Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.

Evelyn terus berusaha melangkahkan kaki kecilnya selangkah demi selangkah menuju tempat dimana nyonya Grace dan Gisella berada.

Tangan mungil gadis kecil itu semakin lama semakin bergetar, akibat tekanan berat benda diatas nampan yang tidak sesuai dengan usianya yang masih muda.

Hal tersebut membuat Evelyn tidak sanggup menahan bobot nampan itu lebih lama lagi dan akibatnya benda persegi panjang ditangan gadis itu pun terlepas dari pegangan dan jatuh ke lantai.

"PRANG!!"

Semua piring dan juga gelas mewah diatas nampan yang berisi makanan serta minuman itu berjatuhan kemana-kemana.

Bahkan ada pecahan beling kaca yang berasal dari alat makan pecah tersebut, kini berserakan dilantai dan mengelilingi kaki Evelyn.

Semua pelayan yang berada di dekat gadis itu terperanjat kaget dan bergegas menghampiri ingin membantu, namun Nyonya Grace dengan tegas melarang mereka semua.

"Berhenti disitu! Jika ada dari kalian yang membantu anak itu, maka jangan salahkan aku memecat kalian semua!" titahnya begitu tajam.

Ibu Angel segera menghampiri nyonya Grace disaat Evelyn sedang melakukan kesalahan, lalu memohon kepada sang tuan rumah untuk memaafkan kesalahan anak angkatnya.

"Saya mohon Nyonya Besar jangan begitu keras kepada Evelyn, dia masih sangat kecil. Kalau ingin menghukumnya, maka hukumlah saya sebagai gantinya, karena tidak becus menjaga anak saya ini," mohon Ibu Angel sambil bersimpuh menundukkan kepalanya menghadap lantai.

Nyonya Grace berdecih. "Sudah sadar jika kau tidak becus mengurus anakmu ini hah!" sentaknya.

"Iya Nyonya Besar, saya mengaku salah. Tolong kebijaksanaan Nyonya untuk tidak menghukum Evelyn begitu keras," pinta Ibu Angel.

"Baiklah, aku akan memaafkan kesalahannya kali ini. Tapi sebagai gantinya, aku ingin kau mengajari anakmu itu untuk bekerja dan mengurus pekerjaan rumah maupun pekerjaan dapur. Dan bukan itu saja, mulai sekarang anakmu dilarang untuk berinteraksi atau berhubungan dengan keluarga inti di rumah ini. Mengerti!" titah Nyonya Grace.

Ibu Angel mengangguk cepat. "Baik Nyonya besar, saya akan mengajari Evelyn agar bisa berguna di rumah ini dan menerapkan beberapa peraturan yang berlaku," balasnya patuh.

"Apa maksud semua itu Ibu? Apa aku harus menjadi seperti pelayan di cerita dongengku yang melayani ratu jahat?" tanya polos Evelyn tiba-tiba dan membuat Nyonya Grace bertambah geram.

"Beraninya anak ini!" bentak Nyonya Grace. Kedua matanya membola sempurna.

Ibu Angel segera membungkam mulut Evelyn dengan satu tangannya dan menunduk berkali-kali. "Maafkan Evelyn Nyonya, maafkanlah dia."

Nyonya Grace mendengus kesal, lalu sebuah tangan halus mengelus lengannya agar tenang. "Tenanglah Tante, dia hanya anak kecil dan belum mengerti dengan semua itu," ucap Gisella kemudian mengajak calon mertuanya untuk duduk.

Nyonya Grace menghela nafas panjang, lalu menoleh ke belakang dan tersenyum menatap Gisela. "Kau benar sayang, untung ada dirimu yang bisa menenangkan Tante. Kalau tidak semua orang disini, sudah Tante pecat," ucapnya menatap tajam Evelyn dan semua pembantu yang sedang mengutip pecahan kaca dilantai.

Evelyn menatap Gisela dan seketika itu dia berbinar. "Dia sangat cantik, seperti putri cerita dongengku. Dia juga bisa membujuk ratu jahat agar menjadi tenang lagi, kalau begitu aku harus menjaga nona Gisela agar bisa menikah dengan tuan paman dan menjadi nyonya bibiku suatu hari nanti," batin anak itu bergumam sendiri.

...***...

Ibu Angel mengajak Evelyn untuk pergi ke dapur untuk memberinya sedikit pengertian. Ia tersenyum dan mengusap tangan mungil anak angkatnya.

"Evelyn sayang, mulai sekarang jangan pernah berbicara atau mendekati tuan muda Louise lagi ya," ucap Ibu Angel menasehati.

"Kenapa aku tidak boleh berbicara dengan tuan paman?" tanya Evelyn.

"Sayang, kita hanya seorang pembantu disini dan tugas kita hanyalah bekerja mengurus semua pekerjaan rumah dan melayani mereka sebagai tuan rumah. Selain itu kita juga harus menjaga sikap dan mengerti akan posisi pekerjaan kita," balas Ibu Angel memberitahu.

Evelyn menunduk lesu. "Jadi, aku tidak boleh bermain dengan tuan paman lagi?"

Ibu Angel menarii dagu Evelyn agar menatap wajahnya. "Bukan hanya tuan paman, tapi seluruh anggota keluarganya. Ingatlah Evelyn, mereka semua adalah orang kaya. Uang dan kekuasaan berada ditangan mereka, kita disini bekerja untuk mencari uang. Jadi, jika kita ingin tetap bisa makan, maka patuhilah semua perintah dari tuan rumah ini."

Evelyn mengangguk mengerti. "Baiklah Ibu, Evelyn berjanji akan mematuhi semua peraturan rumah ini dan menuruti semua perkataan Ibu."

Ibu Angel tersenyum. "Gadis pintar, sekarang ikut dengan Ibu. Karena ibu akan mengajarimu beberapa pekerjaan rumah yang ringan," ucapnya.

"Baiklah," patuh Evelyn.

Semenjak saat itu Evelyn mulai belajar mengerjakan pekerjaan rumah, mulai dari membersihkan debu dan juga pekerjaan ringan lainnya.

Gadis kecil itu juga selalu menjauh jika ada Louise yanh sedang mencarinya, atau menolak siapapun agar berhenti bermain karena dia ingin sekali membantu sang ibu bekerja agar tidak dimarahi lagi oleh nyonya besar.

...----------------...

Enam tahun kemudian.

Enam tahun telah berlalu dan Evelyn kecil mulai tumbuh menjadi anak remaja dan kini dia telah menginjak usia 16 tahun.

Gadis itu telah mahir melakukan pekerjaan rumah, baik segala jenis pekerjaan ringan maupun pekerjaan berat lainnya.

Selain mahir dan cekatan dalam mengerjakan setiap pekerjaan rumah, nyatanya gadis itu semakin tumbuh besar, semakin cantik pula rupa wajahnya.

Walau hanya berpakaian seragam pembantu sederhana dan tanpa memakai riasan apapun diwajahnya. Namun mampu membuat pria manapun jatuh hati padanya.

Selain itu, lekuk tubuhnya semakin terlihat jelas. Menambah keyakinan, jika gadis itu akan sempurna jika sudah tumbuh dewasa nanti.

Hal tersebut membuat Nyonya Grace semakin panas dingin, terlebih melihat tatapan mata Louise yang berbeda saat melihat Evelyn tengah membersihkan meja kaca, serta barang pecah belah lainnya di dalam ruangan dimana keluarga Horisson sedang duduk berkumpul.

"Louise kau sudah berusia 32 tahun, sampai kapan kau akan menikahi Gisela?" tanya Nyonya Grace membuyarkan tatapan Louise dari Evelyn.

"Benar sayang, kau sudah bertunangan cukup lama. Tapi belum ada kepastian kau akan menikahinya," sela Tuan Horisson.

Louise menatap kedua orang tuanya. "Aku belum siap," balasnya enteng.

"Apa alasanmu belum siap Louise? Kau sudah bertunangan, umurmu juga sudah cukup untuk menikah. Kau punya jabatan bagus diperusahaan, bahkan kau telah punya rumah sendiri untuk berkeluarga nanti." Nyonya Grace merasa geregetan melihat putranya yang cuek bebek.

"Benar Louise, Daddy juga berasa tidak enak dengan keluarga Anderson. Mereka sudah mencecar pertanyaan itu dan memaksa Daddy untuk segera menikahkan mu dengan putrinya," ucap Tuan Horisson menimpali.

Louise mendesaah kecil. "Baiklah, aku akan menikahinya tahun depan."

Nyonya Grace dan Tuan Horisson lantas bergembira, saat mengetahui anaknya siap untuk menikah dengan wanita pilihan mereka. Begitu pula Evelyn yang mendengar hal tersebut dari kejauhan, dia terlihat senang sekali.

"Bagus! Kalau begitu Mommy akan mengabari kabar baik ini kepada Gisela, dia pasti akan senang sekali." Nyonya Grace berlonjak kegirangan kemudian pergi ke kamarnya untuk menelepon Gisela.

Lalu Tuan Horisson meraih ponsel dan menghubungi tuan Anderson untuk memberitahu hal tersebut serta membicarakan bisnis yang telah direncanakan sebelumnya.

Sementara itu Louise kembali menatap Evelyn yang telah selesai membersihkan debu pada benda-benda di dalam almari besar ruangan itu.

Kemudian beranjak dari tempat duduknya, sesaat melihat Evelyn pergi dari sana dan mengikutinya hingga ke dapur.

Pria itu tersenyum lembut, lalu berdiri tepat dibelakang gadis itu berada dan hendak mengejutkan Evelyn yang sedang mencuci tangan.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

auliasiamatir

auliasiamatir

evelin cocok jadi anak mu, luise

2023-02-24

1

Yuli Fitria

Yuli Fitria

Iya, Evelyn. 🤧

2023-02-12

1

anan

anan

up lagi k

2023-01-06

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!