"Ada Security, bagaimana kita akan masuk ke dalam?" tanya Za
Kini mereka tengah bersembunyi di balik tembok gerbang sekolah, sedangkan Sherina tengah duduk di atas pohon yang ada di belakang pos keamanan bersama penghuni pohon tersebut. Mereka berdua hanya diam, memperhatikan tingkah kembar lima tersebut dan sesekali melakukan tanya jawab.
'Apa yang akan kalian lakukan?' tanya mba kun seraya menyisir rambutnya menggunakan jari-jari lentik miliknya.
'Kami akan ke lantai tiga' jawab Sherina yang sejak tadi menggoyangkan kedua kakinya yang menggantung.
'Ruang musik?' tanya Mba kun menghentikan kegiatannya
'Kok Tau? Jangan-jangan mbak nya cenayang ya.' ucap Sherina seraya menunjuk mba kun
'Ck, aku ini hantu senior. Tentu saja aku tau hantu apa saja yang ada di sekolah ini, termasuk dengan hantu ruang musik itu.' jawab mba kun
Sherina yang tadinya fokus pada si Power Ranger pun mengalihkan pandangannya.
'Apa mbak Kun tau, kejadian di ruang musik itu?' tanya Sherina
'Tentu saja, tapi maaf. Aku tidak akan menceritakan privasi hantu lain, kalau mau tau. Tanya langsung saja padanya, aku hanya bisa bilang.... kematiannya sungguh tragis dan itu adalah alasan ia tak bisa keluar dari ruangan itu. ' jawab mba Kun seraya kembali memainkan rambut panjangnya, Sherin apun mengangguk
Kembali ke Power Ranger
"Apa kita akan melakukan teleportasi seperti biasa?" tanya Flo, tanpa menatap para abangnya. Matanya hanya fokus ke depan. memperhatikan 3 orang keamanan yang kini tengah berbincang.
"Apa lagi? Ayo kita masuk." ucap Al. mereka pun saling berpegangan dan
Plop
'Hah? Kemana mereka berlima?' tanya mba kun
'Mereka pasti sudah di sana.' jawab Sherina seraya menghilang
'Wahhh.. ternyata benar kabar keturunan pemilik sekolah ini? Kalau mereka bukanlah orang biasa, sepertinya akan seru. Aku lihat juga sepertinya.' Hantu itu pun ikut menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus.
WUSSSHHH
"Hiii... kenapa bulu kudukku merinding?" ucap mang Soleh salah satu keamanan tersebut
"Kayanya ada yang lagi ikut nimbrung sama kita." jawab pak Karman
"Hushh... hati-hati kalo bicara." tegur pak Mardi, salah satu kemanan yang sudah senior.
.
.
.
Kini mereka berlima sudah ada di depan Ruang Musik, tak lama muncul Sherina di susul dengan mbak Kun yang duduk di tembok pembatas lantai 3.
"Kenapa kamu bawa pasukan?" tanya Flo pada Sherina
'Hah?' Bukannya menjawab, Sherina malah kebingungan. pasalnya ia memang tidak tau bila teman bicaranya tadi ikut menyusul.
" Hah heh hah heh.... Tuh" jawab Flo seraya menunjuk ke belakang Sherina, Sherina pun memutarkan kepalanya ke belakang, membuat Flo terpekik kaget.
"Astaghfirullah Sher" teriaknya tertahan
'Sorry, refleks' ucap Sherina cengengesan,ia pun memutar tubuhnya menghadap mba kun.
'Ck.. ku kira mba Kun gak ikut nyusulin, tadi di tanya apa yang terjadi pada hantu Ruang Musik ga mau jawab.' gerutu Sherina pada hantu tersebut
'Aku hanya ingin melihat, takkan mengganggu kok.' jawab mba kun
"Sssttt... sudah biarkan saja." ucap Al, tak lama mereka diam, apa yang di ucapkan Sherina kemarin pun betulan terjadi.
Terdengar suara petikan alat musik di dalam sana, petikan tersebut pun berlanjut menjadi alunan musik yang begitu menyedihkan.
"Kalian dengar?' tanya Za
"Tentu saja, kamu kira kami budeg apa?" jawab Fre ketus
"Ck... bisa diam tidak?" tegur Ar, Za dan Fre pun langsung menutup rapat mulutnya.
"Pintunya di kunci" ucap Fre pelan, seraya memegang dadanya. Ia sudah mulai merasakan rasa sakit saat alunan musik itu terdengar.
"You ok? " tanya Flo cemas, Flo pun mengangguk. Fre menarik nafas dalam dan meng hembuskannya dengan pelan, Flo pun membantunya dengan mengalirkan kekuatannya.
Tak lama Fre pun bernafas normal kembali.
"Jangan terlalu cemas kak, aku pasti baik-baik saja." Fre pun menenangkan kakaknya itu, begitupun yang lain.
Za pun menggenggam gembok tersebut dan
Klek
"Jangan lupakan kekuatanku." ucapnya sombong
"Cihh" Flo dan Fre pun berdecih
Mereka pun masuk dengan pelan, hampir tak mengeluarkan suara. Sehingga membuat hantu yang mereka bahas pun tak merasakan kehadiran mereka. Ruangan yang terlihat gelap di luar, ternyata terang saat masuk ke dalam ruangan tersebut.
