Bab 10. Pecat!

Mansion Horisson.

Setibanya di tempat kerja, Pak Santos menurunkan Evelyn tepat didepan sebuah pintu kecil yang berada dibelakang Mansion tersebut.

"Terima kasih Pak Santos, karena sudah mau mengantar Evelyn pergi ke Cikini," ucap Evelyn berterima kasih.

"Sama-sama, ya sudah Bapak pergi dulu ya. Bapak harus pergi ke bandara mau jemput tuan muda Louise," balas Pak Santos.

Evelyn mengangguk. "Iya Pak!" serunya.

Pak Santos tersenyum, kemudian membalas lambaian tangan dari Evelyn. Lalu menutup kaca mobil dan memacu gas secepat mungkin menuju bandara.

...***...

Evelyn segera masuk ke dalam tempat ia bekerja, dengan cara mengendap-endap lewat pintu belakang mansion, agar tidak ketahuan oleh nyonya Grace.

Namun sayang aksinya tersebut ternyata tercium juga oleh nyonya Grace, yang telah menunggu kepulangannya sejak dari tadi.

"Evelyn," panggil nyonya Grace kepada Evelyn, yang sedang mengendap-endap ingin masuk ke dalam kamar pembantu seperti seorang pencuri.

Deg!

Gadis itu pun menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah sumber suara dan seketika itu pula ia terbelalak. Saat mendapati dirinya telah tertangkap basah oleh sang nyonya pemilik rumah.

"N-nyonya!" ucap Evelyn terbata, sesekali berusaha menelan ludahnya yang tercekat, saat mendapat tatapan tajam dari nyonya Grace.

"Darimana saja kamu Evelyn? Beraninya kamu keluar dari rumah ini tanpa seijin dariku dan pergi dalam kondisi rumah berantakan seperti ini!" bentak nyonya Grace.

Evelyn berubah kikuk, dia hanya bisa berdiri dengan kepala tertunduk takut, sambil meremass kedua tangannya yang terkepal didepan dada.

Sesekali kedua manik matanya itu terus bergerak menatap lantai, mencoba untuk mencari alasan yang tepat agar tidak dimarahi oleh sang nyonya.

Sungguh dia begitu bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada sang nyonya, jika dirinya pergi untuk menjual kalung ke daerah Cikini. "Apa dia akan percaya?" batin Evelyn ragu.

"Jawab!" sentak nyonya Grace sekali lagi, hingga Evelyn terperanjat kaget.

"M-maaf Nyonya, s-saya pergi mencari pinjaman uang untuk berobat ibu!" jawab cepat Evelyn dengan semua kepasrahannya.

Nyonya Grace mendesahh kesal. "Beraninya kau meminjam uang kepada orang lain, hah!" sentaknya dan Evelyn lagi-lagi terperanjat.

"M-maaf Nyonya, tapi saya tidak punya pilihan lain lagi. S-saya butuh untuk berobat ibu, karena ibu butuh uang segera agar bisa melakukan perawatan lebih lanjut. Nyonya tidak memberikan saya pinjaman uang, j-jadi terpaksa saya mencari pinjaman diluar," jawab Evelyn dengan nada berat menahan tangis.

Nyonya Grace begitu kesal, hingga amarahnya pun mulai merangkak naik sampai ke puncak ubun-ubun. Mendengarkan penuturan Evelyn yang menurut pandangan wanita itu dirinya telah bersalah, karena tidak memberikan pinjaman uang untuk biaya berobat ibu Angel.

"Jadi kau mencari alasan dengan menyalahkan saya demi menutupi semua pelanggaran-pelanggaran yang telah kamu perbuat hari ini, hm?" tanya Nyonya Grace tidak menerima alasan apapun.

Evelyn menggeleng cepat. "T-tidak Nyonya, saya memang salah. T-tapi itu adalah alasan saya kenapa pergi keluar hari ini," jawabnya.

Gadis itu begitu takut, pasalnya nyonya Grace tidak akan mengampuni perbuatannya kali ini, karena telah melakukan beberapa pelanggaran atas peraturan-peraturan yang berlaku di dalam rumahnya itu.

"Sini kamu!" bentak nyonya Grace sambil menarik lengan Evelyn secara paksa, hingga membawanya keluar dari rumah.

"Nyonya tolong jangan usir saya dari sini! S-saya berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi Nyonya," balas Evelyn berusaha menahan tarikan tangan nyonya Grace.

"Diam kamu! Kali ini saya tidak akan memaafkan kesalahanmu lagi, sekarang keluarlah kamu dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi!" titah wanita itu kemudian mendorong Evelyn agar keluar dari rumahnya.

Semua maid yang turut menyaksikan hal tersebut lantas terkejut akan aksi nyonya besar mereka yang sedang murka.

Mereka pun berbondong-bondong ingin membangunkan Evelyn yang teduduk di halaman depan, namun dengan tegas nyonya Grace mencegahnya.

