Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.

"Louise! Evelyn!" sentak Nyonya Grace tidak suka melihat kejadian tersebut.

Evelyn segera turun dari pangkuan Louise dan menunduk takut saat nyonya Grace melolot ke arahnya.

"Mom, kenapa kau berteriak seperti itu. Lihatlah Evelyn, dia sangat ketakutan." Louise mendekap tubuh mungil Evelyn yang gemetaran.

"Louise, menjauhlah dari anak pembantu itu. Apa kau sadar tindakanmu itu sangatlah tidak pantas? Bagaimana kau bisa berdekatan dengan anak yang statusnya jauh diatas keluarga kita," ucap Nyonya Grace menekankan posisi keluarganya.

Louise menghela nafas kasar, kemudian melepaskan Evelyn agar pergi dari tempatnya berada, lalu menatap tidak suka ibunya itu.

"Mom, dia hanyalah anak kecil. Mengapa kau menunjukkan status sosial kepadanya, dia tidak akan mengerti. Dan asal Mommy tahu saja, sikap keras Mommy kepadanya itu bisa mempengaruhi mental maupun psikisnya," ucap Louise sambil menyugar rambutnya.

"Masa bodo, yang jelas Mommy tidak suka kamu berdekatan dengan anak pembantu itu lagi. Titik!" tegas Nyonya Grace.

"Kenapa aku tidak boleh mendekati anak itu? Apa karena dia adalah seorang anak pembantu? Dia hanya seorang anak kecil biasa yang masih suka bermain. Bahkan di usianya yang sekarang itu seharusnya dia sedang mengeyam pendidikan, tapi apa? Kau tidak mengijinkan dia bersekolah dimanapun," ucap Louise kemudian pergi menjauh dari ibunya dengan perasaan kesal.

"Louise!" pekik Nyonya Grace memanggil.

"Tante sudahlah jangan memarahi Louise lagi, dia tidak bersalah dan menurutku anak pembantu itulah yang selalu mendekati Louise," serobot Gisella sambil mengusap-usap lengan Nyonya Grace agar tenang.

"Benar, pasti anak pembantu itu yang selalu saja mendekati Louise dengan segala kepolosan dan tingkah manjanya. Jika tidak, bagaimana mungkin Louise maupun orang-orang disini amat menyukainya," balas Nyonya Grace sedikit geram jika mengingat perhatian suaminya terhadap Evelyn yang begitu berlebihan.

"Sudahlah, Tante. Bagaimana kalau kita shoping ke mall, bukankah Tante bilang ingin mengajakku berbelanja?" rayu Gisella agar Nyonya Grace melupakan kekesalannya.

Nyonya Grace pun menepuk jidatnya. "Ah iya kau benar sayang. Tante hampir saja lupa, ini semua gara-gara anak pembantu itu. Yu kita pergi sekarang!"

Gisella tersenyum, kemudian menggandeng lengan Nyonya Grace dan mengajaknya pergi ke luar untuk bersenang-senang.

...***...

Kamar pembantu.

Disisi lain Louise menghampiri kamar pembantu dimana Evelyn berada sekarang, pria tampan itu jalan berjinjit-jinjit dan mengintip ke dalam kamar tersebut.

Louise tersenyum dan menatapi punggung mungil Evelyn yang sedang berbaring dikasurnya sambil memeluk sebuah boneka yang sedikit termakan usia.

"Duarr!!"

"Aakkhh!!

Louise mengejutkan Evelyn, hingga gadis kecil itupun terjingkrak bangun dan refleks memeluk Louise karena saking terkejutnya.

Kedua matanya terpejam erat, sambil mengalungkan kedua lengan mungilnya di leher kekar Louise.

"Hehe ..." Louise terkekeh dan berusaha menenangkan Evelyn yang ketakutan didalam pelukannya itu.

"Evelyn ini Tuan Paman, maaf ya kalau membuatmu takut." Louise mendorong lembut Evelyn agar melepaskan pelukannya. Lalu menatap lekat wajah cantik gadis mungil itu. "Buka matamu Evelyn, ini tuan Paman. Pangeran tampanmu," ucapnya tersenyum.

"Tuan Paman ...." Evelyn membuka kedua matanya perlahan dan menatap baik-baik wajah yang telah berhasil mengejutkannya.

"Kau jahat sekali!" sentak Evelyn kemudian menangis terisak sambil menutupi wajahnya.

"Iya maaf, tuan paman telah salah. Sekarang berhentilah menangis, karena tuan paman punya sesuatu untukmu." Louise berdiri lalu menarik tangan Evelyn untuk ikut dengannya.

"Tuan Paman kita mau kemana? Aku tidak ingin ikut denganmu," balas Evelyn menggelengkan kepala, sambil menarik lengan mungilnya agar tidak melangkah maju.

Louise menoleh ke belakang. "Kenapa tidak mau ikut tuan Paman, Evelyn?" tanyanya.

"Nanti nyonya besar akan marah lagi padaku, dan aku takut nyonya besar nanti memecat ibu dan mengusir kami berdua dari sini," jawab Evelyn menunduk.

Louise menghela nafasnya dan memikirkan ada benarnya juga perkataan gadis kecil itu. "Baiklah, tuan Paman tidak jadi memintamu untuk ikut. Tapi sebagai gantinya, kau harus tersenyum lagi dan tidak boleh menangis seperti tadi."

Evelyn mengangkat wajahnya dan menatap Louise si sang pangeran tampannya, kemudian mencoba tersenyum.

"Gadis pintar," seru Louise tersenyum, sambil mengusak puncak kepala Evelyn.

...***...

"Tuan Paman, apa wanita tadi itu adalah nyonya bibiku?" tanya polos Evelyn yang sedang duduk, sambil mengayun-ayunkan kakinya.

"Hem ... Dia akan menikah dengan tuan Paman," jawab Louise.

"Kalau begitu cepatlah menikah dan buatlah bayi, biar aku punya adik untuk bermain."

Louise seketika menoleh dan terkekeh. "Buat bayi?" batinnya merasa lucu. Mengingat dirinya tidak pernah serius berhubungan dengan seorang wanita, menjadikan pria itu tertawa sendiri.

"Kenapa tuan Paman tertawa? Bukankah menikah itu sangat diimpikan oleh setiap orang. Tuan Paman sangat tampan dan nyonya bibi tadi sangat cantik, pasti kalian berdua akan bahagia seperti cerita dongengku," balas Evelyn.

"Evelyn, tidak semua cerita dongeng sama dengan dunia nyata. Kau masih terlalu kecil untuk mengetahui dunia para orang dewasa itu seperti apa kenyataannya," ucap Louise. Namun Evelyn hanya bengong saja tidak mengerti.

...***...

Nyonya Grace bersama calon menantunya telah tiba di rumah, wanita glamor itu segera menghempaskan tubuhnya di sofa berharga ratusan juta untuk melepas lelah karena berjalan-jalan di mall demi membeli kebutuhan pribadi yang sebenarnya tidak perlu untuk dibeli.

Namun, demi menyenangkan hati sang calon menantu, wanita paruh baya itu tidak memusingkan biaya pengeluaran yang ia keluarkan untuk berbelanja tadi.

Nyonya Grace memanggil salah satu pelayan tumahnya untuk memijat kedua kakinya yang sudah diangkat diatas meja kecil dalam ruangan itu, begitu pula dengan Gisella yang meminta jasa layanan pijat keluarga Horisson.

"Pijat kaki kami berdua!" titah Nyonya Grace.

"Baik Nyonya besar!" seru sang pelayan.

Namun kedua netra wanita paruh baya itu merasa gatal saat melihat Evelyn berjalan masuk ke dalam rumahnya.

"Evelyn!" panggil Nyonya Grace sedikit memekik.

Evelyn pun terperanjat kaget, lalu menoleh ke arah sumber suara yang telah memanggilnya. Kedua bola mata gadis itu membulat, melihat sang nyonya nesar menatap tajam dirinya.

"Kesini kamu!" titahnya lagi.

"B-baik nyonya besar!" sahut Evelyn, kemudian menghampiri Nyonya Grace.

"Minta ibumu untuk membuatkan kami cemilan ringan dan buatkan jus jeruk, lalu bawakan kesini. Cepat!" titah nyonya Grace begitu tegas.

Evelyn menggangguk cepat. "B-baik Nyonya," patuhnya kemudian bergegas ke dapur.

"Tante, dia masih kecil. Apa bisa melakukan itu semua?" tanya Gisella merasa ragu.

"Tidak apa, Tante ingin membuat dia menyadari sesuatu, bahwa statusnya disini hanyalah seorang anak pembantu," balas Nyonya Grace.

Tak berapa lama kemudian Evelyn datang dengan memegang nampan besar berisi makanan dan juga minuman, nampan tersebut bahkan lebih besar daripada lebar tubuhnya.

Semua maid tidak tega melihat Evelyn menahan beban seberat itu, termasuk Ibu angkatnya sendiri. Namun titah nyonya Grace melarang semua maid agar tidak membantu Evelyn, membuat semua orang tidak berdaya membantu Evelyn.

"Bawa kesini makanannya!" titah nyonya Grace ketika melihat Evelyn telah muncul di kejauhan.

Gadis kecil itu sudah mengeluarkan keringat dingin, selain karena menahan beban yang begitu berat pada nampan besar dikedua tangannya, dia juga takut akan kemarahan nyonya Grace jika tidak berhasil membawa nampan tersebut kehadapan nyonya besar.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Siti Mujimah

Siti Mujimah

jahat amat itu majikan .. kasihan Evelyn .pdhl sebenarnya dia juga anak orang kaya tp terbuang .. kasian amat gk sekolah y.. kenapa sih tuan besar nya gk berbaik hati untuk menyekolahkannya..

