Naruto tidak pernah melewatkan latihan yang harus dia lakukan, dia pergi ke hutan yang tidak jauh dari desa. Naruto berlatih disana secara rutin untuk mengasah skill yang dimilikinya. Hokage adalah cita-cita ideal yang ingin ia wujudkan namun ia bingung dengan kondisinya saat ini dan tidak tahu bagaimana cara kembali ke tempat asalnya. "Naruto~!" Suara Alicia yang bisa didengar Naruto memanggilnya. Alicia tertegun saat melihat Naruto yang tidak hanya ada satu orang, dia memiliki lima orang yang identik mereka sangat mirip. Naruto berbicara sambil memberikan banyak isyarat rumit, setelah Naruto menunjukkan kemampuannya, Alicia mengerti bahwa itu adalah kemampuan yang dimiliki Naruto.
Naruto menggaruk kepalanya ketika Alicia berbicara begitu banyak, nada suaranya yang bersemangat menunjukkan bahwa dia kagum. Naruto hanya tersenyum lebar meskipun mereka berdua tidak benar-benar terhubung dalam percakapan. Keranjang kecil berisi jamur. Alicia menunjukkan bahwa dia akan membuat sup dari jamur yang didapatnya. Sesampainya di desa, Naruto bertemu dengan Eric yang selama ini mencarinya, Eric ingin mempertemukan Naruto dengan seseorang. Wanita yang Naruto temui adalah rekan Eric ketika dia menjadi seorang Petualang. Wanita itu menjadi salah satu orang yang menguji para pemula yang mendaftar untuk masuk ke Guild Petualang.
Eric meminta bantuan yang sulit untuk membantu Naruto terbiasa dengan bahasa dan pengetahuan mereka tentang dunia tempat tinggalnya. Wanita itu sedang memikirkan sesuatu dan segera berbicara banyak dengan Eric, Naruto yang tidak mengerti hanya mendengarkan perdebatan antara dua dari mereka yang seperti bahasa asing. Dengan sihir yang memberikan pengetahuan dasar yang sudah dimiliki wanita itu, dia sebenarnya sangat enggan karena sihir yang digunakan sangat membebani pengguna dengan mengorbankan banyak 'Mana' miliknya.
"Dia seharusnya sudah mengerti apa yang kita bicarakan, masalahnya dia berbicara bahasa kita tergantung apakah dia ingin mengerti apakah akan belajar atau tidak."
"Apakah kamu mengerti apa yang aku katakan?" tanya Eric pada Naruto yang langsung menganggukkan kepalanya.
Naruto berpikir sejenak dan menjawab. "Aku mengerti sedikit."
Sejak saat itu Naruto mulai banyak belajar dari Camila. Meski masih sangat kaku dalam berbicara karena belum lancar, Naruto tetap berusaha menjaga komunikasi satu sama lain. Naruto perlahan menceritakan semua yang terjadi, Camila ingin membantu tapi karena Naruto tidak tahu bagaimana dia bisa berada di dunia lain, Camila merasa sangat kesusahan. Naruto yang awalnya pendiam, banyak berbicara untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Roy, saat mereka sedang makan malam.
"Apakah kamu tidak merindukan mereka, orang tuamu?"
"Itu, aku merindukan... mereka, aku... tidak... tahu... siapa... orang tuaku."
"Ah, maafkan lelaki tua ini lancang, aku tidak tahu kalau kamu berada dalam kesulitan seperti itu."
Butuh waktu sebulan baginya untuk menjadi sangat fasih berbicara, Naruto juga mendapat latihan dari Eric ketika dia punya waktu luang. Naruto mengerti bahwa 'Chakra' dan 'Mana' tidak jauh berbeda, hanya saja untuk mendapatkannya mereka harus sering berlatih meditasi pernapasan. Eric banyak kesulitan mengajari Naruto tentang semua itu di latihan, Naruto jago bertarung tapi untuk ilmunya dia kurang, bahkan untuk memahami tulisan, Naruto masih butuh banyak usaha untuk memahami sepenuhnya.
"Aku sangat suka caramu menggandakan dirimu sendiri, sayang sekali hanya kamu yang bisa melakukannya, betapa anehnya..."
"Tapi ini yang paling mudah."
"Wow, kamu tiba-tiba fasih ?!"
"Benarkah itu?"
"Kebetulan kurasa."
