'Mmmm, kapan ya? 2 bulan yang lalu aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan aku koma, sepertinya baru 1 bulan ini.' jawab Sherina yang sudah berganti posis jadi duduk sila di atas meja Flo seraya menempelkan jari telunjuk ke keningnya, seolah tengah berpikir.
"Koma? jadi ragamu masih hidup?" tanya Ar
Sherina pun mengalihkan pandangannya pada Ar dan mengangguk
'Lebih tepatnya, antara hidup dan mati.' jawab Sherina
"Apa yang menyebabkan kamu kecelakaan sampai menyebabkan koma?" tanya Za
'Entahlah, aku lupa saat kejadian. Karena saat aku membuka mataku, aku sedang berdiri di samping ranjang rumah sakit yang di atasnya ada tubuhku terbaring dengan banyaknya alat. Di sana aku meihat ada kedua orangtua ku tengah menangis tak jauh dari ranjang, mereka sedang berbicara dengan dokter.'
"Kenapa kamu tidak coba untuk kembali masuk ke dalam tubuhmu?" tanya Flo
'Sudah, bahkan bukan hanya sekali aku mencobanya. Tapi berkali-kali, setiap hari. Namun, entah kenapa tubuhku seolah menolakku. Setiap kali aku mencoba masuk, roh ku pasti kembali terpental.' jawab Sherina dan menaruh kedua tangannya di atas kakinya.
"Apa kamu benar-benar lupa kenapa kamu bisa kecelakaan?" tanya Al, Sherina pun menegakkan tubuhnya dan mengangguk dengan cepat.
'Terkadang aku seolah bisa melihat bayangan saat terjadi kecelakaan, tapi bayangan itu pun hilang begitu saja dan aku pun lupa. ' Sherina pun menghembuskan nafasnya kasar.
"Apa kamu sekolah di sini?" Tanya Za
'Hihihi, sebegitu tidak terlihatnya kah diriku semasa hidup? Sampai kalian tidak tau bila aku sekolah di sini dan bahkan kita satu angkatan. Ck Ck Ck.... menyedihkan sekali aku.' Sherina pun mendramatisir ucapannya
"Bu bukan begitu, maaf. Tapi kami memang...." ucapan Flo pun terputus, saat mendengar tawa Sherina.
'Hei, santai saja. Aku memang tipe orang yang tidak peduli dengan orang sekitar, jadi bukan salahmu. Karena semasa aku masih sehat dulu, aku tidak peduli dengan keberadaan kalian dan juga yang lainnya. Padahal setiap hari aku selalu mendengar para murid selalu menyebut nama kalian, maaf. Dan kalian tau, setelah seperti ini, aku barulah sadar. Bahwa kita hidup memang butuh seseorang di samping kita, dulu aku tidak peduli dengan sekitar. Karena aku pikir, cukuplah kedua orangtua ku yang menemani aku. Aku tak butuh siapapun, namun sekarang... ternyata menyenangkan bisa berbicara dan juga dapat terlihat oleh kalian. Terimakasih dan maafkan aku karena aku tidak ikut meng elu-elukan kalian saat aku sehat dulu.' ucap Shanti yang tak melunturkan senyumannya.
'Oya, hati-hati dengan sosok itu. Aku dengar roh-roh di sekolah ini akan membuat demo dengan cara merasuki para murid secara masal dan itu semua di komandoi olehnya.' lanjut Sherina seraya menatap tubuh Galaxy yang sedang duduk memunggunginya.
Ia tiba-tiba menghilang, saat Galaxy akan menoleh ke belakang.
"Loh, kemana dia?" tanya Fre, Flo dan Za hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahu mereka.
"Ya sudah kami akan kembali ke kelas, sepertinya di jam pelajaran selanjutnya rapat sudah selesai." Al dan Ar pun langsung bangkit dari duduknya dan melangkah pergi keluar kelas adik-adiknya.
________________________
Waktu pun berlalu, langit terlihat berwarna jingga. Saat ini para murid sudah pulang satu per satu, 5 bersaudara itu pun akan pulang. Mereka memilih menggunakan motor sport di bandingkan menaiki mobil, lebih tepatnya Flo di bonceng Al sedangkan Fre di bonceng oleh Ar. Za? tentu saja sendiri.
Saat mereka akan menjalankan motornya, tiba-tiba ada seorang gadis mendekati mereka. Melihatnya, Flo dan Fre pun langsung memasang wajah malas. Begitupun dengan Za, sedangkan Al dan Ar... seperti biasa, wajahnya yang dingin tanpa ekspresi.
