".......Tapi bila bisa di umpamakan, kamu itu seperti orang yang bermuka dua. Munafik, apa yang kamu katakan padaku bertolak belakang dengan apa yang kamu ucapkan pada mereka. Omongan kamu itu seperti parfum isi ulang, WANGI TAPI PALSU."
'Hiks, aku tidak tau kenapa dan apa salahku? Tapi Marisa tadi mendorongku.' ucapnya pda Marvel dan Ravino seraya menunjukkan luka yang telah ia buat sendiri
'Tidak mungkin' ucap Ravino yang masih belum percaya
'Tapi kamu bisa lihat sendiri kan luka ini, hiks' ucap Selly
Karena hal tersebut, Ravino dan Marvel mendatangi Marisa yang tidak tau apa-apa. Mereka pun langsung memarahi Marisa, ingin menangis dan mengelak sebenarnya saat itu.
'Kenapa kamu jadi jahat seperti ini? Apa salah Selly sampai kamu tega mendorongnya Mar?'
'Hah? Dorong siapa?'
'Jangan pura-pura bodoh kamu, aku ga nyangka kamu sejahat ini.'
'Ta...'
'Aku minta kamu intropeksi diri Mar, dan kembali berubah menjadi Marisa yang aku kenal dulu'
Marisa hanya bisa diam dan mengepalkan kedua tangannya.
"Kamu Erna, aku kira kamu benar-benar tulus berteman denganku. Ternyata kamu berteman denganku hanya karena agar aku bisa membantu perusahaan ayahmu agar tidak bangkrut. Kamu tau, padahal aku benar-benar tulus membantumu Er." Marisa menjeda ucapannya, rasa sakit di hatinya benar-benar sangat kuat.
"Tapi, supaya kamu tidak terkejut nantinya. Asal kamu tau, aku sudah memerintahkan asistenku untuk mencabut sahamku yang ada di perusahaan ayahmu. Sekali-kali bolehkan menjadi orang jahat? Habisnya, kalau jadi orang baik terus malah di manfaatin sama teman sendiri." Marisa pun melipat kedua tangannya di depan dadanya dan duduk di kursi kosong yang ada di sana. Erna pun langsung menatap Marisa dengan cemas
'Malas sebenarnya berteman dengan si Marisa, aku bertahan karena ia telah menolong perusahaan ayahku.' ucap Erna pada teman-temannya di kantor, ia tidak tau kalau sebenarnya Marisa ada di balik pintu dan mendengar ucapannya.
'Kenapa kamu jahat sekali Er? Bagaimana perasaan Marisa bila ia mendengar ucapanmu? Harusnya kamu juga berterimkasih pada Marisa, karena dia kamu bisa ada di perusahaan miliknya.' kata si A
'Halah, mana dia tau kalau bukan kalian yang memberitahukannya.' ucap Marisa lagi
'Terserah padamulah Er, bila Marisa sampai tau. Aku tak tau apa yang akan terjadi pada perusahaan papamu nanti.' B
'Cih....'
"Ravino, kamu itu adalah temanku sejak kecil. Tapi, kamu lebih mempercayai ucapan wanita ular itu. Di bandingkan aku yang sudah bersamamu selama bertahun-tahun, aku tidak percaya kamu akan mempercayai ucapan Selly yang mengatakan bahwa aku berteman dengan mu karena hanya memanfaatkanmu. Dan kamu pun percaya bahwa aku selalu meyakiti Selly, apa kamu benar-benar lupa bagaimana aku? Apa mungkin aku bisa melukai orang lain? cih.. aku benar-benar muak padamu, yang selalu menyalahkan dan membentak aku atas kesalahan yang tidak pernah aku lakukan. Sebenarnya di sini siapa yang memanfaatkan siapa? Bukankah kamu yang memanfaatkan aku, agar bisa mendekati Erna. Marisa... Marisa, malang sekali nasibmu. " Ravino pun menatap Marisa dengan tatapan rasa bersalah dan menyesal.
'Kenapa kamu melukai Selly, apa salahnya padamu?'
'Aku tak menyangka, ternyata selama ini kamu berteman denganku karena hanya memanfaatkanku untuk mendekati Marvel'
'Berhenti memfitnah Selly, di mataku kamu adalah orang yang bersalah. Di Mataku Sekarang Selly lebih baik segalanya di banding kamu Mar.
'Menyesal aku mempunyai teman sepertimu'
"Untukmu Marvel, dulu aku menyukaimu karena sifatmu yang memang sangat baik dan juga penyayang. Perlakuan mu padaku, benar-benar membuatku salah paham. Tapi, semua berubah saat kamu lebih percaya perkataan dia dari pada aku. Kamu sama dengan Ravino, selalu membentak dan memarahiku atas kesalahan yang tidak pernah aku perbuat. Kamu mempercayainya dan karena perlakuanmu padaku semakin buruk, rasaku padamu pun menghilang dengan sendirinya. Jadi, tenang saja. Kini aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padamu, silahkan berhubungan dengan wanita berbisa itu. Kalian memang di lahirkan untuk saling melengkapi." Rasa penyesalan pun menyelimuti perasaan mereka bertiga, tidak dengan Selly
'Aku tidak akan menyukai wanita sepertimu, wanita egois yang hanya mementingkan diri sendiri.'
'Bila bukan karena Selly menolongku, mungkin aku sudah tiada saat ini'
'Aku tak menyangka bila kamu tega menyakiti Selly'
'Jangan pernah berani mendekati apalagi menyakiti Selly, karena aku tidak akan tinggal diam.'
"Ahhh ya Sel, terimakasih karena kamu sudah membuat aku kini berada di rumah sakit dalam keadaan koma. Sayangnya rencana mu untuk membuat rem blong pada mobilku, tidak membuatku sampai mati. Tapi tenang saja, aku tidak akan melaporkan kejahatanmu. Karena aku hanya ingin melihatmu hidup dengan rasa bersalah seumur hidupmu, penjara sangat tidak cocok untuk orang seperti mu. Biarkan Tuhan yang memberikan hukuman untukmu, hukuman karena telah Dzolim pada anak yatim piatu seperti aku." ucap Marisa dengan mata penuh amarah
Deg
Terlihat tubuh Selly semakin bergetar dan Wajah Ravino dan Marvel terkejut, begitupun dengan Erna. Mereka tak percaya bila Selly yang selalu berperilaku anggun dan lemah lembut mampu berbuat hal mengerikan seperti itu.
"Aku sengaja meminta tolong pada mereka, karena hanya untuk mengeluarkan semua uneg-uneg ku, sebelum aku pergi meninggalkan negara ini. Ketika temanmu sudah melupakan jasa-jasamu, di situlah kita tahu mana teman yang baik untuk berteman. Aku berharap kita tidak pernah bertemu lagi dan bila ke depannya kita bertemu, aku minta anggap kita tidak saling mengenal. Terimakasih atas pertemanan palsu yang sudah kalian berikan padaku, selamat tinggal." Marisa pun langsung keluar dari tubuh Fre
Saat roh Marisa sudah di luar, ia menangis dengan keras. Suaranya terdengar sangat pilu, tangisan yang hanya bisa di lihat dan di dengar oleh power rangers dan Sherina.
Flo, Fre dan Sherina pun ikut menangis. Mereka tidak bisa membayangkan sakit di khianati teman sendiri, mereka hanya bisa diam menatap Marisa yang menangis.
Kini Erna terlihat mulai pusing dan takut karena membayangkan akan hidup miskin sebentar lagi.
Selly yang ketakutan karena kejahatannya sudah terbongkar.
Ravino dan Marvel benar-benar merasa menyesal, mereka berdua menatap benci pada Selly. Mereka menatap Selly dengan tatapan kecewa dan ingin sekali menghajarnya.
"Maafkan aku Mar" gumam Ravino dan Marvel. Marvel menyesal karena harus menjalin kasih dengan orang yang salah, karena ia kira bahwa yang menyelamatkan dirinya adalah Selly.
'Terimakasih karena kalian sudah mau membantuku, maaf sudah merepotkan kalian. Aku berharap, aku tidak melupakan kalian saat nanti aku tersadar. Sampai jumpa" Marisa pun menghilang dari pandangan mereka berenam
Flo, Fre dan Sherina langsung menatap benci pada orang-orang yang kini sedang duduk dengan perasaan yang berbeda-beda.
"Kalau begitu kami permisi." ucap Al
"Tunggu" ucap Ravino
"Ada apa?" tanya Za malas
"Apa Marisa masih di sini?" tanyanya
"Tidak, ia akan kembali pada tubuhnya. Karena ia akan bertolak ke luar negeri hari ini, ia sangat muak bila harus kembali melihat wajah kalian lagi" jawab Flo
"Apa kalian tau dimana Marisa di rawat?" tanya Marvel
"Tidak dan kalau pun kami tau, kami tidak akan pernah memberitahukannya pada kalian. Aku pun berharap saat tersadar nanti, kak Marisa hilang ingatan." jawab Fre dengan memegang dadanya yang terasa sakit, Ar pun merangkul bahu Fre.
"Seandainya aku menjadi kak Marisa, aku akan membalas kalian satu per satu." lanjut Flo dengan menatap benci
Mereka pun pergi meninggalkan mereka berempat dan meninggalkan kafe.
...****************...
Jahat ya....
Berteman hanya karena butuh, kalo udah ga butuh di jauhin. 🥺😭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
setiap kata² yg dilontarkan beuh menyayat hati banget .
semangat ya Risa. moga cepat sadar
2024-12-27
1
Eli Elieboy Eboy
𝚖𝚊𝚗𝚒𝚜 𝚍𝚒 𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚝𝚙 𝚋𝚞𝚜𝚞𝚔 𝚍𝚒 𝚋𝚕𝚔𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚕𝚞𝚜 𝚗𝚞𝚜𝚞𝚔 𝚕𝚐
2024-07-12
1
Titin Maryati
iya bener teman di belakang menusuk giliran di depan kita manis banget deh huhu sedih'rasa nya kalau punya teman seperti itu 😭😭🙏🙏
2024-05-24
1