Naruto yang keras kepala memilih untuk mengantar Linda pulang untuk menemui keluarganya. Robert, Samuel, Vivian dan Caroline tidak bisa membujuk Naruto untuk berubah pikiran. Dalam perjalanan yang hanya dua orang banyak rintangan yang mereka lalui, berbagai monster bisa mereka hindari dengan cara mengendap-endap agar tidak ketahuan. Linda yang tak banyak bicara hanya mengikuti Naruto dari belakang, Linda mengikuti semua instruksi yang Naruto berikan. Dengan intuisi dan instingnya Linda mampir memilih jalan untuk kembali ke desa. Naruto tidak ragu untuk percaya kepada Linda, gadis muda sangat senang karena ada yang mau mengantar pulang.
"Terima kasih, kamu tidak membiarkan aku pulang sendiri."
"Kalau kamu pulang sendiri akan sangat berbahaya." Naruto cengengesan.
Linda banyak cerita tentang keadaan ras kucing, mereka semua dalam keadaan yang buruk untuk memenuhi kebutuhan ada yang penasaran ingin memiliki hidup yang berbeda dalam petualangannya, Naruto mendengarkan sambil membayangkan semua akan jadi sangat menarik, namun ia memikirkan seperti apa kerja dunia ini akan sangat sulit. Anjing yang berdiri dengan dua kaki sekarang sedang berpatroli, mereka memiliki penciuman yang tajam. Linda memberikan sebuah dedaunan yang mempunyai aroma menyengat yang bisa menyamarkan aroma mereka berdua. Naruto mengoleksinya kedua lengan itu sudah cukup membantu untuk menghindari pertarungan yang tidak perlu.
"Baunya benar-benar parah sekali," gumam Naruto.
Yang mengancam adalah monster kuat seperti Orc dan Ogre. Kedua monster itu kuat secara fisik, dengan bantuan Linda, Naruto menemukan cara navigasi yang lebih mudah untuk menghindari mereka. Linda takut dengan suatu ancaman insting yang merasa kalau harus buru-buru pergi dari tempat mereka sekarang. Naruto menepuk dadanya sendiri, ia akan melindungi Linda dengan seluruh kemampuan yang ia punya. Linda tertawa kecil karena baru kali ini ada manusia yang melindungi ras lain. Suatu yang bulat dan melompat-lompat adalah Slime, ia melintas tanpa memberikan ancaman.
"Mereka hanya monster yang tidak berbahaya, kamu tidak perlu terlalu waspada," kata Linda.
"Begitu, ya ..." Naruto menuruti.
Naruto dengan cepat menerjang Linda, ia memeluknya untuk menghindari tombak yang dilemparkan. Kadal yang berdiri dengan dua kaki, tinggi seperti manusia dewasa mereka tidak sengaja saling bertemu di daerah kekuasaan mereka. Linda gugup karena ia terlalu ceroboh untuk melupakan suatu yang penting. Naruto menghadapinya dengan bantuan kloningan, Naruto dan ketiga klon langsung menghajarnya dengan tinjunya. Linda terkesima karena suatu yang menarik sampai ingin mempelajarinya. Naruto hanya garuk kepala, ia tidak akan mampu menjadi guru untuk seseorang dengan alasan dia juga masih seorang murid yang notabene paling lemah dari rekannya.
"Tolonglah ajari aku ya!"
"Hehehe, kalau ada waktu, aku tidak pandai mengajar."
Waktu menjelang malam, Linda belajar Kage Bunshin, ia kesulitan dalam melakukan tehnik yang asing. Naruto yang selalu dikatakan tidak punya cukup bakat, sekarang melihat seseorang yang lebih tidak berbakat darinya dengan berbagai kegagalan. Naruto duduk bersila sambil mengelus-elus dagunya, ia berpikir keras yang tidak punya titik temu. Mereka makan ayam panggang dari ayam yang lewat, ayam di dunia ini tidak jauh berbeda hanya warna bulu mereka yang unik seperti burung merak. Linda menyantap dengan rakus, dia melihat Naruto yang tidak berselera, dan bergumam ramen untuk kesekian kalinya.
"Apa itu ramen?"
"Makanan yang kusukai," jawab Naruto dengan lesu.
Naruto menceritakan bentuk ramennya, mie yang langsung dibayangkan Linda adalah sesuatu yang panjang seperti cacing, Linda menutup mulutnya karena merasa mual dengan imajinasinya sendiri. Keesokan paginya mereka melanjutkan perjalanan, Naruto masih sangat ngantuk karena masih terlalu pagi untuk berangkat. Linda menepuk bahu Naruto agar lebih bersemangat. Mereka menyusuri jalan di tepi sungai, ikan-ikan yang sangat unik melawan arus air. Naruto melihat ikan yang berjuang memotivasi Naruto untuk bertarung lebih banyak lagi.
"Apa yang kamu lakukan-miow~?"
"Aku sedang melihat ikan-datebayo~."
"Gimana kalau kita tangkap mereka, kita bisa memanggang ikan~." Linda mengusap air liurnya.
"Kau lapar lagi ya?"
"Hihihi, ketahuan ya-miow~."
Linda melarang Naruto untuk membantu, Linda sangat mahir menangkap ikan. Naruto sedang mencari kayu bakar untuk memanggang ikan. Linda yang tidak tahan resah karena tidak sabar untuk makan, Naruto menepuk kepala Linda saat ingin makan ikan mentah. Naruto tidak yakin ikan yang mereka tangkap cocok untuk dibuat Sushi, Naruto yang memikirkan Linda, Naruto membuat lebih banyak ikan bakar. Naruto tersenyum canggung karena Linda benar-benar seperti kucing yang hobi makan, Linda bersendawa karena kenyang, dia membayangkan betapa laparnya dia saat menjadi tawanan Goblin.
"Kamu aman, jangan memikirkan hal yang terlalu menyedihkan, hehehe," kata Naruto.
"Kamu benar-miow, aku akan melupakan yang menyedihkan."
Sore hari, Linda melihat sesuatu yang familiar yang dia yakin tempat ini telah memasuki wilayah Beastkin. Linda melihat Naruto yang hanya diam, dan sampai di sini di mana dia membantu Linda menemukan rumahnya. Linda meminta Naruto untuk tinggal setidaknya satu hari sambil mengenal orang-orang di desa. Naruto yang tidak bisa menolak ikut dalam bimbingan Linda untuk membantu Naruto yang berbeda dengan manusia lainnya. Banyak yang mewaspadai saat Linda datang bersama Naruto, mereka tidak langsung percaya kalau Naruto tidak punya niat buruk terhadap ras kucing.
"Ketua Suku, Linda pulang bersama manusia!"
"Kita harus mengumpulkan semua orang yang mau mendengarkan semua cerita dari Linda yang keras kepala ini."
Banyak orang yang bersyukur setelah mendengar semua cerita itu, Linda yang berstatus Putri Kepala Suku, Linda tetap rendah hati dan tidak sombong. Naruto menyatakan bahwa dia akan pulang keesokan paginya dan tidak akan memberi tahu manusia lain di mana mereka berada. Ada pesta kecil makan daging, Naruto merasa tidak nyaman makan terlalu banyak daging. Naruto dan Linda berbicara satu sama lain sampai tengah malam, Ketua yang terus melihat Naruto, Naruto menjadi gugup dan langsung memilih untuk langsung tidur.
"Syukurlah kamu di rumah, aku akan pulang dengan nyaman setelah semua ini."
"Kamu benar-benar akan pulang besok pagi-miow?"
“Ya, karena teman-temanku sedang menungguku pulang…”
Keesokan paginya Naruto berpamitan untuk pulang, Kepala Suku sangat berterima kasih atas bantuan Naruto dalam menolong Linda agar bisa kembali ke rumahnya. Naruto melambai dan pergi setelah mendapat pelukan dari Linda yang enggan berpisah. Naruto berlari meninggalkan dalam perjalanan pulang dia tidak waspada seperti sebelumnya, dia langsung melawan monster yang selalu menghalangi jalannya. Naruto selalu mengandalkan tehnik dengan banyak klon. 'Tajuu Kage Bunshin no Jutsu' dan 'Odama Rasengan' yang menghancurkan monster, suara keras yang bisa memancing monster untuk datang dan melawan Naruto.
"Kalau aku tidak menghabisi kalian semua, aku tidak akan cepat sampai ke Kekaisaran Ethan."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments