Bab 19. Sepenggal kisah

Nyonya Grace terduduk lemas, sambil memegangi kain sutera berbentuk gendongan bekas hadiahnya terdahulu. Ada perasaan bersalah pada dirinya, ketika mengetahui kebenaran tentang siapa Evelyn yang sebenarnya.

Wanita itu menangis dan tidak tahu harus berbuat apa, karena ia telah mengusir Evelyn dari rumahnya.

Sedangkan tuan Horisson yang sedang murka segera memanggil pak Santos untuk mengantarnya berkeliling mencari Evelyn.

"Santos!!"

"I-iya tuan besar," sahut pak Santos begitu takut.

"Kau bekerja padaku sudah cukup lama dan aku mempercayakan dirimu untuk menjaga Evelyn selama aku pergi, tapi hari ini aku kecewa padamu Santos. Kau telah lalai menjalankan tugasmu dan aku akan memikirkan hukuman untukmu."

"Tapi untuk sekarang antarkan aku mencari Evelyn dan hukumanmu ini tergantung dari keberhasilan kita mencarinya. Berdoalah agar Evelyn bisa ditemukan, karena kalau tidak, aku tidak segan-segan mengusirmu dari sini!" tegas tuan Horisson.

Lalu tanpa mendengar penjelasan dari siapapun, pria paruh baya itu kembali naik ke mobilnya, membuat pak Santos melirik ke arah Louise.

"T-tuan muda," ucapnya seperti bertanya harus jujur atau tidak.

"Santos!!" panggil tuan Horisson.

"I-iya tuan besar saya segera kesana!" sahut pak Santos setengah berlari.

Louise mengejar sang ayah dan ingin menjelaskan tentang keberadaan Evelyn yang sekarang kini tinggal di dalam rumah pribadinya. Lalu menghentikan laju mobil tersebut dengan segera agar tidak ketinggalan.

"Mau apa kamu Louise? Minggir! Daddy sedang terburu-buru," ucap tuan Horisson.

Louise membuka pintu mobil, kemudian masuk ke dalam dan duduk di sebelah tuan Horisson tanpa permisi lagi.

"Daddy, tenangkan dulu dirimu. Aku ingin memberi tahumu sesuatu," ucap Louise.

"Louise, kita tidak punya banyak waktu. Daddy tidak tahu kondisi Evelyn seperti apa sekarang ini, karena Daddy harus cepat mencarinya. Kau tahu kan kondisi ibu kota seperti apa," cerocos tuan Horisson panik hingga Louise dan pak Santos tidak bisa menyelanya.

"Pak Santos, kita ke puncak!" tegas Louise.

"Baik tuan muda!" patuh pak Santos lalu memacu kendaraannya.

"Gila kamu Louise, kita harus mencari Evelyn. Bukannya jalan-jalan ke puncak!" bantah tuan Horisson kembali murka.

"Daddy tenanglah! Aku tahu kau sedang mencemaskan Evelyn, tapi ada satu hal penting yang harus ku katakan padamu!" sentak Louise mencoba menegaskan agar ayahnya mau mendengarkan.

Tuan Horisson mencoba meredam emosi dengan mengatur nafasnya. "Ya sudah apa yang ingin kau katakan?" tanyanya.

"Daddy, Evelyn ada di rumahku," jawab Louise.

"Benarkah? Tapi bagaimana Evelyn bisa ada bersamamu Louise?" tanya tuan Horisson.

Louise lalu menjelaskan tentang asal muasal bagaimana Evelyn bisa ada bersamanya, tuan Horisson merasa lega setelah mendengar penjelasan dari Louise.

Dan ia berubah geram jika mengingat kekejaman yang pernah dilakukan oleh istrinya kepada Evelyn.

"Oh Grace, kenapa kau tega melakukan hal itu kepada mereka," ucap tuan Horisson dengan wajah kecewanya.

Louise kembali menenangkan emosi ayahnya. "Tenang Daddy, tenangkan dirimu. Aku juga kecewa dengan tindakan Mommy karena tega melakukan hal itu kepada mereka. Padahal ibu Angel telah mengabdi kepada keluarga kita selama puluhan tahun dan Evelyn, dia masih terlalu muda."

"Kau benar Louise, Daddy rasa memberi hukuman untuk mommy mu saja itu tidak cukup. Daddy merasa bersalah sekali kepada keluarga itu, pertama pada suaminya. Daddy tidak ada disaat wanita itu membutuhkan dan Angel berusaha mengobati penyakit suaminya hingga habis-habisan tanpa mengeluh."

"Bahkan uang yang telah ia tabung untuk membeli rumah selama bekerja dirumah kita telah habis digunakan untuk berobat suaminya yang terkena kanker kelenjar getah bening dan setelah Daddy tahu hal itu serta membantunya, akan tetapi nyawa suaminya tetap tidak tertolong, karena terlambat penanganan."

"Dan kali ini, saat ibu Angel dan Evelyn sedang membutuhkan keluarga kita. Tapi apa yang telah kita perbuat padanya, Daddy merasa berdosa sekali," tutur tuan Horisson merasa bersalah.

Ia sampai meneteskan air mata jika mengingat perjuangan ibu Angel semasa hidupnya.

Tuan besar saya merasa tidak enak hati kepada nyonya besar, jadi tolong potong gaji saya saja, untuk mengganti setiap bantuan yang tuan besar berikan saat pemakaman suami saya kemarin.

Tuan besar, biarkan saya mengadopsi bayi ini dan ijinkan saya untuk menjaga dia. Saya berjanji akan merawatnya dengan baik.

Tuan besar, biarkan saya membantu membiayai pendidikan Evelyn. Walau tidak sanggup membayar sepenuhnya, paling tidak setengahnya.

Tuan besar, hutang saya kepada anda sangatlah banyak, mungkin sampai matipun hutang saya tidak akan lunas. Saya takut sekali, tidak bisa melunasinya tepat waktu

Ibu Angel, kenapa kau berkata seperti itu. Kau sudah seperti keluargaku sendiri. Hutang-hutangmu, biarlah jangan terlalu dipikirkan. Kau fokus saja menjaga Evelyn dan juga rumah ini.

Tuan Horisson menghembus nafasnya kasar. "Angel, dia paling tidak suka berhutang budi. Tapi karena kebatasan ekonomi saat merawat suaminya yang sakit parah, mau tidak mau dia jadi terlilit hutang."

"Aku tidak tahu jika dia berhutang dimana-dimana dan saat Daddy tahu, Daddy langsung melunasinya. Akan tetapi, dia malah berniat mengganti semuanya dengan memotong gajinya setiap bulan," ucap tuan Horisson menceritakan sepenggal kisah ibu Angel.

Louise termenung, mendengarkan cerita ayahnya itu. Mungkinkah itu sebabnya ibu Angel sampai sekarang masih belum mempunyai rumah sendiri, mengingat gaji dari kepala pelayan rumah mereka bisa dibilang cukup tinggi.

Punya hutang banyak dimana-mana untuk biaya berobat suaminya yang menderita penyakit serius dan memakan banyak biaya.

Lalu apakah selama ini ibu Angel memang sudah tahu penyakitnya, namun tetap memilih diam karena tidak ingin menambah beban hutangnya lagi kepada keluarga Horisson.

Louise menghela nafasnya. "Daddy, sekarang apa yang harus kita lakukan? Kita sudah mengetahui siapa sebenarnya Evelyn, apakah kau ingin menyerahkannya kepada Opa Bernadi?"

Tuan Horisson merasa bimbang, bohong saja kalau dia bisa merelakan hal itu sampai terjadi. Karena faktanya ia sudah terlanjur menyayangi Evelyn seperti putri kandungnya sendiri.

"Louise, Daddy masih belum sanggup melepas Evelyn. Selain kita harus mencari kebenaran tentang kecelakaan orang tuanya saat enam belas tahun yang lalu terlebih dahulu, Daddy juga masih punya tanggung jawab yang lain kepadanya," ucap tuan Horisson.

"Tapi Daddy, Opa Bernadi berhak atas Evelyn, karena dia adalah keluarga aslinya dan tanggung jawab apa lagi yang ingin Daddy lakukan?" tanya Louise tidak mengerti.

"Daddy hanya ingin melanjutkan keinginan ibu Angel yang belum kesampaian sampai sekarang, dia ingin sekali melihat Evelyn memakai seragam sekolah. Karena selama ini Evelyn mengeyam pendidikan di rumah secara diam-diam dengan cara home schooling."

"Maafkan Daddy terlalu egois karena mengekangnya agar tidak pergi keluar rumah dan bersekolah di sekolah umum, karena Daddy sangat takut akan ada orang lain yang mengenali Evelyn, jika ia berkeliaran diluar rumah kita."

"Tapi mulai sekarang tidak akan lagi, karena Daddy rasa menyekolahkan Evelyn di sekolah umum itu tidak ada salahnya. Daddy akan membuat pengamanan ketat namun secara diam-diam untuk gadis itu," balas tuan Horisson menyadari.

Louise senang mendengar hal tersebut dan akhirnya ia dapat mengetahui alasan mengapa gadis itu tidak diperbolehkan oleh ayahnya dalam menuntut ilmu di sekolah umum.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Senajudifa

Senajudifa

itu si grace dp hukuman apa

2023-03-11

0

Mommy Ghina

Mommy Ghina

menunggu kelanjutannya

2023-01-28

1

Thariq Zh

Thariq Zh

lanjut thor

2023-01-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!