Sedangkan Beatrix yang sejak pagi menunggu Bima. Masih setia menunggu pria kekasih hatinya, tak peduli hujan mengguyur dirinya. Sampai pada saat dimana tubuhnya sudah tak bisa menahan rasa sakit yang menderanya, Beatrix pun jatuh tak sadarkan diri.
Bukan hanya tak sadarkan diri, namun ia pun sudah dalam keadaan tidak bernafas. Tapi, karena janjinya yang ia pegang teguh untuk menunggu Bima. Sehingga rohnya tidak bisa kemana-mana dan tubuhnya pun membusuk di tempat, karena tak ada yang tahu tempat itu selain dirinya dan juga Bima.
Setelah seminggu, Bima pun di lepaskan oleh sang ibu. Karena ia akan di nikahkan dengan wanita pilihan ibunya, sekeras apapun ia menolak keinginan ibunya. Hal itu tak di hiraukan oleh sang ibu, sehingga Bima pun mau tak mau tetap harus menikahi gadis itu.
Dengan memohon dan penuh harap, Bima meminta ijin untuk bertemu dengan Beatrix untuk terakhir kalinya. Dengan sebuah perjanjian, ibunya pun mengijinkan Bima bertemu dengan wanita Belanda itu. Dengan semangat Bima pun menemui Beatrix, namun baru saja ia keluar dari pekarangan rumahnya.
Tiba-tiba ada seorang pria yang mirip dengan Beatrix yang langsung menghajarnya secara membabi buta, hingga mengejutkan kedua orangtua Bima.
"Apa yang kamu lakukan pada putraku?" sentak ibu Bima
"Jadi kamu, wanita yang sudah menyebabkan adikku menunggu putramu untuk datang menemuinya." ucap sang pria dengan bahasa Indonesia yang masih belum lancar
"Apa maksudmu?" tanya ibu Bima
"Gara-gara kamu, adikku menunggu putramu sampai meregang nyawa di tempat dan baru kami temukan jasadnya pagi tadi." teriak sang kakak Beatrix
Ya, di antara keluarga Betrix, sang kakak lah yang selalu mendukung apapun mau adik kesayangannya itu. Setelah 1 hari penuh adiknya tak pulang-pulang, ia terus mencari keberadaaan Beatrix. Dan bodohnya ia tidak mengetahui dimana tempat favorit mereka bertemu. Selama ini, ia terus mencari keberadaan adiknya. Ia pun baru mengetahui, siapa pria yang di cintai adiknya saat semalam ia membaca buku diary milik Beatrix.
Setelah subuh tadi, ada yang mengetuk-ngetuk pintunya. Ada seseorang yang memberitahukan bahwa ada sesosok jenazah yang berpakaian sama dengan di kenakan adiknya terakhir kali sesuai dengan gambar hitam putih yang di sebarkan keluarganya.
Tanpa banya bicara, Brandon pun langsung berlari ke tempat yang di tunujukkan oleh orang tersebut. Di sana sudah ada beberapa warga dan juga polisi, dengan perlahan Brandon berjalan mendekati jenazah tersebut dan ia pun langsung terduduk lemas. Saat ia membuka kain yang menutup jenazah tersebut, ia menangis dengan keadaan hati yang hancur.
Melihat keadaan adiknya yang sudah tak bernyawa, ia langsung bangun dan pergi ke rumah Bima. Dengan kebetulan , Bima pun hendak keluar menemui Beatrix.
"Apa maksudmu?" tanya Bima tak percaya denagn apa yang ia dengar, Bima meringsek maju mendekati Brandon dan memegang bahu Brandon.
"Katakan, katakan bila itu bohong. KATAKAN BILA ITU SEMUA BOHONG B*JINGAN." Bima pun menggoyangkan bahu Brandon
Dengan perasaan yang masih marah, Brandon menepis tangan Bima, ia kembali menghajar Bima. Bima hanya diam tak merespon, dunianya hilang, dunianya telah hancur, tatapannya pun terlihat kosong.
Sang ibu yang melihatnya pun hanya bisa berteriak histeris dan memeluk Bima yang keadaannya yang sudah seperti boneka.
"Ini semua tak seberapa dengan luka hati yang kami rasakan karena kehilangan seseorang yang kami sayangi. Aku harap, hal ini akan membuatmu menyesalinya se UMUR HIDUPMU." Brandon pun pergi meninggalkan Bima dan ibunya.
"Ini semua pasti bohong, Beatrix tidak mungkin meninggalkanku. Ya... itu tidak mungkin, kami saling mencintai. Jadi tidak mungkin, ia pergi terlebih dahulu. Benarkan?" Racau Bima, ia pun menoleh dan melihat wajah sang ibu yang sudah banjir air mata
Bima langsung mendorong tubuh sang ibu, sampai ibunya hampir terjengkang ke belakang bila seandainya sang suami tak menahannya.
Dengan tatapan yang penuh dengan amarah dan juga kekecewaan, ia menatap tajam pada sang ibu.
"Ini semua karena dirimu, seandainya kau membiarkan aku bertemu dengan wanitaku. Ia takkan pergi meninggalkanku untuk selamanya, aku membencimu.. AAAAAARRRRRGGGHT" Bima pun mengamuk di depan rumahnya
Semua pekerja pun langsung menahan tubuh Bima yang sudah hilang kendali, ayahnya meminta mereka membawa Bima masuk ke kamarnya. Lagi dan lagi, Bima pun kembali di kurung, Sang ibu hanya bisa meratapi dan menyesali semuanya.
Selama hampir 4 tahun, Bima seolah hidup tapi bagai mayat hidup. Perjodohan itu pun batal, karena sang wanita tak mau menikah dengan pria depresi. Akhirnya ada seorang wanita yang bertugas mengurus Bima, lambat laun Bima tersadar dari dunianya dan bisa menerima wanita itu.
Singkat waktu, Bima pun menikah dengan wanita itu. Walau wanita itu tau, di hatinya masih ada nama Beatrix. Namun, ia tak keberatan dengan hal tersebut. Di tahun ke 3 pernikahan mereka di karuniai seorang putri, karena ulah sang ibu dan waktu terus berputar,
Walau terlihat bahagia di luar, Bima masih mencintai Beatrix dan menyimpan perasaan sesal yang teramat sangat dalam.
Sedangkan Beatrix, menyimpan dendam yang amat dalam di hatinya. Ia terjebak di tempat itu, yang kini di bangun menjadi sebuah sekolah. Hingga sampai ia melihat Galaxy yang wajahnya sangat mirip dengan Bima dan ia yakin bila Galaxy adalah keturunan dari kekasihnya Bima.
Flashback OFF
Tanpa sepengetahuan Beatrix, Al pun menutup matanya dan jiwanya masuk ke alam bawah sadar Galaxy.
'Apa yang sedang kamu lakukan di sini?' tanya Galaxy
'Kita harus segera kembali, sebelum jiwamu benar-benar musnah.' jawab Al
'Tidak, aku memilih di sini demi menebus kesalahan leluhurku padanya,' Ya... ternyata Galaxy mendengar semuanya, ia pun merasa sangat bersalah. Padahal ia tahu, bila buyutnya sangat mencintai wanita itu sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya. Cerita itu selalu di ceritakan turun menurun.
'Tidak, ini semua bukan tanggung jawabmu. Sebaiknya cepat, waktumu tidak banyak. Kita akan menyelesaikan ini semua.' Al pun langsung menarik Galaxy dam mereka pun kembali ke kesadaran mereka.
'BERANINYA KAU ANAK MUDA' teriak Beatrix tak terima
Ia pun kembali mengibaskan tangannya ke arah Al, karena Ar yang masih konsentrasi pada keselamatan para adiknya. Ia tak sempat menepis hal tersebut, sehingga membuat Al terpental cukup jauh ke belakang.
"ABANG" teriak ke empat saudaranya
'KALIAN SEMUA AKAN AKU HABISI' ucap Beatrix menggelegar, saat ia akan kembali mengangkat tangannya. Ada suara yang sangat ia kenali dan membuatnya terdiam mematung.
'Sayang' dengan perlahan, Beatrix pun berbalik dan menatap nanar sosok yang berdiri di hadapannya. Benar... entah bagaimana roh Bima kini sedang berdiri di hadapannya.
'Bima' ucap Batrix lirih dengan sorot mata penuh kerinduan, namun hal itu hanyalah sepersekian detik. Beatrix pun kembali pada mode dirinya yang penuh dengan rasa amarah dan dendam.
'AKU AKAN MENGHABISI KETURUNANMU BIMA' ucap Beatrix
'Sayang, jangan. Aku mohon maafkan aku, bukan hanya dirimu yang tersiksa. Aku pun sama, selama ini aku tak pernah melupakanmu walau hanya sedetik. Sampai aku menutup mata pun, nama mu tetap terukir kokoh di hatiku.' ucap Bima
'BOHONG!!!' teriak Beatrix menggelegar
'Sayang, percayalah. Aku memang menikah dengan wanita lain, namun itu pun hanya sekali aku menyentuhnya. Itu pun karena aku yang dalam keadaan tidak sadar, aku yang dalam keadaan mabuk saat itu. Maafkan aku'
...****************...
Bohong Roma.....😆
...Happy Reading all💞💞
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
begitu toh ceritanya...
2024-12-27
1
Eli Elieboy Eboy
𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚗𝚎𝚛 𝚋𝚎𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚓𝚒𝚠𝚊
2024-07-12
1
Pisces97
jangan percaya laki² tukang bohong mana ada cuma sekali 🤭🤣🤣🤣
2024-05-08
1