Al lebih memilih diam di ruangan Sherina, ia menggenggam tangan Sherina.
"Apa yang kamu miliki sebenarnya? Kenapa sejak awal pertemuan, seolah ada magnet yang menarikku untuk terus ingin melihat dan memperhatikan mu? Aku tidak tau rasa apa yang kini memenuhi perasaanku. Tapi setiap kali melihatmu meneteskan air mata, aku ikut merasakan sakitnya. Setiap kali melihatmu tersenyum atau tertawa, aku ikut merasakan senangnya. Cepatlah sadar, aku akan menunggumu." ucap Al pelan.
.
.
.
"Sebaiknya tuan Sandi segera menyusul ke kantor polisi, agar masalah ini segera di proses." ucap Rendra seraya memberikan rekaman Vidio di ruangan Sherina dan juga vidio pengakuan Cindy saat di ruangan Rendra.
Di ruangan tersebut, memang terpasang CCtv.
Sandi menganggukan kepala dan menerima flashdisk tersebut.
"Biar kami yang menemani" ucap Afwa dan Afwi
"Apa tidak merepotkan?" tanya Sandi dengan suara serak, karena terlalu banyak menangis.
"Tidak, tentu saja tidak. Biarkan kelima cucuku yang menemani Sherina di ruangannya. Tuan Sandi bisa menyelesaikan masalah ini dengan tenang." jawab Yumi
"Terimakasih, terimakasih banyak." Sandi terus membungkukkan badannya berkali-kali
"Jangan seperti ini, tidak baik. Sherina adalah teman kelima cucuku, itu artinya ia juga cucuku." ucap Rendra
Afwa dan Afwi pun mengajak Sandi untuk segera ke kantor polisi, walau waktu sudah malam. Tapi tak membuat mereka untuk menunda untuk menyelesaikan masalah ini.
"Kalau begitu, kami pamit pulang ya sayang, titip Sherina." ucap Kay
Mereka berempat pun menganggukkan kepalanya, setelah para tetua pulang. Mereka pun berjalan ke kamar Sherina, sedangkan Sherina kini sedang ada di taman duduk sendirian. Rasanya ia sangat membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, semua yang terjadi sangatlah mengejtukan baginya.
"Huft... aku tak menyangka semua ini benar-benar terjadi padaku, aku berharap ini semua hanyalah mimpi buruk." ucap Sherina seraya menatap lurus ke depan
"Sudahlah, namanya juga udah kejadian, mau gimana lagi? Sebaiknya aku kembali ke ruanganku dan mencoba untuk kembali ke tubuhku, siapa tau sudah bisa." Sherina pun menghilang
.
.
.
PLOP
"Astaghfirullah, Sher lu bisa ga jangan kaya hantu? Bikin kaget orang aja." gerutu Flo karena terkejut
"Terus gue apa dong namanya kalo bukan hantu?" tanya Sherina dengan wajah polosnya
"Iya juga ya, lu pan roh. hihihi" ucap Fre cekikikan
"Nah loh, malah dia yang lebih mirip hantu daripada gue. hahaah" Sherina pun tertawa
"Gimana? Lu udah inget kejadian yang bikin lu koma?" tanya Za
"Udah, gue bener-bener ga nyangka cuy. ck ck ck.... Tau gini gue milih ga inget dah." jawab Sherina
"Mang gimana ceritanya?" tanya Ar
FLASHBACK
Pov Sherina
Gue inget, kejadiannya waktu hari Rabu. Saat itu gue baru pulang les, cuaca juga mendung. Malah udah mulai gerimis, makanya gue coba hubungi wanita ular itu buat jemput gue. Tapi udah 2 kali gue menghubungi dia, ga di angkat juga. Gue coba dong hubungi bokap gue, tapi sama aja kagak di angkat.
Ya udah deh, gue berpikir buat jalan sedikit ke arah jalan besar buat nyari taxi. Saat itu gue jalan pake payung, sehingga gue ga terlalu jelas buat liat sekitar. Apalagi hujan juga makin deres.
Tapi, saat gue udah di sisi jalan. Tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang dari arah belakang gue dan kejadian itu cepet banget, gue ngerasa badan gue melayang setelah ada yang menabrak tubuh gue dari belakang.
Tubuh gue tergeletak di tengah jalan, jalanan pun nampak sepi saat itu. Walau tidak terlalu jelas dan juga terhalang oleh derasnya air hujan, gue bisa liat ada seseorang turun dari mobil yang udah nabrak gue. Tapi, orang itu ga jalan ngehampirin gue. Orang itu malah diem dan berdiri di samping mobilnya, setelah gue coba buat memperjelas pandangan gue.
"Ternyata.. orang itu adalah wanita ular itu dan tak lama kesadaran gue pun menghilang. Begitu gue buka mata, gue udah ada di samping tubuh gue yang terbaring kaya gitu." ceritanya berakhir seraya menunjuk tubuhnya dengan dagunya.
Flashback off
"Emang gila ibu tiri lo Sher." ucap Za seraya menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tak menyangka ada manusia modelan ibu tiri Sherina.
"Gue juga merasa begitu." ucap Sherina mengangguk
"Ingetan lu udah kembali,. apa lo mau coba lagi buat masuk ke dalam tubuh lo?" tanya Flo
"Iya, gue penasaran. Siapa tau bisa" jawab Sherina seraya berjalan mendekati ranjang dimana tubuhnya berbaring.
Sherina pun mencoba memasuki tubuhnya, namun sayang rohnya kembali terpental.
"Ternyata masih ga bisa, kenapa ya?" tanya Sherina dengan wajahnya yang frustasi
"Jangan di paksakan" ucap Al yang sedari tadi diam menyimak seraya mengusap kepala Sherina
Blush
Tentu saja kejadian itu tak luput dari pandangan 4 orang lainnya yang ada di ruangan tersebut. Flo dan Fre menutup wajahnya dan menahan pekikan mereka, baper njirrrr
Ar dan Za hanya menatap bingung dengan kulkas satu ini, ada apa gerangan?
"Ehem, aku mau nyari cemilan dulu ya." ucap Flo seraya menarik tangan Fre
"Gue ikut, udah malem bahaya cewe keluar tanpa ada yang jagain." ucap Ar yang juga menarik Za
"Lahhh, ngapa aku juga di tarik sih bang?" tanya Za bingun
"Yang gue jagain 2, jadi lu juga musti ikut jagain." jawab Ar sekenanya
"Ck, mau liat drama India life juga. Ganggu aja." gerutu Za, namun ia tetap mengikuti ketiga saudaranya.
.
.
.
"Mmmm.. Al, lu ga ikut adek-adek lu?" tanya Sherina seraya melayang agak jauh, untuk menjaga jaraknya dengan Al. Lenih tepatnya untuk kesehatan jantungnya. wkwkwk
"Ga, kalo semua keluar, ga da yang jagain lu." jawab Al
"Lah, banyak suster di luar. Lagian biang keroknya juga udah ketangkep." jawab Sherina salting dan Al menyadarinya.
"Lu ngusir gue?" tanya Al
"Yaaa... ga gitu juga, takutnya gue jadi penghalang lu buat ngikutin adek lu." ucap Sherina menunduk
"Ga papa, gue yakin mereka juga paham." ucap Al seraya mendudukkan dirinya ke sofa
Sherina pun mengangguk, saat ia akan menghilang...
"Mau kemana lo?" tanya Al seraya menutup matanya
"Mau ke taman, panas banget di mari. Takutnya gue kebakar, sebelum gue bisa balik ke tubuh gue." jawab Sherina
"Kenapa?" tanya Al yang langsung membuka matanya
"Badan gue panas banget satu ruangan sama lo, dada gue juga berdebar mulu. Noh liat" jawab Sherina seraya menunjuk ke arah layar monitor yang menunjukkan tanda-tanda vital dirinya.
"Gue takut ngedadak punya penyakit jantung." Sherina pun langsung menghilang, tanpa menunggu jawaban Al. Sedangkan Al tersenyum dan kembali menutup matanya, tubuhnya ia sandarkan pada sandaran sofa.
___________________
"Malah molor si abang." ucap Flo
Mereka berempat masuk dengan membawa banyak cemilan dan juga minuman.
"Cape kali, habis menerawang perasaannya." sambung Za
"Ga nyangka, si abang bisa cair sama cewek koma." ucap Fre
"Namanya perasaan, ga ada yang tau kapan ia datang dan pada siapa? Ya udah taro aja di meja, udah malem. Kalian pada tidur." ucap Ar, mereka pun mengambil kasur lipat yang sebelumnya mereka pinta pada suster. Tak membutuhkan waktu lama, mereka semua pun terlelap.
...****************...
...Happy Reading All💞💞
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
terlalu welcome ga sih keluarga zandra
2024-12-27
2
cookie_23
sumpah...pengen diangkat jadi keluarga Zandra, karena emang baik banget
2024-11-30
2
cookie_23
Karena itu jodohmu
2024-11-30
1