'Lihat itu' ucap Sherina berbisik sambil menunjuk ke arah hantu itu.
Mereka berlima pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang Sherina tunjuk, ada sosok yang tengah duduk menggunakan gaun hitam membelakangi mereka. Mereka semua terdiam, menikmati musik yang sedang di mainkan oleh sosok tersebut.
'Kalau kalian menyapanya, dia pasti akan langsung menghilang.' bisik Sherina
"Lalu bagaimana cara kita menanyainya?" tanya Fre ikut berbisik
Sherina pun mengangkat kedua bahunya.
Al dan Ar seperti biasa saling tatap, mereka kembali menatap sosok tersebut. Setelah berhenti bermain musik, sosok itu terdiam dan menatap kosong ke depan. Terlihat bahunya bergetar, itu berarti ia tengah menangis saat ini. Bila di lihat dari belakang, saat ini sosok itu tengah menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kini Flo, Fre dan Sherina yang saling tatap.
Tanpa aba-aba, Al dan Ar menggerakan tangan kanan mereka dan mengarahkannya ke arah hantu tersebut. Terpampang sebuah perisai yang berbentuk kubus mengelilingi sosok tersebut, sosok tersebut yang merasakan adanya kekuatan lain pun langsung menengadah dan terkejut.
Sosok itu pun langsung berdiri dan berbalik menghadap mereka berenam. Mba kun mana? Hihi... ia hanya berdiri menyaksikan mereka di pintu.
'Siapa kalian?' teriak sosok itu
Bukannya menjawab, mereka berenam pun melangkah mendekat pada sosok tersebut. Kecuali Sherina tentunya, karena ia kan melayang,
'Mau apa kalian? ' teriaknya lagi, membuat mereka berhenti. Kini mereka hanya berjarak 3 langkah dari perisai yang di buat oleh Al dan Ar
"Hai" sapa Flo dengan suaranya yang lembut, ia pun maju dua langkah mendekati perisai tersebut. Flo berhenti lagi karena mendengar teriakan sosok tersebut.
'Berhenti, apa yang sebenarnya kalian inginkan hah?! Lepaskan aku!!' Flo pun menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan.
"Maaf, bila kedatangan kami membuatmu tak nyaman. Tapi kami hanya ingin membantumu, percayalah." ucap Flo
'Bohong, kalian pasti suruhan dia kan? Tunggu, bukankah kalian cucu dari pemilik sekolah ini?' ucap sosok tadi, suaranya memang tidak setinggi tadi. Namun tatapannya, terlihat ada rasa takut dan waspada di matanya. Flo pun mengangguk mengiyakan
"Tatap mataku, kata orang kita bisa melihat kejujuran seseorang dari matanya. Apa ada kebohongan di mata ku?" tanya Flo, yang lainnya membiarkan Flo berkomunikasi dengan sosok tersebut.
Sosok tersebut pun mengikuti apa yang di ucapkan oleh Flo, ia pun mentap dalam pada mata Flo. Ia mencari kebohongan di mata Flo, namun nihil. Tak ada kebohongan di sana, hanya terlihat ketulusan pada mata Flo. Sosok itu pun menunduk dan ambruk, ia terduduk di tempatnya dan kembali meneteskan air matanya.
"Apa kita bisa berbicara? Siapa tau kami bisa membantumu mengurangi bebanmu, agar kamu bisa pergi dengan perasaan yang ringan." ucap Flo, sosok itu langsung menengadahkan kepalanya dan tak lama ia pun mengangguk.
Flo tersenyum dan menoleh pada para abangnya, Al dan Ar yang paham pun menghilangkan perisai tersebut.
.
.
.
Kini mereka sedang duduk mengelilingi sosok tersebut, termasuk mba Kun. Entah kenapa ia juga ingin bergabung dengan mereka, membuat Sherina menatap malas padanya.
"Kenalkan, aku Flo, ini ketiga adikku Ar, Za dan Fre dan itu abangku Al. Tentunya kamu tahu bila kami mempunyai kemampuan lainkan, karena kami bisa melihatmu. Siapa kamu dan kenapa kamu selalu mengganggu orang-orang yang ingin memainkan Harpa tersebut, sehingga Ruangan ini pun di tutup pada akhirnya.?" Flo memulai percakapan tersebut
Sebelum menjawab, sosok tersebut menatap sekeliling ruangan tersebut dan berhenti pada alat musik tersebut.
'Aku.... namaku Caroline' ucapnya
...****************...
Cieeeee....di gantung lagi🤭🤭
Double up nih....
......Happy Reading
All💞💞
......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
Mba Kun rupanya kepo nih ..
mungkin daripada duduk sendirian mungkin dah bosen x ya
makanya ikutan nimbrung
2024-12-27
1
Eli Elieboy Eboy
𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚋𝚔 𝚔𝚞𝚗 𝚗𝚐𝚊𝚙𝚊𝚎𝚗 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚒𝚔𝚞𝚝𝟸𝚊𝚗 𝚗𝚐𝚎𝚓𝚘𝚐𝚛𝚘𝚐 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞
2024-07-13
1
Ita Xiaomi
Mbak Kunti berasa ditolak menjd anggota geng 😁
2024-05-19
1