Sedang di sebuah ruangan, di sebuah rumah sakit. Terlihat Sherina yang berdiri di sisi ranjang tempat tubuhnya terbaring lemah, ia pun menatap wajahnya yang semaki pucat.
'Apa aku akan segera hilang dari muka bumi ini? Kenapa tubuhku tidak merespon rohku' ucapnya seraya menatap sendu pada tubuhnya. tetesan demi tetesan air mata pun kembali terjatuh. Ia pun kembali menghilang, meninggalkan tubuhnya yang semakin hari semakin lemah.
__________________
"Malesin.. pokonya malesin banget sama itu cewe" gerutu Fre yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum" salam ke 4 saudaranya
"Wa'alaikumsalam, tumben baru sampe rumah." jawab Kay yang sedang menemani twin belajar bersama Sri
"Adik kalian kenapa? Masuk rumah bukannya ngucapin salam, malah mencak-mencak kaya cicak." tanya Sri
"Biasa mi, ada 'biwir berem berem cabe tanjung' ngehadang kita pas mau pulang tadi." jawab Za
"Dihhh... Runtah kaya gitu mah hempaskan aja." ucap Sri
"Iya kan mi, yang kaya gitu mah harus masuk musium. Masa iya, dengan PeDe nya bilang kalau dia calon pacarnya abang Al. Iuuuhhh... ga banget, benerin dulu akhlak terus muka." sela Fre
"Husss... ya udah gih masuk kamar, bersiin badan kalian. Sebentar lagi adzan Maghrib." titah Kay pada ke lima anaknya
"Siap Permaisuri" jawab kelimanya, mereka berlima pun masuk ke dalam kamar masing-masing.
"Kamu Sri, bukannya ngajarin yang bener malah ngomporin." ucap Kay
"Lah, salah saya di mana? Benerkan cabe-cabean itu harus segera di hempaskan, mana mau gue punya mantu kaya Jeng Kelin. Bisa-bisa darah tinggi gue." jawab Sri dengan mendelikkan matanya
Kay pun menghembuskan nafasnya.
"Gimana kamu aja lahhh." ucap Kay menyerah, kalo sudah berhubungan dengan wanita-wanita agresif macam lintah. Sri pasti akan terbawa arus kesal.
"Twin... udahan yu belajarnya. Siap-siap shalat Maghrib gih." titah Kay pada Kira dan Maya
"Iya bunda" princess twin pun langsung membereskan buku-bukunya dan masuk ke kamar mereka, begitu pun dengan Kay dan Sri.
.
.
.
.
Setelah makan malam, anggota keluarga Zandra seperti biasa berkumpul di ruang keluarga. Hal ini menjadi rutinitas mereka, karena kesibukan di siang hari. Jadi sebisa mungkin mereka akan meluangkan waktu sebelum tidur dan di larang memegang ponsel.
"Bun, ada yang ingin Flo bahas" Kay yang sedang berbincang dengan Sri pun menghentikan keseruannya.
"Ada apa hmm?" tanya Kay
"Apa dulu, saat bunda masih sekolah pernah ada kasus kesurupan masal dan apa pernah ada kasus... mmm, gimana ya menjelaskannya. Bang Al, coba jelasin sama bunda masalah si ketua kelas di kelas Flo." Al yang sedang fokus pada televisi pun, mengalihkan pandangannya.
"Jadi gini bun, di kelas Za, Fre dan kak Flo. Ketua kelasnya aneh, lebih tepatnya.. jiwa yang sedang bersemayam di tubuhnya, bukanlah miliknya. Entah bagaimana bisa jiwa kitu masuk ke dalam tubuhnya?" jelas Za
"Dan abang bilang, bila abang melihat bila jiwa ketua kelas kita berada di persimpangan jalan." lanjut Fre
Yumi yang tadinya sedang bersenda gurau dengan twin pun langsung berhenti, Yumi pun saling pandang dengan Kay
"Kalau jaman SMA bunda belum pernah mengalaminya, namun bunda pernah meyaksikan beberapa orang kerasukan di sebuah kampus. Iyakan Yah?" jawab Kay seraya bertanya pada Afwa, Afwa pun mengangguk.
"Kalau tidak salah saat kita berkunjung ke UNS kan?" tanya Sri
"Wiihh.. tumben kamu Sri, inget sama hal yang udah lewat lama." ucap Kay
"Hehehe... inget lah, soalnya di sana kan ada cowo yang minta no aku." ceplos Sri tanpa menyadari bagaimana reaksi Afwi
Kay yang menyadari hal itu pun tersenyum dan sengaja menjadi kompor.
"OOhhh.... kak Tomo kan ya?" tanya Kay
"Iyups" jawab Sri seraya menoleh ke sampingnya
Glek
"Eh, hehehe... tapi tetep yang paling aku cinta cuma pipi seorang." ucap Sri saat melihat wajah Afwi yang sudah masam.
'Kamu ga akan selamat nanti malem' bisik Afwi
"Haish... mati aku, alamat besok ga bisa bangun. Dasar ini mulut" gumam Sri pelan seraya menepuk pelan mulutnya.
Kay yang melihatnya pun terkekeh, sedangkan Afwa hanya menggelengkan kepalanya.
"Ishhhh... jadi gimana ini masalah temen Flo? Ko malah nostalgiaan" gerutu Flo
"Haha.. maaf maaf bunda malah jadi asyik sendiri." Kay langsung memeluk Flo
"Kekuatan kalian berlima bisa menyelesaikan masalah ini, kalian juga bisa menghubungi Ustad Jaffar. Beliau bisa membawa anak muridnya dari pesantren untuk membantu kalian, bila ternyata korban kesurupannya banyak. Masalah ketua kelas teman kalian itu, bang Al.. kamu bisa membebaskannya. Ah ya, Masalah kesurupan masal, bagaimana kalian bisa tahu akan terjadi?" Yumi lah yang menjawab dan kembali bertanya
Kalau kalian tanya siapa Ustad Jafaar? Beliau adalah anak didik Abi Ahmad, namun karena permintaan terakhir Hasimoto ingin mendirikan pesantren di kota cucunya. Akhirnya Ustad Jaffar di percaya untuk mengelola pesantren tersebut dan makam sang Kakek pun di makamkan di tanah yang ada di belakang pondok tersebut.
"Emmm... itu, kami mempunyai teman baru." jawab Flo
"Di sekolah kalian, ada yang mempunyai kemampuan seperti kalian juga ternyata. Siapa?" tanya Kay
"Anu.. itu, bukan teman yang memiliki kemampuan tersebut. Melainkan, teman kami itu adalah salah satu dari yang akan merasuki teman-teman sekolah." jawab Za
"hah? Bagaimana? Maksud kalian, teman baru kalian itu salah satu roh di sekolah?" tanya Sri
"Tumben, cepet konek kamu Sri." celetuk Afwa
"Ck" Sri pun menatap malas padanya
"I iya, tapi sebenarnya ia belum meninggal. Tubuhnya saat ini ada di rumah sakit, karena sedang koma. Sehingga arwahnya bisa berkeliaran di sekolah dan tak sengaja ia pun mendengar para arwah lain akan melakukan hal tersebut, yang di komandoi oleh arwah yang kini berada dalam tubuh si ketua kelas." jawab Fre
"Apa? jadi ia termasuk jiwa tersesat? Sudah berapa lama?" tanya Yumi
"Mmmm... kalo menurut ceritanya, sudah ada 2 bulan ini." jawab Ar
"Apa alasan ia tak bisa kembali pada tubuhnya?" tanya Yumi lagi
"Dia bilang, tubuhnya seolah menolak arwahnya saat ia berusaha untuk masuk kembali." jawab Flo
Yumi sempat terdiam, lalu meminta kelima cucunya mempertemukan roh tersebut dengan dirinya. Ada yang harus Yumi lihat dan juga ia pastikan.
"Dan untuk lebih meyakinkan dengan firasat bunda, tolong hubungi Marel, bang. Minta dia untuk datang kemari bersama Gisel, bunda butuh bantuannya." titah Yumi pada si kembar.
"Oya, kemarin ada kabar dari Saga. Katanya ia akan pulang lusa, karena kuliahnya sudah selesai." ucap Afwi
"Benarkah? kak Saga akan pulang?" tanya Fre dengan wajah bahagianya.
Afwi yang sudah mengetahui hubungan mereka pun langsung memasang wajah malasnya.
'Menyesal aku mengatakan ini.' gumam Afwi
"Apa Rio akan ikut pulang juga?" tanya Afwa waspada
...****************...
Double up
lagi kitaaaaaaa💞💞
...Happy Reading all💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
ya ampun pak² dah punya banyak anak juga masih Bae posesif duh²...
masih kecil juga pa, masih rasa sayang biasa .
2024-12-27
1
Hariyanti
oh. mereka masih tinggal satu mansion yaaaa.
2025-04-02
1
Eli Elieboy Eboy
𝚍𝚒𝚑 𝚐𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚍𝚊𝚛 𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚋𝚊𝚙𝚊𝚔𝟸 𝚙𝚘𝚜𝚎𝚜𝚒𝚏 𝚗𝚎
2024-07-12
1