Bab 2. Evelyn kecil.

Sepuluh tahun kemudian.

Pada malam hari.

Evelyn kecil telah berusia sepuluh tahun dan sedang menyandarkan kepalanya diatas pangkuan sang ibu angkat, yang sedang membacakan dirinya sebuah cerita dongeng.

Suatu kebiasaan sebelum gadis itu tidur, karena Evelyn tidak akan bisa tertidur pulas jika sang ibu angkatnya belum membacakan satu penuh cerita dongeng kesukaannya.

"Ibu, apakah Cinderela itu orang miskin seperti kita?" tanya Evelyn setelah Ibu angkatnya itu selesai membacakan cerita.

Ibu Angel tersenyum dan menarik selimut untuk putri angkatnya. "Benar, Cinderela itu seperti kita."

"Apakah nanti ada seorang pangeran yang datang untukku?" tanya Evelyn.

Ibu Angel tersenyum. "Sudah pasti sayang, sekarang tidurlah." Tidak lupa memberikan satu kecupan hangat di dahi Evelyn.

Tak lama setelah itu, Evelyn pun tertidur dan pergi ke dunia mimpinya. Sesekali tersenyum dan memeluk boneka kesayangannya seperti guling.

Sedangkan Ibu Angel menatap putri angkatnya yang telah tumbuh menjadi anak remaja, sesekali menangis jika mengingat masa kecil anak itu yang cukup kelam.

...----------------...

Keesokan harinya.

Evelyn kecil kini telah telah tumbuh menjadi anak yang pintar dan rajin, serta memiliki wajah cantik nan manis tanpa cacat cela sedikit pun.

Ia memiliki rambut panjang, berhidung mancung dengan kedua bola mata biru yang indah dan memukau.

Keimutan dan juga tingkahnya yang lucu dalam mengerjakan suatu pekerjaan rumah, membuat Evelyn menjadi primadona di mansion Horisson tersendiri.

Tuan besar Horisson bahkan menganggap Evelyn termasuk bagian dari keluarganya dan memilih untuk tidak memberitahu anak tidak berdosa itu sesuatu kepahitan tentang keluarga aslinya agar tidak bersedih.

Dan membiarkan Evelyn hidup bebas, sebagai seorang anak pembantu yang disayangi oleh semua orang.

Evelyn kecil selain rajin dan cekatan, dia juga pintar mengambil hati serta menarik perhatian siapa pun mata yang melihatnya.

Termasuk Tuan muda Louise Alexander Horisson, putra tertua dari Tuan besar Horisson.

Pria muda tampan berusia 26 tahun itu, baru saja pulang dari Inggris setelah menyelesaikan studi dasar hingga S2 nya disana.

Ia segera melayangkan pandangannya kepada sesosok gadis kecil manis yang sedang bermain di dekat taman rumah.

"Siapa anak itu Daddy?" tanya Louise kepada Tuan Horisson.

"Dia anak yang kuceritakan padamu waktu lalu," jawab Tuan Horisson.

"Bukankah waktu itu dia masih bayi," ucap Louise.

"Ya, sekarang dia sudah berusia 10 tahun." Tuan Horisson kemudian memanggil Evelyn untuk menghampiri dirinya.

"Evelyn, kesini sayang!" panggil Tuan Horisson.

"Iya Tuan Besar!" sahut Evelyn lengkap dengan suara menggemaskannya. Kemudian berlari menghampiri Tuan Horisson.

"Iya Tuan besar, ada apa memanggilku dan siapa paman yang tampan ini," ucap Evelyn menatap Louise dan memujinya.

Tuan Horisson tertawa. "Lihat dia menggemaskan bukan," ucapnya pada Louise.

Dan Louise pun tersenyum. "Kau benar Daddy," ucapnya lalu menatap Evelyn dan sedikit membungkukkan badan. "Gadis manis, kau bisa saja memujiku. Apa kau menginginkan hadiah dari Paman hm?" tanyanya.

Evelyn menggeleng. "Tidak Paman, kau memang tampan dan mirip seperti seorang pangeran dalam cerita dongengku," balasnya polos.

"Benarkah? Lalu siapa putri dongeng yang kau sukai?" tanya Louise lalu memangku Evelyn agar duduk di atas pangkuannya.

"Aku menyukai Cinderella," balas Evelyn dengan senyum di bibir mungilnya.

"Kenapa kau menyukai Cinderella?" tanya Louise.

"Karena Cinderella sama sepertiku, cantik dan juga rajin," balas Evelyn.

"Kau benar, Cinderella sangat cantik dan rajin. Paman juga menyukai Cinderella," balas Louise.

Kedua bola mata berwarna biru Evelyn seketika berbinar menatap Louise. "Kalau begitu jadilah pangeranku Tuan Paman," ucapnya meminta.

Louise terkekeh dan mengusap puncak kepala Evelyn. "Paman akan menjadi pangeranmu, tapi tunggulah hingga kau menjadi dewasa nanti."

