Bab 7. Leukositosis.

Beberapa hari kemudian.

Ibu Angel tengah berbaring diatas kasur, sudah tiga hari wanita paruh baya itu menggigil kedinginan, dengan wajahnya yang nampak pucat pasi.

Namun sekujur tubuhnya malah terasa panas sekali, sehingga ia tidak bisa melakukan aktifitas rutin sebagaimana biasanya.

Hal tersebut membuat Evelyn semakin cemas, karena ia sudah memberikan obat penurun panas serta melakukan kompres di bagian lipatan tubuh, akan tetapi demam sang ibu tidak kunjung menurun dan kondisinya malah semakin memburuk.

"Ibu sudah tiga hari kau demam seperti ini, bagaimana kalau kita ke dokter saja." Evelyn nampak terlihat cemas, sesekali memberikan kompres di dahi sang ibu.

"Tidak usah, Ibu tidak apa-apa. Beri saja obat penurun panas, nanti juga ibu sembuh ..." lirih Ibu Angel memaksakan dirinya untuk bangun.

Evelyn melarang ibunya untuk bangun. "Tidak Ibu, jangan dipaksa bekerja lagi. Tubuhmu sudah tidak kuat, biar aku saja yang mengerjakan pekerjaanmu. Setelah aku selesai bekerja, kita akan pergi ke dokter!" tegasnya menasehati.

"Tapi ..." lirih Ibu Angel.

"Tidak ada tapi-tapi! Kita harus ke dokter!" tegas Evelyn sekali lagi.

Ibu Angel menghela nafas dan tidak bisa berbuat banyak, sakit yang sedang dia derita membuat tubuhnya semakin melemah. Apalagi sekarang dia merasa mual dan sering muntah.

"Ibu istirahat saja ya," ucap Evelyn kemudian keluar dari kamar pembantu untuk bekerja.

...***...

Evelyn mencari-cari Tuan Horisson, selain ingin meminta ijin untuk cuti satu hari agar bisa membawa ibunya ke dokter, ia juga ingin meminjam uang untuk biaya berobat nantinya.

Akan tetapi Tuan Horisson tidak ada di tempatnya dikarenakan urusan bisnis dan pergi bersama dengan Louise.

Mau tidak mau, gadis itu pun memberanikan diri meminta ijin dan juga meminjam uang untuk membawa ibunya berobat kepada sang nyonya besar.

"Nyonya besar," sapa Evelyn ragu-ragu. Karena dia begitu takut akan mengganggu kenyamanan sang majikan yang sedang sibuk luluran di salon kecantikan pribadinya.

"Hem," sahut Nyonya Grace enggan membuka matanya karena malas.

"I-ibu saya sudah tiga hari ini menderita demam, kondisinya juga tidak membaik meski sudah minum obat penurun panas dan pagi ini ibu sudah muntah dua kali. N-nyonya, bolehkah kalau saya minta ijin sehari untuk membawanya ke dokter?" ucap Evelyn dengan semua keberaniannya.

Nyonya Grace mulai bergerak, lalu melepaskan dua irisan mentimun yang menempel dikedua matanya.

Wanita itu duduk tegak dan menatap Evelyn. "Tidak bisa, jika kau cuti sehari saja maka pekerjaan dirumah ini akan menumpuk. Dan aku tidak ingin itu sampai terjadi, kalian sudah tahu kan kalau di rumah ini harus tetap bersih dan higienis. Tidak boleh ada benda berantakan sedikitpun, karena aku tidak suka melihat ketidaksempurnaan."

"T-tapi Nyonya, saya berjanji setelah membawa Ibu ke dokter. Saya akan segera merapihkan semua tugas dirumah ini. Saya juga akan menyelesaikan pekerjaan ibu yang sempat tertunda selama sakit," mohon Evelyn.

Dia sampai rela bersimpuh di kaki orang lain, hanya agar bisa membawa ibunya ke rumah sakit.

Nyonya Grace menghela nafas panjang. "Baiklah," balasnya singkat. Kemudian berbaring kembali, sesekali meregangkan tubuhnya.

"Terima kasih Nyonya besar," balas Evelyn. Namun dia masih belum beranjak dari tempat tersebut karena ada satu hal lagi yang belum ia sampaikan.

"Kenapa masih berdiri disini, pergilah!" titah Nyonya Grace.

Evelyn berusaha menelan ludahnya yang tertahan. "M-maaf Nyonya Besar, bisakah saya p-pinjam uang untuk ongkos ke rumah sakit? Saya berjanji akan menggantinya dengan segera, atau potong saja dari gaji saya," pintanya memberanikan diri.

Nyonya Grace berdecak kesal, namun mengingat Ibu Angel sudah sangat lama bekerja di rumahnya, membuat ia menyanggupi keinginan tersebut tanpa banyak ocehan.

"Baiklah," ucap Nyonya Grace mengangguk.

"Terima kasih nyonya," balas Evelyn antusias.

Wanita kaya itu lalu mengambil tas brandednya dan memberikan Evelyn sejumlah uang. "Ini adalah gajimu selama satu bulan penuh, jadi tidak perlu diganti. Anggap saja kau tidak gajian bulan ini," ucapnya.

Evelyn menerima uang tersebut dan mendekapnya didada. "T-terima kasih nyonya," balasnya.

"Hem, pergilah cepat!" titah nyonya Grace kemudian melanjutkan kembali aktifitasnya.

...***...

Rumah sakit.

Ibu Angel dan Evelyn telah tiba dirumah sakit, setelah mendaftarkan diri diresepsionis dan mendapatkan nomor antrian.

Wanita itu begitu linglung, karena ini kali pertamanya dia keluar dari rumah besar Horisson ke tempat asing walau itu adalah rumah sakit.

Akan tetapi semua mata selalu saja memandang ke arahnya, karena bagaimana tidak. Evelyn begitu sempurna untuk dipandang, terutama kaum adam.

"Ibu, apa kau butuh sesuatu?" tanya Evelyn melihat ibunya lemas. Kemudian menyelimutinya dengan selimut tebal yang dia bawa dari rumah majikan.

"Tidak ..." lirih Ibu Angel menggeleng.

Tak berselang lama kemudian, nomor antrian mereka disebut oleh seorang suster dan Ibu Angel mendapatkan penanganan dari dokter umum.

Dokter itu menanyakan beragam pertanyaan, seputar penyakit Ibu Angel dan berapa lama demam itu terjadi.

"Sudah 3 hari Dok, sudah minum obat dan di kompres. Tapi ibuku belum membaik dan pagi ini dia sudah muntah 2 kali," ucap Evelyn menjawab yang dia tahu.

Dokter memeriksa tensi darah serta suhu tubuh Ibu Angel sekali lagi. "Suhunya 39°C, tensinya rendah sekali, demam ibu Angel juga sudah 3 hari tidak turun. Kalau begitu kita harus melakukan cek darah untuk mengetahui sakit apa sebenarnya ibu Angel ya," ucap sang Dokter kemudian menulis sesuatu.

Evelyn mengangguk pasrah, selain tidak tahu akan keluar biaya berapa besarnya. Dia juga sangat cemas saat dokter menuliskan sesuatu disebuah kertas yang sangat tidak dia mengerti.

"Baiklah Dokter," jawab Evelyn. Apapun akan gadis itu lakukan demi kesembuhan sang ibu angkat.

"Sekarang bawa formulir ini dan pergilah ke ruangan lab, nanti minta tolong suster disana untuk mengambil darah ibu Angel ya. Setelah keluar hasilnya, nanti balik lagi kesini," ucap sang dokter menyerahkan selembar kertas rujukan.

"Baik Dok," jawab Evelyn patuh. Kemudian menjalankan perintah sang dokter menuju ruangan laboratorium.

...***...

20 menit kemudian.

Hasil Lab pemeriksaan darah milik Ibu Angel telah selesai diperiksa dan Evelyn bergegas membawa amplop hasil pemeriksaan ibunya itu, kepada sang dokter kembali untuk mengetahui hasil kesehatan ibunya.

Gadis itu begitu takut, terlebih melihat raut wajah sang dokter yang berubah tegang saat melihat hasil pemeriksaan. "Dokter, katakan padaku. Bagaimana hasilnya?"

Dokter menghela nafas dan menatap Evelyn. "Nona Evelyn, ibu Angel terkena leukositosis atau kelebihan jumlah leukosit dalam darah. Itulah penyebabnya beliau sering demam dan lemas serta pucat."

"Apa maksudnya Dok, apa leukosit itu?" tanya Evelyn benar-benar tidak mengerti.

"Leukosit bisa disebut juga sel darah putih, dimana sel darah putih itu berfungsi untuk melindungi diri serta melawan berbagai macam infeksi dalam tubuh dari serangan virus atau bakteri berbahaya dan lain sebagainya."

"Tapi kelebihan sel darah putih berlebihan juga itu tidak baik, karena bisa menyerang sistem kekebalan itu sendiri dan setelah melihat hasil tes ini, jumlah leukosit dalam darah ibu Angel berada di atas rata-rata orang normal," jawab Dokter.

"Apa penyebabnya Dok?" tanya Evelyn.

"Bisa dari infeksi, peradangan, obat-obatan dan yang paling kita takutkan adalah kanker darah. Tapi dalam kasus kanker darah, jumlah leukosit dalam darah bisa lebih tinggi lagi dan itu membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut," jawab Dokter.

"Lalu apakah bahaya Dok?" tanya Evelyn lagi.

"Sudah pasti bahaya jika tidak ditangani dengan cepat, untuk itulah Ibu Angel harus segera dirawat dirumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat dari dokter spesialis," jawab Dokter itu.

Evelyn menghela nafasnya panjang dan pikirannya sudah merambah kemana-mana, tentang biaya, waktu dan juga kesehatan sang ibu. "Baiklah Dokter, rawat saja Ibuku!" tegasnya yakin.

Dokter mengangguk, kemudian meminta suster untuk memulai merawat Ibu Angel dikamar rawat inap.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

sari emilia

sari emilia

ibu engel kerja sdh lma sblm ada evelin terus d tambah bersama evelyn slm 16 thn....anggap lh 20 thn...tinggal dan makan d rmh majikn nya...uang nya utuh donk meski cm sbg pembantu tp kerja d rmh org laya raya misal kn gaji nya 2 jt/ bln x 10 bln aja sdh 20 jt x 10 thn 200 jt x 16 thn tambah evelyn 1.500 misal x 10 bln = 15 jt x 6 thn gabung kn pendapatan k 2 nya lumayan besar...anggap pengeluaran mrk d besarkn 10 jt sml bekerja...ms iya mau kerumah sakit ga ada uang mustahil kan 😃😃😃...apa lg tuan anderson baik pasti lh ada bonus2 terutama hr2 besar spt lebaran dll 🤗🤗🤗

2024-04-11

1

Senajudifa

Senajudifa

kasian evelin

2023-03-08

1

auliasiamatir

auliasiamatir

kok minjam sih thor,
kan meteka kerja sama orang kaya, makan dan tinggal juga di sana, masa gak punya tabungan dari gajinya.

2023-02-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!