Sedangkan di kantor polisi, saat ini Sandi dan abang kembar tengah melaporkan semua tindak kejahatan Cindy.
"Saya minta segera di tindak dan di proses cepat, saya ingin pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Karena dia, kini putriku masih koma di Rumah Sakit." pinta Sandi
"Pasti, serahkan semuanya pada kami. Kami akan segera menindak lanjuti kasus ini dan memberikan hukuman yang sesuai." jawab anggota polisi tersebut.
"Saya ingin bertemu dengannya terlebih dahulu, apakah bisa?" tanya Sandi
"Tentu, bawa wanita itu" titah seorang komandan pada anak buahnya
"Siap Ndan"
Tak berselang lama, datanglah anak buah polisi tersebut dengan memegang lengan Cindy, Sandi yang melihanya pun tersenyum smirk. Sedangkan Cindy menatap Sandi dengan mata penuh kebencian, sepertinya ingin menerkam Sandi.... di kamar. Ea ea ea, canda kamar🤣
"Sangat menyedihkan, tapi ini adalah tempat yang paling cocok untukmu. Aku tak menyangka bertahun-tahun hidup dengan seorang wanita berhati iblis seperti mu, rupanya tidak menidurimu adalah pilihan yang tepat." ucap Sandi
"Cih, anakmu tidak akan bangun lagi. Dia akan seperti itu untuk selamanya dan alangkah baiknya, bila anakmu MATI." ucap Cindy tanpa rasa bersalah sama sekali, Sandi pun melangakah dan mendekatkann wajahnya pada telinga Cindy
"Maka saat itu juga kematianmu tiba." bisik Sandi
"Semoga betah di tempat baru dan akur-akurlah dengan teman 1 sel mu dan kuatkan mentalmu" ucap Sandi kembali memundurkan tubuhnya, ia pun berpamitan dan meninggalkan kantor polisi bersama si kembar.
____________________
Waktu pun berlalu, sudah 2 minggu setelah kejadian tertangkapnya Cindy. Namun, sampai saat ini Sherina masih belum bisa masuk ke dalam tubuhnya. Kelima bersaudara itu pun, dengan setia menjaga Sherina yang masih koma sepulang sekolah. Terkadang mereka pun menginap di Rumah Sakit, apabila Sandi ada pekerjaan di luar kota.
Seperti saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Flo dan Fre sibuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh gurunya, sedangkan ketiga pria itu sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Za, kamu tidak mengerjakan tugas dari bu Dewi?" tanya Flo
"Sudah kak, tadi siang." jawabnya dengan fokus pada game nya
"Kenapa tidak mengajak kami?" tanya Flo
"Kalian berdua, tadi saat istirahat kan menghilang entah kemana" jawabnya lagi
Flo dan Fre pun sang pandang, namun hal itu terlihat oleh Ar.
"Apa yang kalian sembunyikan?" tanyanya
"Hah?" Flo dan Fre pun menunduk gugup
"Tidak ada, mungkin lebih tepatnya belum. Kami hanya baru mendengarkan cerita dari salah satu roh yang tidak sengaja kami temui di luar sekolah, saat kami akan jajan ke kafe sebrang. Saat itu, kami tidak sengaja bertemu dengan hantu itu."
Flashback
Saat itu Fre yang tiba-tiba ingin makan cake di kafe sebrang, merayu Flo untuk mengantarnya ke sana.
"Alasan apa yang akan kamu pakai hah?" tanya Flo
"Apa ya kak? Bilang saja kita akan menemui ayah yang sedang menunggu di luar gerbang, karena terburu-buru jadi ayah tidak sempat untuk masuk." jawab Fre
"Kamu belajar berbohong?" Flo memcingkan matanya.
"Kak Flo, ayolah. Aku ingin banget banget cake itu. Kalo nunggu pas bubar sekolah pasti nanti ga kebagian lagi kaya kemaren." rengek Fre
Flo pun akhirnya mau tak mau menuruti keinginan Fre, sehingga membuat Fre melonjak kegirangan.
"Terimakasih kak" Fre langsung memeluk dan mencium pipi Flo dan menariknya.
Mereka pun akhirnya mendapat ijin dari security tanpa harus berbohong, Flo lebih memilih mengatakan yang sebenarnya. Daripada nanti malah jadi masalah ke depannya.
"Nona muda saya ijinkan keluar, tapi harus segera kembali ya." ucap Security tersebut, Flo dan Fre pun mengangguk senang
Saat mereka tengah menunggu kue yang di pesan, Fre melihat ada hantu wanita yang sedang menatap sendu dan juga ada amarah yang terpancar ke arah sekelompok orang yang sedang duduk berkumpul di salah satu meja. Jiwa keponya meronta-ronta ingin tau, ia pun bangun dari duduknya dan melangkah ke arah hantu itu.
"Hai kak." sapa Fre pelan, Flo pun hanya memperhatikan adiknya dari jauh.
"Kamu bisa melihatku?" tanyanya
"Yups, 100 buat kakak." jawab Fre bercanda
"Ayo kak, kita ngobrol di sana." ajak Fre seraya menunjuk meja, dimana Flo sedang duduk memperhatikannya
Fre pun melangkah ke arah Flo dan di ikuti oleh hantu itu.
"Siapa nama kakak? Aku Fre dan ini kakakku Flo." Fre pun memperkenalkan dirinya dan juga Flo
"Kalian indigo?" tanya hantu itu, bukannya menjawab pertanyaan Fre
Flo dan Fre mengangguk, sehingga hantu itu pun ikut mengangguk
"Oh ya, kenalkan aku Marisa." ucap hantu itu tersenyum, ia senang akhirnya ada yang bisa ia ajak bicara.
"Kenapa kakak berkeliaran? Dan kenapa kakak melihat mereka dengan tatapan seperti itu? Apa mereka yang membuat kakak meninggal?" tanya Fre
Terlihat ada perubahan pada tatapan Marisa, ada perasaan sedih, kecewa dan juga marah padanya.
"Sebenarnya tubuhku masih hidup, tepatnya aku koma." jawab Marisa
"Wah, seperti teman kami dong kak. Kami juga punya teman hantu yang tubuhnya tengah koma, sudah hampir 3 bulan ia belum sadarkan diri. Karena tubuhnya selalu menolak rohnya." ucap Fre
"Benarkah? Sudah lama ya? Kalo aku baru 3 hari yang lalu, sebenarnya sebentar lagi tubuhku akan di bawa ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan di sana. Walau sebenarnya, aku bisa saja kembali ke tubuhku dan sadar kembali." ucap Marisa
"Lalu kenapa kakak tidak kembali pada tubuh kakak?" tanya Flo heran
"Karena aku ingin tau sedang apa mereka. Orang-orang yang mengaku teman, namun menusukku dari belakang. Menyedihkan sekali hidupku, ternyata terlahir serba berkecukupan itu tidak sebahagia itu." jawab Marisa dengan menatap benci pada sekelompok orang yang kini tengah tertawa bahagia.
Flo dan Fre langsung paham yang di maksud Marisa
"Apa kakak ingin balas dendam?" tanyanya
Marisa menggelengkan kepalanya " Tidak, sama sekali tidak. Hanya saja, aku ingin mengatakan sesuatu pada mereka. Mengeluarkan semua uneg-uneg ku dan juga kebencian ku atas pengkhianatan mereka padaku sebelum aku pergi meninggalkan negara ini.." jawabnya jujur
Percakapan mereka terhenti karena seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.
"Yahhh... padahal aku masih ingin mendengar cerita kakak, tapi waktu istirahat kami akan segera habis. Oya, nanti malam kami akan memanggilmu dan kita akan kembali membahas apa yang akan kita lakukan ke depannya." ucap Fre
"Baiklah, aku paham. Terimakasih kalian sudah mau berbicara denganku." ucap Marisa
"Kami akan mencoba menolong kakak, sampai bertemu nanti malam ya kak." ucap Fre, mereka pun berpamitan dan kembali ke sekolah.
Flashback off
"Begitu bang ceritanya, jadi kami mau minta bantuan abang dan yang lain. Aku ingin menolongnya, karena kasihan melihat dirinya yang di penuhi oleh aura kebencian." ucap Fre
"Baiklah, panggil dia" titah Al
Fre dan Flo pun tersenyum senang, mereka langsung duduk di lantai dengan membuat bentuk melingkar. Fre menutup matanya dan memanggil nama Marisa.
PLOP
"Hai"
...****************...
Eaaaaa..... roh koma lagi, tenang
Ini mah cuma Intermezo aja🤣🤣
......Happy Reading
all💖......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
penuh dg misteri nih....
2024-12-27
1
Andry Lenny
jodoh nya Ar kah?
2024-01-23
1
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
perasaan ko ini mah mereka yg menawarkan diri untuk menolong, bukan hantu yg minta
2024-01-18
1