Bab 17. Mencocokkan.

Setelah mengantar Gisella pulang, Louise bergegas pergi ke rumah pribadinya yang berada di kawasan puncak untuk memastikan sesuatu. Dirinya benar-benar dibuat tidak tenang, ketika mengingat perkataan opa Bernadi tentang nama cucunya.

Opa Bernadi, jika boleh Louise tahu. Siapa nama cucumu itu?

Evelyn, namanya Evelyn Maryana Bernadi.

Louise memacu kendaraannya lebih cepat lagi, demi memastikan rasa keingintahuan serta rasa penasarannya.

"Apa Evelyn adalah cucunya Opa Bernadi," gumam Louise.

Pria itu merasa yakin, jika cucu Opa Bernadi yang hilang adalah Evelyn. Mengingat ciri-ciri daripada Evelyn yang sangat mirip dengan penuturan Opa Bernadi.

Cucuku sangat cantik, dia memiliki bola mata kebiruan seperti ibunya dan jika cucuku itu masih hidup, dia pasti sudah berusia 16 tahun sekarang ini.

"Siapa lagi yang memiliki bola mata kebiruan dan juga usia yang persis sama," gumam Louise mencocokkan.

...***...

Beberapa jam kemudian.

Louise akhirnya tiba di rumah pribadinya dan bergegas masuk untuk menemui Evelyn, demi memastikan sesuatu.

"Evelyn!" panggil Louise sedikit memekik.

Kedua netranya tidak pernah berhenti mencari keberadaan gadis itu pada sudut dalam rumahnya yang cukup luas.

"Evelyn!" panggilnya sekali lagi.

"Ada apa tuan muda," sahut Selvi dan Mika bersamaan dan menghampiri.

"Dimana Evelyn?" tanya Louise.

"Dia ada dikamarnya, ada apa tuan muda? Evelyn seperti sudah tid---" balas Selvi dan bertanya.

Dirinya tak sempat melanjutkan karena Louise tiba-tiba pergi begitu saja, tanpa menjawab pertanyaan tersebut. Dan setibanya didepan pintu kamar pembantu, Louise berusaha menetralisir rasa penasarannya lalu mengetuk pintu itu perlahan.

"Evelyn ..." sahutnya sesekali.

Dirasa tidak mendapat respon dari dalam kamar, Louise membuka perlahan handle pintu kamar yang ternyata tidak terkunci itu. Sesekali menelan ludahnya susah payah, karena telah lancang memasuki kamar seorang gadis tanpa ijin.

"Evelyn ..." panggilnya lagi.

Louise terdiam sambil menatapi seorang gadis remaja yang sedang tidur di atas pembaringannya, pria itu bergegas mencari benda yang sangat ingin dia ketahui.

Yaitu kalung emas milik Evelyn.

Louise memberanikan diri menyentuh barang-barang pribadi si empunya kamar, mulai dari lemari berisi pakaian serta laci sudut tidak luput dari pencariannya.

Pria itu seperti maling saja, karena melakukan aksinya mencari benda berharga dengan sangat hati-hati agar Evelyn tidak terbangun dari tidurnya.

Louise mendesaah kesal, sudah 15 menit mengutak-atik isi lemari serta benda lainnya, tapi pencariannya kini masih belum membuahkan hasil.

"Ada dimana kalung itu," dumelnya sendiri.

Louise menghembus nafasnya ke udara, kemudian mengedarkan pandangannya kesekitar. Ada satu laci dimana terdapat kotak kecil didalamnya.

"Apa jangan-jangan," duganya sendiri.

Louise segera mengambil kotak kecil berwarna merah itu, sesekali melirik Evelyn yang masih asyik memejamkan mata.

Pria itu meneguk ludahnya kasar dan berganti membuka kotak tersebut agar segera pergi dari ruangan itu.

Louise menemukan kalung Evelyn, lalu mengangkatnya sedikit tinggi agar bisa melihatnya dengan jelas. Ia memandangi kalung itu, lalu mencocokkannya dengan sketsa pembuatan kalung dari Opa Bernadi pada kertas usang yang beliau berikan tadi di tempat pameran berlian.

Louise melengkungkan senyumannya, karena kalung milik Evelyn dengan sketsa milik Opa Bernadi memiliki kemiripan hampir 100 persen.

"Sama!" seru Louise dan itu membuat Evelyn membuka matanya karena terkejut.

"Siapa kau! Tolong ada maling, ada hantu!" pekik Evelyn merapatkan kedua matanya, sesekali melempari apapun pada Louise dengan benda yang berada disekitarnya.

Louise pun menjadi gelagapan. "Evelyn tenanglah ini tuan paman!" ucapnya.

