"Tajuu Kage Bunshin no Jutsu!"
Ogre dikeroyok oleh klon Naruto yang menyerang tanpa pandang bulu, Naruto mencari kesempatan untuk memukulnya dengan Rasengan. Sang Ogre mengejar seorang wanita berambut pirang yang terluka, Naruto membantunya dengan melawan sang Ogre sendirian. Pejuang yang tidak seimbang ini dapat dikompensasikan dengan jumlah klon bayangan Naruto. Wanita itu kagum dengan kemampuan Naruto yang mampu melawan Ogre yang biasanya harus diperangi oleh banyak orang. Wanita itu ingin membantu tetapi apa yang bisa dia lakukan sulit untuk bergerak bebas karena luka di pinggangnya.
"Groooo!" Teriak Ogre, dia memukul tiruan Naruto.
"Lagi—Odama Rasengan!" Naruto berhasil menumbangkan Ogre yang langsung tersungkur ke tanah. "Raksasa ini sangat kuat ..."
Wanita itu memperkenalkan dirinya, namanya Olivia Elta, dia adalah ras Elf yang bepergian ke berbagai tempat. Olivia menunjukkan perbedaannya dari ras manusia, telinganya yang runcing menjadi perbedaan yang paling jelas. Naruto mengerti, dia buru-buru pergi setelah membantu Olivia Elta. Sebuah suara memanggil membuat Naruto menoleh, ia dimintai tolong karena Olivia Elta untuk sementara tidak bisa pergi sendiri. Naruto bingung dengan pilihan yang harus ia pilih. Olivia merasa Naruto, ras manusia yang berbeda, bisa dipercaya.
"Terima kasih, kamu mau menemaniku sebentar sampai aku benar-benar sembuh," kata Olivia.
"Mmm, tapi aku tidak bisa lama-lama untuk membantumu..."
Perjalanan Naruto ke Kekaisaran Ethan menjadi bahan perbincangan, Naruto menjelaskan panjang lebar apa yang menjadi daya tarik utamanya. Olivia Elta juga ingin pergi ke Kekaisaran Ethan, tapi akan sangat berbahaya jika dia gegabah tanpa penyamaran. Naruto juga mengatakan bahwa dia dapat membantu meyakinkan semua orang, dan Olivia akan tetap aman dari ancaman umat manusia lagi. Olivia juga pergi bersama Naruto setelah Olivia beristirahat selama sehari. Banyak kendala yang tidak menjadi masalah, Olivia menilai Naruto tidak akan membutuhkan rekan satu tim di Party.
"Aku baru tahu ada cara seperti itu, sihir yang kamu gunakan benar-benar luar biasa."
"Hehehe, biasanya keahlianku menggunakan klon."
Sementara yang ada disuatu tempat, Vivian yang ingin pergi dihalangi oleh Caroline. Samuel tidak bisa membujuk selain memegangi Vivian yang tiba-tiba menginjak kaki Samuel. Master Robert tidak banyak bicara ia tetap melarang mereka pergi dengan ancamannya yang akan menurunkan peringkat mereka. Naruto bukan orang yang bodoh untuk mengambil pilihan, dia diyakini akan bisa mengantarkan Linda sampai ke desanya. Mayer sakit kepala dengan masalah yang terjadi ia akan sulit memberikan penjelasan kepada Master Eric yang menitipkan Naruto untuk perkembangannya. Vivian yang berusaha lari langsung dikejar oleh Caroline dan Samuel.
"Aku akan kembali mencarinya, dia terlalu lama!"
"Jangan pergi, dia akan pulang, Naruto tidak akan mudah kalah!" Caroline panik sendiri.
Vivian sangat sadar bahwa dia seharusnya tidak terlalu naif meninggalkan Naruto untuk pergi bersama Linda. Dia seharusnya memaksa Naruto pulang daripada mengikuti Beastkin. Samuel dan Caroline memberinya tanda tidak pernah menyerah. Suara keras dan lantang Robert langsung menyentaknya, Vivian memalingkan muka. Samuel dengan lembut menyuruh Vivian untuk bersabar hingga seminggu jika Naruto tidak kembali, mereka akan pergi mencari Naruto. Mayer juga menyusuri jalan dengan rencana yang tersembunyi di benaknya. Camila yang datang langsung angkat bicara untuk menenangkan mereka, Camila sangat yakin Naruto tidak akan lama lagi untuk kembali ke Kekaisaran Ethan.