Eric yang merupakan pendekar pedang menunjukkan sihir bola api, Naruto mencoba menirunya tetapi tidak berhasil, tubuhnya seperti menolak sesuatu di dunia ini. 'Kage Bunshin no Jutsu' dan 'Rasengan' yang Naruto bisa buat, dia harus mencari cara lain untuk lebih mengembangkannya. Eric membuat Naruto lebih fokus pada skill yang dimilikinya, apalagi dengan dua senjata di tangannya yang sangat berguna dengan skill yang tepat. Naruto memegang kedua kunai di tangannya, dia mungkin menyesali banyak hal yang dia abaikan di masa lalu, dia berjanji akan lebih fokus saat kembali ke dunia asalnya nanti.
"Majulah tanpa tiruanmu, coba andalkan dirimu sendiri."
"Baiklah, aku mulai!" Naruto bersiap untuk menyerang.
Walaupun Eric menggunakan pedang sungguhan dia tetap bisa melakukan aksi beling agar tidak melukai Naruto. Eric mengalami kesulitan menghadapinya ketika Naruto semakin agresif, jurus yang dia gunakan sangat berbeda secara umum, lengan dan kaki bukan hanya pajangan, mereka juga berubah pada waktu yang tepat.
"Aku tidak tahu kenapa dia tersenyum bodoh seperti itu," gumam Eric.
"Aku pasti akan menang!" "Aura Pedang!"
"Ha!" Kedua kunai yang dipegang Naruto hancur berkeping-keping, Eric langsung menendang Naruto menjauh. Naruto yang penasaran langsung bertanya tentang Aura Pedang yang jauh berbeda dengan Chakra yang menyelimuti senjata itu.
"Kamu butuh usaha panjang untuk menguasainya, hahahaha!"
"Sepertinya dia menyombongkan diri, hadeh..."
Di pagi hari semua orang berkumpul karena ada yang datang, mereka memungut pajak karena desa itu masih dalam wilayah Kekaisaran. Naruto melihat semua orang sangat segan, dia pun berlutut di depan pria gendut yang sedang sibuk menghitung koin yang didapatnya. Eric sangat menentang jika orang tersebut meminta sesuatu yang tidak pantas, seperti mengambil anak perempuan, seseorang yang tidak membayar pajak secara penuh. Eric yang dihormati atas semua yang dia lakukan, pria gendut itu langsung terdiam dengan mata merah karena marah.
“Desa kumuh ini beruntung memilikinya,” gumam pria itu saat dia pergi.
Naruto ingin berteriak karena marah tapi menurut pengetahuan yang dia pelajari itu akan berdampak buruk bagi penduduk desa. Naruto memasang wajah tidak senang saat mendapat nasehat untuk tidak gegabah, sesuatu yang hampir terjadi tapi masih terselamatkan karena Eric mencegahnya tepat pada waktunya. Roy sakit kepala setiap kali warga banyak mengeluhkan ulah pemungut pajak itu. Eric membentak orang yang terlalu memojokkan Roy yang jelas-jelas tidak melakukan kesalahan. Naruto khawatir dengan perilaku Alicia yang tidak biasa, gadis itu sangat ketakutan.
"Sepertinya dia ketakutan karena babi itu terus memandanginya."
"..." Naruto menatap Alicia.
Meski masih kecil, Naruto adalah orang yang paling mudah diajak bicara oleh Eric. Naruto berpikir bahwa dunia ini sangat buruk dalam hal aturan, mereka terlalu sewenang-wenang terhadap orang biasa. Eric mengatakan bahwa ada banyak hal yang lebih buruk, seperti gadis-gadis yang diambil tidak semuanya adalah pelayan, lebih banyak budak untuk berbagai hal, kata Eric kepada Naruto yang paling mudah dipahami. "Camila hanya memberimu informasi yang tepat, masih ada sesuatu yang sangat buruk jika aku harus menyebutkannya."
"Apakah benar-benar tidak ada cara untuk mengubah hukum aneh dunia ini." Naruto merasa harus mengambil tindakan.
"Hukum yang ada di dunia ini tidak dapat diubah, ada banyak orang yang sangat mirip denganmu tetapi setelah beberapa saat mereka menyadarinya sendiri karena itu adalah hal yang terlalu indah untuk diwujudkan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Wehelmina Radjahaba
lanjut terus thor..
2023-02-19
1