Tiga bulan berlalu dengan penuh rasa rindu, Naruto yang tidak tahu jalan pulang lebih fokus belajar. Eric menyarankan sesuatu yang bisa membantu Naruto di masa depan, jika dia ingin bisa bertemu dengan orang yang mencari jalan itu, Naruto harus menjadi orang yang sangat terkenal. Guild Petualang tempat Naruto akan bertemu Camila.
"Kamu belum pernah melawan monster secara langsung tapi aku yakin kamu bisa mengatasinya," kata Eric.
"Kenapa harus menunggu sebulan lagi?" tanya Naruto pada Eric.
"Tentang itu, kamu harus lebih menyadarinya."
"Um?"
"Anak ini menyebalkan, kamu menghabiskan sebulan dengan Alicia, dia ... seringlah bermain dengannya selama sebulan."
"Emm, jadi aku mendapatkan libur selama sebulan?"
"Sungguh, aku turut kasihan dengan Alicia," gumam Eric.
Naruto mengambil waktu untuk Alicia, permintaan Eric sangat memaksa, Naruto menurut. Dikhawatirkan orang lain akan menjadi pengalaman baru bagi Naruto, dia sangat senang mendapatkan perasaan hangat seperti ini. Alicia dengan kebiasaan cerewetnya hanya disambut senyum lebar. "Apakah kamu akan kembali ke desa lagi?" Alicia hanya menunduk sambil duduk di ayunan yang dibuat Naruto seminggu yang lalu. Naruto bersandar di pohon membelai dagunya, dia akan kembali ke desa sebulan sekali. Alicia sebenarnya ingin bergabung tapi dia takut menjadi beban Naruto, Alicia tidak memiliki kemampuan apa pun untuk membela diri dan bertarung.
"Jangan sedih, sebulan cepat, kamu saja."
"Kurasa ini akan memakan waktu terlalu lama..."
"Um, begitu, jika semuanya sudah selesai, aku akan memberimu hadiah, apa kamu menginginkan hadiah?"
"Aku tidak ingin apa-apa."
"... Terima kasih untuk segalanya, Alicia, kamu banyak membantuku... Paman Roy juga sangat baik membiarkan aku tinggal di rumah kalian."
"Naruto..."
"Ya?"
"Apakah kamu benar-benar akan kembali ke dunia asalmu jika kamu menemukan caranya?"
"Tentu saja, tolong doakan aku, oke?"
"Um, aku akan berdoa untuk kamu."
"... Ada sesuatu yang harus kulakukan, aku harus cepat kembali, aku terlalu bodoh untuk menyerah dengan mudah sebelum."
"Pasti sangat sepi di desa ketika kamu pergi nanti ..."
"... Mungkin aku akan merindukan kalian semua jika aku bisa pulang nanti."
Sebulan dengan Alicia hampir berlalu, pada akhirnya mereka akan berpisah dalam dua hari lagi. Naruto dan Alicia menerima pendidikan dari Eric, sebenarnya lebih berlaku untuk Naruto, karena keinginan Alicia, dia mengikuti pelajaran untuk tinggal di ibukota Kekaisaran. Ada banyak orang berbahaya, daerah pemukiman kumuh, ada berbagai macam orang licik yang bahkan dengan kejam menipu dan mencuri uang orang-orang yang tinggal di ibukota. Naruto hanya mengingat sesuatu yang penting selebihnya dia benar-benar lupa, Eric sudah kehabisan cara untuk membuat Naruto lebih pintar dari sebelumnya. Alicia mengangkat tangannya.
"Tuan Eric, saya ingin belajar bisa bertarung!"
"Kamu serius Alicia?"
"Ya!"
Naruto tersenyum. "Semangat Alicia!"
"Bah, kenapa kamu beri dia semangat... Alicia, kamu tidak cocok untuk semua itu, kamu hanya penduduk desa biasa," kata Eric dengan tegas.
"Aku yakin Alicia akan kuat, Master Eric."
"Hah, kamu tidak mengerti, jika seseorang dengan status penduduk desa tidak mungkin bisa, Alicia adalah non-tempur."
"Selama kamu mencoba dengan tekad yang kuat, Alicia pasti bisa!"
"Betulkah!" Alicia menanggapi Naruto.
"Tentu saja betul! Aku tidak pernah berbohong."
"Sudahlah, aku akan melihat perkembangan Alicia, aku akan mengajarimu banyak hal ketika kamu meninggalkan desa," kata Eric kepada Naruto.
