Chap 18 - Merasa bersalah

"Apa kau bilang? Erik dan Regan hilang?"

"Benar nyonya. Kami sudah mencari mereka di setiap sudut, bahkan kami sudah menghubungi mereka tapi...." Jawab salah satu algojo Camelia sembari menggeleng.

Camelia berdecih, melempar pandangan ke samping dengan kesal.

"Ke mana mereka?"

Camelia terus berpikir, kenapa anak buahnya bisa sampai menghilang. Ia terus mencoba menyambungkan kejadian yang telah lalu.

"Mereka tidak mencolok. Yang mereka lakukan hanyalah melecehkan gadis itu." Gumam Camelia lirih.

"Tidak mungkin gadis itu memiliki kekuatan sampai bisa membuat mereka hilang."

Camelia terus berfikir, kepalanya yang berdenyut membuatnya memijit pelipis dengan kedua tangannya.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka tiba-tiba menghilang?"

Camelia melirik pada algojo nya yang memberi laporan.

"Kau tau kapan mereka menghilang?"

"Malam kemarrin."

"Malam kemarin?"

Camelia berpikir lagi, mengingat-ingat tentang kejadian sebelum itu.

"Itu setelah kami mengancam Lily. Tidak mungkin kebetulan seperti ini? Tapi, gadis itu masih terlihat sangat ketakukan padaku. Tidak mungkin dia pelakunya. Lalu siapa?"

"Lalu siapa? Siapa? Apa ada orang lain di belakangnya? Dia baru masuk di rumah ini. Tak mungkin dia memiliki sekutu."

Camelia terus bergumam sendiri sembari memijit pelipisnya yang terasa pusing dan tidak karuan.

***

Lily mengecek ponsel milik Axelo setelah ia keluar dari kamar mandi. Lily mengernyit heran. Belum lama ia mengisi dayanya, tapi ponsel itu sudah terisi penuh batere nya.

"Mungkin, hpnya mudah ngedrop." Gumam Lily mengambil kesimpulan. Lalu mencabut ponsel milik suaminya dan menyalakan power. Setelah menunggu sesaat, ponsel itu menyala.

Dada Lily berdebar kencang, berharap semoga ponsel itu tidak di kunci kode. Lily mengusap layar ke atas. Merasa lega ternyata Axelo tidak menguncinya.

Dengan lincah jempol Lily menekan nomor ponselnya. Melakukan sambungan telpon. Lalu Lily berganti mengambil hpnya sendiri, mengirim rekaman itu ke nomor Axelo.

"Begini beres." Gumam Lily tersenyum setelah menyimpannya.

Lily menatap wajah Axelo, rasa bersalah karena sudah sempat kesal pada suaminya hingga dia terjebak di dalam rumah yang bagai neraka itu.

"Suamiku, maaf kan aku. Aku memang bersalah karena beberapa kali mengganggumu dan mengutukmu. Tapi, kau tau kan, ini memang ada kaitannya denganmu. Yaahh, tapi, ternyata kamu sangat malang. Nasip kita sama. Jadi, anggap aja kita sedang bersekutu." Ucap Lily berbicara pada sosok yang masih terbaring dan memejamkan matanya itu.

"Baiklah, kamu pasti bosan, bagaimana jika aku bacakan kamu novel favorit ku?" Tawar Lily seolah Axelo benar-benar mendengar ucapannya.

"Baiklah, karena kamu diam, itu artinya setuju." Lily menyimpulkan. Lalu mengambil satu buku novel ber-genre roman.

"Ini bagaimana?" Lily menunjukkan satu buku romantis pada Axelo. "Judulnya, terpaksa menikahi adik ipar."

Hening sejenak, Lily sengaja diam untuk menunggu Axelo yang jelas tak akan bisa memberi jawaban.

"Kau setuju? Oooohh, baiklah, kita memang memiliki selera yang sama." Lily terkekeh, lalu mulai membuka halaman pertama.

Lily membaca novel itu dengan sangat menjiwai. terkadang dia membacanya dengan ekpersi wajah sedih atau bahagia, sambil menggerakkan anggota tubuhnya yang lain.

"Suami ku, ini part yang paling aku suka." Ungkap Lily menatap wajah suaminya. Lalu berdehem pelan.

Lily membaca lagi, hal yang membuatnya baper maksimal. Saat MC lelaki mencari istrinya yang hilang. Lalu bertemu setelah pencarian.

Lily berhenti membaca saat mereka sampai di adegan keduanya berciuman.

"### Ya ampun, suamiku. Aku malu membacakannya kalau adegan ini." Lily tersipu dan menutup wajahnya dengan novel itu. Lalu ia mengintip suaminya yang masih terpejam itu. Dengan menurunkan ujung buku hingga batas hidungnya.

Terpopuler

Comments

Sena_cantik9

Sena_cantik9

curiga nih,,, jgn2 ulah Raize

2023-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chap 1 - Rencana Lukas
2 Chap 2 - Lily pulang
3 Chap 3 - Penolakan
4 Chap 4 - Pertengkaran
5 Chap 5 - Menagih
6 Chap 6 - Menyetujui
7 Chap 7 - Bagian keluarga
8 Chapter 8 - tugas pertama
9 chapter 9 - Tak tertindas
10 Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11 Chapter 11 - Ternyata....
12 Chapter 12 - Musuh Lain
13 Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14 Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15 chapter 15 - Air mata dan racun
16 chapter 16 - Ancaman lagi
17 Chap 17 - Bukti
18 Chap 18 - Merasa bersalah
19 Chap 19 - Mimpi yang indah
20 Chapter 20 - Reaksi Axelo
21 Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22 Chapter 22 - Apa aku gila?
23 chapter 23 - Russel
24 Chapter 24 - Perjuangan Lily
25 Chapter 25 - Sadar?
26 chapter 26 - Maafkan aku
27 Chapter 27 - Flash back
28 Chapter 28 - Masih flash back
29 Chapter 29 - POV Axelo
30 Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31 Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32 Chapter 32 - Pulau pengasingan
33 Chapter 33 - Mengambil tindakan
34 chapter 34 - menguak bukti
35 Chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Chap 1 - Rencana Lukas
2
Chap 2 - Lily pulang
3
Chap 3 - Penolakan
4
Chap 4 - Pertengkaran
5
Chap 5 - Menagih
6
Chap 6 - Menyetujui
7
Chap 7 - Bagian keluarga
8
Chapter 8 - tugas pertama
9
chapter 9 - Tak tertindas
10
Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11
Chapter 11 - Ternyata....
12
Chapter 12 - Musuh Lain
13
Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14
Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15
chapter 15 - Air mata dan racun
16
chapter 16 - Ancaman lagi
17
Chap 17 - Bukti
18
Chap 18 - Merasa bersalah
19
Chap 19 - Mimpi yang indah
20
Chapter 20 - Reaksi Axelo
21
Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22
Chapter 22 - Apa aku gila?
23
chapter 23 - Russel
24
Chapter 24 - Perjuangan Lily
25
Chapter 25 - Sadar?
26
chapter 26 - Maafkan aku
27
Chapter 27 - Flash back
28
Chapter 28 - Masih flash back
29
Chapter 29 - POV Axelo
30
Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31
Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32
Chapter 32 - Pulau pengasingan
33
Chapter 33 - Mengambil tindakan
34
chapter 34 - menguak bukti
35
Chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!