2023-11-12

2

Tatik Tabayy

Tatik Tabayy

JHT kalii, nyonya Grace 😭😭😭😭

2023-10-15

2

Senajudifa

Senajudifa

lempar aj kemukax tuh evelin biar tuh nyonya kapok

2023-03-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bayi Evelyn.
2 Bab 2. Evelyn kecil.
3 Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4 Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5 Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6 Bab 6. Menerka.
7 Bab 7. Leukositosis.
8 Bab 8. Harga sebuah kalung.
9 Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10 Iklan sejenak
11 Bab 10. Pecat!
12 Bab 11. Mencari Evelyn.
13 Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14 Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15 Bab 14. Membawa pulang.
16 Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17 Bab 16. Pameran berlian
18 Bab 17. Mencocokkan.
19 bab 18. Sebuah kebenaran.
20 Bab 19. Sepenggal kisah
21 Bab 20. Mengadu
22 Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23 Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24 Bab 23. Sanksi tegas.
25 Bab 24. Guru Les
26 Bab 25. Hanya pria kotor.
27 Bab 26. Menginap di puncak.
28 Bab 27. Kembali pulang.
29 Bab 28. Menjenguk.
30 Bab 29. Rahasia besar Louise.
31 Bab 30. Tersesat.
32 Bab 31. Menemukan.
33 Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34 Bab 33. Malam pertama Gisella
35 Bab 34. Keberuntungan Gisella
36 Bab 35. Mengerjai Gisella
37 Bab 36. Pergi
38 Bab 37. Terus mencari.
39 Bab 38. Mendadak pulang.
40 Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41 Bab 40. Tertangkap.
42 Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43 Bab 42. Jujur dan mengakui
44 Bab 43. Membujuk.
45 Bab 44. Pertengkaran.
46 Bab 45. Selamat tinggal.
47 Bab 46. Lima tahun kemudian
48 Bab 47. Telah sampai.
49 Bab 48. Ikut menyusul
50 Bab 49. Siapa dia?
51 Bab 50. Wanita misterius.
52 Bab 51. Tidak menyangka.
53 Bab 52. Terjatuh.
54 Bab 53. Terpana.
55 Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56 Bab 55. Terpaksa.
57 Bab 56. Anak pembantu milikku.
58 Bab 57. Perjanjian.
59 Bab 58. Menunggumu kembali.
60 Bab 59. Hari kelulusan.
61 Bab 60. Menagih janji.
62 Bab 61. Memberontak.
63 Bab 62. Meminta ijin.
64 Bab 63. Kematian Anthoni.
65 Bab 64. Memberi pengertian.
66 Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67 Bab 66. Terhipnotis.
68 Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69 Bab 68. Ingin bercerai
70 Bab 69. Memijat.
71 Bab 70. Nonton bioskop.
72 Bab 71. Biang kerok.
73 Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74 Bab 73. Kehamilan Gisella.
75 Bab 74. Amarah Evelyn.
76 Bab 75. Permintaan Evelyn.
77 Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78 Bab 77. Kecemburuan Louise.
79 Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80 Bab 79. Menyadari.
81 Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82 Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83 Bab 82. Mengambil alih.
84 Bab 83. Tes DNA
85 Bab 84. Menolak membiayai
86 Bab 85. Tidak ada pilihan.
87 Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88 Bab 87. Upaya Gisella.
89 Bab 88. Sisi gelap Steve.
90 Bab 89. Kenyataan pahit.
91 Bab 90. Pertolongan Louise.
92 Bab 91. Mengangkat kasus lama
93 Bab 92. Perhatian Evelyn.
94 Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95 Bab 94. Perdebatan panas.
96 Bab 95. Tersadar.
97 Bab 96. Memenangkan kasus
98 Bab 97. Cerai.
99 Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100 Bab 99. Akan menikahi.
101 Bab 100. Menghindar.
102 Bab 101. Kedatangan Steve.
103 Bab 102. Lampu Hijau.
104 Bab 103. Bebas.
105 Bab 104. Pacaran.
106 Bab 105. Pergi dua bulan.
107 Bab 106. Hasutan Steve.
108 Bab 107. Mengambil foto
109 Bab 108. Pulang mendadak
110 Bab 109. Berdebat.
111 bab 110. Membuat perhitungan.
112 Bab 111. Jangan pergi.
113 Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114 Bab 113. Mahkota yang hilang.
115 Bab 114. Sakit.
116 Bab 115. Hari pernikahan.
117 Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118 Bab 117. Kecebong lincah.
119 Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120 Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121 Pengumuman novel baru.
122 Bab 120. Akhir cerita (Tamat)
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Bab 1. Bayi Evelyn.
2
Bab 2. Evelyn kecil.
3
Bab 3. Lamaran Tuan Horisson.
4
Bab 4. Hanya seorang anak pembantu.
5
Bab 5. Mulai mengajari Evelyn.
6
Bab 6. Menerka.
7
Bab 7. Leukositosis.
8
Bab 8. Harga sebuah kalung.
9
Bab 9. Pergi tanpa ijin.
10
Iklan sejenak
11
Bab 10. Pecat!
12
Bab 11. Mencari Evelyn.
13
Bab 12. Membawa ke rumah sakit.
14
Bab 13. Kepergian ibu Angel.
15
Bab 14. Membawa pulang.
16
Bab 15. Kak Selvi dan Mika.
17
Bab 16. Pameran berlian
18
Bab 17. Mencocokkan.
19
bab 18. Sebuah kebenaran.
20
Bab 19. Sepenggal kisah
21
Bab 20. Mengadu
22
Bab 21. Anak pembantu milik tuan muda.
23
Bab 22. Pembatalan pernikahan.
24
Bab 23. Sanksi tegas.
25
Bab 24. Guru Les
26
Bab 25. Hanya pria kotor.
27
Bab 26. Menginap di puncak.
28
Bab 27. Kembali pulang.
29
Bab 28. Menjenguk.
30
Bab 29. Rahasia besar Louise.
31
Bab 30. Tersesat.
32
Bab 31. Menemukan.
33
Bab 32. Dimarahi habis-habisan
34
Bab 33. Malam pertama Gisella
35
Bab 34. Keberuntungan Gisella
36
Bab 35. Mengerjai Gisella
37
Bab 36. Pergi
38
Bab 37. Terus mencari.
39
Bab 38. Mendadak pulang.
40
Bab 39. Menyebut ciri-ciri
41
Bab 40. Tertangkap.
42
Bab 41. Menggoyahkan pendirian
43
Bab 42. Jujur dan mengakui
44
Bab 43. Membujuk.
45
Bab 44. Pertengkaran.
46
Bab 45. Selamat tinggal.
47
Bab 46. Lima tahun kemudian
48
Bab 47. Telah sampai.
49
Bab 48. Ikut menyusul
50
Bab 49. Siapa dia?
51
Bab 50. Wanita misterius.
52
Bab 51. Tidak menyangka.
53
Bab 52. Terjatuh.
54
Bab 53. Terpana.
55
Bab 54. Jatuh ke kolam renang.
56
Bab 55. Terpaksa.
57
Bab 56. Anak pembantu milikku.
58
Bab 57. Perjanjian.
59
Bab 58. Menunggumu kembali.
60
Bab 59. Hari kelulusan.
61
Bab 60. Menagih janji.
62
Bab 61. Memberontak.
63
Bab 62. Meminta ijin.
64
Bab 63. Kematian Anthoni.
65
Bab 64. Memberi pengertian.
66
Bab 65. Keinginan Nyonya Merry
67
Bab 66. Terhipnotis.
68
Bab 67. Kecurigaan Gisella.
69
Bab 68. Ingin bercerai
70
Bab 69. Memijat.
71
Bab 70. Nonton bioskop.
72
Bab 71. Biang kerok.
73
Bab 72. Kakak perempuannya Steve.
74
Bab 73. Kehamilan Gisella.
75
Bab 74. Amarah Evelyn.
76
Bab 75. Permintaan Evelyn.
77
Bab 76. Penyesalan Opa Bernadi
78
Bab 77. Kecemburuan Louise.
79
Bab 78. Kesedihan Evelyn.
80
Bab 79. Menyadari.
81
Bab 80. Perdebatan Louise dengan Steve.
82
Bab 81. Berganti kepemimpinan.
83
Bab 82. Mengambil alih.
84
Bab 83. Tes DNA
85
Bab 84. Menolak membiayai
86
Bab 85. Tidak ada pilihan.
87
Bab 86. Kesulitan Ekonomi.
88
Bab 87. Upaya Gisella.
89
Bab 88. Sisi gelap Steve.
90
Bab 89. Kenyataan pahit.
91
Bab 90. Pertolongan Louise.
92
Bab 91. Mengangkat kasus lama
93
Bab 92. Perhatian Evelyn.
94
Bab 93. Pembacaan tuntutan.
95
Bab 94. Perdebatan panas.
96
Bab 95. Tersadar.
97
Bab 96. Memenangkan kasus
98
Bab 97. Cerai.
99
Bab 98. Karyawan sekaligus pembantu.
100
Bab 99. Akan menikahi.
101
Bab 100. Menghindar.
102
Bab 101. Kedatangan Steve.
103
Bab 102. Lampu Hijau.
104
Bab 103. Bebas.
105
Bab 104. Pacaran.
106
Bab 105. Pergi dua bulan.
107
Bab 106. Hasutan Steve.
108
Bab 107. Mengambil foto
109
Bab 108. Pulang mendadak
110
Bab 109. Berdebat.
111
bab 110. Membuat perhitungan.
112
Bab 111. Jangan pergi.
113
Bab 112. Pesona ketampanan Louise
114
Bab 113. Mahkota yang hilang.
115
Bab 114. Sakit.
116
Bab 115. Hari pernikahan.
117
Bab 116. Malam pertama (21 plus)
118
Bab 117. Kecebong lincah.
119
Bab 118. Kedatangan Tuan dan Nyonya besar
120
Bab 119. Pernikahan Ken dan Selvi.
121
Pengumuman novel baru.
122
Bab 120. Akhir cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!