Alicia yang sedih langsung berlari ke kamar setelah berdebat dengan ayahnya. Naruto melihat Alicia begitu sedih berpikir untuk mencari solusi. Roy pun bicara terus terang tidak setuju dengan permintaan Alicia, Naruto angkat bicara, kalau ia bisa saja mengajak Alicia pergi dan mencari tempat tinggal untuk Alicia. Roy bertanya pada Naruto tentang masalah perasaan Naruto terhadap Alicia, yang sulit untuk Naruto jawab. Naruto jika memikirkan seseorang yang ia sukai pasti kembali pada Sakura. Menoleh lagi keinginan supaya bisa pulang ke dunia sendiri. Naruto tidak menjawab dengan pilihan menetapkan tempat tinggal jika ada jalan pulang, ia sudah pernah mengatakan kalau ia pasti akan kembali ke dunia asalnya.
Saat hanya ada Roy dan Eric, Naruto mendengarkan perkataan mereka berdua. Naruto tidak mampu berkata-kata waktu semuanya menyangkut tentang Alicia. Pembicaraan ini tidak seharusnya untuk seumuran Naruto, tetapi hanya berlaku di dunianya, di dunia ini sudah waktunya untuk membicarakan mengenai masalah hubungan sepasang kekasih sampai calon pasangan hidup. Naruto tertawa dengan gugup, dia tidak tahu seperti apa jelasnya untuk menjawab semua yang diajukan. Suara penuh tekanan dari Roy menegangkan suasana yang jadi tidak teratur. Eric pun meminta Naruto untuk tetap tinggal jika memang memilih Alicia sebagai pendamping hidupnya.
"Apa boleh aku memikirkan dulu?"
"Boleh, kau bebas memikirkannya, tapi kau harus beri jawaban, entah menerima atau menolaknya," kata Roy.
Roy meminta Naruto untuk menemui Alicia di kamarnya. Naruto mengetuk-ngetuk pintu kamar dan meminta Alicia untuk keluar, Alicia pun keluar kamar tidak lama kemudian, Naruto mendapatkan pelukan yang mendadak.
"Kamu sudah tidak sedih?"
"Aku sudah tidak sedih," jawab Alicia.
Setelah Alicia berhenti memeluk, ia bicarakan dengan nada suara yang rendah. Alicia ingin ikut bersama Naruto, alasannya ia juga ingin melihat dunia luar dan banyak hal yang ingin ia lakukan, selain itu dia sangat bersemangat jika bisa membantu Naruto waktu dalam masalah, Alicia ingin mencoba menjadi Petualang seperti Naruto.
Naruto duduk di tempat tidur. "Alicia..."
"Apakah tidak boleh, apa kamu akan tidak setuju juga?"
"Aku setuju saja, kamu bisa ikut ... aku tidak ingin kamu turut ikut menjadi Petualang."
"Begini, aku sudah banyak latihan dan belajar dengan Master Eric!"
"Tetap saja sangat tidak mungkin untuk kamu menjadi Petualang."
Naruto melihat Alicia secara berbeda, Alicia tidak cocok seperti orang yang akan berjuang dalam suatu yang berbahaya, ibaratnya jika Alicia disamakan dengan Hinata, Alicia tidak jauh berbeda walau Alicia tipe yang tidak tertutup dengan sikap yang gugup. Naruto mengusap-usap dagunya, ia berpikir dengan cermat walaupun tidak sepenuhnya menemukan solusi yang tepat.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?"
"Mmmh, aku bingung apa yang baik untuk kamu, aku hanya bisa bicara lebih baik kamu tetap tinggal di tempat yang aman seperti di penginapan."
"Jadi, aku hanya diam di penginapan sambil menunggu kamu pulang?"
"Mmm, mmm... Aku rasa seperti itu lebih baik dan benar untukmu," jawab Naruto, ia mengangguk beberapa kali.
"Baiklah kalau begitu aku akan ikuti yang kamu mau, aku pikir itu lebih baik daripada aku cuma diam di sini selalu menunggumu!"
"Eh, kamu tidak masalah kalau cuma begitu?"
"Tapi ya, seperti akan butuh uang untuk penginapan."
"Yosh, kalau masalah penginapan, aku sudah punya cukup banyak uang!"
Naruto tertegun saat bibir tertekan dengan suatu yang lembut untuk beberapa detik. Alicia mengutarakan perasaannya yang bahagia. Naruto jadi teringat akan kejadian di masa lalu dengan Sasuke, tapi dengan Alicia tidak seperti Sasuke yang sampai berlebihan seperti saat itu.
"Kalau begitu ayo kita tidur!" Alicia merangkul Naruto untuk merebahkan diri.
"A—aku harus pindah kamar!"
"Jangan pindah, aku sangat ingin tidur dengan kamu hihihihi..."
"Ekh—sesak sekali, apa tidak bisa lepaskan aku lebih dulu, Alicia."
"Tidak boleh," kata Alicia.
"Alicia..."
"Ada apa?"
"Apa kamu akan sedih kalau aku pergi dari dunia ini?"
"Tentu saja aku akan sedih," kata Alicia.
Kalau dia pergi akan ada yang sedih di dunia, Naruto sebenarnya punya misi yang dilakukan di dunia asalnya. Naruto ingin membawa kembali 'Sasuke Uchiha' kembali ke desa. Naruto jadi memikirkan kalau yang ia pilih akan serba salah. Pagi hari disambut dengan suasana yang canggung saat ketukan pintu terdengar, Naruto membuka pintu. Dan disambut oleh Roy yang melihat Naruto dengan tegas.
"Kalau begini kamu harus tanggung jawab," kata Roy.
"Tanggung jawab?" Naruto tak mengerti.
"Laki-laki dan perempuan jika tidur berdua harus ada tanggung jawab dari pihak lelaki, walaupun sebenarnya aku tidak suka dengan semua ini." Roy menyilang tangan di dada.
Kegiatan yang biasanya Alicia lakukan kini menjadi bermain dengan Naruto. Smith mengikuti mereka berdua tapi terhambat dengan Eric yang memanggil untuk latihan. Naruto yang ingin ikut latihan langsung ditarik oleh Alicia untuk ikut. Naruto tidak ada pilihan selain membantu mencari jamur, Naruto cukup bosan dengan kegiatan yang memakan waktu. 'Tajuu Kage Bunshin no Jutsu', dengan jumlah tiruan Naruto yang membantu jadi lebih cepat untuk mengumpulkan jamur. Alicia sangat senang dengan jumlah jamur yang dikumpulkan. Gadis muda itu jadi banyak waktu senggang bersama dengan Naruto.
"Kita akan pergi kemana?" tanya Naruto.
"Kita cari Apel liar!" kata Alicia.
"Apel liar," gumam Naruto, ia mengikuti dari belakang.
Naruto memetik Apel yang banyak ia tidak segan-segan untuk menghabiskan semuanya untuk dibawa pulang. Alicia merasa panen besar, semua orang di desa pasti akan sangat senang dengan apel yang akan mereka bawa. Alicia kembali mengungkit ingin ikut, Naruto garuk-garuk kepala karena sudah beberapa mendapatkan penolakan Alicia yang dilarang untuk ikut.
"Bantu aku agar bisa mendapatkan izin dari ayah, apa kamu tidak mau bantu aku?"
"Aku akan bantu, tapi aku tidak janji kalau kamu bisa ikut setalah aku meyakinkan Paman Roy."
"Kalau aku ikut akan banyak membantu kamu."
"Hehehe, begitu ya..." Naruto kembali garuk-garuk kepala.
Selama percakapan Naruto dan Roy, Smith tidak setuju. Sebuah tanggung jawab jadi suatu yang mengejutkan. Smith langsung menatap tajam pada Naruto, Eric berusaha tidak tertawa, ia tahu betul itu sebuah kesengajaan yang Roy dibuat-buat. Naruto mendapatkan ceramah dari kedua orang dewasa yang memojokkannya. Smith tidak henti-hentinya melihat Alicia yang tampak bahagia, Smith jadi berkecil hati merasa sangat sulit untuk mendapatkan perhatian dari Alicia, Smith awalnya berpikir akan lancar saja, sebelumnya Roy dan Eric seperti mendukungnya tetapi berbalik kembali setuju akan kedekatan Alicia dengan Naruto.
"Kalau begitu aku akan ikut juga!" Smith yang bersemangat, ia ingin menjadi seorang Petualang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments