"Hahhh.... aku tidak tau kalo akan seperti ini kak, rasanya sakit saat melihat mimi mengeluarkan air mata tadi." Fre memegang dadanya seraya merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Kini ia berada di kamar Flo, sedangkan Flo tengah membersihkan wajahnya di depam meja rias. Memang tidak memakai make up berlebih, namun ia tetap merawat dirinya.
"Kamu benar, melihat bunda seperti itu, rasanya seperti ada ratusan jarum menusuk di dada. Tambah lagi penyebab air mata itu menetes adalah karena aku." Flo menghentikan kegiatannya dan mengehmbuskan nafasnya dengan pelan.
tok tok
Pintu pun terbuka dan terpampanglah 3 sosok pria tampan tengah berdiri di lawang pintu, tengah menatap kedua wanita mereka.
"Ada apa? Abang masih mau lanjut menegur kami?" tanya Fre yang langsung mendudukkan dirinya seraya cemberut.
"Su udzon" mereka bertiga pun melangkah masuk dan duduk di tepian ranjang.
"Maafkan abang yang harus mengadukan hal ini pada yang lainnya, ini semua karena kami menyayangi kalian." ucap Ar
Fre pun menarik nafas dan menghembuskannya pelan.
"Maafkan kami bang, bukan maksud kami tidak menceritakan hal ini. Kami spontan menolongnya, karena kami ikut merasakan rasa sakit yang ia rasakan. Mencintai tapi tak di cintai, bersama hanya untuk di manfaatkan. Pria macam apa itu?" ucap Flo yang ikut bergabung ke atas ranjang. Ukuran ranjangnya yang memang sangatlah besar, muat untuk mereka berlima.
Mereka pun berbaring bersama di atas ranjang, yang pasti posisi Za yang paling tengah. Kiri kananya, ada Flo dan Fre. Sedangkan Al dan Ar berada di bagian paling sisi ranjang.
Al dan Ar memiringkan tubuhnya menghadap adik-adiknya dengan kepala yang bertumpu pada salah satu tangan mereka. Pemandangan yang sangat adem untuk di lihat.
"Hmm... abang paham apa yang kalian pikirkan, tapi lain kali jangan seperti ini. Menolong boleh, tapi jangan lupa libatkan kami di dalamnya." ucap Al
Flo dan Fre pun mengangguk
"Tapi bang, bagaimana kalian bisa tiba-tiba muncul di sana? Siapa yang memberitahukan kalian?" tanya Fre seraya menolehkan kepalanya pada Ar yang tengah sibuk mengusap kepalanya dengan tangan satunya.
"Entah, darimana bang?" tanyanya pada Al
"Ada satu sosok yang mendatangi abang dan memberitahukan bahwa kalian dalam bahaya." jawab Al yang tangan satunya juga tengah sibuk mengusap kepala Flo.
"Benarkah? Sosok apa itu bang?" tanya Flo yang menoleh pada Al
"Sudahlah, sebaiknya kalian segera tidur. Besok upacara, tidak boleh terlambat." titah Al
Membuat Flo dan Fre pun mencebikkan bibirnya, Za? tentu saja dia sudah lebih dulu masuk ke alam mimpi.
Tak lama mereka berempat pun tertidur di ranjang yang sama, terlelap di dalam mimpinya.
_______________________
Cicicuit... suara burung pun terdengar mengiringi sang fajar menyingsing menyinari bumi. Kalian pasti hapalkan lagu Joshua kecil,hahahah
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan, mereka tengah melakukan sarapan bersama.
"Opa dengar, abang Ar dan Fre memenangkan kompetisi kyudo minggu lalu." ucap Rendra
"Iya opa, Alhamdulillah... nanti akan di adakan lomba antar provinsi bulan depan." jawab Ar
Rendra pun mengangguk, kemampuan cucu-cucunya melebihi kemampuan mereka. Karena mereka yang memang tidak pernah melarang apapun yang mereka inginkan, asalkan tidak bertentangan dengan agama dan tidak membahayakan mereka.
"Kalo Flo, kenapa kamu mundur dalam kompetisi Muay thai?" tanya Rendra
"Tidak kenapa-kenapa opa, Flo hanya sedang malas." Flo pun mejawabnya dengan santai, memang tak ada alasan yang serius.
"Tak apa, jangan di paksakan bila kakak tidak mau." ucap Yumi yang di angguki oleh Flo
"Abang Al?" tanya Opa
"Abang masuk ke dalam final dalam menciptakan robot masa kini opa, sekarang abang sedang fokus pada produk ciptaan abang." jawab Al setela beres meminum habis jusnya
"Waaahhh... abang memang keren, banyak ciptaan abang yang di pruduksi secara masal oleh perusahaan ayah dan pipi. Dan penjualan selalu tembus hingga ke manca negara." sela Fre
"Kamu benar, perusahaan semakin berkembang karena bantuan kalian." ucap Afwa tersenyum
"Lalu, bagaimana dengan obat yang sedang kamu kembangkan? Apa laboratorium yang pipi buat, sudah memenuhi semuanya?" tanya Afwi pada Za
"Masalah laboratorium, pipi tidak perlu cemas. Semua lengkap tersedia dan masalah obat yang sedang Za kembangkan pun sebentar lagi akan rampung. Pipi dan ayah bisa memproduksi secara masal sekitar satu bulan lagi, ingat janji ayah dan pipi. Bagikan obat itu secara gratis pada orang-orang yang tidak mampu." jawab Za
Entah sejak kapan Za sangat menyukai tanaman herbal dan ia pun mengulik tanaman-tanaman itu menjadi ramuan ataupun obat tanpa ada efek samping. Kini ia sedang mengembangkan, obat untuk memulihkan orang-orang yang terkena struk.
"Bagus, kami bangga pada kalian" ucap Rendra dan Yumi berbarengan
"Tapi ingat, jangan melakukan apa yang tidak kalian inginkan. Kami akan selalu mendukung apapun yang kalian lakukan selama tidak melawan dengan ajaran agama dan tidak membahayakan kalian atau orang lain." Rendra pun kembali mengingatkan kelima cucunya.
"Ok opa" jawab mereka serempak
"Opa, kenapa kami tidak opa tanya?" rajuk twin putri Kay dan Afwa, sehingga membuat mereka semua tertawa. Flo dan Fre pun mencium gemas adik mereka yang kini tengah duduk di bangku SD kelas 4.
"Bagaimana sekkolah kalian? apa kalian menikmatinya? Apa ada yang nakal pada kalian?" tanya Rendra
"Ya, kami menikmatinya opa. Tidak ada yang berani menakali kami, kalau pun ada. Pasti akan kami lawan mereka, apalagi ada kak Kira. Ya kan kak?" jawab Maya sang adik
"Mmm, Kira pasti akan menghajar mereka kalau sampai berani macam-macam dengan adik." sambung Kira seraya mengangguk yakin
"Kak Kira" tegur Kay, Kira pun hanya menyengir mendengar suara ibunya, Kira memang sangat tomboy di banding Maya.
"Bagaimana Syahid dan Sahin? Apa mereka juga baik-baik saja?" tanya oma
"Mereka seperti abang Al oma, bocah kutub yang tersesat. Dan anehnya, para bocah perempuan banyak yang menyukai mereka. Apa yang menarik dengan es?" Kira pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"HAHAHAAHA" tawa Flo dan Fre pun pecah, memang benar apa yang mereka katakan. Sifat mereka berempat itu 11 12
"Sudah sudah... kalian segera berangkat, nanti malah telat." tegur Sri
Keluarga kecil Alice mana? Abi, Alice dan twin yang usianya tidak beda jauh dengan Kira dan Maya. Memilih pulang, selesai ikut menyaksikan sidang semalam.
.
.
.
.
"Ssstt" panggil Za pada Flo dan Fre yang berdiri tak jauh darinya. Kini mereka tengah melaksanakan upacara pengibaran bendera.
"Apa sih, sat sut sat sut. Emangnya kita cewe apaan?" protes Fre berbisik
"Itu, kalian lihat ke depan. Ada apa dengan ketua kelas?' tanya Za, yang mana membuat Flo dan Fre pun ikut memandang ke depan.
"Kamu benar.....
...****************...
...Happy Reading All🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Land19
hayooooo kira² ada apa yah ...
,🤔🤔🤔🤔
2024-12-26
1
Eli Elieboy Eboy
𝚊𝚚𝚞 𝚖𝚊𝚔𝚒𝚗 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕𝟸 𝚔𝚊𝚔𝚊𝚔
2024-07-12
1
Neni marheningsih
thor..sebelum novel ini judulnya apa ya
2024-05-20
1