"Diam! Jangan ada dari kalian yang berani membantu ataupun membela anak pembantu tidak tahu peraturan ini!" bentak nyonya Grace kepada siapapun yang mencoba menolong Evelyn.

Semua Maid segera menarik diri dan mengurungkan niat mereka untuk membantu Evelyn setelah mendapatkan kecaman dari nyonya besar.

"Nyonya, maafkan saya. Saya memang salah, tapi saya bisa jelaskan semuanya kepada anda. Tolong jangan usir saya dari sini nyonya," isak Evelyn meminta tolong agar dimaafkan.

"Kau dipecat, jadi jangan panggil saya nyonya lagi dan sekarang pergilah kamu dari rumah ini. Pergi!" bentak nyonya Grace sambil menatap tajam Evelyn.

"Security, tolong bawa dia keluar dari rumahku segera!" sambungnya memberi titah kepada petugas keamanan rumah.

"Baik Nyonya!" patuh pak security kemudian mengangkat Evelyn. "Ayo Non," bujuknya merasa tidak tega melihat gadis itu menangis tersedu-sedu.

"Nyonya, jangan pecat saya. Bagaimana nanti dengan ibu? Dia masih butuh biaya berobat," lirih Evelyn mencoba memohon kembali.

Namun nyonya Grace malah membuang wajahnya dan tidak ingin melihat wajah Evelyn yang mengiba, wanita itu bahkan mengibaskan tangannya memberi kode kepada petugas keamanan untuk membawa Evelyn segera.

"Kalian semua masuk dan jangan ada yang bilang kepada tuan besar kalau aku yang mengusirnya dari sini. Jika tuan besar bertanya, bilang saja dia sendiri yang telah mengundurkan diri. Apa kalian semua mengerti!" titah nyonya Grace.

"Mengerti Nyonya besar," patuh semua pelayan mansion itu.

"Bagus, sekarang kembali bekerja dan bereskan pekerjaan anak itu yang belum diselesaikan. Aku ingin semuanya beres!" titahnya lalu masuk ke dalam rumah tanpa memandang gadis itu saat dibawa keluar mansionnya.

"Nyonya besar!" pekik Evelyn menjerit histeris dikejauhan.

...***...

Di luar gerbang.

"Pak tolong berikan ijin untuk saya masuk, saya ingin menjelaskan kepada nyonya dan meminta maaf padanya," mohon Evelyn kepada pak penjaga keamanan rumah.

"Maaf Nak, Bapak hanya menjalankan tugas. Kamu sekarang pulang ya, sebentar lagi mau hujan." Lalu pak security itu menutup pintu gerbang mansion.

Evelyn hanya bisa diam terisak sambil menatapi sebuah pagar besi menjulang tinggi, perlahan mulai menutup jarak pandangnya akan rumah tempat ia mencari uang.

Dia benar-benar pusing sekarang, karena beban yang sedang ia tanggung tidaklah sebanding dengan usianya yang masih sangat muda.

Evelyn menatapi kalung emas berharga miliknya itu dan menggenggam erat takkan melepaskan. "Kemana lagi aku harus mencari uang," gumamnya tak kuasa menahan tangis.

...----------------...

Bandara Internasional.

Sementara itu, Pak Santos berlari secepat mungkin, karena telat menjemput tuan mudanya yang sudah sampai di bandara lima menit yang lalu.

"Maaf tuan muda saya terlambat," ucap Pak Santos dengan nafas tersengal-sengal.

"Pak Santos, kenapa kau terlambat. Kau tahu kan jadwal pulangku jam berapa hari ini?" tanya Louise.

"Maaf tuan, ada sesuatu hal penting yang harus saya kerjakan tadi. Sekali lagi saya minta maaf," balas Pak Santos mencari alasan.

"Ya sudah tidak apa, sekarang antar aku pulang dulu. Aku ingin mandi," ucap Louise.

"Baik tuan," balas pak Santos, kemudian mengambil tas maupun barang bawaan Louise untuk dimasukkan ke dalam mobil.

Sebelum masuk kedalam mobil, Louise memperhatikan cuaca disekitarnya sejenak. "Sepertinya hari ini akan ada hujan badai," gumamnya, kemudian masuk ke dalam mobil dan bergegas pulang sebelum hujan itu tiba.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

sari emilia

sari emilia

jujur lucu jd nya bkn sedih bc nya...bkn aku tak py ht...tp lucu nya sampai ga py uang kerja puluhan thn...kl misal ga d byr sm nyanyanya....pindah kerja kl d ty tuan besar knp pindah bilang aja jujur...bc novel tp serasa liat ftv... 😃😃😃

2024-04-11

0

Yuli Fitria

Yuli Fitria

Kembali hadir menyapa Kak Novi 🤭

2023-03-13

2

auliasiamatir

auliasiamatir

jahat banget majikannnya. kayak di ftv ikan terbang

2023-03-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!