Bab 15. Kak Selvi dan Mika.

Setelah Louise pergi dari rumahnya itu, Evelyn mencoba untuk membiasakan diri tinggal didalam rumah besar milik tuan pamannya.

Gadis itu menatap ke sekeliling rumah tersebut dan mulai memilih kamar untuk dia tempati.

Evelyn memilih sebuah kamar yang terletak dilantai bawah sudut rumah besar itu, ukurannya tidak terlalu besar dan ternyata kamar tersebut adalah kamar pembantu.

"Aku hanyalah seorang anak pembantu dan tidak mungkin menempati kamar lain selain kamar ini," ucapnya pasti.

Lalu gadis itu masuk ke dalam kamar tersebut dan mulai merapihkan segala sesuatu yang ada didalamnya.

Kemudian membersihkan dan menatanya senyaman mungkin, serta menyibukkan diri mengurus rumah itu agar tidak terlalu ingat dengan sang ibu yang baru saja selesai dimakamkan.

...***...

Tak berselang lama kemudian, rumah itu kedatangan dua orang wanita dewasa yang ternyata memang ditugaskan oleh Louise untuk menemani dan menjaga Evelyn disana.

Mereka berpenampilan menarik dan memandangi Evelyn begitu lekat dari atas kepala hingga ujung kaki.

"Pasti kamu Evelyn ya?" ucap salah satu dari mereka yang bernama Selvi.

"Iya saya Evelyn," jawab Evelyn tanpa melepaskan pandangannya.

"Kenalin, aku Selvi dan ini adalah Mika." Selvi memperkenalkan diri dan juga rekannya.

"Panggil saja kak Selvi dan kak Mika ya," ucap Mika menimpali.

Evelyn mengangguk. "Baik kak Selvi, kak Mika," jawabnya.

"Jangan takut, kakak disini bertugas menemanimu. Anggap saja seperti saudara sendiri, karena kita akan bekerja di rumah ini sebagai pengurus rumah tuan muda Louise," ucap Selvi menjelaskan kedatangannya.

"Yang dikatakan oleh Selvi benar, kita disini sama sepertimu dari orang kalangan biasa. Jadi jangan terlalu membungkuk seperti itu," ucap Mika membenarkan posisi Evelyn agar berdiri tegak.

"T-terima kasih," ucap Evelyn.

"Sama-sama, rumah ini sudah lama terbengkalai, bagaimana kalau kita mulai saja membereskannya," ucap Selvi mengetuai.

"Tunggu, bagaimana kalian tahu tentang rumah ini?" tanya Evelyn.

"Kami berdua pernah bekerja menjaga rumah ini selama satu tahun, tapi sempat berhenti karena nyonya besar tidak menyukai kami," balas Selvi.

"Kenapa?" tanya Evelyn.

"Entah, mungkin karena kami berdua terlalu cantik. Jadi takut putranya tertarik sama orang dari kalangan miskin seperti kita ini," gurau Mika terkekeh.

"Jangan dengarkan dia, kami memang pernah kerja disini. Cuma hanya sementara waktu dan alasannya adalah tuan muda berniat menjual rumah ini karena tidak pernah dipakai olehnya," balas Selvi meralat perkataan Mika.

Evelyn mengangguk kecil, tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh kedua kakak-kakak seperjuangannya itu. Karena yang terpenting baginya sekarang adalah, ia ingin tinggal disini dengan damai dan aman.

...----------------...

Mansion Horisson.

Louise telah tiba dikediamannya dan begitu ia masuk. Nyonya Grace langsung menginterogasi dirinya karena menghilang semalaman.

"Louise, katakan pada Mommy dari mana saja kau kemarin hem. Dan kenapa ponselmu itu tidak bisa dihubungi, kau juga tidak pergi ke rumah Gisella. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nyonya Grace penasaran.

"Maaf Mom, ponselku habis baterai. Kemarin aku pergi ke rumah pribadiku yang berada di kawasan puncak, karena mendadak ada tamu yang ingin menyewa tempat itu," balas Louise mengarang cerita.

Nyonya Grace mendesaah kesal. "Rumahmu yang mana? Apa rumahmu yang berada di tengah-tengah kampung itu, dimana kau mempekerjakan dayang-dayang murahanmu yang selalu berkeliaran dirumahmu itu."

"Dayang-dayang murahan? Selvi dan Mika? Mereka adalah orang-orangku yang sangat bisa diandalkan," jawab Louise.

"Orang-orangmu yang bisa diandalkan? Cih! Mommy memandang mereka tidak lebih dari sekumpulan wanita penggoda. Louise sadarlah akan posisimu, kita ini dari keluarga terhormat. Jangan pernah banyak berinteraksi dengan orang-orang kampung seperti mereka itu atau kau akan menyesal nantinya," tutur nyonya Grace menjelaskan keberatannya.

Louise menghembus nafasnya kasar. "Terserah Mommy saja, karena aku sedang lelah dan tidak ingin berdebat denganmu hari ini," ucap pria itu kemudian berjalan pergi.

"Louise, Mommy belum selesai bicara denganmu! Bagaimana kau bisa pergi begitu saja tanpa mendengar semua perkataan Mommy!" sentak nyonya Grace.

Louise menghentikan langkahnya. "Untuk apa lagi aku mendengar perkataan mommy? Mommy selalu saja merasa benar, jadi lebih baik aku diam dan pergi saja!" jawabnya dengan sedikit nada kesal.

"Louise!" pekik nyonya Grace namun Louise tetap melanjutkan melangkah.

"Louise, jangan lupakan hubunganmu dengan Gisella. Karena wanita itu akan menjadi istrimu nanti, mommy tidak mau tahu, pokoknya kau harus bertemu dan mengajak Gisell berkencan malam ini juga!" pekik nyonya Grace.

Louise membanting pintu kamarnya kasar dan meraup wajahnya, sesekali mengumpat karena sang ibu yang selalu saja mendesaknya untuk berhubungan dengan seorang wanita.

Pria itu menghempaskan tubuhnya ke atas pembaringan, lalu teringat akan sesuatu. Kemudian ia segera merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Hallo Selvi," sapa Louise melalui ponselnya.

"Halo tuan," jawab Selvi.

"Bagaimana dengan Evelyn, apa dia baik-baik saja?" tanya Louise.

"Dia baik-baik saja dan sudah mau bicara," balas Selvi.

"Syukurlah kalau begitu, tolong jaga dia. Pastikan gadis itu tidak kekurangan sesuatu," ucap Louise.

"Baik tuan itu sudah pasti," patuh Selvi.

"Besok akan ada kedatangan paket, isinya adalah baju-baju baru dan juga perlengkapan pribadi untuk Evelyn. Besok kau berikan langsung padanya," ucap Louise memberi tahu.

"Baik tuan," patuh Selvi lagi.

"Ya sudah, belikan dia makanan yang bergizi serta susu. Jika ada waktu tolong ajari dia untuk belajar beberapa pelajaran sekolah dan ajaklah gadis itu berkeliling desa untuk menyegarkan pikirannya," ucap Louise meminta.

"Siap tuan, semua perintahmu akan segera dilaksanakan."

Louise mematikan ponselnya itu, kemudian memejamkan kedua matanya dan membayangkan kejadian tadi malam.

Sungguh peristiwa yang tidak dapat dia lupakan seumur hidup, dimana banyak kejadian yang belum pernah dia jumpai selama ini.

Tentang perginya ibu Angel, tentang wasiat terakhirnya untuk menjaga Evelyn, serta menyembunyikannya dari nyonya Grace didalam rumah pribadinya.

...***...

Malam harinya.

Gisella datang ke rumah Horisson untuk bertemu dengan Louise dan mengajaknya pergi, namun yang diajak malah cuek bebek tak menanggapi ajakan tersebut.

Hingga nyonya Grace merasa tidak enak hati, akibat ulah putranya yang acuh terhadap calon menantunya.

"Gisella, apa kamu sudah makan malam?" tanya nyonya Grace.

"Belum tante," jawab Gisella.

"Ah bagus kalau begitu, bagaimana kalau kita makan malam bersama. Lalu setelah itu kau dan Louise boleh pergi berdua," ucap nyonya Grace.

Louise menghela nafasnya panjang dan hanya bisa menyanggupi keinginan ibunya itu daripada harus berdebat panjang yang berujung pada pertengkaran hebat.

"Baiklah," jawab Louise dan disambut senyuman oleh Gisella.

Mereka bertiga pun lalu duduk di meja makan dan memulai ritual makan malam bersama. Tidak banyak kata yang terucap, namun sanggup membuat kesal hati Louise jika ada kaitannya dengan pernikahan.

"Gisella, setelah makan malam ajaklah Louise untuk mencari cincin pernikahan kalian. Tante dengar di salah satu Mall besar dekat sini ada pergelaran berlian dari berbagai macam negara."

"Tante ingin kalian memilih cincin berlian yang bagus dan masalah biaya jangan terlalu dipusingkan, karena yang menyangkut tentang kebutuhan menantu Horisson semuanya itu sudah pasti ditanggung alias gratis," ujar nyonya Grace membanggakan dirinya.

"Wah terima kasih tante," balas Gisella antusias.

"Nah Louise, selain membeli cincin pernikahan. Kau juga harus mengajak Gisella jalan-jalan untuk mengeratkan hubungan kalian," ucap nyonya Grace sambil menatap Louise yang hanya mengaduk-aduk makanan di piringnya.

"Hem," jawab Louise malas.

"Baguslah, kalau kau setuju dan setelah makan malam ini selesai, kalian berangkat dan bersenang-senanglah disana," ucap nyonya Grace.

Gisella tersenyum. "Baik Tante," jawabnya semangat.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

hadehhh orkay songong

2023-03-12

0

Senajudifa

Senajudifa

ni gisela jg ngga nangkep kh kalo louise ngga suka sm dia

2023-03-10

1

Mommy Ghina

Mommy Ghina

gemes sama Nyonya Grace

2023-01-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!