'Roro Kidul mendekat gengs.' ucap Za dalam hati
'Roro kidul mah kebagusan, dia mah cantik, body nya seksi. Lah sosok itu, jauuuuhhhh. Liat aja mukanya, udah kaya kunti mau berangkat dines. Miripkan sama yang di atas sana? ' Ceplos Fre seraya melihat ke pohon yang ada di belakang pos keamanan sekolahnya.
Tentu saja hal itu, membuat Flo dan Za terbahak-bahak, Al dan Ar pun menunduk karena menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah karena menahan tawa.
'Kayanya dia mah bedakannya pake tepung kobe, cantik ga kriuk iya' lanjut Za
"Buahahahahaha" semakin pecahlah tawa Fre dan Flo
'Jangan lupa saosnya di pake di bibirnya. Merona ga, yang ada malah dower.' Fre pun menambahkan bumbu cinta
Melihat gadis itu semakin dekat, Flo dan Fre langsung memeluk Al dan Ar dari belakang, mereka pun menaruh dagunya di pundak sang kakak.
"Hai, Al. Udah pada mau pulang ya?" tanya gadis itu
"Menurut lo? Keliatannya begimane Odaaahhh, ga keliatan apa kita semua udah mau cuss pergi dari parkiran." jawab Fre, dia benar-benar kesal dengan perempuan di hadapannya ini. Ingin sekali ia merobek mulutnya, setiap kali melihat dan mendengar ia berbicara.
'Gue ko pengen banget ngerobek mulutnya, kalo tuh lampir ngomong.' ucap Za
'Lahh.. sama bang, itu liat mulutnya iihh. Ko bisa sih meleyat meleyot gitu? Kaya orang struk' sambung Fre
'Yang bener mah kaya mulutnya mang cilok yang suka kita beli.' ucap Ar ikut menimpali
'Hah? Tukang Cilok? Mang Usep? Itu mah bibirnya sumbing atuh bang.' jawab Flo
'Iya kalo ngomong cilok kan berubah jadi ci ok.. ci ok' ucap Ar, yang langsung beristighfar setelahnya. Ternyata ia terbawa arus oleh adiknya, sehingga mulutnya ikutan julid.
"Buahahaha... Ya Allah, Ya Allah... perut aku keram guys." ucap Flo berbisik seraya memegang perutnya.
"Kalian kenapa? Emang ada yang lucu ya?" tanya gadis itu
"Hahh? Ng nggak ada ko, ya udah kita pamit duluan ya." Jawab Za seraya menyalakan mesin motornya.
"IIIhh... ko kalian gitu sih, emang ga kasian gitu sama aku? Aku kan pulang sendiri, supir aku belum datang jemput." ucap gadis itu merajuk. Membuat Flo dan Fre langsung memasang wajah sebal.
"Bukan urusan kita lah, supir supir lu bukan supir kita." jawab Fre
"Flo, kamu pindah dong ke motornya Za. Biar aku yang duduk di jok belakang Al." ucap gadis itu tanpa menggubris ucapan Fre
"Dihh... ogah, siapanya abang gue lo? Berani-beraninya nyuruh gue pindah dari singgasana ini. Yang boleh duduk di sini, cuma gue, adek gue Fre adek twin gue sama pacarnya abang gue kelak." jawab Flo, dia memang di kenal baik hati dan juga ramah. Tapi bila sudah berhubungan dengan orang-orang yang tidak ia sukai, jangan harap ada kata ramah.
Apalagi dulu, tepatnya saat masih kelas 1. Fre pernah di bully olehnya dan juga teman-temannya, gara-gara Fre yang selalu nempel Al dan Ar. Dan sekarang? ko bisa-bisanya sih ga tau malu kaya gini? Heloooooo..... Udah gayanya sok selebritis, sok kecantikan, uwek!!!!!!
"Loh, aku kan calon pacarnya Al. Iya kan sayang?" ucap Gadis itu dengan PeDenya...
"Ogah banget gue punya ipar modelan kaya lu. Woyyy... bangun woyy, pamali tidur menjelang maghrib." ucap Fre
AL yang mendengar perdebatan ini tidak akan selesai pun, langsung menyalakan mesin motornya dan melajukan motornya keluar parkiran sekolah. Meninggalkan gadis itu yang terus berteriak-teriak memanggil namanya.
"Awas aja kamu Al, aku bakalan bikin kamu bertekuk lutut sama aku. Kalo perlu cinta di tolak, dukun pun bertindak." ucap Gadis itu seraya menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.
...****************...
...Happy Reading All💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
eh buzyeeeeeet. ngomong nya PD bener buk!!! .
masih jaman toh cinta di tolak dukun bertindak
2024-12-26
1
Herlina Lina
anak anak zandra g mempan dukun
2024-06-21
2
Pisces97
dukun MH gk jamin selalu peletnya berhasil
kalau target ya rajin sholat dan lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta 🤭🤣🤣
2024-05-08
2