Setelah Louise pergi dari rumahnya itu, Evelyn mencoba untuk membiasakan diri tinggal didalam rumah besar milik tuan pamannya.
Gadis itu menatap ke sekeliling rumah tersebut dan mulai memilih kamar untuk dia tempati.
Evelyn memilih sebuah kamar yang terletak dilantai bawah sudut rumah besar itu, ukurannya tidak terlalu besar dan ternyata kamar tersebut adalah kamar pembantu.
"Aku hanyalah seorang anak pembantu dan tidak mungkin menempati kamar lain selain kamar ini," ucapnya pasti.
Lalu gadis itu masuk ke dalam kamar tersebut dan mulai merapihkan segala sesuatu yang ada didalamnya.
Kemudian membersihkan dan menatanya senyaman mungkin, serta menyibukkan diri mengurus rumah itu agar tidak terlalu ingat dengan sang ibu yang baru saja selesai dimakamkan.
...***...
Tak berselang lama kemudian, rumah itu kedatangan dua orang wanita dewasa yang ternyata memang ditugaskan oleh Louise untuk menemani dan menjaga Evelyn disana.
Mereka berpenampilan menarik dan memandangi Evelyn begitu lekat dari atas kepala hingga ujung kaki.
"Pasti kamu Evelyn ya?" ucap salah satu dari mereka yang bernama Selvi.
"Iya saya Evelyn," jawab Evelyn tanpa melepaskan pandangannya.
"Kenalin, aku Selvi dan ini adalah Mika." Selvi memperkenalkan diri dan juga rekannya.
"Panggil saja kak Selvi dan kak Mika ya," ucap Mika menimpali.
Evelyn mengangguk. "Baik kak Selvi, kak Mika," jawabnya.
"Jangan takut, kakak disini bertugas menemanimu. Anggap saja seperti saudara sendiri, karena kita akan bekerja di rumah ini sebagai pengurus rumah tuan muda Louise," ucap Selvi menjelaskan kedatangannya.
"Yang dikatakan oleh Selvi benar, kita disini sama sepertimu dari orang kalangan biasa. Jadi jangan terlalu membungkuk seperti itu," ucap Mika membenarkan posisi Evelyn agar berdiri tegak.
"T-terima kasih," ucap Evelyn.
"Sama-sama, rumah ini sudah lama terbengkalai, bagaimana kalau kita mulai saja membereskannya," ucap Selvi mengetuai.
"Tunggu, bagaimana kalian tahu tentang rumah ini?" tanya Evelyn.
"Kami berdua pernah bekerja menjaga rumah ini selama satu tahun, tapi sempat berhenti karena nyonya besar tidak menyukai kami," balas Selvi.
"Kenapa?" tanya Evelyn.
"Entah, mungkin karena kami berdua terlalu cantik. Jadi takut putranya tertarik sama orang dari kalangan miskin seperti kita ini," gurau Mika terkekeh.
"Jangan dengarkan dia, kami memang pernah kerja disini. Cuma hanya sementara waktu dan alasannya adalah tuan muda berniat menjual rumah ini karena tidak pernah dipakai olehnya," balas Selvi meralat perkataan Mika.
Evelyn mengangguk kecil, tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh kedua kakak-kakak seperjuangannya itu. Karena yang terpenting baginya sekarang adalah, ia ingin tinggal disini dengan damai dan aman.
...----------------...
Mansion Horisson.
Louise telah tiba dikediamannya dan begitu ia masuk. Nyonya Grace langsung menginterogasi dirinya karena menghilang semalaman.
"Louise, katakan pada Mommy dari mana saja kau kemarin hem. Dan kenapa ponselmu itu tidak bisa dihubungi, kau juga tidak pergi ke rumah Gisella. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nyonya Grace penasaran.
"Maaf Mom, ponselku habis baterai. Kemarin aku pergi ke rumah pribadiku yang berada di kawasan puncak, karena mendadak ada tamu yang ingin menyewa tempat itu," balas Louise mengarang cerita.
Nyonya Grace mendesaah kesal. "Rumahmu yang mana? Apa rumahmu yang berada di tengah-tengah kampung itu, dimana kau mempekerjakan dayang-dayang murahanmu yang selalu berkeliaran dirumahmu itu."
"Dayang-dayang murahan? Selvi dan Mika? Mereka adalah orang-orangku yang sangat bisa diandalkan," jawab Louise.
"Orang-orangmu yang bisa diandalkan? Cih! Mommy memandang mereka tidak lebih dari sekumpulan wanita penggoda. Louise sadarlah akan posisimu, kita ini dari keluarga terhormat. Jangan pernah banyak berinteraksi dengan orang-orang kampung seperti mereka itu atau kau akan menyesal nantinya," tutur nyonya Grace menjelaskan keberatannya.
Louise menghembus nafasnya kasar. "Terserah Mommy saja, karena aku sedang lelah dan tidak ingin berdebat denganmu hari ini," ucap pria itu kemudian berjalan pergi.
"Louise, Mommy belum selesai bicara denganmu! Bagaimana kau bisa pergi begitu saja tanpa mendengar semua perkataan Mommy!" sentak nyonya Grace.
Louise menghentikan langkahnya. "Untuk apa lagi aku mendengar perkataan mommy? Mommy selalu saja merasa benar, jadi lebih baik aku diam dan pergi saja!" jawabnya dengan sedikit nada kesal.
"Louise!" pekik nyonya Grace namun Louise tetap melanjutkan melangkah.
"Louise, jangan lupakan hubunganmu dengan Gisella. Karena wanita itu akan menjadi istrimu nanti, mommy tidak mau tahu, pokoknya kau harus bertemu dan mengajak Gisell berkencan malam ini juga!" pekik nyonya Grace.
Louise membanting pintu kamarnya kasar dan meraup wajahnya, sesekali mengumpat karena sang ibu yang selalu saja mendesaknya untuk berhubungan dengan seorang wanita.
Pria itu menghempaskan tubuhnya ke atas pembaringan, lalu teringat akan sesuatu. Kemudian ia segera merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Hallo Selvi," sapa Louise melalui ponselnya.
"Halo tuan," jawab Selvi.
"Bagaimana dengan Evelyn, apa dia baik-baik saja?" tanya Louise.
"Dia baik-baik saja dan sudah mau bicara," balas Selvi.
"Syukurlah kalau begitu, tolong jaga dia. Pastikan gadis itu tidak kekurangan sesuatu," ucap Louise.
"Baik tuan itu sudah pasti," patuh Selvi.
"Besok akan ada kedatangan paket, isinya adalah baju-baju baru dan juga perlengkapan pribadi untuk Evelyn. Besok kau berikan langsung padanya," ucap Louise memberi tahu.
"Baik tuan," patuh Selvi lagi.
"Ya sudah, belikan dia makanan yang bergizi serta susu. Jika ada waktu tolong ajari dia untuk belajar beberapa pelajaran sekolah dan ajaklah gadis itu berkeliling desa untuk menyegarkan pikirannya," ucap Louise meminta.
"Siap tuan, semua perintahmu akan segera dilaksanakan."
Louise mematikan ponselnya itu, kemudian memejamkan kedua matanya dan membayangkan kejadian tadi malam.
Sungguh peristiwa yang tidak dapat dia lupakan seumur hidup, dimana banyak kejadian yang belum pernah dia jumpai selama ini.
Tentang perginya ibu Angel, tentang wasiat terakhirnya untuk menjaga Evelyn, serta menyembunyikannya dari nyonya Grace didalam rumah pribadinya.
...***...
Malam harinya.
Gisella datang ke rumah Horisson untuk bertemu dengan Louise dan mengajaknya pergi, namun yang diajak malah cuek bebek tak menanggapi ajakan tersebut.
Hingga nyonya Grace merasa tidak enak hati, akibat ulah putranya yang acuh terhadap calon menantunya.
"Gisella, apa kamu sudah makan malam?" tanya nyonya Grace.
"Belum tante," jawab Gisella.
"Ah bagus kalau begitu, bagaimana kalau kita makan malam bersama. Lalu setelah itu kau dan Louise boleh pergi berdua," ucap nyonya Grace.
Louise menghela nafasnya panjang dan hanya bisa menyanggupi keinginan ibunya itu daripada harus berdebat panjang yang berujung pada pertengkaran hebat.
"Baiklah," jawab Louise dan disambut senyuman oleh Gisella.
Mereka bertiga pun lalu duduk di meja makan dan memulai ritual makan malam bersama. Tidak banyak kata yang terucap, namun sanggup membuat kesal hati Louise jika ada kaitannya dengan pernikahan.
"Gisella, setelah makan malam ajaklah Louise untuk mencari cincin pernikahan kalian. Tante dengar di salah satu Mall besar dekat sini ada pergelaran berlian dari berbagai macam negara."
"Tante ingin kalian memilih cincin berlian yang bagus dan masalah biaya jangan terlalu dipusingkan, karena yang menyangkut tentang kebutuhan menantu Horisson semuanya itu sudah pasti ditanggung alias gratis," ujar nyonya Grace membanggakan dirinya.
"Wah terima kasih tante," balas Gisella antusias.
"Nah Louise, selain membeli cincin pernikahan. Kau juga harus mengajak Gisella jalan-jalan untuk mengeratkan hubungan kalian," ucap nyonya Grace sambil menatap Louise yang hanya mengaduk-aduk makanan di piringnya.
"Hem," jawab Louise malas.
"Baguslah, kalau kau setuju dan setelah makan malam ini selesai, kalian berangkat dan bersenang-senanglah disana," ucap nyonya Grace.
Gisella tersenyum. "Baik Tante," jawabnya semangat.
.
.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
auliasiamatir
hadehhh orkay songong
2023-03-12
0
Senajudifa
ni gisela jg ngga nangkep kh kalo louise ngga suka sm dia
2023-03-10
1
Mommy Ghina
gemes sama Nyonya Grace
2023-01-25
1