Goblin sering menjarah desa, semua orang sudah tahu tentang ini, Naruto yang baru pertama kali melihat kekejaman Goblin, Naruto terdiam lama. Vivian, Caroline dan Samuel membantu Naruto dari belakang, Naruto meminta mereka untuk mengikuti. Naruto bergegas seperti seorang pemimpin karena dia merasakan ketidaknyamanan.
"Sebenarnya yang kita lakukan ini sangat berbahaya," kata Vivian.
"Entah bagaimana kita harus menyelesaikan masalah yang harus diselesaikan oleh Petualang Peringkat C," gumam Caroline.
"Mengerikan, begitu banyak mayat." Naruto melihat sekeliling desa.
"Aku mual sekali," kata Samuel, dia ingin muntah.
"Kita harus menemukan sarangnya," kata Vivian, membimbing semua orang untuk ikut dengannya.
"Aneh sekali, seperti tidak pernah habis," kata Naruto.
Para Goblin terlalu bodoh untuk menghapus jejak mereka, mereka pandai membuat jebakan tapi untuk yang satu ini mereka jelas terlalu ceroboh. Apa yang mereka pantau adalah Goblin merah yang bahkan lebih ganas dan agresif daripada Goblin hijau. Naruto melempar dua Kunai, mengenai dahi kedua Goblin merah yang menjaga pintu masuk gua. Setelah menyembunyikan mayat, mereka masuk ke dalam dan dengan hati-hati membunuh Goblin yang mereka temui. Ada dua jalan yang harus mereka pilih, Naruto memilih yang kiri, dia pergi ke arah itu sendiri. Jalan yang dilalui Naruto mengarah ke ruangan tempat para tawanan berada.
"Ahh!"
"Kekeke—kuik!"
Banyak Goblin yang menyiksa tawanan, tidak hanya menyiksa mereka, mereka bahkan melakukan hal yang lebih buruk dari itu. Naruto yang tidak mau menunda, dia menggunakan kloning yang langsung menyerang. "Kage Bunshin no Jutsu!" Lima klon yang menyerang berturut-turut kemampuannya jauh lebih unggul dibandingkan klon Naruto di masa lalu. Ada tahanan yang langsung mati di tempat, Naruto memerintahkan klon untuk membunuh 10 Goblin lebih cepat. Naruto berhasil walaupun ada korban jiwa karena Naruto memilih tetap menyerang, dia tidak memilih menyerah karena monster tidak mau tawar menawar, dia tidak terlalu bodoh untuk mengambil keputusan.
"Huhuhu, terima kasih, terima kasih."
"Kita harus pergi sekarang," kata Naruto kepada kelima tawanan— empat wanita dewasa dan satu gadis yang berbeda dari orang normal.
Klon Naruto mengawal tawanan keluar dari sarang Goblin. Naruto kembali dan pergi menemui rekannya yang melawan para Goblin. Raja Goblin memiliki sihir api yang tidak kalah dengan sihir Vivian. Naruto langsung menyerang, dia menggunakan Rasengan yang mendarat tepat di perut Raja Goblin.
"Tajuu Kage Bunshin no Jutsu!" Naruto melancarkan serangannya dengan 100 klonnya.
"True Protection!" Caroline membantu.
{Swing~!}
Lantai mengeluarkan lingkaran sihir dan tornado api tercipta yang cukup tinggi untuk menyapu tiruan Naruto. "Hebat sekali-Dattebayo..." Naruto memikirkan cara tapi sulit untuk menebus pertahanan Raja Goblin.
"Kekeke! Kekeke!" Raja Goblin mengayunkan tongkatnya, dan melemparkan sepuluh bola api ke arah Caroline.
"True Shield! Divine Shield!" Samuel memblokir serang itu, dia berdiri tepat di depan Caroline.
"Vivian kenapa diam saja!" teriak Naruto.
"Jika aku menggunakan sihir api, Raja Goblin akan menyerapnya dan menjadi lebih kuat!"
"Sial, pantas kau diam saja..."
Raja Goblin terpojok karena kebingungan harus melawan Naruto, banyaknya klon Naruto membuat panik Raja Goblin yang kewalahan dan kalah jumlah. "Tahan dia, pukul dia, jangan biarkan dia menyerang! Ayo pukul dia!" Para klon Naruto mengalahkan Raja Goblin sambil banyak bicara, Naruto tersenyum dan bersiap untuk menyerang dengan Odama Rasengan.
"Keekkk!"
"Mati kau— Odama Rasengan!" Naruto menghantamkan Odama Rasengan di perut Raja Goblin.
Raja Goblin Merah kejang beberapa kali sebelum dia mati. Samuel, Caroline, dan Vivian sangat kagum, mereka butuh banyak usaha untuk membunuh Raja Goblin. Naruto kembali mendekati rekannya, ia sempat terjatuh karena tersandung tumitnya sendiri, ia sangat lelah, ramuan pemulih Mana tidak segera mengembalikan Chakra miliknya. Naruto tidak membantu mengumpulkan telinga dan mata Goblin, dia terlalu lelah, memilih untuk duduk dan menenangkan diri.
"Kita harus segera keluar dari tempat ini, di luar ada lima orang yang bisa aku tolong."
"Hanya lima?" Vivian bertanya.
"Awalnya ada banyak," jawab Naruto merasa bersalah.
Keempat wanita dewasa itu hanya bisa dibawa ke Kota, desa mereka telah musnah, yang paling sulit saat ini adalah Gadis Kucing. Beastkin, adalah sosok yang tidak diterima di kota, jika mereka membawanya, mereka hanya akan membantunya menjadi sebagai budak. Slave Shop: tempat non-human untuk menjadi budak, itulah yang menurut Vivian sebagai jalan keluar. Naruto tidak setuju dengan saran tersebut namun Gadis Kucing bisa berbicara bahasa manusia dan memiliki pemikiran yang sama. Memiliki telinga seperti telinga kucing di kepalanya, memiliki ekor seperti ekor kucing dan berdiri dengan dua kaki yang sama dengan kaki belakang kucing.
"Setelah bisa melihat lebih jelas, dia benar-benar berbeda dari kita," gumam Naruto.
Mereka hanya bisa meninggalkan Gadis Kucing sendirian. Naruto meminta rekan-rekannya untuk pulang terlebih dahulu, Naruto memilih untuk membantu gadis itu pulang. Vivian punya rencana agar Naruto dan gadis itu menunggu, Naruto setuju, dia akan mendirikan tenda setelah Vivian memberinya perlengkapan tenda yang dibawanya sebagai pencegahan. Naruto mendirikan tenda dengan cepat dengan bantuan klonnya.
"Ini sangat merepotkan, kamu hanya duduk menonton," kata salah satu klon Naruto.
Klon Naruto kedua menyahut. "Ini benar-benar tidak adil bagi kami."
"Kalian banyak bicara!"
{Plom, plom, plom!}
"..." Gadis Kucing tertegun.
"Mereka sangat banyak bicara padahal cuma Bunshin," gumam Naruto.
"Kamu hebat sekali-meow~."
"Tentu saja, karena aku adalah Shinobi terkuat!"
"Shinobi?" Gadis Kucing tak mengerti maksudnya Naruto.
Naruto bertanya padanya. "Namamu siapa?"
"Aku?"
"Ya, namamu."
"Linda..."
"Nama yang bagus, hehehe..." Naruto berusaha untuk tidak canggung.
"Sebenarnya, aku pergi dari rumah," kata Linda.
"Hah, kau pergi dari rumah, kenapa?!"
"Aku ingin tahu dunia luar tapi berakhir seperti ini..."
"Huh, jadi begitu ya..." Naruto hanya berbicara seadanya, masih cukup canggung melihat sosok yang begitu berbeda.
Mereka tidak berbicara lagi sampai hari sudah gelap, Naruto yakin Vivian, Caroline dan Samuel dalam keadaan sulit.
Naruto berdiri berjaga di luar tenda, dia cukup kedinginan untuk bersin dua kali. Linda meminta untuk bertukar tempat agar Naruto bisa masuk ke dalam tanda tersebut, Naruto menolak. Saat Naruto bangun pagi, dia sudah berada di dalam tenda, sedangkan Linda berada di luar tenda. Naruto tidak ingat bahwa dia berada di tenda tadi malam. Sebuah suara familiar segera menuntun Naruto keluar dari tenda. Robert, Vivian, Caroline, dan Samuel telah tiba. Robert mengatakan bahwa Naruto tidak perlu berlebihan untuk Beastkin. Naruto tidak bisa membiarkan Linda pulang sendirian, Naruto punya rencana untuk membawanya. Robert tidak setuju dengan keputusan Naruto.
"Kamu tidak perlu melakukannya, kamu harus kembali ke kota, untuk dia kita bisa membiarkan dia pulang sendiri."
"Kalau kamu tidak mau bantu, aku bisa mengantar dia pulang."
"Naruto, lebih baik kamu ikuti saran Master Robert."
"Maaf Caroline, saya tidak akan mengikuti keinginan Robert."
Vivian dan Samuel terdiam, mereka tidak ingin menghalangi jalan Naruto. Caroline ingin meyakinkan sekali lagi, Samuel melarang Caroline untuk melakukannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Iswan Anton
mana kurama
2023-04-12
0