"Apa Rio akan ikut pulang juga?" tanya Afwa waspada
'Kamu pikir, hanya kamu yang was was. Kamu lupa, bagaimana hubungan putriku dan dia' gumam Afwa
"Tentu saja, mereka kan kuliah di jurusan yang sama. Dan lulusnya pun di tahun yang sama." jawab Afwi dengan nada lemahnya
"Kalian ini kenapa sih? Bukannya sudah di bahas sejak dulu, biarkan mereka. Awas aja kalo ayah berani mempersulit Rio." ucap Kay memperingati
"Begitu juga dengan pipi, tak ada yang boleh mengusik kebahagiaan putriku. Apalagi aku sudah tau baik buruknya pria pilihan putriku." sambung Sri tak mau kalah
Ucapan kedua wanita itu, tentu saja membuat Flo dan Fre tersenyum puas dan tak lupa menaik turunkan alisnya.
Afwa dan Afwi hanya bisa menghembuskan nafas beratnya.
Rendra dan Yumi pun hanya tetawa melihat ke galauan kedua putranya, begitulah rasanya was was melepas putri kita untuk menikah dengan sorang pria. Walau kita sudah tau bagaimana watak dan sifat pria itu, tetap saja perasaan berat melepas sang putri terasa menyesakkan dadanya.
Flo dan Fre yang paham dengan cinta pertama mereka pun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan melangkah ke arah pria-pria labil tersebut. Flo dan Fre pun duduk di pangkuan para ayah.
"Ayah tetaplah cinta pertama Flo, sampai kapanpun Flo akan mencintai ayah." ucap Flo seraya memeluk tubuh Afwa
"Pipi adalah pria terbaik yang akan selalu Fre cintai, hal itu takkan pernah berubah dan tidak akan bisa di rubah." sambung Fre yang ikut memeluk Afwi
"Hahhhh" Afwa dan Afwi menghembuskan nafas bersamaan dan membalas pelukan putrinya.
"Ayah/Pipi juga mencintaimu sayang" ucap Afwa dan Afwi bersamaan seraya mebalas pelukan putrinya.
"Ayaaahhh, kenapa hanya kak Flo yang di peluk? Apa ayah tidak menyayangi kami?" princess twin pun merajuk
"hahahaha" semua orang pun tertawa melihat kecemburuan Maya dan Kira
"Kemarilah, mana mungkin ayah tidak sayang kalian? Tentu saja, ayah sangat menyayangi dan mencintai kalian." ucap Afwa saat Kira dan Maya menghambur ke dalam pelukannya.
"Sudah... sudah , sebaiknya kita segera beristirahat. Abang, jangan lupa panggil Marel dan Gisel. Dan kalian, bawa teman hantu kalian." titah Yumi
"Siap oma/ bunda" ucap mereka serempak
.
.
.
.
Pagi pun kembali menyapa, good morning every badeeehhhh
Kini ke lima bersaudara itu sudah berkumpul di bangku yang ada di sisi lapangan , mereka tengah menunggu Sherina.
'Sedang apa kalian di sini? melakukan rapat paripurna?' tanya Sherina yang baru saja muncul karena di panggil oleh Flo.
"Rapat Paripurna matamu soek, ga lihat kita sedang sidang KAA" balas Za yang terkikik geli.
Sherina pun mengangguk-nganggukkan kepalanya dan ikut terkekeh.
'Lalu ada apa memanggilku? Jangan bilang dalam sidang KAA ini kalian akan melibatkan aku.' ucap Sherina dengan wajah di buat serius.
"Tentu saja, kami akan melibatkanmu. Kan kamu yang membuat kami mengadakan sidang ini." ucap Fre
'Hahhhhh... lalu apa yang harus aku lakukan?' tanya Sherina pasrah, mungkin lebih ke malas.
"Ada apa denganmu?" tanya Al
Mereka berlima pun langsung menatap Al aneh, sejak kapan abangnya yang satu ini peka pada orang lain?
"Kenapa?" tanya Al polos
Mereka berlima pun menggelengkan kepalanya kompak.
"Apa kamu sudah tau kapan rencana besar itu akan terlaksana?" tanya Flo mengalihkan ek anehan itu.
"Rencana apa?" tanya Sherina yang lupa dengan ucapannya kemarin
"Ck ck ck , sebenarnya yang koma itu tubuhmu atau otakmu?" tanya Za
'Apa maksudmu?' tanya Sherina tak terima
"Bukankah kemarin kamu bilang akan ada kesurupan masal di sekolah ini?" tanya Fre melerai perseteruan Za dan Sherina.
