Banyak orang yang melihatnya, kedatangannya menimbulkan banyak pertanyaan dari para petualang kini sedang latihan di lapangan belakang Guild.
"Salam kenal semuanya, namaku Naruto Uzumaki." Bocah pirang itu memberikan salam untuk semua orang. Alicia hanya melihat dari kejauhan dari tempat duduk yang sudah tersedia. Mayer dan Eric saling bicara mengenai apa yang terjadi, dan mungkin akan menjadi sesuatu yang menarik. Camila menyatakan kalau Naruto mempunyai kemampuan pertarungan jarak dekat. Pandangan semua orang tentunya berbeda, ada yang menghormati dengan kagum, ada juga yang melihat dengan tatapan yang meremehkan.
"Cara mereka melihatku, seperti tidak suka padaku," gumam Naruto.
"Sudah biasa terjadi, kamu harus membiasakan diri dengan semuanya," kata Camila pada Naruto.
Ada seorang bocah yang seumuran dengan Naruto, dia dengan membanggakan diri akan menantang Naruto dalam duel. Suara sorak-sorai kegembiraan dari banyak orang membimbing Naruto agar menyetujui duel dari bocah tersebut. Naruto begitu semangat saat menyetujuinya, dia memukul telapak tangan kirinya sendiri. "Yosh, aku tidak akan kalah darimu." Setelah aba-aba pertarungan pun terjadi, Naruto yang memiliki kecepatan lebih unggul bisa memojokkan bocah tersebut. Bocah rambut hijau mencoba mencari celah, dia tetap saja tidak dapat menyerang Naruto.
"Sialan, aku tidak mungkin kalah darimu!" Dia mengayunkan pedangnya secara membabi-buta.
Naruto berhasil menghindari semuanya. "Dia lebih bodoh dariku?"
Dua Kunai beberapa kali berhasil menangkis pedang selama Naruto menghindari serangan, ia tak ingin mengambil tindakan ceroboh, tidak ingin mengulangi masa-masa kebodohannya seperti dulu. Naruto dengan cermat menendang kaki lawannya, yang langsung terjatuh. Naruto mengepalkan tangannya memberikan tinju tepat di depan wajah lawannya. "Kau sudah kalah." Naruto beranjak menjauhkan diri. Banyak pemula yang merasa tidak mampu jika mereka harus menghadapi Naruto yang begitu pandai dalam tehnik yang begitu unik, tangan dan kakinya begitu akurat dalam menyerang.
"Bocah yang sungguh luar biasa," gumam Mayer.
"Dia bukan hanya dalam tingkat pemula, aku sudah bilang sejak tadi." Eric membanggakan diri karena menjadi pembimbing Naruto.
Naruto jadi besar kepala, ia sangat kuat dibandingkan dengan lawan-lawannya yang mencoba ingin mengukur tingkat kekuatan mereka. Anak laki-laki dengan sikap dingin melihat Naruto dengan remeh. Naruto jadi teringat oleh sahabat, yang ingin ia bawa untuk kembali ke desa. Pria rambut coklat bernama Robert bertepuk tangan, ia sangat memuji Naruto. Robert salah satu orang yang melatih pemula dalam ilmu berpedang mereka. Camila bertanya tentang pendapat Robert mengenai Naruto? Robert hanya tersenyum dalam diam, setelah itu menyayangkan kalau Naruto lebih memilih menggunakan senjata yang sangat asing.
"Dengan dua senjata itu kamu bisa mengalahkan pemula yang memakai pedang, hebat."
"Terima kasih, Anda terlalu memuji."
Eric mendatangi Alicia, Eric menyatakan kalau dia akan mengantar Alicia dua hari lagi untuk pulang. Mayer sangat suka dengan Naruto, akan tinggal di Guild dalam bimbingan Camila dan Robert. Alicia terdiam, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya. Naruto tersenyum senang oleh para senior yang memuji akan keahlian yang dimiliki. Naruto tidak mengeluarkan banyak usaha, ia cukup pandai mengukur kemampuan lawannya, ia merasa jauh lebih pandai dan serius dalam keadaan saat ini, ia punya tujuan yang begitu penting untuk jalan pulang yang meski belum pasti.
"Eric mengajarkan begitu banyak padamu?" Camila mengelus pundak Naruto.
"Master Eric sangat membantuku."