"Bohong! Tuan paman tidak mungkin masuk ke dalam kamar orang lain tanpa ijin, kau pasti mengaku-ngaku menjadi tuan pamanku dasar maling!" pekik Evelyn.

Semua orang segera berkumpul ke arah sumber suara dan mereka dikejutkan dengan Louise yang begitu berani memasuki kamar seorang pembantu, apalagi itu seorang gadis muda.

Selvi segera menyalakan lampu kamar itu dan memanggil nama Evelyn agar Evelyn berhenti melempari tuan mudanya dengan sesuatu.

"Evelyn, bukalah matamu. Dia benar adalah tuan muda Louise," ucap Selvi.

Evelyn terdiam kemudian membuka matanya, dia begitu terkejut ternyata yang dia sebut maling adalah tuan mudanya sendiri.

"M-maaf," ucapnya kemudian segera turun dari ranjang dan membungkukkan badan.

"Tidak apa, tuan pamanlah yang harusnya minta maaf padamu karena telah masuk ke dalam kamarmu tanpa ijin," ucap Louise.

Kemudian tanpa permisi lagi, pria itu pergi begitu saja dari rumahnya dan meninggalkan semua orang yang sedang dilanda kebingungan.

"Mau apa dia?" batin Evelyn merasa waspada.

...***...

Sementara itu Louise bergegas masuk ke dalam mobil dengan wajah memerah karena malu sekali kepergok masuk ke kamar gadis oleh semua orang.

Tapi rasa malu itu terbayarkan dengan hasil yang memuaskan, dimana akhirnya rasa penasarannya itu terjawab sudah.

"Ternyata dugaan ku benar, Evelyn adalah cucu Opa Bernadi yang hilang selama ini. Aku harus segera memberitahu hal ini kepada semua orang," gumam Louise antusias. Kemudian menyalakan mesin dan pergi dari rumahnya dengan segera.

Selama diperjalanan pulang ke rumah, pria itu selalu saja melengkungkan senyumannya. Tidak tahu pastinya mengapa, akan tetapi dia begitu bersemangat sekali.

Sampai-sampai ia tidak menyadari jika dahinya sedikit berdarah akibat lemparan Evelyn yang membabi buta kepadanya.

...----------------...

Mansion Horisson.

Nyonya Grace berdiri dengan anggunnya dimuka pintu, sesaat mendengar kabar jika suami tercinta sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dari perjalanan panjangnya ke negeri sebrang.

Ia memerintahkan kepada semua orang untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan tuan besar Horisson dan tidak boleh ada kekurangan sesuatu walau itu hal kecil.

Dan tak berselang lama kemudian sebuah mobil mewah yang membawa tuan besar Horisson, telah memasuki halaman mansion tersebut.

"Sayang, selamat datang. Akhirnya kau pulang juga, aku sangat merindukanmu," sapa lemah gemulai sang istri menyambut kepulangan suaminya.

Tuan Horisson tersenyum. "Terima kasih, aku juga merindukanmu."

Nyonya Grace mengambil tas dari tangan suaminya, kemudian memberikan tas itu kepada kepala maid baru disana. "Tolong bawakan tas tuan besar ini ke dalam kamarnya!" titahnya kepada Bi Santi.

"Baik nyonya besar," patuh bi Santi.

Tuan Horisson mengedarkan oandangannya ke sekeliling, merasa ada sesuatu yang kurang dalam penyambutan dirinya saat pulang ke rumah.

"Sayang mana Evelyn?" tanya tuan Horisson.

Nyonya Grace mengalihkan pertanyaan suaminya itu dengan memberikan pijatan lembut dikedua bahu. "Sayanh bagaimana dengan pekerjaanmu di London?" tanyanya.

"Pekerjaanku lancar, mana ibu Angel. Tidak biasanya mereka diam jika aku pulang ke rumah, apalagi sudah dua minggu ini aku tidak mendengar kabar mereka," ucap tuan Horisson kembali.

Nyonya Grace mencebik. "Kenapa kau peduli sekali dengan mereka? Apa yang mereka berikan untukmu? Ingatlah ini sayang, mereka hanyalah seorang pembantu. Tidak baik jika keluarga kita terlalu memanjakan mereka," jawabnya.

Tuan Horisson menghela nafas panjang, entah mengapa hatinya merasa tidak nyaman. Apalagi kepulangan kali ini ia tidak disambut oleh tawa Evelyn dan juga senyuman ibu Angel.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Senajudifa

Senajudifa

lha itu istrimu yg ngusir

2023-03-11

0

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Hwaiting Kk
Ry Benci Pakpol mampir

2023-02-20

1

Mommy Ghina

Mommy Ghina

akhirnya pulang juga Tuan Harrison, tuh istrinya yang mengusir Evelyn

2023-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!