Naruto merasa sangat gugup karena dia akan pergi ke tempat yang sangat asing, dia pergi bersama Eric yang hanya menemani Naruto ke ibukota. Ada ketukan di pintu, Alicia mengumumkan bahwa sudah waktunya makan malam. Roy dan Naruto sesekali sering mengobrol saat di meja makan. Alicia yang terlihat tidak bersemangat membuat Roy khawatir, putrinya sangat tidak ingin Naruto pergi, Roy bisa melihat semua itu tanpa Alicia mengatakan yang sebenarnya.
"Besok pagi kamu berangkat ya... aku rasa ini terlalu dini untuk kamu pergi," kata Roy.
“Paman jangan khawatir, aku akan sering pergi ke desa, sebulan sekali aku akan kembali ke desa ini.”
"Aku berharap kamu akan baik-baik saja dan sering berkunjung di masa depan."
Keesokan paginya Naruto bersiap untuk pergi, banyak orang melihatnya pergi bersama Eric. Warga khawatir karena Eric akan pergi, Eric meyakinkan bahwa dia hanya akan menemani Naruto, dan kembali ke desa. Kuda dan gerobak kecil sudah siap, Alicia segera berlari ke arah Eric dan meminta ikut, dia juga ingin menemaninya ke ibukota. Eric garuk-garuk kepala saat melihat Roy hanya tersenyum dengan keputusan Alicia.
"Kau yakin ingin ikut dengan kami?" tanya Naruto pada Alicia.
"Ya, aku juga ingin menemanimu."
"Benar-benar anak muda saat ini sangat blak-blakan."
"Tuan Eric, Alicia penuh semangat, kita harus mengajaknya."
"Huh, yang ini benar-benar tidak mengerti kenapa Alicia mau ikut."
Perjalanan santai dengan banyak perhentian, Eric melakukannya untuk Alicia agar dia bisa bersama Naruto lebih lama. Alicia benar-benar terjebak dalam cinta monyet, sedangkan Naruto tidak memiliki perasaan yang sama, jelas bocah berambut pirang itu masih belum mengerti perasaan seorang gadis muda. Eric merasa kasihan untuk kesekian kalinya, Naruto terang-terangan mengatakan bahwa ia memiliki seseorang yang disukainya namun tidak mendapatkan balasan yang diinginkannya.
"Kukira kau tidak menyukai perempuan."
"Hah, tentu saja aku menyukainya!"
"Hahaha, syukurlah kau masih normal," kata Eric sambil menepuk punggung Naruto.
"Apakah dia gadis yang baik?" tanya Alicia pada Naruto.
"Emmh, dia baik dan galak tapi aku menyukainya."
"Astaga, dia suka gadis galak, ada yang butuh waktu lama sekali."
"Maksud Anda?" tanya Naruto pada Eric. "Aku hanya bicara," jawab Eric.
"Hah?" Naruto tidak paham.
Eric meminta Alicia menyerah untuk mengabadikan semuanya menjadi kenangan indah, untuk kedepannya juga terlihat Naruto akan menemukan jalan pulang dengan susah payah. Alicia akan terus berusaha, dia tidak akan pernah menyerah sampai akhirnya jelas. Seorang gadis berusia 12 tahun yang terlalu memikirkan cinta sehingga mengganggu pemikiran normal Eric. Naruto tidak mendengar percakapan itu saat dia berjalan ke belakang.
Eric pura-pura ngantuk banget dan tidur, kedua anak yang masih bau kencur itu duduk berdua memandangi api unggun yang menyala. Eric memfokuskan pendengarannya dia sangat penasaran seberapa besar tekad Alicia yang sebenarnya akan sia-sia. Eric mengubah arahnya saat tidur, dia mengintip dengan satu mata sedikit terbuka. Mereka berdua berbicara begitu akrab, jarak diantara mereka duduk sangat dekat, Eric mengutuk kebodohan Naruto dengan ekspresi yang sangat normal, Eric menduga bahwa Naruto benar-benar tidak tertarik pada Alicia. Wajah yang berubah sedih ketika Naruto tidak melihatnya, dan kembali ceria dalam sekejap. Eric jadi paham bahwa perkembangan usia wanita sejak usia 12 tahun itu wanita memiliki sifat yang dewasa, Eric hanya menggumam, 'menarik', dia pun kembali tidur dan membiarkan semuanya berlalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
anggita
hadiah bunga🌹 buat author.
2023-02-15
2