"Kalian harus tahu bahwa bocah itu bukan bocah biasa, dia sangat terampil dan jauh lebih kuat dari kalian."
Yang dikhawatirkan sedang bersama seorang wanita muda, Naruto sedang bersama Olivia menyusuri hutan dan mereka tersesat. Naruto sadar betul yang kalau jalan yang ia telusuri sampai pada tujuan atas bantuan Linda. Naruto sangat panik sambil berlarian ke sana kemari. Olivia mengusap wajahnya sendiri baru kali ini ia mengetahui kalau ada orang yang tidak tahu arah jalan pulang. Olivia memberikan saran lebih baik mencari ras yang ramah untuk menuntun jalan yang benar untuk mereka berdua.
"Seingatku jalannya sebelah kanan." Naruto menekan dahinya.
"Kamu yakin kalau arah ini yang benar?"
"Perasaanku mengatakan kalau kita harus mengikuti jalan ini."
"Baiklah kalau kamu yakin, aku akan mengikuti kamu."
Setelah berjalan selama sejauh seratus meter, Naruto langsung lemas karena ia tahu kalau jalan yang ia tempuh tidak sama dengan yang ia ingat. Olivia merasa yang tidak nyaman karena ia yakin kalau lingkungan tempat berada begitu mengancam. "Kage Bunshin no Jutsu!" Dua kloning menyebarkan melawan arah yang Naruto tuju. Naruto tetap bersama dengan Olivia, dan tidak lama kemudian Naruto merasa kalau kloning miliknya sudah musnah. Naruto menjadi gugup dan meminta Olivia untuk bergegas.
"Ada apa?!"
"Seperti di sini sangat berbahaya jika kita tinggal terlalu lama!"
"Mungkinkah kloning milikmu memberitahukan kalau adanya bahaya?"
Naruto menoleh. "Ya, seperti yang kamu katakan."
Naruto mulai berlari diikuti oleh Olivia, Naruto sesekali menoleh ke belakang memastikan kalau Olivia tidak tertinggal, Naruto merasa ini sulit karena tidak bisa menggunakan pohon sebagai pijakan karena pohon di dunia ini sangat berbeda dengan dunia tempat tinggalnya. Naruto berhenti bersama dengan anak panah yang melintas tempat di depan wajahnya. Ras Kadal yang berdiri dengan dua kaki seperti manusia, mereka langsung memburu Naruto yang tanpa pikir panjang langsung melawan mereka. Olivia menggunakan panah untuk menembak semua sasaran yang tidak jauh dari Naruto.
"Menunduk!"
"Wah!"
"Respon yang bagus."
"Hampir kena kepalaku—datebayo~."
Naruto mengeluarkan kloning secara berlebihan dan berturut-turut, Olivia merasa cemas akan keadaan Naruto yang kelelahan. Naruto tumbang saat semua sudah dikalahkan, Olivia Elta membantu Naruto ke tempat yang aman dan membiarkan Naruto tertidur dengan pulas sampai menjelang sore. Naruto bangun dan melihat sekitar, ia hanya sendiri dan tidur di dekat pohon. Tidak lama kemudian Olivia datang, saat Naruto bertanya, Olivia hanya memalingkan wajahnya, ia dengan ragu-ragu menjawab kalau ada urusan wanita.
"Jadi begitu, kamu buang air besar."
"Bukan!" Olivia kesal karena Naruto menebak dengan blak-blakan.
"Jujur saja, tidak perlu malu-malu, hehehe..."
Mereka tidak memakai api unggun karena bagi Elf membakar ranting pohon sangat tidak diperbolehkan, Olivia menggunakan batu yang bercahaya sebagai penerang. Naruto merasa tidak nyaman karena cahayanya tidak begitu terang dan tidak terasa hangat. Elf tetap menggunakan aturan mereka walaupun jauh dari tempat tinggal, Naruto menghormati semua itu tapi jika terus berlanjut pasti akan sulit baginya.
"Mereka pasti akan sangat khawatir kalau aku tidak pulang..."
"Keluargamu?"
"Bukan, rekan setimku, mereka akan sangat kesulitan jika memutuskan untuk mencariku."
"Kamu harus berhati-hati, kamu terlalu baik, semua yang kukenal selalu bicara akan sangat sulit percaya pada manusia."
"Eh, kenapa kau berpikir begitu, bukannya aku manusia juga?"
Olivia menoleh. "Hah, karena kamu hampir mirip Beastkin aku jadi lupa."
"A-aku mirip Beastkin?!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments