'Sayang, percayalah. Aku memang menikah dengan wanita lain, namun itu pun hanya sekali aku menyentuhnya. Itu pun karena aku yang dalam keadaan tidak sadar, aku yang dalam keadaan mabuk saat itu. Maafkan aku'
"Apa yang di katakan kakek buyut itu benar, nenek buyut selalu menceritakan hal tersebut. Sampai ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Walau beliau pikun, namun yang selalu beliau ceritakan adalah bagaimana rasa cinta kakek buyut padamu. Nenek buyut selalu merasa iri dengan perasaan cinta yang kakek buyut rasakan padamu, maafkan nenek buyutku yang telah masuk ke dalam hubungan kalian." ucap Galaxy dengan tatapan sendu
Beatrix pun mulai luluh, sosoknya yang tadi menyeramkan pun perlahan berubah menjadi dirinya semasa ia hidup dulu. Rambut panjang lurus berwarna pirang, kulit putih dan memiliki wajah khas orang Belanda, sangaat cantik.
'Hiks... hiks... kalian tidak berbohong padaku?' tanya Beatrix menangis
'Maafkan aku sayang, saat aku mendengar kabar dirimu telah tiada. Hidupku pun terasa hancur, selama bertahun-tahun aku hidup dalam penyesalan dan itu aku rasakan sampai aku menghembuskan nafas terakhir. Aku sangat mencintaimu Bee, dulu sampai sekarang.' ucap Bima
Ia pun mendekati Beatrix yang kini dalam posisi berlutut seraya menutup wajahnya, suara tangisnya terdengar sangat memilukan. Bima pun ikut meneteskan air matanya, bukan hanya Bima. Flo dan Fre pun ikut menangis mendengar kisah cinta yang harus terpisah karena sebuah takdir yang tidak mengijinkan mereka bersatu di saat mereka masih hidup.
'Saat itu aku menunggumu di sana, tapi kamu tak kunjung datang menemuiku. Hingga tubuhku tak kuat menahan rasa dingin karena hujan deras saat itu.' ucap Beatrix di sela-sela isakan tangisanya
'Dan saat itu aku di pukuli dan di kurung oleh ibu, karena ia mengetahui hubungan kita. Maaf, maafkan aku. Seandainya saat itu aku melawan, mungkin kamu tidak akan seperti ini Bee. Maafkan aku Bee... maaf.' Bima punlangsung memeluk tubuh Beatrix
Ahhhhh.... sungguh drama sekali pertemuan ini.
Al yang kini tengah duduk memegang dadanya , karena terkena kibasan Beatrix hanya menatap datar hal itu.
"Abang, bagaimana dadamu?" tanya Flo khawatir
"Abang tidak apa-apa, bagaimana keadaan di bawah?" tanya Al
"Semua sudah terkendali." jawab Za
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya si kembar yang baru saja selesai membantu di bawah.
"Kami baik-baik saja ayah/pipi" jawab mereka berlima
"Kau baik-baik saja?" tanya Afwa pada Galaxy
Galaxy hanya menjawab dengan anggukan dan sedikit senyuman.
'Maafkan aku sudah membuat kegaduhan di tempat ini, maaf karena sudah menghasut penghuni di sini. ' ucap Beatrix yang sudah tenang
'Terimakasih dan Maafkan kami' ucap Bima seraya memegang erat tangan Beatrix dan mereka pun perlahan menghilang dengan wajah yang penuh dengan senyuman.
"Apa? gimana? Ini sudah selesai?" tanya Alice kesal, tenaganya benar-benar sudah terkuras habis. Galaxy pun hanya bisa terdiam.
'Waaahhh.... drama yang sangat mengharukan, kisah cinta yang akhirnya bersatu di saat mereka telah menjadi roh. Luar biasa....' Sherina yang baru datang pun mengejutkan Alice.
"Wow... wow... siapa kamu? Tiba-tiba muncul membuat orang terkejut, seolah sedang mendapatkan lotre." ucap ALice
'Hai aunty, hai om' sapa Sherina pada Alice dan si kembar
"Apa kamu adalah roh tersesat yang di ceritakan oleh mereka?" tanya Afwa seraya menunjuk kelima anaknya
'Apa yang mereka ceritakan tentangku? Wahhh, aku tidak menyangka bila aku akan menjadi bintang dalam gibahan kalian. hihihi' ucap Sherina
Alice bisa melihat bila ada sorot mata kesedihan dalam mata Sherina walau ia sedang tertawa.
"Kau baik-baik saja?" tanya Alice dengan suara yang lembut, Sherina yang mendengar pertanyaan itu pun merasa hatinya tersentil.
Semenjak ia menjadi roh gentayangan, tak ada yang bertanya bagaimana perasaannya. Ia pun menoleh dan menatap Alice dengan tatapan penuh luka, saat itu tanpa sadar Sherina meneteskan air matanya. Al yang melihatnya pun, entah kenapa ikut merasakan sakit.
'Ada apa ini? Kenapa aku ikut merasa sakit?' gumamnya dalam hati, namun terdengar oleh yang lain.
Ke empat adiknya saling pandang dan menaikan kedua alisnya dan tersenyum penuh arti. Begitu pun dengan si kembar dan Alice.
Saat Sherina akan pergi menghilang, Alice pun langsung menahannya. Ia pun memegang pergelangan tangan Sherina dan Sherina kembali menoleh.
"Ikutlah kami, bunda kami ingin bertemu." ucap Alice yang sudah tau ceritanya dari Yumi tadi pagi.
Sherina yang mendengarnya pun mengerutkan dahinya dan memiringkan kepalanya.
'Kenapa?'
"Karena kami ingin membantumu, untuk mencari tau siapa dan apa alasan di balik kecelakaan yang terjadi padamu. Dan juga alasan kenapa rohmu tidak bisa memasuki tubuhmu?" ucap Alice, sekelebat ia melihat bayangan saat Sherina tertabrak
Deg
Alice pun langsung melepaskan tangannya dan tetap tersenyum untuk menyembunyikan keterkejutannya.
'Benarkah? Apakah bisa?' tanya Sherina dengan mata yang berbinar dan tersenyum lebar
"Kita coba" bukan Alice yang menjawab, melainkan Al yang juga tidak sadar ikut tersenyum, saat Sherina tersenyum
Flo dan Fre pun mengigit bibir bawahnya gemas, sedangkan Za dan Ar memilih membawa Galaxy pergi ke ruang UKS.
Seorang Al, bisa seperti ini karena seorang gadis? oh bukan, karena sosok roh gentayangan.
"Ayo" ajak si kembar, Sherina pun mengangguk dengan semangat. Ia menggoyang-goyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Al yang melihatnya pun lagi-lagi tersenyum.
"Hahhhh... es batu mencair" bisik Fre
"Kamu benar, semoga Sherina memiliki harapan untuk hidup kembali." jawab Flo ikut berbisik
Mereka berdua kini berjalan paling belakang, karena merasa mempunyai tontonan yang menghibur melihat abangnya seperti ini.
.
.
.
.
"Waaaahhhh.... istana presiden pindah ke sini? Bukan, ini mah lebih besar dari istana presiden. hhihihihi" ucap Sherina yang melihat bessarnya kediaman Zandra.
Ia pun melayang mengikuti Flo dan Fre yang tersenyum mendengar ucapan Sherina, tentu saja Al ada di belakang mereka.
"Assalamu'alaikum" salam mereka semua
"Wa'alaikumsalam" jawab Yumi dan Rendra yang tengah duduk santai di ruang tamu.
"Kalian sudah pulang? Loh, kenapa kalian juga ikut pulang?" tanya Yumi yang melihat Afwa, Afwi dan Alice.
"Hmmm, tadi kami membantu anak-anak mengurus teman-temannya yang terkena kesurupan masal." jawab Alice, ia pun langsung merebahkan tubbuhnya di atas sofa
"Kalau begitu kami kembali lagi ke perusahaan ya bun, masih ada rapat di luar dengan klien." ucap Afwi, mereka berpamitan.
"Kenapa kamu tidak masuk? Ayo sini" ucap Fre pada Sherina yang bersembunyi di balik pintu
Yumi dan Rendra pun mengerutkan dahi mereka, namun Yumi tersenyum saat melihat Sherina masuk
"Oma, perkenalkan ini Sherina yang kami ceritakan kemarin." ucap Flo
"Sa saya Sherina" ucapnya menunduk
"Panggil kami oma dan opa sayang, kemarilah." ucap Yumi lembut, Sherina pun menatap Flo dan Fre bergantian. Setelah mendapat anggukan dari mereka berdua, Sherina pun mendekati Yumi dengan tubuh yang melayang.
"Apa kamu sudah menghubungi Marel dan istrinya?" tanya Yumi pada Alice
"Ya, sebentar lagi mereka juga sampai bun." jawab Alice
...****************...
Cover nya ganti.... entahlah, jadi aku ganti lagi. Semoga lulus review.
Double up niihhh🤭🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
keluarga yg keren...
saling bantu membantu
2024-12-27
1
Eli Elieboy Eboy
𝚜𝚒 𝚔𝚞𝚕𝚔𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚒𝚛 𝚑𝚒𝚑𝚒𝚑𝚒
2024-07-12
1
Pisces97
terharu dengan pasangan jaman dulu cinta tak pernah pudar oleh berjalan nya waktu ,, 🥰
2024-05-08
1