Perjalanan yang sangat jauh untuk sampai di ibukota Kekaisaran Ethan. Naruto mendengarkan penjelasan Eric pada penjaga gerbang yang lantas memberikan izin masuk setelah Eric menunjukkan sebuah lembaran kertas. Alicia begitu senang dan melihat sekeliling dengan rasa syukur, Naruto merasa heran akan yang dilakukan Alicia. Banyak orang yang sibuk berjualan ada yang banyak menjajakan dagangannya. Suara wanita yang terdengar ramah memanggil seseorang, Naruto mengamati begitu lama sampai Eric menepuk pundak Naruto.
"Kenapa kamu melihat wanita itu begitu lama?"
"Dia mirip dengan orang yang kukenal," jawab Naruto.
"Siapa?" Alicia penasaran.
"Ibu-ibu yang ada di desaku, hehehe," jawab Naruto, ia tertawa.
"Ada-ada saja, kita langsung pergi ke Guild Petualang." Eric meminta Naruto dan Alicia bergegas.
"Bangunan di sini jauh berbeda dari yang pernah kulihat, kupikir akan sama, jika di tempat desa besar," gumam Naruto.
"Hahaha, anak konyol, ibukota dan desa sangat beda jauh, apalagi itu desa besar?"
"Um, cuma asal bicara saja, hehehe."
"Kau kelihatan lebih baik, dari kemarin, kau sedang memikirkan apa membuat dirimu bisa sesenang sekarang?"
"Aku hanya mencoba untuk tidak memikirkan sesuatu yang rumit, Master Eric."
"Oh, mulai belajar lebih merelakan?"
"Tidak-tidak, aku belum sampai berpikir untuk merelakan jika ada kesempatan."
"Apel itu terlebih enak," kata Alicia.
Naruto menoleh. "Kamu ingin Apel?"
"Ingin, sayangnya aku tidak punya uang."
Eric berinisiatif, ia membelikan Apel untuk Naruto dan Alicia. Naruto mengamati kalau Alicia begitu suka Apel, Naruto jadi mengingat sesuatu yang setengah mati ingin dilupakan karena tidak ada namanya Ramen di dunia ini. Naruto yang penasaran dalam perjalanan ia melihat kedai yang mungkin menjual ramen, sayang yang ia dambakan sungguh tidak ada yang menyerupai ramen. Bangunan yang megah dengan lambang perisai dan pedagang di atas pintu ada tempat Guild Petualang. Naruto berdebar karena penasaran, setelah ia masuk banyak orang yang sibuk, dan seorang wanita kini sedang berurusan dengan banyak orang yang berbicara dengannya.
"Tidak banyak yang berubah," gumam Eric.
"Apa mereka semua Petualang?"
"Ya, mereka adalah Petualang, kita harus ke wanita resepsionis terlebih dahulu," kata Eric menjawab gumaman Naruto.
Banyak saling berbisik, orang-orang membicarakan sosok yang sudah jarang terlihat, Eric sosok yang terkenal di masa mudanya sebagai seorang petualang.
"Nona, aku ingin menemui Guild Master," kata Eric.
"Tuan tunggu sebentar, saya akan memberitahu, Guild Master terlebih dahulu."
"Cepatlah."
Naruto melihat Eric. "Tidak seperti biasanya."
"Maksudmu?"
"Master terlihat cukup menyeramkan saat bicara tegas."
"Menjaga penampilan seorang yang punya nama."
"Hah, jadi begitu ya..." Naruto menilai tidak jauh berbeda dengan bersikap menyombongkan diri.
"Aku sudah menyelesaikannya, mana bayarannya." Seorang bocah seumuran Naruto, langsung berbicara dengan resepsionis.
Anak laki-laki dengan tingkah begitu angkuh mendapatkan helaan napas dari wanita resepsionis, wanita itu langsung menasehati agar bisa berperilaku lebih baik karena sudah aturan Guild. Naruto dan bocah itu saling bertatap, bocah yang menyingkirkan Naruto agar lebih menjauhkan diri. Eric meminta agar Naruto mengabaikannya, mereka menunggu resepsionis melapor pada Guild Master.
"Kenapa sikapnya seperti itu, sombong sekali."
"Yang seperti itu banyak, biasanya itu bocah dari Akademi yang mencari pengalaman," kata Eric pada Naruto.
"Akademi?"
"Tempat para murid kalangan bangsawan."
"Kumpulan orang kaya ternyata," kata Naruto, dan tersenyum.
"Andaikan saja bisa masuk Akademi," gumam Alicia.
"Jangan berharap sesuatu yang harus dihindari Alicia," kata Eric.
"Kenapa harus dihindari?" Alicia penasaran.
"Rakyat jelata jika masuk Akademi akan jadi bahan sasaran utama dalam hiburan mereka."
Seorang pria tua begitu senang menyambut Eric, pria tersebut bernama Mayer yang dulunya Petualang peringkat A. Peringkat terdiri dari D, C, B, A, S. Banyak orang yang memenuhi syarat sampai peringkat A, karena peringkat A berlaku untuk seseorang yang bisa membunuh seekor Naga seorang diri.
"Duduklah, kamu sekarang jadi pengasuh?" tanya Mayer.
"Pertanyaan yang tidak enak didengar, aku tidak jadi pengasuh, aku hanya mengajak mereka untuk jalan-jalan."
"Oh, aku kira kau mengasuh untuk menemukan bakat."
"Aku sudah pensiun, untuk apa juga aku mencari bakat."
"Ehem, kamu datang pasti ada suatu yang penting?"
"Aku ingin menemui Camila."
"Dia sedang mengajar para pemula, para pemula sangat suka dengan sistem yang sekarang."
Mayer mengabaikan Eric untuk sesaat, tatapan mata Mayer mengarah ke Naruto yang sedang berbicara dengan Alicia di tempat duduk yang tidak jauh dari Mayer dan Eric. Naruto menoleh karena merasa diamati, dia tersenyum untuk membalas tatapan dari Mayer.
"Bocah itu terlebih sangat unik dengan tanda lahir di wajahnya."
"Dia terlihat seperti anak kucing," sahut Eric pada Mayer.
"Hahaha, tidak lucu."
"Kalau tidak lucu kenapa tertawa, dasar aneh."
Camila datang dengan raut wajah tidak senang, dia hanya duduk sambil melihat Naruto dan Alicia. Suasana hati wanita yang buruk karena banyak masalah dari para pemula yang mulai pintar untuk bicara setiap mendapatkan latihan yang lebih sulit. Camila sangat terharu melihat perkembangan Naruto saat berbicara dengan fasih, Naruto merasa seperti bayi yang sudah bisa berbicara. Mayer yang belum tahu langsung mendapatkan penjelasan dari Camila.
"Jadi bocah ini dari dunia lain?"
"Ya, tapi dia tidak berbahaya."
"Seharusnya dia tidak mengatakannya," gumam Eric.
"Ayolah, kau tidak harus merahasiakan akan hal penting seperti ini," kata Mayer, dan menepuk pundak Eric.
Selama mendapatkan semua cerita dari Naruto, Mayer terkagum. Mayer mengatakan dengan tatapan yang sangat tajam kalau tentang Naruto yang sebenarnya harus dirahasiakan dari publik. Bangsawan dan pihak Kekaisaran tidak akan tinggal diam dengan suatu yang menarik, mereka mungkin akan melakukan suatu yang buruk terhadap Naruto. Semua begitu tegang saat pembicaraan semakin serius.
"Aku penasaran dengan kehebatan bocah ini, jika benar semua yang dia ceritakan pasti dia sosok yang menjanjikan."
"Dia tidak akan jadi Petualang," kata Eric dengan tegas.
"Kenapa tidak, bisa saja dia akan banyak membantu kita?"
Eric tersenyum saat Mayer banyak meminta agar Eric setuju. "Aku hanya bercanda, kau tegang sekali."
Naruto mendapatkan kamar kosong yang ada di Guild, Mayer secara khusus meminta Naruto bisa menetap di Guild Petualang. Alicia sangat sadar dengan begini Naruto benar-benar tidak akan kembali lagi ke desa. Camila dengan bangga akan mengajarkan banyak pengetahuan lebih jauh untuk Naruto. Eric mengusap-usap kepala Alicia, Eric mengatakan kalau Alicia bisa tinggal bersama Camila selama seminggu.
"Aku akan kembali ke desa dan akan kembali lagi Minggu depan." Eric tersenyum untuk Alicia.
"Terima kasih Tuan Eric, anak baik, selama menghabiskan waktu dengan Naruto, ya?"
"Um," jawab Alicia dengan malu-malu.
"Apakah kamu yakin akan tinggal di sini selama Alicia, ayahmu pasti akan sangat cemas."
"Anak ini..." Eric, Mayer dan Camila bergumam serempak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments