bab 18. Sebuah kebenaran.

Tuan Horisson mencekal pergelangan tangan istrinya agar berhenti memijat sebelum ia mendapatkan jawaban.

"Sayang, kenapa tingkah lakumu hari ini sangat aneh dan sejak kapan bi Santi menjadi kepala pelayan rumah ini?" tanya tuan Horisson.

"Sayang, itulah masalahnya. Angel dan anak pembantu itu telah lalai dalam menjalankan tugasnya, mereka berdua keluar dari rumah ini saat jam bekerja tanpa ijin. Jadi aku memecat mereka karena telah melanggar beberapa peraturan rumah," jawab nyonya Grace santai.

Mendengar kata-kata dipecat, tuan Horisson langsung berubah ekspresi tidak sukanya. Ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan menatap tajam nyonya Grace yang berubah linglung.

"Apa kau bilang, dipecat? Lalu ada dimana mereka sekarang ini?" tanya tuan Horisson.

Nyonya Grace menggedikkan kedua bahunya. "Entahlah, mungkin bekerja mencari majikan yang baru," jawabnya.

Tuan Horisson mencengkram baju istrinya hingga mendekat. "Jangan katakankan padaku kalau kau sedang berbohong atau sudah merangkai semua kata-kata fitnahmu itu."

Nyonya Grace menepis lengan tuan Horisson dari bajunya. "Sayang, kenapa kau lebih mempercayai mereka daripada diriku ini. Mereka telah bersalah dan sudah sepantasnya mereka mendapatkan hukuman!"

"Angel telah bekerja sangat lama di rumah ini, dari aku masih belum menikah denganmu hingga sampai saat ini. Aku tahu apa yang menjadi sifatnya atau apa saja yang tidak pernah dia lakukan selama ini!" tegas tuan Horisson.

"Sayang, jika kamu tidak percaya padaku coba kamu tanyakan saja kepada mereka semua yang berada disini!" balas nyonya Grace menunjuk orang dimanapun mereka berada.

"Bohong!" pekik Louise.

Semua matapun tertuju kepada pria tampan yang baru saja tiba dan berdiri dengan tatapan tajamnya.

"Bohong! Semua yang dikatakan Mommy bohong Daddy!" tegas Louise sekali lagi.

"Louise!" sentak nyonya Grace dengan sorotan tajamnya.

"Louise apa kau mengetahui sesuatu yang tidak Daddy ketahui atau adakah sesuatu yang telah disembunyikan oleh mommymu tentang apa yang terjadi selama Daddy pergi ke London?" tanya tuan Horisson.

Louise mengangguk. "Benar Daddy, Louise mengetahui segalanya."

"Kalau begitu apa yang sudah kau ketahui dan katakan semua pada Daddy tanpa ragu!" ucap tuan Horisson lalu menunggu putranya menjelaskan sesuatu tanpa melepaskan pandangannya sedikitpun pada nyonya Grace.

"Daddy, sebelum aku memberitahumu tentang semua kebenaran yang terjadi. Ku harap Daddy menyiapkan mental dan tidak bersedih setelah mendengarkan apa yang ku katakan hari ini," ucap Louise sama menatap ke arah ibunya.

"Baiklah, sekarang katakan pada Daddy apa yang sudah kau ketahui Louise?" tanya tuan Horisson.

"Sebenarnya apa yang kau ketahui? Kebenaran apa hah? Mommy sungguh tidak mengerti dengan apa yang ingin kau bicarakan Louise?" tanya nyonya Grace menyela pembicaraan dan berusaha tenang sebisa mungkin.

"Diam!" sentak tuan Horrison kepada nyonya Grace. "Louise lanjutkan," tegasnya meminta pada Louise.

"Daddy, ibu Angel dia telah tiada." ucap Louise.

Tuan Horisson membelalakkan kedua matanya dan menatap Louise yang berubah sendu. "T-tiada ... Apa maksudmu Louise tolong jangan bercanda tentang hidup seseorang!" sentaknya tidak percaya.

Louise mengangguk. "Aku tidak berbohong Daddy, memang kenyataannya ibu Angel telah meninggal kemarin lusa. Dia menderita kanker darah dan tidak ada biaya untuk berobat," ucaonya kemudian menatap nyonya Grace yang ketakutan.

"Ini semua gara-gara Mommy, jika saja mommy memberikan pinjaman pada Evelyn waktu itu. Louise yakin dia tidak akan pergi dari rumah ini," ucap Louise gusar.

"Apa! Evelyn juga pergi dari rumah ini, lalu ada dimana dia sekarang katakan padaku!" sentak tuan Horisson bertanya.

Nyonya Grace menautkan kedua alisnya, lalu segera menyela pembicaraan tersebut. "Sedang bicara omong kosong apa kamu Louise!" sentaknya menyangkal.

Louise berdecih, lalu mengangkat sedikit tinggi rekam medis milik ibu Angel ke depan mukanya. "Mungkin berkas ini bisa menjadi bukti untuk semua yang terjadi," ucapnya kemudian menyerahkan dokumen tersebut ke tangan tuan Horisson.

Tuan Horisson menerima berkas-berkas tersebut dan segera membacanya. Bagai terkena petir di malam buta, dia seperti terkena hantaman batu besar diatas kepala.

Pria paruh baya itu terduduk lemas, ia meremass dadanya karena merasakan sesak akibat mengetahui satu kebenaran pahit yang menimpah ibu Angel. Lalu menatap istrinya dengan tatapan kecewa.

Sedangkan nyonya Grace seketika itu juga memalingkan wajahnya yang nampak pias dan begitu gugup, ia sampai merematkan jari jemarinya, sesekali berusaha menelan ludahnya yang tercekat.

Ujung ekor matanya melirik kearah berkas tersebut, dimana tercerai berai diatas lantai karena terjatuh dari genggaman sang suami dan terkejut.

"SURAT KETERANGAN KEMATIAN".

"Surat keterangan kematian dari rumah sakit, tapi bagaimana bisa ada ditangan Louise?" batin Nyonya Grace begitu panik.

"S-sayang, aku bisa jelaskan itu semua," ucap lembut nyonya Grace, dia segera duduk disamping sang suami sambil mengelus dadanya.

Namun tuan Horisson nampaknya telah berubah murka dan segera menepis tangan nyonya Grace agar tidak menyentuh tubuhnya. Lalu salah tangan besarnya itu melayang dan mendarat tepat diatas pipi nyonya Grace hingga menimbulkan suara nyaring.

Semua orang yang berada di dalam ruangan itupun tercengang, termasuk Louise yang turut menyaksikan kejadian cepat tersebut.

Ini kali pertamanya mereka melihat tuan besar keluarga terhormat Horisson berani menampar wajah mulus istrinya, hanya karena membela seorang pembantu.

Nyonya Grace terbelalak, tidak pernah dalam seumur hidupnya dia mendapatkan perlakukan kasar dari siapapun, bahkan orang tuanya sendiri.

"S-sayang, k-kau ..." ucap nyonya Grace sambil memegang pipinya yang berdenyut.

"Diam kau dasar istri durhaka! Beraninya kau berbohong seperti ini kepada suamimu sendiri! Dan masalah sebesar ini, mengapa tidak ada yang memberitahu diriku!" bentak tuan Horisson.

"S-sayang, kau tega memukulku hanya karena masalah sepele ini. Apa kau tidak lihat kalau aku adalah istrimu, orang yang paling penting dalam hidupmu. Mengapa kau mementingkan urusan pembantu dan anak pembantu sialan itu!" ucap nyonya Grace tidak terima.

"Grace!" pekik tuan Horisson. Tangannya hampir saja mendarat di pipi istrinya lagi.

"Kenapa berhenti memukulku? Kenapa!" pekik nyonya Grace. Kali ini wanita itu berderai air mata, merasakan sakit dihatinya akibat menerima perlakuan kasar dari orang yang ia cintai.

Tuan Horisson meninju udara sekitar dan menjambak rambutnya karena frustasi, lalu pria paruh baya itu naik ke lantai atas dan menuju kamarnya, untuk mengambil sesuatu.

Dan tak butuh waktu lama, ia kembali lagi sambil membawa sebuah selimut bedongan bayi berbahan sutra yang pernah mereka hadiahkan untuk anak sahabatnya yang baru lahir.

Kemudian tuan Horisson menunjukkan kain tersebut kepada istrinya.

"Lihat ini! Apa kau ingat kain ini hah!" ucap tuan Horisson.

Nyonya Grace memandangi kain sutra terebut, kemudian merabanya dengan seksama. "Bukankah ini," ucapnya teringat sesuatu.

"Iya Grace, iya! Itu kain selimut yang kita hadiahkan pada bayinya Anthoni, bayi yang baru saja lahir dan apa kau tahu siapa bayinya yang telah hilang dan belum ditemukan sampai sekarang ini hem?" tanya tuan Horisson kembali.

Nyonya Grace menggeleng, tapi firasatnya mulai tidak enak. Apakah yang dimaksud oleh suaminya, mengenai bayi sahabatnya yang telah hilang itu adalah Evelyn.

"Ya Grace, dia Evelyn. Anak yang kau bilang anak pembantu itu adalah anaknya Anthoni! Anak yang sudah aku sembunyikan selama ini, di rumah ini. Dan aku bertekad akan menjaganya sampai aku menemukan siapa pelaku dibalik kecelakaan orang tuanya!" tegas tuan Horisson.

Mau tidak mau akhirnya pria itu membongkar identitas asli Evelyn didepan istrinya dan juga semua orang.

Nyonya Grace lantas terkejut, wanita itu sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Karena sungguh tidak disangka, selama ini dia selalu memaki seorang anak juragan tambang berlian dan emas terbesar di negara ini.

Lalu tidak ada bedanya dengan nyonya Grace, Louise pun ikut terkejut. Akan tetapi dirinya bukan terkejut karena identitas Evelyn yang telah diketahui oleh semua orang.

Melainkan dirinya terkejut, karena ternyata sang ayah juga mengetahui kebenaran sebesar ini dan menyimpan rahasianya tanpa sepengetahuan orang lain.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Thariq Zh

Thariq Zh

ceraikan saja si grace

2023-01-28

3

Mommy Ghina

Mommy Ghina

syukurin grace, memang enak kena tampar

2023-01-27

2

Alda Yunita Triadi

Alda Yunita Triadi

up thor

2023-01-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!