Viara', untuk mendoakan keselamatan Naruto dan rekan-rekannya. Suara yang nyaring dari Naruto disambut kesal oleh Vivian yang pura-pura tidak peduli. Caroline hanya membuang napas dengan memaklumi tingkah Vivian. Samuel langsung memberikan lima botol minuman pemulihan Mana pada Naruto, yang langsung menangkapnya.
"Kau memberikanku sebuah ramuan?"
"Aku tidak memberikan untukmu, aku hanya membeli, dan kamu harus ganti uangku."
"Hehehe, ternyata tidak gratis..."
Teleportation adalah suatu yang Naruto sarankan, tetap Caroline ragu kalau ia akan langsung pingsan setelah menggunakan sihir tingkat tinggi, ia memang berbakat tapi energi yang ia miliki belum cukup, ia menggunakan sihir seperti itu hanya untuk keadaan darurat. Mereka akan diantar oleh kereta kuda sampai di hutan, dan butuh satu hari dalam perjalanan sampai tujuan. Naruto jadi mengingat kejadian saat bersama Linda dan Olivia. Naruto jadi penasaran oleh keadaan mereka berdua, Naruto harap semuanya akan baik-baik saja untuk mereka berdua.
"Kenapa kau melamun?" tanya Vivian.
Naruto garuk-garuk kepala. "Memikirkan sesuatu."
Waktu mereka memulai langkah, mereka dicegat oleh Orc. Naruto bisa mengatasinya dengan mudah. Vivian, Caroline dan Samuel menilai Naruto berkembang terlalu jauh lebih kuat dari terakhir kalinya mereka bersama-sama. 'Kage Bunshin no Jutsu' yang menjadi andalan sudah cukup membersihkan para Orc. Vivian merasa kalau kehadiran seperti penonton yang tidak perlu ikut campur dalam pertarungan yang bisa diselesaikan dengan begitu mudah. Caroline menepuk bahu Vivian, mereka harus melanjutkan perjalanan secepatnya untuk sampai ke Tambang Kristal ED. Naruto sangat boros dalam energinya ia kelelahan karena berturut-turut menghabisi para monster.
"Apa kau tidak butuh kami!" Vivian marah.
"Apa maksudmu?" Naruto tidak paham.
"Menjengkelkan!" Vivian tambah marah.
Vivian langsung melangkah pergi, Naruto bertanya penyebab Vivian marah? Caroline hanya menggelengkan kepalanya seakan-akan tidak tahu apa-apa. Samuel memberitahukan sesuatu tentang memberikan perhatian untuk gadis yang sedang kesal, Samuel memberikan contoh: Caroline yang sebagai contoh hany tertegun saat dipeluk oleh Samuel.
"Kamu harus seperti ini," kata Samuel.
"Hah?" Naruto tidak percaya dengan yang dilihatnya, ia mana mungkin melakukan seperti yang Samuel contohkan.
"Sa-Samuel, ka-kamu harus tanggung jawab," kata Caroline dengan gugup.
"Tenang saja, aku akan selalu tanggung jawab padamu, Caroline."
"Kyaa—Samuel!"
"Eehh?" Naruto merasa ada yang tidak beres dari kedua rekannya. "Apa-apaan mereka berdua?" Naruto berbalik dan pergi. Five Fire Arrows dan Fire Spear—, ditembakkan ke arah Orc yang akan menyerang. Vivian dengan emosi yang berkobar-kobar seakan-akan ingin membakar segala yang ia lihat. Naruto sampai takut dengan amukan Vivian yang lebih mengerikan dari biasanya. Caroline hanya membantu untuk memulihkan keadaan yang mungkin akan berbalik menjadi bumerang. Samuel menggunakan Divine Shield. Dan All Recovery dari Caroline memulihkan Vivian yang menghabiskan seluruh kekuatannya dengan sembrono. Naruto berteriak untuk Vivian yang kehilangan akal sehat, Naruto pun mengambil inisiatif untuk menarik perhatian dengan Oiroke no Jutsu—, Naruto berubah menjadi seorang gadis muda pirang. Samuel sampai tak bisa berkata-kata sampai-sampai mulutnya terbuka.
Semua konsentrasi rekannya buyar. Dan para Orc jadi lebih fokus terhadap Naruto. Wujudnya kembali semula dan menghabisi para Orc yang berdatangan. Tanpa basa-basi, Vivian langsung datang dan berdiri tepat di depan Naruto. Mereka berdua berpandangan cukup lama dan beberapa detik kemudian, pipi Vivian merona merah.
"Apa kau sudah tenang?" Naruto bertanya dengan polosnya.
"Apa-apaan itu tadi!"
"Itu—..." Naruto sulit untuk menjelaskan.
"Hebat sekali, kau bisa berubah jadi perempuan," kata Samuel, ia datang dengan penasaran dan langsung ditarik pergi oleh Caroline.
Vivian yang tidak mendapatkan penjelasan, ia semakin mendekat. "Apa-apaan tadi itu sangat tidak wajar."
"Aku akan jelas nan—" Naruto mundur beberapa langkah.
Vivian memegang Naruto, dan mengguncangkan tubuhnya. Naruto menjelaskan kalau itu adalah kemampuan yang sering ia pakai. Vivian sangat kesal karena dengan begitu Naruto sudah bisa tahu tentang rahasia seorang perempuan. Naruto tidak mengerti kenapa ia harus dimarahi, Naruto memperjelas semuanya kalau dia hanya bisa sampai titik tertentu.
"Syukurlah kalau belum bisa sepenuhnya, masih ada rahasia yang tidak ia ketahui," gumam Vivian.
"Caroline, kamu jangan marah lagi."
"Mmh!" Caroline marah karena Samuel tadinya sangat antusias dengan perubahan wujud Naruto sebagai perempuan.
"Kalau kalian penasaran, aku bisa menunjukkannya lagi."
"Tidak usah!" Vivian dan Caroline menjawab dengan keras pada Naruto.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments