Naruto kembali ke Kekaisaran Ethan tidak hanya sendirian, ia bersama Alicia dan Smith. Mereka berdua ikut dengan tekad yang kuat. Naruto hanya bisa melakukannya yang harus dilakukan, seperti Alicia hanya bisa tinggal di penginapan dengan bantuan Naruto menyewa penginapan. Camila yang akan membantu keperluan Alicia, Camila melakukan hal tersebut karena keinginan pribadi. Smith yang ingin bertambah kuat, ia akan bergabung dalam Guild Petualang. Naruto yang masih ragu untuk melepas Smith sendiri dalam rekan yang tak pasti, Naruto mengajak Smith dalam Party-nya.
"Kita punya teman baru kawan-kawan!"
"..." Vivian, Caroline dan Samuel melihat Naruto, mereka bertiga terdiam dengan keputusan yang Naruto tentukan.
Smith bisa lulus ujian Guild dalam banyak usaha, dengan perkataan yang keras Smith menyombongkan diri kalau ia adalah murid dari Master Eric. Vivian berharap kalau Smith tidak menjadi beban dalam tim, mereka akan melakukan penjelajahan ringan untuk pemula, memang tidak ada larangan untuk mengajak seorang pemula yang belum jelas untuk kehebatan yang dimiliki.
"Kalau bukan karena permintaan Naruto, aku tidak akan menerimamu," kata Vivian dengan ketusnya.
"Ayolah Vivian, kamu jangan terlalu keras dengan pendatang baru," kata Caroline yang menenangkan Vivian.
"Dengan begini kita sudah genap lima orang, banyak anggota akan banyak keuntungan," kata Samuel.
"Benar kata Samuel," sahut Caroline.
Smith tidak menyangka akan menjadi bawahan seorang perempuan yang angkuh, padahal usia meraka tidak berbeda jauh tapi Vivian sangat sombong dari pandangan Smith, sangat jauh berbeda dengan Alicia. Naruto meminta Smith untuk bersabar dengan sikap Vivian yang seperti itu, dengan yakin Naruto menunjukkan kalau Vivian adalah gadis yang baik. Robert meminta Smith ikut padanya dan tidak pergi bersama, Naruto, Vivian, Samuel dan Caroline terlebih dahulu. Smith memprotesnya, ia dengan bangga kalau bisa mengimbangi mereka kalau ia langsung terjun dalam pertarungan nyata melawan monster.
"Kau memang punya bakat tapi dalam melawan monster itu sangat berbeda jika metal belum siap," kata Robert pada Smith.
Vivian membicarakan tentang Naga, Naruto yang begitu bersemangat akan melawan Naga langsung ditampik oleh Vivian. Naga adalah ras yang kuat bisa-bisa mati waktu pertama bertemu. Caroline dengan hati-hati dan bijaksana bicara kalau lebih baik memperkuat diri terlebih dahulu, masalah Naga lebih baik jadi pembicara, yang bisa menaklukkan mereka hanyalah tim senior. Samuel menyerahkan selembar kertas Quest. Sebuah permintaan untuk melakukan pencarian sebuah tumbuhan yang langka. Tanaman tersebut bernama Ava, bunga berwarna keemasan yang dipercaya mampu menyembuhkan segala penyakit yang bahkan tidak bisa disembuhkan oleh ramuan penyembuh dan sihir Heal.
"Tingkat kesulitannya belum diketahui," kata Samuel.
"Kau dapat dari siapa Quest ini?" tanya Caroline.
"Aku mendapatkan dari seseorang, dia memberikan banyak imbalan, tapi dengan sarat tidak boleh ada yang tahu," jawab Samuel.
"Ini menyalahi aturan, kalau kita menerima Quest dari luar akan sangat berbahaya," kata Vivian.
"..." Samuel, Caroline dan Vivian berpikir.
"Gimana kalau kita tanya Guild Master!"
"Tidak boleh!" Serempak, Vivian, Samuel dan Caroline melarang Naruto.
Naruto pun lebih baik tidak menerima Quest jika tidak bisa memberitahu Guild Master, kepercayaan orang lain juga penting. Naruto yang berkata dengan lugas langsung membuat ketiga rekannya menciutkan nyali. Samuel pun mengantongi kertas tersebut dan berniat memberitahu orang itu kalau rekannya tidak setuju.
Seorang wanita datang bersama seorang gadis muda. Tatapan Vivian jadi tidak senang karena gadis itu adalah Alicia. Camila yang menemani Alicia, Camila melihat Vivian dengan cermat dan tersenyum dengan banyak arti. Camila tidak menyangka kalau perempuan yang masih tergolong anak-anak sudah punya perasaan persaingan cinta.
"Aku baru akan menemui kamu setelah semuanya selesai, Alicia." Naruto beranjak dari duduknya.
"Apa kamu tidak sibuk?"
"Sibuk? Aku tidak sibuk untuk sekarang."
"Dia sibuk, kami akan pergi, kami banyak kerjaan," kata Vivian.
"Bahaya," kata Caroline dengan hati-hati.
"Bahaya kenapa?" tanya Samuel pada Caroline.
"Kamu bodoh ya, sini aku bisikin." Caroline mendekati Samuel.
Rencana Alicia yang ingin pergi jalan-jalan dengan Naruto gagal. Vivian langsung menarik Naruto untuk ikut pergi untuk melakukan perburuan Goblin yang sesungguhnya belum mereka sepakati. Alicia terkejut saat melihat senyuman yang aneh dari Vivian, entah kenapa kedua gadis itu seperti sudah tahu dari gelagat yang simpel. Alicia bertanya tentang Vivian pada Camila yang ragu-ragu untuk menjawab segala pertanyaan tersebut.
"Apakah kau sudah gila, melakukan semua itu demi dia! Menyewa penginapan demi orang lain dasar sinting!" Vivian marah dengan Naruto.
"Mau bagaimana lagi, dia ingin tinggal di sini, dan aku punya hutang dengannya."
"Hutang apa biar aku yang bayar."
"Hehehe, hutang ini tidak akan bisa dibayar karena mengenai nyawaku," jawab Naruto ke Vivian.
Vivian pun mengajarkan Naruto untuk tidak terlalu baik, apalagi tidak ada hubungan sanak famili. Vivian mengajarkan hal yang lumrah di dunia ini, dan semua yang dikatakan sampai pada telinga Caroline dan Samuel. Mereka berdua berpikir kalau itu hanyalah suatu yang tidak penting, berupa alasannya Vivian yang tidak mau kalau Naruto dan Alicia terlalu dekat. Caroline berbisik untuk menanyakan tentang Alicia atau Vivian yang lebih baik untuk Naruto.
"Hmm, sulit..."
"Kalau aku lebih memilih Alicia."
"Kenapa dia?"
"Karena dia sepertinya baik hati."
"Bukannya kita harus memilih Vivian, dia pemimpin kita."
Mereka berburu Goblin sampai sore hari, dan pulang setelahnya. Alicia yang sejak tadi menunggu di penginapan, ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Smith yang banyak bicara. Camila menengahi mereka berdua, Camila tidak memberikan celah Smith untuk bisa lebih dekat dengan Alicia. Suara ketukan pintu terdengar, Alicia membuka pintu, dan yang di balik pintu adalah Naruto Uzumaki.
"Maaf ya, aku tadi sangat sibuk jadi cuma bisa bicara denganmu waktu sore," kata Naruto.
"Tidak apa-apa, kamu masuk saja jangan cuma berdiri di luar."
"Permisi," kata Naruto, ia masuk dalam kamar penginapan.
"Kau sudah selesai dengan urusanmu, Bocah?" tanya Camila.
"Sudah," jawab Naruto.
Naruto bertanya tentang yang dilakukan Smith selama bersama Robert. Smith hanya menjelaskan kalau ia banyak mendapatkan pelajaran tentang pertarungan nyata saat melawan Goblin. Smith yang seperti enggan bicara dengan Naruto, Naruto merasa tidak nyaman dengan semua perkataan Smith. Naruto sadar betul kalau semua pasti gara-gara Smith yang sebelumnya telah ia kalahkan, menjadi sebuah dendam pada akhirnya.
"Nanti aku akan jauh lebih kuat darimu," gumam Smith.
"Apa kamu mau jalan-jalan nanti malam?" Alicia menyela perkataan Smith.
"Jalan-jalan malam, aku belum pernah melakukannya," jawab Naruto.
"Aku akan mengajak kalian jalan-jalan ke tempat yang bagus nanti." Camila angkat bicara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments