"Hei" sapa Marisa yang kini ada di tengah-tengah si kembar lima
"Hai kak, kenalkan mereka adalah kakak-kakakku yang lain. Ini bang Al, bang Ar dan bang Za." ucap Fre memperkenalkan trio Zandra
"Wahhh.... kalian semua indigo? Kerreeenn, kenalkan aku Marisa." jawab Marisa
"Apa yang bisa kami bantu?" tanya Ar
"Ahhh... aku hanya ingin kalian mengijinkan aku meminjam tubuh kalian untuk berbicara dengan mereka, sebelum aku pergi ke luar negeri." jawab Marisa
"Kenapa harus tubuh kami, bukankah kamu bisa masuk kembali ke dalam tubuhmu?" tanya Al
"Bukan aku tidak mau, hanya saja aku mendengar penjelasan dokter. Bila tersadar nanti, ada kemungkinan aku akan mengalami amnesia. Walau itu tidak selalu terjadi, namun aku tidak mau melupakan kejahatan yang mereka lakukan padaku. Bukan aku tidak ikhlas membantu mereka saat susah, justru aku sangat ikhlas....tadinya. Namun setelah aku ,mengetahui fakta bahwa mereka hanyalah memanfaatkan ku, AKU TIDAK TERIMA." jawab Marisa dengan memancarkan kemarahan pada matanya
DEG
Mendengar penjelasan yang di ucapkan oleh Marisa, membuat perasaan Al tak karuan. Ia pun langsung menatap tubuh Sherina yang masih belum sadarkan diri, apa Sherina juga akan melupakan kenangan saat ia menjadi hantu?
Keempat sodaranya pun saling bertatapan, mereka paham apa yang di rasakan oleh Al.
"Baiklah, mumpung besok kami libur, kami akan membantumu. Jadi besok, beritahu kami dimana mereka." jawab Ar
"Benarkah kalian akan membantuku? Terimakasih, besok aku akan memberi tahukan kalian dimana mereka berkumpul. Baiklah, kalau begitu aku pamit, bye." Marisa pun menghilang dengan wajah penuh senyuman,
PLOP
'Widih pada ngapain kalian bikin lingkaran? Lagi pada main kucing dan tikus?' tanya roh Sherina yang baru saja tiba
"Darimana saja kamu?" tanya Flo
'Jalan-jalan cari angin, hihihi' jawab Sherina tertawa
"Ketawanya kaya setan ihh" celetuk Fre
'Lalu kamu anggap aku apa?' tanya Sherina
"Hantu" jawab Fre singkat
Yang lain hanya bisa memutar malas bola matanya.
.
.
.
Hari pun berganti, Marisa sudah memberitahukan dimana orang-orang yang ia maksud kemarin. Ternyata kini mereka berempat ada di kafe tempat Flo dan Fre membeli cake dan bertemu dengan Marisa.
'Itu mereka' ucap Marisa seraya menunjuk pada sekumpulan orang yang sedang berbincang dan tertawa, ada rasa sakit pada hati Marisa melihat mereka tertawa di atas penderitaannya.
Power Ranger dan Sherina langsung melihat ke arah yang di tunjuk oleh Marisa, ada 2 pasang manusia yang sedang bercanda di sana. Mereka berenam dengan kompak beralih melihat wajah Marisa, wajah yang terlihat jelas ada rasa marah, kecewa dan juga sedih.
"Apa kakak baik-baik saja?" tanya Flo
'Tidak, aku tidak baik-baik saja. Di sini, terasa benar-benar sangat sakit.' jawab Marisa dengan menunjuk pada dadanya.
"Kita ke sana sekarang?" tanya Za, Marisa pun mengangguk
"Hai kakak-kakak" sapa Fre
"Ya? Ada yang bisa kami bantu?" tanya wanita yang bernama Selly
"Ada yang ingin kami bicarakan, apa tidak apa-apa kita bicara di sini?" tanya Ar to the point
'Ganteng njirrr, sayang mereka masih sekolah sepertinya.' gumam wanita yang bernama Erna dalam hatinya, namun terdengar oleh si power ranger
Sedangkan Sherina hanya diam menyimak, ia sudah tau ceritanya. Namun, apa yang bisa ia bantu? Terlihat pun tidak oleh mereka, wkwkwk.
"Memang kalian kenal dengan kami? Datang-datang bilang ada yang mau di bicarakan" ucap Selly ketus
"Tidak dan sebenarnya tidak ingin kenal. Hanya saja ada yang meminta bantuan kami untuk menemui kalian." jawab Za
"Cih, sombong kalian, memang siapa yang menyuruh kalian?" tanya pria yang bernama Marvel
"Kakak Marisa" jawab Fre
DEG
Terlihat perubahan raut wajah pada mereka berempat.
"Ma Marisa? Bagaimana kalian bisa mengenalnya? Ka kapan kalian bertemu?" tanya Erna tergagap
'Cih, kalian benar-benar memuakkan' ucap Marisa
"Kemarin" jawab Flo dan Fre
"JANGAN BERCANDA KAMU HAH?!" bentak pria yang bernama Ravino
"Apa di mata kalian, saat ini kami terlihat sedang bercanda?" ucap Al dingin
Glek
"Bu bukan begitu, hanya saja itu tidak mungkin. Karena Marisa sudah meninggal 4 hari yang lalu" jawab Marvel
Al pun mengangkat sebelah bibirnya.
"Kalau kami mengatakan, bahwa kami bertemu dengan rohnya. Apa kalian percaya?" tanya Ar
BRAK
"Jangan gila kalian" ucap Ravino seraya menggebrak meja, sehingga membuat para pengunjung menetap mereka.
"Hahaha... kami sudah mengira ini akakn terjadi, tapi saat ini kak Marisa ada bersama kita. Sejak tadi, ia menatap muak kalian semua." ucap Flo mulai kesal
"Ti tidak" ucap Selly yang semakin memucat wajahnya
'Katakan bahwa aku belum mati, hanya sedang koma saat ini.' ucap Marisa
"Saat ini kak Marisa sedang koma, ia belum meninggal seperti apa yang kalian harapkan." ucap Fre
"BOHONG" teriak Erna
"Sebaiknya kalian langsung berbicara dengannya, ok" ucap Fre, ia pun langsung menutup matanya dan membiarkan Marisa masuk ke dalam tubuhnya.
"Hai... Selly, Erna, Marvel dan Ravino" sapa Marisa saat ia sudah membuka matanya
Deg
"Ba bagaimana kamu bisa mengenal kami?" tanya Marvel
"Ck ck ck, tentu saja aku mengenal kalian. Aku Marisa, wanita yang sudah kalian tusuk dari belakang." jawab Marisa
"tidak mungkin" gumam Erna
"Kenapa tidak mungkin, apa aku perlu membeberkan apa yang sudah aku lakukan untuk kalian atau apa yang sudah kalian lakukan di belakangku?" tanya Marisa
GLEK
"Aku di sini hanya sebentar, hanya ingin mengatakan apa yang sudah aku lakukan setelah apa yang kalain lakukan padaku." lanjutnya
"Selly, padahal kamu tau bila kau menyukai Marvel sejak lama, tapi kamu dengan sengaja merebutnya dariku dengan menerima perasaannya padamu." ucap Marisa
"Tunggu, tapi aku.." ucap Marevel terpotong saat Marisa mengangkat tangannya menyuruh diam
"Kini giliranku yang berbicara, kalian hanya cukup diam dan dengarkan." ucap Marisa lagi, sedangkan wajah Selly terlihat makin pucat.
"Tenang saja Vel, itu dulu... sekarang aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun padamu. Kamu tau Sel, aku menyesal kenapa aku dulu begitu bodoh, polos dan juga naif. Aku setuju saja saat kau meminta aku untuk diam mendengarkan kamu mengatakan bahwa kau yang sudah menyelamatkan Marvel saat tenggelam dulu. Padahal orang yang sudah menyelamatkannya adalah AKU, miris bukan? Tapi, it's ok aku tidak peduli sekarang." Marvel, Ravino dan Erna yang mendengar ucapan Marisa pun langsung beralih menatap Selly yang hanya diam menunduk dengan tubuh bergetar
'Aku ingin kamu diam saat aku mengatakan bahwa aku yang menyelamatkan Marvel' ucap Selly
'Tapi, itu semua tidak benar Sel..' jawab Marisa
'Ayolah Mar, aku mohon. Kamu taukan, sangat susah masuk ke dalam persahabatan kalian. Kamu tenang saja, aku tidak akan merebut Marvel darimu. Aku hanya ingin bisa di terima oleh mereka.' mohon Selly
'Baiklah' Marisa setuju, walau terpaksa
"Entah aku yang buta atau aku memang bodoh, semakin hari kamu semakin melunjak Sell. Kamu mengambil satu per satu orang yang aku sayangi, termasuk sahabat-sahabatku. Tapi, aku juga tidak bisa menyalahkan mu seorang. Karena ternyata sahabat-sahabatku juga sama jahatnya dengan kamu. Kenapa aku bisa bilang jahat, karena mereka lebih percaya ucapanmu dari pada aku yang sudah lama mereka kenal. Padahal kamu, baru beberapa bulan bergabung dengan kami. Hahaha... miris bukan? Tapi bila bisa di umpamakan, kamu itu seperti orang yang bermuka dua. Munafik, apa yang kamu katakan padaku bertolak belakang dengan apa yang kamu ucapkan pada mereka. Omongan kamu itu seperti parfum isi ulang, WANGI TAPI PALSU."
...****************...
Jeng jeng jeng.....
...Happy Reading All💞💞
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
beuhhhh nusuk banget kata²nya ....
2024-12-27
1
Eli Elieboy Eboy
𝚠𝚊𝚗𝚐𝚒 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚙𝚊𝚕𝚜𝚞
𝚜𝚔𝚊𝚔𝚖𝚊𝚝 𝚔𝚊𝚝𝚊𝟸𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚔
2024-07-12
1
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
emang boleh di bilang hantu 🤔 kan orang na belom meninggal, cuma koma
2024-01-18
2