Bab 16. Pameran berlian

Di sebuah supermall.

Gisella menarik tangan Louise agar ikut dengannya ke pusat pameran yang mengadakan pergelaran berlian dan emas yang berada didalam supermall tersebut.

Gisella tanpa malu bergelayut manja pada lengan kekar Louise dan tersenyum kepada semua orang yang menatap mereka berdua, seperti sedang menunjukkan bahwa dirinya memiliki pendamping yang tampan sempurna lagi luar biasa.

Hal itu membuat Louise merasa tidak nyaman, terlebih bagian buah dadaa Gisella sedikit menekan otot lengan kekarnya.

"Gisell, bisakah kau menjauh dariku. Tanganku pegal sekali," ucap Louise mencari alasan.

Gisella segera melepaskan tangannya dari lengan Louise. "Maaf, aku tidak sengaja."

"Tidak apa, sekarang pilihlah cincin pernikahan mana yang ingin kau beli. Setelah itu kita harus kembali ke rumah," ucap Louise tidak ingin berlama-lama bersama dengan Gisella.

"Baiklah," patuh Gisella.

Lalu mereka berdua keliling di dalam pameran tersebut, terlihat sepi karena memang pengunjungnya dibatasi oleh penyelenggara dan sudah pasti dari kalangan masyarakat berkantong tebal.

Tibalah mereka berhenti pada tempat dimana sebuah berlian sedang dijajakan begitu cantik dan indah bagi setiap mata memandang.

Kedua netra Gisella berbinar-binar, lalu tanpa bertanya lagi dia berkata dengan segera. "Aku ingin cincin berlian ini," ucapnya sambil menunjuk-nunjuk sebuah cincin emas putih bertahtahkan berlian besar pada tengahnya.

"Beli saja," ucap Louise kemudian mengambil black cardnya.

Gisella melonjak kegiranga, dia begitu senang sekali, karena sungguh tidak disangka jika Louise sama sekali tidak menolak keinginannya. "Terima kasih Louise," balasnya menggebu.

Louise hanya mengangguk seikhlasnya, kemudian menyerahkan kartu hitamnya itu kepada si karyawati untuk dibuatkan nota pembelian.

Dan selama menunggu proses pembelian, Louise meninggalkan Gisella sejenak. Selain ingin lepas dari gadis yang selalu saja bergelayut manja dilengannya, dia juga ingin melihat-melihat sejenak pergelaran tersebut.

Louise terpaku pada sebuah papan nama yang bertuliskan PT. Indo Berlian Perkasa, dimana ia tahu sejarah menyedihkan tentang keluarga si pemilik Perusahaan.

Dan kebetulan selama pergelaran, sang pemilik ternyata turut hadir demi meramaikan acara pamerannya.

"Silahkan masuk, semua perhiasan disini murni hasil buatan tangan saya. Jadi saya jamin, setiap model perhiasaan buatan saya ini tidak akan ada salinannya di seluruh dunia. Jadi bisa dibilang semua ini satu-satunya didunia," seru seorang kakek tua ikut menjajakan barang dagangannya.

Louise tersenyum, lalu mendekat kearah kakek tua tersebut. "Opa," sapanya hangat.

Opa Bernadi menoleh dan menagap lekat pria muda tampan yang baru saja memanggilnya. "Siapa ya?" tanyanya tidak ingat.

Louise terkekeh, salahnya sendiri menyebut seorang kakek lanjut usia dengan sebutan Opa seperti itu.

Terlebih mereka pernah bertemu saat Louise masih berusia 10 tahun, sudah pasti kakek tua itu tidak memgingat pria yang sedang berdiri dihadapannya.

"Opa Bernadi, aku Louise. Anak dari keluarga Horisson," jawab Louise membuka ingatan sang Kakek.

Opa Bernadi menatap Louise dari ujung kepala, hingga ke ujung kaki. Dia kemudian membulatkan bibirnya.

"Ooh, anaknya Horisson. Dulu kau masih kecil dan sekarang sudah besar dan tampan seperti ini. Pantas saja Opa tidak mengenalimu karena perubahan dirimu yang begitu sempurna," ucap Opa Bernadi terkekeh.

"Opa terlalu memujiku, aku senang sekali bisa melihat Opa dalam keadaan sehat dan baik-baik saja," ucap Louise bersyukur.

"Ya Opa harus selalu sehat, sampai Opa menemukan penerus yang mampu meneruskan perusahaan Indo Berlian ini," balas Opa Bernadi, ia berubah murung jika mengingat masalah penerus keluarganya.

Karena putra serta menantunya telah tiada sejak lama dan cucu cantik semata wayangnya itu menghilang entah kemana.

Louise merasa tidak enak hati, melihat perubahan mood Opa Bernadi yang terjun bebas. "Maaf Opa, aku tidak bermaksud menyinggung tentang keluargamu. Maafkan aku," ucapnya.

Opa Bernadi tersenyum dan menatap Louise. "Tidak apa Nak, jangan meminta maaf. Itu semua adalah takdir dari Tuhan, sudah menjadi jalan bagu keluarga Opa mengalami itu semua. Opa hanya berharap cucu perempuan Opa bisa ditemukan dan mengetahui keberadaannya sekarang ini," balasnya.

"Amin, ku doakan semoga cucumu bisa ditemukan dan dia dalam keadaan sehat bugar," ucap Louise menenangkan hati Opa Bernadi yang sedih.

"Terima kasih Louise, kau kesini dengan siapa? Apa dengan Horisson Daddy mu?" tanya Opa Bernadi.

"Aku datang bersama dengan seseorang," balas Louise.

"Lelaki atau perempuan?" selidik Opa Bernadi.

"Perempuan," balas Louise.

"Wah, apa dia istrimu?" tanya Opa lagi.

Louise menghela nafasnya. "Masih calon," ucapnya berat.

Opa Bernadi membulatkan bibirnya. "Ternyata kau belum menikah."

"Benar," jawab singkat Louise.

"Jadi kau datang kesini dengannya untuk mencari sesuatu?" tanya Opa Bernadi.

Louise mengangguk kecil. "Iya, kami sedang mencari cincin pernikahan."

"Kalau begitu cobalah lihat yang ini," ucap Opa Bernadi menarik lengan Louise agar ikut dan pria itu langsung terkesima dengan hasil karya buatan Opa Bernadi.

"Apa semua perhiasan ini adalah buatan tanganmu?" tanya Louise takjub.

Opa Bernadi mengangguk. "Iya, walau tidak semua. Tapi ada beberapa perhiasan yang Opa buatkan secara khusus untuk para pelanggan setia Opa," balasnya.

"Indah sekali," ucap Louise berbinar.

"Benar, ada satu lagi kalung yang indah selain ini." ucap Opa Bernadi kemudian kembali sedih.

"Kalung yang lain?" tanya Louise penasaran.

"Iya, kalung yang lain. Kalung yang kubuatkan secara khusus untuk cucuku yang baru saja lahir. Di depan kalung itu ada guratan nama cucuku dan dibelakangnya terukir kepala naga sedang mengigit sebuah berlian berkadar 5 carat."

"Tapi itu sudah lama sekali dan Opa tidak tahu masih dipegang oleh cucu Opa atau sudah hilang diambil oleh orang lain. Tapi selama Opa hiduo mencari kesemua toko, tidak ada satupun yang melihat kalung tersebut," balas Opa.

Louise terdiam cukup lama, mendengar kalung emas dan bernilai cukup tinggi mengingatkan dia akan sesuatu. Dimana perkataan pak Santos kala sedang menjelaskan kenapa Evelyn dipecat dari rumahnya.

Evelyn berusaha mencari uang untuk biaya berobat ibunya dan saya mengantarnya ke Cikini tuan, tapi apa daya kalung yang berharga jual tinggi membuat dia kesulitan menjualnya.

"Opa bolehkah kalau aku melihat contoh kalung milik cucumu itu?" tanya Louise penasaran.

Opa Bernadi tersenyum. "Aku tidak punya fotonya, tapi aku punya sketsa saat membuat kalung itu."

"Boleh kalau aku meminta sketsanya?" ucap Louise meminta.

Opa Bernadi menghela nafas panjang, kemudian menuruti keinginan Louise yang ingin meminta sketsa kalung cucunya yang hilang.

"Terima kasih Opa, aku hanya lihat sebentar. Nanti aku akan kembalikan," ucap Louise.

Opa Bernadi menggeleng. "Tidak perlu, ambil saja sketsa itu. Opa sudah tidak membutuhkannya," balasnya.

"Tapi, bagaimana kalau kau butuh sketsa ini untuk membuat ulang atau membuat salinannya?" tanya Louise.

Opa Bernadi tersenyum. "Semua perhiasan yang Opa buat hanya berjumlah satu buah didunia ini, jadi tidak mungkin ada dua orang yang memiliki kalung dengan motif sama dan mengenai sketsa itu, Opa hapal betul sampai ke detail kecil lainnya."

"Oh, baiklah. Kalau begitu bolehkah aku menyimpannya?" tanya Louise senang.

"Silahkan ambil saja," balas Opa Bernadi.

"Terima kasih," ucap Louise.

"Sama-sama," balas Opa.

...----------------...

Sementara itu di sebuah kamar di rumah pribadi Louise. Evelyn tengah mengamati kalung emas miliknya yang bernilai sangat tinggi.

Gadis itu menghembus nafasnya lembut. "Jika saja kalung ini bisa ku jual kemarin lalu. Mungkin ibuku masih bisa disembuhkan."

Evelyn menaruh kalung itu kembali ke tempat asalnya, dimana dia menaruhnya didalam sebuah kotak kecil di lemari terdalam.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

mudah mudahan evelin segera ketemu opa nya, 🥺

2023-04-10

1

Senajudifa

Senajudifa

lupa kufavoritkan nov😁😁

2023-03-10

1

Mommy Ghina

Mommy Ghina

kok Tuan Harisson lama banget belum pulang

2023-01-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!