Plop
"Aunty" panggil Flo , Fre dan Za bersamaan
"Ada apa kalian memanggil aunty? Untung Aunty bukan sedang iya iya." gerutu Alice yang terkejut karena tubunya merasa terpanggil dan tertarik.. Pasalnya, ia tadi sedang mau membuat seblak. Namun, tiba-tiba dapurnya berubah dengan pemandangan yang membuatnya sakit.
Terlihat ada murid yang tengah melukai dirinya sendiri atau berteriak tidak jelas di lapangan sana, ada yang berteriak kesakitan, berteriak tidak terima, bahkan ada yang membenturkan dirinya sendiri.
"Ada apa ini?" tanya Alice terkejut
"Aunty, kami butuh bantuan Aunty untuk memulihkan kekuatan kami. Kami akan menceritakan semuanya, bila semua sudah selesai." pinta Flo
Alice yang sejak datang, hanya melihat ke arah lapang. Ia pun belum melihat bagaimana kondisi para keponakannya, ia pun mengalihkan tatapannya. Alice pun terkejut melihat ketiga ponakannya yang sudah terlihat lemah dan langsung ikut duduk di lantai.
"Bagaimana bisa ini terjadi? Kenapa kalian tidak mengatakan pada ayah kalian?" tanya Alice khawatir
"Kami sudah menceritakan semuanya pada yang lain, tapi kami tidak menduga bila hal ini akan terjadi hari ini." jawab Za
"Tenaga kalian terkuras cukup banyak, kemana abang kalian?" ucap ALice seraya memegang tangan Flo dan ia pun tengah mengaliri kekuatannya pada Flo. Jujurly..... kekuatan Alice serasa langsung terisap oleh keponakannya, ini berbeda dengan Flo saat ia masih kecil. Seolah kekuatannya tidak ada apa-apa di banding keponakannya, ini tidak bisa di biarkan.
Alice pun langsung melepaaskan tangannya, ia memejamkan matanya dan memanggil abang twin nya.
Plop
"Ada apa ini?" tanya Afwa yang terkejut, karena kantornya berubah menjadi suasana sekolahan.
"Alice? Flo, Fre, Za? Ada apa ini?" tanya Afwi
Mereka berdua mengedarkan pandangannya dan melihat ke sekitar, aa dan dede pun tidak tinggal diam. Mereka langsung menerjang ke arah manusia-manusia yang tengah kerasukan.
Aa dan dede menembusi tubuh anak-anak yang kerasukan seraya, menggigit para roh agar ikut keluar bersamanya.
"Kemana Al dan Ar?" tanya Afwa,saat sadar tak melihat keberadaannya.
"Mereka sedang mencari biang keladi dari semua ini ayah." jawab Fre
"Maksudmu ketua kelas yang semalam kalian ceritakan?" tanya Afwi
Mereka bertiga pun mengangguk
"Bang, bantu aku memulihkan mereka. Kekuatanku sudah habis separuh oleh Flo." ucap ALice
Tanpa bicara, Afwa dan Afwi memegang tangan Fre dan Za. Mereka melakukan hal yang sama dengan apa yang ALice lakukan pada Flo.
Saat mereka tengah fokus, Za yang menyadari ada yang tidak beres di lantai dua pun melihat ke atas. Terlihat jelas di atas sana, Al dan Ar tengah bertarung dengan Galaxy. Galaxy yang tubuhnya tengah di kuasai oleh sosok lain pun menggerakan sebuah pot bunga yang menggantung di atas Al yang tengah tidak konsen karena membantu Ar yang terluka olehnya.
Za yang melihatnya pun menggerakan tangannya dan menghentikan gerakan pot tersebut, lalu melempar pot tersebut ke arah lain. Galaxy yang menyadari hal itu pun langsung mengalihkan tatapannya pada Za dan memberikan tatapan yang sangat tajam pada Za.
Bukannya takut, Za malah mengangkat salah satu sudut bibirnya dan menantang Galaxy. Terlihat jelas tubuhnya tengah di kelilingi bayangan hitam yang sangat tebal tersebut.
Setelah selesai Afwa dan Afwi memulihkan tenaganya, ia pun langsung berdiri dan meminta aa untuk membawanya ke arah anak-anak
yang kerasukan. Dengan secepat cahaya, kini Za sudah ada di hadapan Galaxy dengan senyuman yang tak pudar. Flo dan Fre pun meminta aa dan dede membawa mereka untuk menghampiri para saudaranya.
'Wah wah... kalian beraninya main keroyokan ternyata.' ucap sosok yang ada pada tubuuh Galaxy
"Cih, yang pengecut di sini siapa? Kau atau kami?" ejek Fre seraya melipat kedua tangannya dan melihat ke arah lapangan yang kini masih belum terkendali karena bantuan si kembar, Alice dan juga pasangan Ustad dan Ustadzah.
Galaxy yang merasa tak terima pun, langsung mengibaskan tangannya untuk membuat Fre terpental. Namun, dengan gerakan secepat kilat. Ar pun menepisnya dan berdiri di depan Fre.
"Jangan pernah berani melukai adikku atau aku akan memusnahkanmu." ucap Ar dengan nada suara yang dingin, luka yang tadi di buat oleh Galaxy pun hilang tak berbekas.
Kini kelima bersaudara itu dalam mode yang sangat serius. Dari dalam tubuhnya pun keluar cahaya mereka masing-masing, yang mana membuat sosok yang ada dalam tubuh Galaxy merasa gemetar ketakutan. Namun dengan tenangnya, ia menutupi hal tersebut.
Al dan Ar menghilang dari hadapan Galaxy, sehingga membuatnya terkejut. Ia pun berbalik dan semakin merasa terkejut karena kini mereka berdua ada di belakangnya. Lebih tepatnya, kini sosok itu tengah berada di tengah-tengah kelima bersaudara tersebut.
Al, Ar, Flo, Za dan Fre berdiri mengelilingi sosok itu, membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan.
"AAAAAARRRGGGHHHT" sosok itu berteriak, perlahan tubuh Galaxy terkulai lemas. Namun, tidak dengan sosok tersebut.
Kini mereka berlima tengah berhadapan dengan wujud asli dari sosok tersebut. Sosok besar, berbulu lebat dan hitam juga memiliki mata yang keseluruhannya berwarna merah, jangan lupakan gigi taringnya yang besar.
"Ternyata seperti ini sosokmu yang sebenarnya? ME NYE RAM KAN, cih... buruk rupa!!" ucap Za dengan nada mengejek
'Kalian akan aku habisi, berani-beraninya kalian menggagalkan aksi balas dendamku padanya.' ucap sosok tersebut
"Hatimu sudah di penuhi rasa dendam puluhan tahun dan kamu melampiaskannya pada orang yang salah." ucap Al
'AKU TIDAK PEDULI' teriak sosok itu menggelegar
'KARENA DIA AKU TERJEBAK DI SINI, SELAMA BERPULUH-PULUH TAHUN LAMANYA. SETELAH AKU MELIHAT KETURUNANNYA TERNYATA ADA DI SINI, TAKKAN KU SIA-SIAKAN KESEMPATAN INI.' ucap sosok itu
"Tapi ia tak ada sangkut pautnya dengan rasa dendammu pada buyutnya." ucap Al lagi
"HAHAHAHAHA...... KAMU PIKIR AKU PEDULI HAI ANAK MUDA, APA SELAMA AKU TERKURUNG DI SINI ADA YANG PEDULI PADAKU? JAWABANNYA ADALAH TI DAK, TIDAK ADA YANG PEDULI PADAKU" jawaban yang di akhiri dengan teriakan. Suara yang penuh dengan rasa marah, kecewa, sedih dan juga dendam.
"Aku paham dengan perasaanmu." ucap Al
'TAU APA KAMU HAH?!' bentak sosok itu
'DIA SUDAH MENINGGALKANKU DI SINI DAN MENIKAH DENGAN ORANG LAIN, SEDANGKAN AKU TERJEBAK DI SINI DENGAN JANJI PALSUNYA. IA HIDUP BAHAGIA DENGAN ISTRI, ANAK DAN CUCUNYA SAMPAI IA MATI DENGAN DAMAI. SEDANGKAN AKU? AKU MASIH DI SINI MENUNGGUNYA' kembali sosol itu berteriak marah, ia pun kembali mengingat masa lalu. Masa dimana ia di tinggalkan oleh pria yang ia cintai
Flashback
Puluhan tahun yang lalu, tepatnya 90 tahun yang lalu. Sebelum bangunan sekolah ini ada, katakanlah Beatrix. Seorang wanita keturunan Belanda asli, berhubungan dengan seorang pria pribumi. Hubungan yang di jalani dengan diam-diam, tanpa sepengetahuan keluarganya.
Mereka selalu bertemu di sini, dulu ini adalah sebuah taman yang terdapat danau kecil. Mereka merajut asmara selama setahun lamanya, hubungan yang berjalan tanpa ada restu dari kedua belah pihak. Sang ibu dari pria pun mengetahui hal tersebut dan langsung memecut dan mengurung sang pria. Pria itu pun di pasung oleh sang ibu.
Sedangkan Beatrix yang sejak pagi menunggu, Bima sejak pagi. Masih setia menunggu pria kekasih hatinya, tak peduli hujan mengguyur dirinya. Sampai pada saat dimana tubuhnya sudah tak bisa menahan rasa sakit yang menderanya, Beatrix pun jatuh tak sadarkan diri.
...****************...
Double up
lagi niihhh...
ck ck ck
...Happy Reading All💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
lanjut baca dong...
2024-12-27
1
Eli Elieboy Eboy
𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚔
2024-07-12
1
Pisces97
aku tau rasanya diberi harapan tapi dilupakan wajar sosok itu dendam sampai keturunan nya. omong saja harus ikhlas tapi yang mengalami yang merasakan tidak mudah memaafkan orang² yang menyakiti apa lagi di PHP sakit euy...
2024-05-08
1