Banyak pertimbangan yang sudah Eric lakukan, ia memilih untuk pulang bersama Alicia lebih cepat. Naruto hanya tersenyum dengan rasa terima kasih karena kedua orang yang begitu baik padanya. Alicia menyayangkan jika ada perpisahan yang begitu cepat untuk mereka, Alicia ingin berada lebih lama namun ia takut akan jadi beban dan membuat ayahnya menunggu terlalu lama.
"Tolong sering kirim surat." Alicia melihat Naruto tanpa ragu-ragu.
Naruto menyentuh kepala Alicia. "Aku akan sering kirim surat untukmu."
"Kalian tidak akan berpisah selamanya, kalian seperti pasangan saja." Camila menyindir dengan sengaja.
Naruto tersenyum canggung. "Hehehe..."
"Jaga dirimu baik-baik, Naruto." Eric tersenyum.
"Aku akan melakukannya, Master Eric."
Selama seminggu Naruto mendapatkan pelatihan sampai Camila yakin kalau sudah waktunya Naruto menjalankan misi pertama untuk pemula. Misi pertama Naruto untuk memeriksa ruang bawah tanah di Kekaisaran d sana biasanya akan ada monster tikus dan jamur. Camila meyakinkan Naruto untuk tidak meremehkan monster yang terlihat lemah, mereka datang dari energi negatif yang ada di bawah kota. Camila merekomendasikan seorang yang bisa membantu Naruto dalam misinya, gadis muda usianya masih 12 tahun dalam peringkat D yang cukup banyak pengalaman.
"Jika kamu bisa menyelesaikan tugas ini kamu akan jadi Petualang Peringkat D."
"Apakah ini semacam ujian untukku?"
"Bisa dibilang begitu." Camila menjawab dengan santai.
Gadis bernama Vivian terlihat begitu menonjol dengan warna rambut merah dan iris mata merahnya. Naruto mendapatkan tatapan yang begitu tajam namun sangat dingin. Camila meminta Naruto untuk memaklumi Vivian yang punya tempramen yang tidak bisa, ia terlihat begitu angkuh namun sangat bertanggung jawab, Vivian sudah banyak membantu para pemula yang akan jadi Petualang. Setelah saling berkenalan mereka berdua menuju toko perlengkapan, Naruto tidak membutuhkan banyak selain pelindung untuk tubuhnya. Vivian melihat dengan seksama, ia sudah sangat yakin kalau Naruto sudah dipastikan aman dengan perlengkapan yang baru dibelinya.
"Apa kamu serius tidak membutuhkan senjata lainnya?"
"Aku hanya butuh ini."
Mereka pergi ke tempat tujuan yang dijaga oleh para ksatria, tempat menuju lantai bawah kota. Naruto merasa tidak nyaman setelah masuk udara yang begitu menyengat menusuk hidung. Vivian berjalan di depan seperti tidak menghiraukan keberadaan Naruto. Mereka berdua melewati banyak persimpangan dan lorong-lorong yang gelap, Naruto melihat suatu beda yang menerangi seluruh jalur jalan yang mereka lewati. Kristal yang tertempel di dinding begitu membuatnya penasaran, Vivian berhenti melangkah dan meminta Naruto untuk diam.
"Ada suara," gumam Naruto.
Vivian menoleh. "Ternyata kamu menyadarinya."
"Tikus-tikus!"
"Ada banyak, kita harus membunuh mereka semua." Bola api di tangan kanan Vivian.
Vivian melemparkan api dan membakar semuanya. Naruto melihat suatu yang luar biasa, dia hanya terkagum dengan jurus begitu berbeda dari yang ia ketahui. Vivian meminta Naruto turut membantu karena Vivian membutuhkan waktu untuk mengisi energi yang tidak harus terbuang sia-sia. "Taju Kage Bunshin no Jutsu!" Naruto melakukannya dengan jumlah yang setimpal kloningan yang begitu banyak sampai-sampai Vivian terdiam. Vivian sudah melihat cara bertarung Naruto saat di lapangan latihan, namun ia tidak tahu kalau Naruto bisa menciptakan kloning. Sihir Api yang tidak begitu kuat yang membunuh dengan cepat yang Vivian gunakan, ia tidak ingin membahayakan rekannya karena ceroboh dalam menggunakan sihir elemen api yang cukup sulit dikendalikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
wawan jepara
kyubi alias aka kurama ikut gak didunia lain
2023-01-07
1