Di hari ketika Alicia tidak bisa benar-benar bersama Naruto, selalu ada tembok yang menghalanginya. Eric tidak tahan melihat Alicia yang sangat sedih sehingga dia hanya melihat Naruto lebih banyak waktu untuk rekan satu timnya. Dia semakin sadar akan ketidakpastian yang ia rasakan, perasaan cinta yang semakin lama semakin tak mampu ia rangkul. Naruto berangkat pagi, Alicia hanya melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan. Dia akan menunggu selama tiga tahun, hanya itu yang bisa dia lakukan dan memperjelas apa yang dia rasakan. Roy menghela napas, sesuatu yang akan membuat putrinya kesulitan. Sesuatu yang menyakitkan adalah cinta yang akan dialami oleh semua orang tanpa memandang ras atau jenis kelamin.
Alicia sebenarnya adalah gadis populer di desanya, hanya saja dia tidak tertarik dengan lawan jenis yang seumuran dengannya. Hari-hari yang dilaluinya tak jauh berbeda dengan kesehariannya membantu sang ayah, dan mengumpulkan jamur yang sering ia gunakan sebagai pelengkap masakan. Dia duduk di dekat pohon di sampingnya ada sekeranjang penuh jamur. Suara keras dari semak-semak mengagetkannya, dia berbalik dan ada seorang anak laki-laki bernama Smith yang biasanya bergaul dengan anak laki-laki di desa.
"Apa yang kamu lakukan, Smith?"
"Aku mencarimu," jawab Smith.
"Mencariku?" Allcia penasaran.
Selain mencari Alicia, dia ingin menjadi temannya. Smith merasa kasihan pada Alicia yang lebih suka menyendiri. Simpatinya sangat diapresiasi oleh Alicia, mereka menjadi teman setelah itu. Setelah selesai bermain dengan anak laki-laki lain, Smith sering menemukan Alicia yang pergi mencari jamur. Suatu hari Eric melihat mereka berdua, dan memberi tahu Roy. Sesuatu yang lebih baik dengan Alicia bersama Smith, Eric tertegun sejenak setelah mendengarkan kata-kata Roy. Naruto sesuatu yang tidak akan bisa bersama Alicia, menurut Roy, Eric setuju, tetapi akan sulit untuk mengatakan itu kepada Alicia.
"Dia hanya anak kecil yang sedang jatuh cinta, bisa berubah dalam waktu dekat."
"Ya, kamu benar tentang itu, tetapi bagaimana jika Alicia tidak setuju dengan apa yang kamu katakan?"
"Dia akan setuju, karena dia putriku."
Suatu hari, Roy dengan sengaja mencoba mendekatkan Alicia dengan Smith. Keduanya semakin dekat, Alicia hanya mengira bocah berambut coklat itu hanyalah teman bermain. Eric juga sering datang untuk mendukung hal ini, Roy meminta bantuan Eric agar lebih meyakinkan. Siang harinya Alicia mendatangi Eric dengan permintaan Alicia untuk belajar memanah lagi. Eric mengajarinya meskipun bakat Alicia benar-benar buruk.
"Kenapa aku selalu gagal setiap lima kali mencoba," gumam Alicia.
"Kamu terlalu memaksakan diri," kata Eric.
Smith yang melihat dari balik pohon menjadi tertarik dan ikut belajar. Smith ingin belajar cara menggunakan tombak, dia merasa sangat keren bisa menggunakan tombak yang begitu kuat. Eric melatihnya, Smith cukup mahir dengan tombak dalam tiga hari, dia sudah bisa mempelajari dasar-dasar ilmu tombak.
"Aku dengar kamu ingin menjadi seorang Petualang?" Smith bertanya pada Alicia.
"Aku mengingatnya seperti itu, tapi aku tidak punya bakat..."
"Kurasa tidak, kamu terlihat hebat setiap kali mencapai sasaran," kata Smith.
"Sayangnya aku hanya bisa tepat sasaran hingga empat kali, kurasa aku tidak akan bisa banyak membantu jika selalu seperti ini..."
Smith merasa tidak nyaman setelah mengetahui tentang keinginan Alicia yang sebenarnya, Naruto menjadi alasan untuk tujuan itu. Smith mengenal Naruto, Smith selalu memperhatikan bocah itu dari kejauhan selama Naruto tinggal di desa. Dan banyak orang memuji bocah itu karena menjadi seorang Petualang di usia yang begitu muda. "Mengapa kamu sangat menyukai orang asing seperti dia?" Smith terkejut setelah Alicia memandangnya dengan ketidaksetujuan dan pergi. Eric hanya menertawakan kebodohan Smith karena mengejek orang yang disukai Alicia.