'owhh... masalah itu. Sepertinyaaaaaa... hari ini.' jawabnya seraya tersenyum aneh dan menatap ke depan atau tepatnya ke belakang mereka berlima.
Dengan kompak nya, ke lima bersaudara itu pun membalikkan tubuhnya dan mengalihkan pandangannya ke sana. Mereka semua terkejut dan memelototkan kedua bola matanya.
"Sudah mulai ternyata" ucap Flo yang langsung berlari ke lapangan dan berniat menolong beberapa murid yang tengah teriak dan mengamuk di sana. Ia pun di susul oleh Fre, Za dan Ar.
Sedangkan Al, sebelum menyusul. Ia pun berbalik dan menatap Sherina dengan tatapan yang entah.
'Ada apa? Kenapa kamu tidak membantu mereka?' tanya Sherina dengan wajah yang terlihat santai.
"Apa kamu termasuk dalam rencana sosok yang masuk dalam tubuh Galaxy?" tanya Al
'Cih, kenapa aku harus mengikuti mau dia? Maaf ,waktuku tidak sesenggang itu untuk merasuki tubuh mereka. Bye' Sherina pun menghilang setelah mengatakan hal tersebut.
Al yang sebenarnya belum puas dengan jawaban Sherina pun, mau tak mau tetap menyusul adik-adiknya yang mulai kewalahan menghadapi para murida yang kerasukan. Ia pun menghubungi Ustad Jaffar, memintanya untuk segera ke sekolah.
"Bagaimana?" tanya Al pada Ar yang tengah menghadapi salah satu murid yang terus berteriak meracau tak jelas.
'Lepaskan, kami harus menghabisi orang itu.' racau murid tersebut
"Siapa yang kamu maksud?" tanya Al
'Dia... dia yang sudah menyebabkan ketenangan kami terganggu.' jawab murid tersebut
Namun saat Al akan kembali bertanya, murid tersebut pun langsung tak sadarkan diri.
"Kamu, bawa dia ke sisi lapang" titah Ar pada salh satu murid yang tidak kerasukan
"bagaimana ini bang? Ini terlalu banyak" ucap Flo yang berjalan mendekati kedua pria es itu.
"Sebentar lagi Ustad Jaffar akan segera tiba, kita harus segera menemukan Galaxy." jawab Al
"Abang benar, aku belum melihatnya sejak tadi." ucap Flo seraya matanya menelisik ke segala arah
"Sebaiknya kamu bantu yang Za dan Fre, mereka sudah mulai kewalahan." ucap Al saat melihat Za dan Fre yang tengah sibuk dengan murid lain. Tenaganya sangat kuat, padahal 1 murid sudah di pegang oleh 3 orang
Flo pun mengangguk dan kembali ke tempat para murid. Terlihat guru pun kewalahan menghadapi mereka semua.
"Ar, sebaiknya kita segera mencari Galaxy. Aku yakin saat ini dia sedang tersenyum senang melihat semua ini." ucap Al
"Abang benar, sebaiknya kita berpencar." Al dan Ar pun langsung berpencar ke 2 arah yang berbeda.
Saat mereka pergi, datanglah ustad Jaffar, Ustadzah Nisa dan para murid yang lainnya.
"Assalamu'alaikum Flo, bagaimana?"
Flo yang tengah memegang ubun-ubun teman sekelasnya pun langsung mendongak dan tersenyum.
"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah Ustadzah Nisa sudah datang. Mereka masuk dan pergi secara bergantian ustadzah, mereka terlalu banyak." jawab Flo yang sudah terlihat lelah, begitu pun dengan Za dan Fre
"Sebaiknya kalian segera menjauh dari tempat ini dan pulihkan tenaga kalian, biar kami yang mengurus mereka." titah Ustad Jaffar
Mereka bertiga pun mengangguk menyetujui saran ustad Jaffar.
"Apa kita meminta bantuan aunty Alice?" tanya Fre
"Ku rasa seperti itu, kita tidak bisa memuihkan tenaga ini tanpa bantuan yang lain." jawab Za
Daaannn...
Plop
...****************...
Nah loh.....
...HAPPY READING ALL💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
wuuuussshhhh...
awal ceritanya kek gimana ya
kok arwah² yg tersesat seakan² ga terima apa yg terjadi saat itu
2024-12-27
1
komalia komalia
momy dan dady nya masih ada engga ya soal nya selalu kangen dia
2023-09-06
2
Sidiq Isnan
lqnjut jangan lama" up nya
2023-01-04
1