Bab 6. Menerka.

Evelyn begitu serius mencuci tangan, hingga tidak menyadari, jika ada seseorang yang telah berdiri tepat dibelakangnya.

"Evelyn ..." sapa lembut Louise dibelakang daun telinga gadis itu, hingga sukses membuat dirinya terjingkrak karena kaget.

"Akh!" pekiknya terkejut.

Evelyn segera memutar badan dan menatap siapa pria yang telah mengejutkan dirinya itu. "T-tuan muda," ucapnya terbata. Dengan kedua netra yang telah membola sempurna.

Louise terkekeh. "Akhirnya kau tertangkap juga, hari ini aku tidak akan membiarkanmu lolos lagi."

Evelyn berusaha menelan ludahnya yang tercekat, sambil meremas pinggiran wastafel kala tuan mudanya itu semakin mendesak tubuhnya hingga berhimpitan.

"T-tuan, apa kabar? Tolong jangan seperti ini, nanti kita bisa dimarahi oleh nyonya besar." Evelyn mendorong Louise agar menjauh darinya.

"Kabarku baik, Evelyn jangan menghindariku terus. Apa kau tidak kangen dengan tuan pamanmu ini hem?" tanya Louise menatapi Evelyn begitu lekatnya.

Evelyn menundukkan kepalanya. "Tuan, aku harus menjalankan perintah nyonya besar dan tidak boleh berinteraksi dengan keluarga ini termasuk dengan anda. Maafkan aku jika menyinggungmu, tapi jangan samakan diriku yang pernah bermain denganmu seperti saat berusia 10 tahun lagi."

"Aku sudah cukup besar dan mengerti tanggung jawab dan juga tugasku disini, jadi ku mohon sekali lagi untuk tidak mencariku atau hanya ingin sekedar bertemu denganku dan berbincang. Tuan," ucap Evelyn kemudian menjauh.

"Kenapa aku tidak boleh bertemu denganmu?" tanya Louise menahan gadis remaja itu agar tidak pergi darinya.

"Tuan muda, kau adalah majikanku. Secara diriku ini hanyalah seorang pelayan rendahan dan tidak pantas berbicara dengan anda apalagi saling berdekatan seperti ini. Jadi tolong mengertilah," balas Evelyn.

Kemudian gadis itu pun undur diri dan meninggalkan Louise yang masih menatapnya hingga menghilang di kejauhan.

Louise berdecih dan menyugar rambutnya kasar. "Ck! Majikan dan pembantu, menurutku itu tidak ada bedanya. Karena bagiku yang berbeda diantara kita adalah kau seorang wanita dan aku adalah pria," ucap pria itu menurut sudut pandangnya.

...----------------...

Perusahaan Horisson.

Louise dipercaya memimpin sebuah rapat besar hari ini, dikarenakan selain perusahaan besar itu akan diwarisi kepada dirinya. Tuan Horisson juga ingin menunjukkan kepada klien serta para tamu undangannya, jika Louise sangatlah pantas memimpin perusahaan itu dikemudian hari menggantikan dirinya kelak.

Suara tepuk tangan bergemuruh mengisi ruangan tersebut, dimana saat Louise telah selesai menyampaikan presentasi perusahaannya dihadapan khalayak ramai.

"Selamat Louise kau telah berhasil memberikan ide luar biasamu itu untuk perusahaan kita!" seru tuan Horisson memberi pujian untuk putranya.

"Terima kasih Daddy," balas Louise dengan senyuman menawannya.

"Putramu luar biasa Horisson, wanita yang akan menjadi pendampingnya dimasa depan, pastilah sungguh amat beruntung," ucap salah satu klien Tuan Horisson.

"Anda bisa saja memujinya Drew," balas Tuan Horisson menepuk pundak kawannya.

"Andaikan saja kawan kita masih ada, mungkin dia sedang berdiri juga disini. Sayang sekali umurnya begitu pendek," ucap Tuan Drew mengingat mendiang sahabatnya.

"Kau benar Drew, andaikan saja Anthoni dan keluarganya masih hidup. Mungkin dia lah yang sekarang memimpin rapat besar ini," ucap Tuan Horisson merasa iba.

"Tapi dari desas desus yang ku dengar, putri Anthoni masih belum ketemu sampai sekarang. Entah anaknya itu masih hidup atau tidak, kita tidak tahu kondisinya sekarang jika masih hidup." balas Tuan Drew.

Tuan Horisson lantas teringat Evelyn di rumah dan memilih untuk menutup mulutnya, hal tersebut ia lakukan mengingat bahwa selama dirinya belum mengetahui siapa orang jahat yang tega menghancurkan keluarga gadis itu.

Dan memastikan jika Evelyn masih belum benar-benar aman, maka selama itu pula dia tidak akan memberi tahu siapapun tentang keberadaan anak sahabatnya.

"Ya kau benar, kalau dia masih hidup aku yakin gadis itu telah berusia 16 tahun," ucap Tuan Horisson.

"Benar, setahuku anak Anthoni adalah perempuan dan berusia 16 tahun jika bayi mereka benar-benar masih hidup. Anaknya itu pastilah cantik seperti ibunya," ucap Tuan Drew membenarkan hal tersebut.

Louise senantiasa mendengarkan hal tersebut, entah mengapa pembicaraan membosankan kedua orang tua itu berhasil mengundang perhatiannya.

Louise pun memutar otaknya dan ada perkataan yang mengganjal hati serta pikiran pria itu, dimana kata-kata seorang bayi perempuan belum ditemukan dan sekarang gadis itu berusia 16 tahun jika masih hidup.

"Kalau benar-benar masih hidup, lalu ada dimana dia berada?" batin pria tampan itu bertanya-tanya.

Lalu, ada selintas satu nama di dalam benak Louise. "Evelyn!" batinnya menerka.

"Dia ditemukan saat bayi, dia seorang perempuan dan berusia 16 tahun sekarang. Itu tidak menutup kemungkinan jika si gadis cantik dirumahku itu adalah bayi yang belum ditemukan," batin Louise seperti detektiv.

"Tapi tidak juga, kasus seperti ini banyak ditemukan. Dari banyaknya bayi terlantar, aku tidak bisa menafsirkan begitu saja," batin pria itu kembali.

Louise mendesaah kecil dan menyita perhatian seorang pria yang akan menjadi mertuanya nanti. "Louise mengapa kau terlihat pusing seperti itu?" tanya Tuan Anderson mendekati Louise.

"Oh Paman, tidak ada apa-apa hanya sedang memikirkan pekerjaan," jawab Louise.

"Kau pria pekerja keras, terkadang kita harus meluangkan waktu dengan bersenang-senang. Gisella ada waktu senggang malam ini, bagaimana kalau kau mengajak dia jalan-jalan dan buat hatinya senang," ucap Tuan Anderson.

Louise tersenyum. "Paman, aku tidak tahu cara menyenangkan hati wanita. Bagaimana dia bisa senang saat aku mengajaknya jalan-jalan," balasnya malas sekali.

"Tidak apa, cobalah dulu mengajaknya pergi. Dia sangat mencintaimu, sudah pasti akan senang walau tidak melakukan apapun asal bersama dengan dirimu," balas Tuan Anderson.

Louise menghela nafas pelan agar tidak terdengar, lalu tersenyum tipis. "Baiklah Paman, aku akan mengajak dia jalan-jalan nanti malam," balasnya.

Tuan Anderson merasa senang, kemudian pergi menghampiri Tuan Horisson dan juga teman-temannya disana.

Sedangkan Louise merasa kesal, karena selama bersama dengan Gisella enam tahun belakangan ini. Pria itu sudah merasa bosan dengan sikap Gisella yang terlalu formal dan kaku.

...----------------...

Malam harinya.

Evelyn merapihkan beberapa baju-baju bersih yang telah di cuci sebelumnya di dalam ruangan Laundry. Wanita itu benar-benar menghabiskan waktunya dengan bekerja dan bekerja, hingga tidak sadar jika dibelakangnya sudah ada seseorang yang masuk.

"Evelyn," sapa Ibu Angel.

Evelyn menoleh dan tersenyum. "Iya Ibu, ada apa?" tanyanya.

"Ini sudah malam, kau masih sibuk merapihkan baju. Istirahatlah, biar pelayan lain yang mengurusnya. Lagipula kau belum makan bukan?" tanya Ibu Angel mencegah Evelyn merapihkan baju-baju lain.

"Sebentar lagi kerjaan ini selesai Bu, Ibu duluan saja ke kamar dan istirahatlah." Evelyn enggan meninggalkan tugasnya.

"Ya sudah, setelah pekerjaan ini selesai jangan lupa makan dulu. Setelah itu istirahatlah," balas Ibu Angel kemudian keluar dari ruang laundry.

Evelyn menarik nafasnya dalam-dalam, raganya memang sudah sangat lelah. Namun apalah daya setelah melihat kondisi sang ibu angkat yang kurang baik akhir-akhir ini, membuat gadis itu mengambil semua pekerjaan ibunya.

Agar wanita paruh baya baik hati, yang sudah sudi mengurusnya hingga remaja itu, bisa beristirahat hingga sembuh total.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

semangat evelin

2023-02-24

1

Mommy Ghina

Mommy Ghina

jadi Tuan Harisson tahu jati diri Evelyn??? kalau Evelyn anak temannya?

2023-01-07

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!