Bab 8. Harga sebuah kalung.

Keesokan paginya.

Mansion Horisson.

Evelyn pulang ke rumah majikannya dalam kondisi sedih, dia tidak tahu harus bagaimana ketika mengetahui kisaran biaya yang harus ia keluarkan saat ibunya dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

"Aku harus mencari uang kemana, gajiku saja sudah habis buat biaya ke dokter tadi. Nyonya besar pasti akan marah kepadaku kalau aku meminjam uang lagi padanya," gumam Evelyn.

Deraian air mata dari gadis itu pun akhirnya luruh, jika mengingat tabiat nyonya Grace yang begitu keras kepadanya.

Apalagi saat mengetahui jika tuan Horisson sedang mengurusi beberapa bisnisnya di luar negeri, dan tidak akan pulang ke rumah hingga dua minggu ke depan.

Hal tersebut menyita perhatian Louise yang baru saja tiba dikediamannya. "Evelyn," ucap pria itu kemudian berjalan menghampiri Evelyn yang sedang menangis.

Evelyn bergegas menghapus air matanya, lalu melanjutkan kembali membersihkan lantai teras depan. "Selamat datang T-tuan," sapanya sambil menundukkan kepala.

"Kau habis menangis ya? Ada apa, kenapa kedua mata dan wajahmu sampai merah seperti itu?" tanya Louise curiga.

"Tidak Tuan muda, mungkin kelilipan debu saat menyapu tadi," balas Evelyn sebisa mungkin menghindar dari tuan pamannya agar tidak dimarahi.

"Kelilipan debu? Sini aku lihat," Louise tanpa sungkan menangkup kedua sisi wajah Evelyn, kemudian menariknya agar sedikit mendongak.

Lalu pria itu sedikit membungkukkan diri, sambil menatapi dan meniup lembut kedua manik mata Evelyn yang masih memerah dan sedikit berair.

Namun sayang beribu sayang, nyonya Grace yang melihat hal tersebut langsung murka ditempat.

Bagaimana tidak, karena jika melihat darimana posisi wanita itu berada, ia seperti melihat anaknya sedang berciuman dengan seorang wanita pembantu.

"Louise!"

"Evelyn!"

Kedua manusia itu langsung terperanjat karena terkejut dan Evelyn segera menepis kedua tangan Louise dari wajahnya. Kemudian menyingkir dan menundukan wajahnya saat nyonya Grace datang menghampiri mereka berdua.

Gadis kecil itu hanya bisa menunduk pasrah, karena dia tahu akibat dari kejadian tersebut.

"Louise kau sudah pulang ke rumah, kenapa tidak langsung masuk ke dalam. Dan kenapa malah berdiri disini dan sedang apa?" tanya nyonya Grace.

"Mommy, aku hanya menyapa Evelyn. Dia bilang kelilipan debu, jadi aku membantunya," balas Louise.

"Apa tidak ada hal lain yang kalian lakukan berdua?" tanya nyonya Grace penuh curiga.

"Tidak ada, memangnya apa yang aku lakukan?" balas Louise tidak mengerti.

"Ya sudah ke dalamlah sekarang. Ini sudah hampir waktunya sarapan," ucap nyonya Grace.

"Baiklah, aku juga ingin mandi. Setelah itu aku harus pergi ke kantor," Louise masuk ke dalam rumah dan tinggallah nyonya Grace berdua saja dengan Evelyn.

Wanita bergaya kelas tinggi itu langsung menatap tajam Evelyn yang terdiam menunduk. "Beraninya kau melanggar perintahku, apa kau sedang mencoba merayu putraku hah!" sentaknya.

"T-tidak nyonya besar, anda salah paham. Saya tidak berani melakukan itu pada tuan paman," balas Evelyn.

"Jangan panggil dia tuan paman, panggil dia tuan muda. Tuan Muda Louise Alexander Horisson! Apa kau mengerti!" ucap tegas nyonya Grace.

Evelyn menelan ludahnya susah payah. "B-baik nyonya besar, maaf ..." balasnya.

"Bagus, sekarang kembali ke pekerjaanmu, jangan lupa pekerjaan yang tertunda akibat cuti kemarin kau harus mengerjakannya juga hari ini dan aku ingin semuanya beres," ucap nyonya Grace.

"Nyonya," Evelyn memberanikan diri.

"Ada apa?" tanya nyonya Grace tanpa menatap wajah Evelyn.

"Nyonya, ibu sedang dirawat di rumah sakit. Kemarin saya mendapat rincian biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya berobat selama di sana," ucap Evelyn kemudian menarik nafasnya.

"Hem lalu?" tanya nyonya Grace.

"B-bolehkah kalau s-saya meminjam uang lagi? Karena gaji saya yang kemarin sudah habis nyonya," jawab Evelyn memberanikan diri.

Sesekali menahan tubuhnya yang bergetar hebat sambil menyerahkan selembar kertas rincian biaya rumah sakit kepada nyonya Grace.

Nyonya Grace berbalik dan menatap Evelyn yang telah berani meminjam uang kepadanya secara langsung. Lalu terlintaslah didalam pikiran wanita kaya itu. Jika gadis kecil ini selalu diberikan uang, bagaimana jika dia sudah dewasa nantinya.

"Anak ini bisa berubah menjadi wanita matrealistis, karena ia pasti akan terus meminta uang kepada keluargaku. Mana bisa aku membiarkan hal itu sampai terjadi," batin nyonya Grace menduga.

"Tidak bisa! Jangan mentang-mentang kau adalah anak pembantu kesayangan suamiku, kau jadi bisa meminta seenaknya! Apa kau tahu, semua pelayan yang bekerja disini tidak pernah ada yang berani meminjam uang kepadaku seperti dirimu! Kau itu sungguh terlalu manja, baru bekerja enam tahun sudah ingin meminjam uang segini banyaknya!" bentak nyonya Grace kemudian melempar kertas tersebut ke sembarang arah.

Lalu wanita itu pergi masuk ke dalam rumahnya, sesekali mengoceh dan mengumpat kata-kata yang menyakitkan hati saja.

...***...

Evelyn termenung, kemudian memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang tersebut. Lalu terpikirkan satu cara yang mungkin bisa menjadi jalan keluar gadis itu.

"Oh iya! Aku kan punya kalung emas, kenapa tidak aku jual saja kalung itu." batin Evelyn. Tapi gadis remaja itu mengurungkan niatnya.

"Tapi, kalau aku jual. Aku tidak bisa mencari identitasku," batin Evelyn lagi.

Karena ia mengingat perkataan sang ibu, dimana hanya kalung itulah satu-satunya petunjuk akan keluarga asli dari Evelyn.

"Tapi kalau tidak dijual ..."

Evelyn memikirkan hal itu sekali lagi, lalu setelah banyak melewati berbagai macam pertimbangan. Akhirnya gadis itupun memutuskan untuk menjual kalung emas bertuliskan nama Evelyn itu ke toko emas terdekat.

...----------------...

Malam harinya.

Setelah selesai mengerjakan pekerjaan di rumah majikannya, Evelyn bergegas pergi ke toko emas sebelum dirinya menjenguk sang ibu di rumah sakit.

Ia menunjukkan kalung emas berbentuk tabung kecil, bertuliskan nama dirinya serta guratan kepala naga mengigit sebuah batu permata berukuran lumayan dibelakang kalung tersebut kepada sang pemilik toko.

"Ini kalung sangat langka, ditempa oleh tangan-tangan ahli. Bisa jadi ini satu-satunya di dunia ini, Nona. Apa kau yakin ingin menjual barang berharga ini?" tanya sang pemilik toko. Setelah dirinya menimbang berat serta mengecek keaslian perhiasan berharga tersebut.

"Ya Paman, aku ingin menjualnya. Karena sedang membutuhkan biaya berobat ibuku," balas Evelyn hanya bisa menjawab yakin dengan keputusannya.

"Ya sudah, tunggu sebentar dihitungi dulu harganya. Apa bawa surat asli saat pembelian kalung ini?" tanya sang pemilik toko.

"Tidak ada, surat pembelian emas itu sudah hilang sejak lama," balas Evelyn berbohong. Karena memang dia tidak ada surat ataupun sertipikat emas berharga tersebut.

"Berarti kena potongan ya," balas sang pemilik toko emas.

Evelyn mengangguk. "Baiklah," balasnya mengikhlaskan dan menunggu si pemilik toko menghitung harga.

Tak butuh waktu lama, pemilik toko datang dan dia segera memanggil Evelyn. "Kalungmu ini harganya segini," ucapnya menunjukkan sebuah kalkulator yang berisi angka.

Evelyn mendadak gugup. "B-banyak sekali nol nya," jawabnya polos sekali.

"Iya siapa sangka, batu permata kecil yang tertanam di mulut naga ini adalah berlian asli yang memiliki kadar 5 carat. Jadi harganya sudah pasti fantastis, tapi sayang Paman tidak bisa membeli kalung ini karena nilainya yang sangat tinggi. Paman tidak mampu membayarnya, karena ini hanyalah toko kecil," ucap sang pemilik toko, lalu menyerahkan kembali kalung tersebut.

Evelyn terdiam, banyak pikiran yang muncul didalam kepala gadis kecil itu. "Apa aku orang kaya?" gumamnya menerka.

"Nona, Bawa kalungmu ini ke toko emas atau berlian yang lebih besar saja. Mereka pasti bisa membayar kalungmu itu," ucap pemilik toko sambil membuyarkan lamunan Evelyn.

"Baiklah," jawab Evelyn mendadak berkeringat saat mengetahui harga kalungnya itu bernilai milyaran rupiah.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Dimas Syadewa

Dimas Syadewa

gajiannya selama ini kemana

2023-03-21

2

Yuli Fitria

Yuli Fitria

Baru hadir lagi Kak Novi 🤭🙏

2023-03-11

0

Senajudifa

Senajudifa

lanjut lg nt nov

2023-03-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!