Bab 14. Membawa pulang.

Keesokan paginya.

Louise masih setia menemani Evelyn yang masih menangis sesunggukkan sambil memeluk gundukan tanah dimana Ibu Angel disemayamkan.

Gadis itu tidak henti-hentinya menangis pilu, terlebih ketika prosesi jenazah ibu Angel mulai dimasukkan ke dalam liang lahat.

Louise menghela nafasnya panjang, sulit sekali rasanya meredakan kesedihan gadis itu. Sebab Evelyn kerap menangis histeris, tak mau ditinggalkan oleh ibu Angel dan ingin menyusul ibunya di tempat peristirahatan terakhir.

Hal tersebut membuat Louise terpaksa memelukinya dengan erat, agar tidak melakukan hal bodoh sepanjang malam di rumah sakit.

Louise kemudian berjongkok dan berusaha membujuk Evelyn agar mau ikut dengannya. Sesuai permintaan serta amanat terakhir dari ibu Angel sebelum wanita paruh baya menghembuskan nafas terakhirnya.

"Evelyn, sudahlah. Kau harus mengikhlaskan kepergian ibumu, karena kalau kau terus menangis seperti ini. Dia juga akan ikut bersedih," ucap Louise membujuk.

Evelyn menggeleng. "Tidak mau, tuan pergilah dari sini. Biarkan aku sendirian disini," tolaknya.

Louse meraup wajahnya kasar dan sudah tidak tahan lagi dengan tingkah Evelyn yang terus-terusan menolaknya untuk tidak menangis lagi.

Merasa kesabarannya semakin lama semakin menipis, Louise pun terpaksa memaksanya untuk ikut. Pria itu mencengkram pergelangan tangan Evelyn dan menariknya untuk bangun.

"Bangunlah!" titahnya.

"Kau menyakitiku tuan, lepaskan tanganku!" ringis Evelyn menarik lengannya.

"Diam! Sekarang tuan paman tidak ingin kau memberontak lagi atau menolak semua perintah tuan pamanmu ini!" sentak Louise.

Evelyn menghentak kasar tangannya agar terlepas. "Pergilah jangan ganggu aku, aku ingin bersama dengan ibu!" jawabnya menolak.

Louise menghembus nafasnya kasar dan berganti mencengkram kedua bahu gadis itu agar diam. "Jangan menolak lagi, menurutlah. Karena mau bagaimanapun juga, ibumu telah menitipkan dirimu kepada tuan paman. Jadi ikutlah dengan tuan pamanmu ini Evelyn, ucapnya.

Evelyn masih terisak, merasa kesal mengapa sang ibu malah menitipkan dirinya kepada anggota keluarga Horisson.

Karena ia sendiri tidak ingin nerhubungan lagi dengan keluarga itu, apalagi dengan nyonya besarnya. Sebab sifat angkuh dari wanita paruh baya itu yang tega mengusir dan memecatnya dikala sedang membutuhkan uang.

"Sudah jangan banyak berpikir sekarang ikutlah denganku," ucap Louise sambil menarik tangan Evelyn agar mau masuk ke dalam mobil dan ikut bersamanya pulang ke rumah.

...----------------...

Mansion Horisson.

Nyonya Grace begitu cemas, dia sampai mondar-mandir sendiri di dalam rumahnya karena memikirnya Louise yang belum pulang ke rumah. Dan yang lebih membuatnya panik adalah putranya itu tidak memberi kabar sama sekali padanya.

"Oh Louise, ada dimana kamu sekarang sayang. Kenapa sulit sekali menghubungimu," gumam Nyonya Grace begitu cemas.

Wanita paruh baya itu sampai menerjunkan orang-orang kepercayaannya, untuk mencari keberadaan Louise. Namun pria yang dicari tidak kunjung ditemukan dimana-mana tempat.

Nyonya Grace memijat pelipisnya yang berdenyut, karena nomor ponsel pak Santos juga tidak dapat dihubungi. Dia sampai marah besar dan membanting ponselnya itu, karena tidak ada satu orang pun dari sekian banyaknya ajudan yang tahu ada dimana putra tercintanya itu sekarang ini.

"Dasar kalian semua orang-orang pemalas! Saya tidak mau tahu, pokoknya cari tuan muda kalian sampai ketemu dan jangan pulang kesini sampai kalian berhasil menemukannya. Mengerti!" sentak nyonya besar rumah itu.

"Baik nyonya besar!" patuh para ajudannya.

Nyonya Grace merebahkan tubuhnya di atas sofa dan mendesaah kesal, akibat hilangnya Lpuise. Keluarga Gisella memarahi dirinya.

Kurang baik apa keluarga kami kepadamu nyonya Grace, kami selalu saja memaklumi putramu itu yang suka sekali mengulur-ngulur waktu penting demi alasan yang tidak jelas.

Jika bukan karena Gisella mencintai putramu itu, aku sudah pasti tidak akan melanjutkan hubungan ini. Karena bagaimanapun juga keluarga kami butuh kepastian!

Nyonya Grace membanting vas bunga yang berada di sampingnya hingga hancur berantakan, karena kesal dengan Louise yang tidak memberinya kabar apapun padanya.

"Apa yang membuat Louise mematikan ponselnya dan mengapa dia sampai tidak pulang ke rumah semalaman?" batin nyonya Grace bertanya-tanya.

Wanita paruh baya itu hanya bisa menghela nafas, sesekali mengurut kepalanya yang berdenyut. Sambil menunggu orang-orang kepercayaannya datang ke rumah dengan membawa kabar baik.

...----------------...

Sementara itu, Louise membawa Evelyn pulang ke rumah pribadinya. Karena dia tahu jika gadis itu tidak ingin tinggal lagi di rumah utama keluarga Horisson.

Dan setibanya di dalam rumah tersebut, Evelyn mengedarkan pandangannya ke sekeliling, menatap tempat asing bagi dirinya sendiri.

"Ini rumah tuan paman, walau tidak sebesar rumah tuan besar, tapi rumah ini cukup untuk menampung dirimu. Dan yang lebih penting, kau bebas melakukan apapun disini." Louise menjelaskan semua kebingungan Evelyn.

"Kenapa kau membawaku kesini tuan paman?" tanya Evelyn.

"Karena mulai sekarang, kau adalah tanggung jawab tuan paman. Ibumu meminta tuan paman untuk menjagamu dan tuan paman berjanji akan menjaga dan juga mengurusmu dengan baik," jawab Louise.

"Bagaimana jika nyonya besar tau kalau aku sekarang tinggal dirumahmu tuan, dia pasti akan mengusirku lagi. Bisa tidak kalau aku tidak tinggal disini," pinta Evelyn.

Louise menghela nafasnya. "Jangan takut, nyonya besar tidak akan tahu kalau kau sedang tinggal di rumahku ini. Karena dia tidak pernah datang ke rumah yang lebih kecil daripada rumahnya sendiri," balasnya meyakinkan.

Evelyn menatap pak Santos dan pria paruh baya itu mengangguk menyetujui.

"Terima saja permintaan dari tuan muda ya Evelyn, karena dia sedang menjalani amanat dari ibumu. Dan bapak berjanji tidak akan mengadu tentang hal ini kepada nyonya besar," ucap pak Santos.

Evelyn akhirnya terpaksa menyetujui keinginan Louise dan bertekad akan pergi dari rumah itu setelah dirinya dewasa nanti dan bisa hidup mandiri.

Louise tersenyum dan merasa lega karena telah berhasil menyanggupi permintaan terakhir mendiang ibu Angel. Yang memintanya untuk menjaga Evelyn.

"Kau pilih saja kamar mana yang kau suka, nanti akan ada dua orang yang menemanimu disini dan tuan paman juga akan meminta pak Santos agar mengunjungimu setiap hari," ucap Louise.

Evelyn mengangguk. "Baiklah, terima kasih."

"Bagus, sekarang tuan paman harus segera pulang ke rumah dan jika ada sesuatu yang penting beritahu tuan taman ya," balas Louise dan Evelyn mengangguk mengerti.

Louise tersenyum, kemudian memanggil pak Santos. "Pak Santos, selama aku masih sibuk dengan pekerjaan kantor. Kaulah yang ku tugaskan menjaganya sementara waktu dan sempatkan waktu berkunjung kesini juga untuk melihat kondisi Evelyn," titahnya

"Baik tuan muda," balas pak Santos.

Setelah masalah terpecahkan, Louise dan pak Santos pulang kembali ke rumah besar Horisson. Meninggalkan Evelyn sendirian yang tinggal di tempat asing.

"Jangan takut, nanti akan ada orang yang datang kesini untuk menemanimu. Mereka orang-orang baik dan juga orang kepercayaan tuan paman, dilemari pendingin ada beberapa makanan beku. Kau bisa memakannya setelah dihangatkan dan juga beberapa cemilan di dalam sana," ucap perhatian Louise.

Evelyn mengangguk. "Terima kasih," balasnya.

"Tuan Paman harus pergi dan besok akan kesini lagi bersama dengan pak Santos ya," ucap Louise.

"Baik tuan," patuh Evelyn.

Louise memerintahkan kepada security rumahnya itu secara diam-diam untuk menjaga Evelyn agar tidak kabur dari rumahnya. Karena pria itu tahu jika Evelyn masih berusaha melarikan diri darinya.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Siti Mujimah

Siti Mujimah

untung lh Louise punya pemikiran membawa Evelyn ke tempat nya ku pikir mo di bawa LG ke rumah besar nya..kan kasian Evelyn

2023-11-12

1

Yuli Fitria

Yuli Fitria

Baru mampir lagi Kak, maaf ya 🥰

2023-04-20

1

auliasiamatir

auliasiamatir

bertambah lah nanti kebencian nya pada Eveline

2023-03-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!