Bab 11. Mencari Evelyn.

Mansion Horisson.

Nyonya Grace menghela nafas lega, karena telah berhasil mengusir Evelyn dari rumahnya itu. "Akhirnya anak pembantu itu pergi juga dari rumah ini, karena kalau tidak, dia bisa saja menggoda putraku saat sudah dewasa nanti dan aku juga tidak mau dia merusak hubungan Louise dengan Gisella."

Nyonya Grace beranggapan jika Evelyn suatu saat nanti bisa saja menjadi wanita perusak rumah tangga putranya, terlebih gadis itu memiliki paras cantik yang akan semakin menawan jika ia sudah beranjak dewasa.

Dan ia tidak ingin hal itu sampai terjadi, karena yang ada didalam kamus hidupnya ialah, menantu keluarga Horisson haruslah wanita dari kalangan terhormat lagi terpandang, bukanlah dari kelas pembantu maupun kelas menengah kebawah lainnya.

"Lebih baik aku mencari pembantu lagi dan menunjuk kepala asisten rumah tangga baru untuk rumahku ini," gumamnya.

Lalu wanita paruh baya itu mengumpulkan semua maidnya dan mulai mengatur ulang kembali jabatan serta pekerjaan para pelayan pengurus rumahnya.

...***...

Tak berselang lama kemudian, Louise telah tiba di kediamannya. Pria tampan itu segera disambut oleh sang mommy tercinta, apalagi ketika mengetahui jika anaknya telah berhasil menjalankan beberapa bisnis mereka di luar kota selama beberapa hari yang lalu.

Nyonya Grace begitu senang sekali, hingga tidak ada henti-hentinya memuji keberhasilan Louise didepan semua orang.

"Selamat ya sayang, mommy dengar kamu telah berhasil menjalankan bisnis kita di luar kota kemarin. Jika Daddy mu tahu dia pasti sangat bangga kepadamu," ucap Nyonya Grace tersenyum puas penuh bangga.

Louise tersenyum. "Thank's Mom," balasnya singkat.

"Louise, pernikahanmu dengan Gisella sebentar lagi, kalian bahkan belum memilih cincin pernikahan. Segeralah sayang, kasihan Gisella. Dia sudah terlalu lama menunggumu," ucap nyonya Grace.

Louise mendesaah malas sekali jika membahas masalah pernikahannya dengan Gisella, si wanita membosankan. "Baiklah Mom, nanti malam aku akan mengajaknya ke toko emas," jawabnya tidak mau ambil pusing.

Nyonya Grace begitu senang. "Ah bagus sekali, Momny senang mendengarnya, Gisella juga pasti senang mendengar ini. Mommy sudah tidak sabar ingin melihat kalian menikah."

Louise memutar bola matanya malas, lalu pergi ke kamarnya tanpa banyak kata-kata lagi. Meninggalkan sang ibu yang sedang sibuk menelepon calon menantunya.

...***...

Sementara itu petugas keamanan mansion Horisson berlari menghampiri pak Santos untuk mengabari tentang Evelyn yang telah dipecat oleh nyonya besar belum lama tadi.

Pria paruh baya itu nampak terkejut sekali dan seketika itu pula dia menjadi panik bukan main. "Lalu ada dimana dia pak Maman?" tanya pak Santos gelisah.

Pak Maman hanya menggeleng. "Tidak tahu Santos, kasian sekali Evelyn. Dia diusir secara paksa, gara-gara melanggar peraturan rumah ini. Belum pernah saya melihat nyonya besar semarah itu kepada seseorang," jawabnya.

Pak Santos meraup wajahnya kasar, apa yang akan dia katakan kepada tuan besar Horisson nanti, kalau tahu Evelyn anak sedang dititipkan kepadanya itu telah menghilang.

"Gawat, tuan Horisson pasti marah besar padaku!" gumamnya cemas.

Tapi ia lebih merasa cemas lagi, ketika tidak tahu harus mencari kemana gadis itu berada sekarang. "Rumah sakit," pikir cepat Pak Santos.

Tanpa banyak bicara, pria paruh baya itu bergegas masuk ke dalam mobil. Namun saat ingin pergi mencari keberadaan Evelyn, Louise tiba-tiba menelepon dan meminta agar mengantarnya ke rumah Gisella untuk membeli cincin pernikahan.

Pak Santos menjadi serba salah, mau tidak mau dia harus menemani sang anak majikan untuk pergi ke rumah calon istrinya.

...***...

Sepanjang perjalanan menuju rumah Gisella, Louise memperhatikan pak Santos yang kurang berkonsentrasi dan terlihat gelisah.

"Pak Santos ada apa denganmu? Kau terlihat cemas sekali?" tanya Louise, ketika mendapati pandangan pak Santos menatap liar kemana-mana seperti mencari keberadaan seseorang.

"T-tidak ada tuan muda, saya hanya sedang memperhatikan jalan saja," jawabnya mencari alasan.

"Jalanan lurus kedepan tapi mengapa kau selalu menengok kearah yang lain dan itu mengapa matamu terlihat memerah seperti habis menangis?" tanya Louise penasaran.

Pak Santos mendadak sedih, terlebih saat mengingat kondisi Evelyn yang sedang membutuhkan bantuan dari seseorang sesegera mungkin.

Lalu, dengan berat hati pria paruh baya itu menceritakan segala sesuatu yang sedang menimpah Evelyn saat ini.

Mengenai ibunya yang sedang dirawat dirumah sakit dan membutuhkan biaya besar karena mengidap penyakit serius.

Kemudian tentang pinjaman uang yang tidak diberikan oleh nyonya besar dan pemecatan gadis itu karena pergi tanpa ijin ke suatu tempat demi menjual kalung emasnya.

"Sekarang saya sedang bingung tuan, kasihan anak itu. Dia sedang sendirian sekarang dan butuh pertolongan kita, tapi saya khawatir karena tidak tahu ada dimana dia sekarang," lirih pak Santos menjelaskan semua itu dengan terisak-isak.

Louise lantas merasakan sesak di dalam dadanya, saat mengetahui kebenaran yang ada jika Evelyn sedang mengalami kesusahan besar.

Tapi yang membuat dia merasa sakit hati adalah, kenapa ia tidak bisa membantu gadis remaja itu disaat membutuhkan. "Kenapa kalian tidak memberitahu masalah ini padaku?" tanyanya geram.

"Bagaimana saya bisa memberitahu anda tuan muda, saya juga baru tahu Evelyn dipecat tadi dari pak Maman security kita, saat kembali dari bandara menjemput tuan," balas Pak Santos, dia terpaksa menepi terlebih dahulu agar bisa bercerita.

"Lalu, kenapa tidak ada yang memberitahuku jika ibu Angel sakit keras mereka sedang membutuhkan biaya?" tanya Louise gemas.

"Evelyn sudah pernah meminjam uang kepada nyonya besar, tapi sudah habis dan saat tahu ibu Angel terkena leukimia dan ingin meminjam uang lagi kepada nyonya besar."

"Tapi nyonya besar tidak memberikannya, jadi terpaksa dia pergi untuk mencari biaya alternatif. Karena dia tahu anda pasti tidak akan memberikan pinjaman uang seperti nyonya besar, mengingat jumlahnya yang sangat besar. Tapi siapa sangka perbuatannya itu malah berujung pemecatan," isak pak Santos.

Louise mendengus kesal. "Kenapa dia tidak memberitahuku," gumamnya.

Kemudian Louise mengingat kejadian kemarin, saat melihat mata Evelyn yang memerah bukanlah terkena debu melainkan memang sedang menangis.

"Pak Santos, putar balik mobil ini. Kita harus pergi ke rumah sakit sekarang!" titahnya segera.

"T-tapi tuan Louise, bagaimana dengan non Gisella?" tanya pak Santos.

"Biarkan saja, pergi dengannya bisa di lain hari. Cepatlah pak Santos, anak itu pasti sedang kebingungan sekarang," ucap Louise.

Pak Santos mengangguk cepat, lalu memutar balik kemudi mobil. Ada kelegaan hati disaat tuan mudanya masih memiliki hati kasihan terhadap Evelyn yang hanya seorang anak pembantu.

...***...

Setibanya di rumah sakit, Louise segera bertanya mengenai kamar ibu Angel yang sedang dirawat inap. Tapi sayang, kedatangannya tidak membuahkan hasil.

Karena ibu Angel telah keluar dari rumah sakit, karena tidak sanggup membayar biaya pengobatan lanjutan.

"Maaf tuan, tapi pasien yang anda bilang ini sudah keluar dari rumah sakit setengah jam yang lalu," ucap seorang suster.

"Baiklah kalau begitu, terima kasih sus," balas Louise.

"Sama-sama."

"Tuan sekarang bagaimana?" tanya pak Santos menunggu perintah.

Louise mendesahh kesal dan menyugar rambutnya kebelakang. "Pak Santos, apa kau tahu rumah ibu Angel?" tanyanya.

Pak Santos mengangguk cepat. "Saya tahu tuan, saya pernah ke rumah ibu Angel sekali saat melayat suaminya yang meninggal," jawabnya.

"Ya sudah, ayo kita kesana!" titah tegas Louise.

"B-baik tuan!" jawab pak Santos, kemudian bergegas mengambil mobilnya diparkiran rumah sakit.

Louise meraup wajahnya kasar, merasa kesal sekali dengan sikap sang mommy yang begitu tega memecat dan mengusir Evelyn yang jelas-jelas sedang membutuhkan pertolongan.

"Mommy, kenapa kau tega sekali berlaku seperti itu padanya!" decak kesal Louise sendirian dan bertekad untuk mencari gadis remaja itu bagaimanapun caranya.

.

.

Bersambung.

...----------------...

Next \=\=>> Louise akan bertemu Evelyn di rumah kontrakannya. Disaat itu terjadi, kondisi ibu angel tiba-tiba drop dan berubah kritis.

Namun disaat-saat terakhir sisa hidupnya, ia menyempatkan berbicara pada louise dan menitipkannya sesuatu.

Apakah yang akan ibu angel katakan pada louise?

Jawaban itu ada dibab selanjutnya.

Maaf jika masih jarang up, karena sedang sibuk di minggu-minggu ini.

Terima kasih atas pengertiannya.

Terpopuler

Comments

Naraa 🌻

Naraa 🌻

ini mommy nya kejam bgt beneran ibu kandungnya Louise ga sih? tega bgt

2023-09-29

3

auliasiamatir

auliasiamatir

makin menarik, lanjut baca ..

2023-03-04

1

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Makin Seru Kk
Ry Benci Pakpol Mampir

2023-02-12

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!