"Hore! Akhirnya aku punya seorang pangeran tampan!" seru Evelyn kemudian berlarian sambil mengangkat kedua tangannya keatas dan memberi tahu siapa pangeran tampannya kepada semua orang.

Hal tersebut membuat semua orang yang melihat tingkah lucu Evelyn menjadi tertawa, tapi tidak untuk Nyonya besar keluarga Horisson yang bernama Grace Horisson.

Istri dari Tuan besar Horisson menganggap Evelyn sebagai ancaman, karena gadis kecil itu bisa saja merebut hati Louise jika sudah besar nantinya.

Hal itu membuat Nyonya Grace merasa cemas, karena dia telah menjanjikan untuk menikahkan Louise dengan seorang wanita cantik bernama Gisella Anderson.

Seorang putri dari keluarga Anderson yang kaya serta terpandang dan berstatus sama dengan keluarga Horisson sendiri.

"Tidak akan ku biarkan anak pembantu miskin itu mendekati putraku," gumam Nyonya Grace menatap tajam kejadian menggemaskan yang sedang terjadi luar rumahnya.

...***...

Setelah keadaan telah sepi Nyonya Grace menghampiri Evelyn yang sedang bermain ayunan di taman.

"Evelyn," panggil Nyonya Grace.

Evelyn menoleh dan segera beranjak dari ayunannya. "I-iya Nyonya besar!" sahutnya dengan sedikit menunduk.

"Kau tinggal disini harus bisa berjaga sikap, ingatlah akan statusmu itu dan jangan terlalu dekat dengan putraku," balas Nyonya Grace memperingati.

"Kenapa aku tidak boleh mendekati Tuan Paman Nyonya besar?" tanya Evelyn tidak tahu.

"Turuti saja perintahku atau aku akan mengusirmu dari sini!" tegas Nyonya Grace.

Evelyn mulai menangis terisak dan menggeleng. "Jangan Nyonya besar, jangan usir aku dari sini. Nanti aku tinggal dimana?" mohonnya sambil mencubit baju sang majikan dengan tangan mungilnya.

Nyonya Grace menghela nafasnya. "Evelyn, jangan menangis. Kau tinggal disini sebagai anak pembantu, jadi bersikaplah layaknya seorang pembantu. Tuan Louise akan segera menikah dan aku tidak ingin kau mengganggu hidupnya."

"Apa artinya itu, aku tidak mengerti Nyonya besar," balas Evelyn mengusap air matanya di pipi.

"Suatu saat nanti kau akan mengerti," balas Nyonya Grace lalu meninggalkan Evelyn untuk masuk ke dalam rumah.

Evelyn kemudian berjongkok. "Menikah? Apa itu? Apa mungkin aku akan punya nyonya bibi?" tanyanya pada bunga-bunga di taman yang sedang bermekaran.

"Kalau begitu aku harus menjaga tuan paman agar tidak ada wanita lain yang berani mendekatinya, sampai nyonya bibi datang kemari dan menikah dengan tuan paman," oceh Evelyn sendirian.

Lalu ia bertekad akan menjaga tuan pamannya itu dari godaan wanita lain, sampai tiba waktunya sang nyonya bibi datang ke rumah ini.

...***...

Louise memanglah pria yang tampan, wanita manapun akan jatuh hati setelah melihat dirinya.

Apalagi disaat pria itu sedang tersenyum, bagaikan turunnya air hujan di daratan tanah yang tandus. Membuat wanita manapun akan merasa teduh jika menatap dirinya.

Namun siapa sangka dibalik wajah tampannya itu, faktanya banyak orang yang tidak mengetahui sifat asli dari Louise Alexander Horisson.

Yang ternyata pria itu memiliki kebiasaan buruk selama dirinya belajar dan tinggal di London, yaitu sering bermain-main dengan seorang wanita tanpa diketahui oleh keluarga besarnya.

Louise kerap dianggap sebagai pria cassanova oleh wanita yang pernah bermain atau menjadi teman ranjangnya.

Bagaimana tidak, karena hanya dengan merasakan sentuhan tangannya saja. Membuat wanita manapun akan terperangkap masuk ke dalam permainannya itu begitu saja tanpa ada penolakan yang berarti.

Namun walau begitu Louise tidak pernah ada sekalipun niat serius untuk menikahi salah satu wanita yang pernah menjadi teman ranjangnya.

Karena dia tidak ingin terikat oleh hubungan apapun dengan wanita manapun di dunia ini, mengingat statusnya yang tidak pernah serius menjalani sebuah ikatan pernikahan.

.

.

Bersambung.

Hai kenalkan aku Evelyn kecil.

Terpopuler

Comments

Puspa Rani

Puspa Rani

cantik ya evelin kecil 😘😘😘

2023-06-13

2

Senajudifa

Senajudifa

msh kecil aj cantik

2023-03-08

1

auliasiamatir

auliasiamatir

ahj keren ceritnya.

2023-02-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!