"Tuan Eric, aku juga ingin sehebat bocah itu!"
"Huh, bocah memanggil bocah, kamu sepertinya telah menyadari sainganmu."
Keesokan paginya Smith mencari Alicia untuk meminta maaf, Alicia yang memiliki kepribadian baik, dia memaafkan Smith. Latihan berlanjut, Smith berlatih keras untuk menjadi lebih kuat, latihan fisik dan tombak dia asah secara rutin. Smith menjadi sangat bersemangat setelah mendapat pujian dari Alicia, Smith akan membuktikan bahwa dia lebih kuat dari Naruto. Roy datang ke tempat latihan, dia bertemu Eric untuk berbicara satu sama lain. Eric hanya tersenyum setiap mendengar perkataan Roy yang sangat yakin rencananya berhasil, namun Eric tiba-tiba berubah pikiran, karena sudah sering mendengar Alicia membicarakan Naruto.
"Sepertinya akan sulit, aku memilih menyerah saja," kata Eric.
"Mengapa kamu berbicara seperti itu?"
"Cinta gadis kecilmu lebih dari yang kukira, dia memiliki rasa cinta yang kuat meskipun dia tidak sepenuhnya menyadari apa yang dia rasakan."
Roy mengusap wajahnya sendiri. "Sejak kapan kamu menjadi seseorang yang lebih memuja hubungan daripada kenyataan?"
"Mungkin karena putrimu terlalu memuji murid terbaikku."
"Mungkin butuh lebih banyak waktu, kupikir seiring berjalannya waktu Alicia akan menyadari bahwa dia tidak akan bisa bersama Naruto."
"Aku pikir kamu harus membiarkannya. Naruto tidak buruk."
"Eric, kamu lupa?"
"Apa?"
"Naruto pernah berkata jika ada jalan kembali ke dunianya, dia akan kembali ke dunia asalnya."
Eric yang tidak mau repot, pasrah saja pada takdir, Alicia akan tetap menyukai Naruto, walaupun dia tahu fakta bahwa Naruto bisa pulang kapan saja. Seorang ayah yang tidak ingin putrinya merasa kecewa dengan hidupnya sangat enggan mengakui bahwa apa yang dikatakan Eric adalah kebenaran. Sementara Naruto tidak memikirkan kerumitan dalam perasaan Alicia yang tidak dia ketahui, Naruto sibuk berburu untuk memusnahkan para Goblin. Vivian banyak membantu sebagai ketua tim, dia merasa bersaing dengan Alicia tidaklah sulit, karena dia menghabiskan waktu lebih lama dengan Naruto.
Petualang dengan peringkat yang sama merasa jauh lebih rendah dari tim yang dipimpin oleh Vivian. Senior dari peringkat B dan A, mengamati mereka dengan kesuksesan paling sempurna melebihi kemampuan para senior di masa lalu. Kebanyakan orang yang berperan dalam tim sudah mengetahuinya. Naruto Uzumaki, nama bocah itu cukup terkenal saat bergabung dengan Guild, dan Mayer selaku Guild Master juga sering bertemu dengan Naruto secara langsung. Salah satu bangsawan juga menyoroti Petualang Peringkat D dengan kesuksesan besar.
"Naruto, aku ingin berbicara denganmu sebentar," kata Mayer, dia membawa Naruto pergi.
"Apakah ada sesuatu yang penting Guild Master?" Naruto penasaran.
"Apakah kamu masih ingin bersama dengan rekan satu timmu?"
"Tentu saja," jawab Naruto.
"Sejujurnya seseorang ingin mengadopsimu."
"Mengadopsi?" Naruto tidak mengerti bahasa kali ini.
"Dia ingin kamu menjadi anaknya."
"Hah!" Naruto terkejut.
"Aku yakin mereka hanya akan memanfaatkanmu, aku menanyakan ini padamu, setuju atau tidak karena aku berjanji akan bertanya padamu terlebih dahulu."
"Jika mereka memiliki niat buruk, saya memilih untuk menolak mereka," kata Naruto, meskipun pada awalnya dia sangat senang tetapi dengan penjelasan Mayer, semuanya menghilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments