"Apa kau bilang? Erik dan Regan hilang?"
"Benar nyonya. Kami sudah mencari mereka di setiap sudut, bahkan kami sudah menghubungi mereka tapi...." Jawab salah satu algojo Camelia sembari menggeleng.
Camelia berdecih, melempar pandangan ke samping dengan kesal.
"Ke mana mereka?"
Camelia terus berpikir, kenapa anak buahnya bisa sampai menghilang. Ia terus mencoba menyambungkan kejadian yang telah lalu.
"Mereka tidak mencolok. Yang mereka lakukan hanyalah melecehkan gadis itu." Gumam Camelia lirih.
"Tidak mungkin gadis itu memiliki kekuatan sampai bisa membuat mereka hilang."
Camelia terus berfikir, kepalanya yang berdenyut membuatnya memijit pelipis dengan kedua tangannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka tiba-tiba menghilang?"
Camelia melirik pada algojo nya yang memberi laporan.
"Kau tau kapan mereka menghilang?"
"Malam kemarrin."
"Malam kemarin?"
Camelia berpikir lagi, mengingat-ingat tentang kejadian sebelum itu.
"Itu setelah kami mengancam Lily. Tidak mungkin kebetulan seperti ini? Tapi, gadis itu masih terlihat sangat ketakukan padaku. Tidak mungkin dia pelakunya. Lalu siapa?"
"Lalu siapa? Siapa? Apa ada orang lain di belakangnya? Dia baru masuk di rumah ini. Tak mungkin dia memiliki sekutu."
Camelia terus bergumam sendiri sembari memijit pelipisnya yang terasa pusing dan tidak karuan.
***
Lily mengecek ponsel milik Axelo setelah ia keluar dari kamar mandi. Lily mengernyit heran. Belum lama ia mengisi dayanya, tapi ponsel itu sudah terisi penuh batere nya.
"Mungkin, hpnya mudah ngedrop." Gumam Lily mengambil kesimpulan. Lalu mencabut ponsel milik suaminya dan menyalakan power. Setelah menunggu sesaat, ponsel itu menyala.
Dada Lily berdebar kencang, berharap semoga ponsel itu tidak di kunci kode. Lily mengusap layar ke atas. Merasa lega ternyata Axelo tidak menguncinya.
Dengan lincah jempol Lily menekan nomor ponselnya. Melakukan sambungan telpon. Lalu Lily berganti mengambil hpnya sendiri, mengirim rekaman itu ke nomor Axelo.
"Begini beres." Gumam Lily tersenyum setelah menyimpannya.
Lily menatap wajah Axelo, rasa bersalah karena sudah sempat kesal pada suaminya hingga dia terjebak di dalam rumah yang bagai neraka itu.
"Suamiku, maaf kan aku. Aku memang bersalah karena beberapa kali mengganggumu dan mengutukmu. Tapi, kau tau kan, ini memang ada kaitannya denganmu. Yaahh, tapi, ternyata kamu sangat malang. Nasip kita sama. Jadi, anggap aja kita sedang bersekutu." Ucap Lily berbicara pada sosok yang masih terbaring dan memejamkan matanya itu.
"Baiklah, kamu pasti bosan, bagaimana jika aku bacakan kamu novel favorit ku?" Tawar Lily seolah Axelo benar-benar mendengar ucapannya.
"Baiklah, karena kamu diam, itu artinya setuju." Lily menyimpulkan. Lalu mengambil satu buku novel ber-genre roman.
"Ini bagaimana?" Lily menunjukkan satu buku romantis pada Axelo. "Judulnya, terpaksa menikahi adik ipar."
Hening sejenak, Lily sengaja diam untuk menunggu Axelo yang jelas tak akan bisa memberi jawaban.
"Kau setuju? Oooohh, baiklah, kita memang memiliki selera yang sama." Lily terkekeh, lalu mulai membuka halaman pertama.
Lily membaca novel itu dengan sangat menjiwai. terkadang dia membacanya dengan ekpersi wajah sedih atau bahagia, sambil menggerakkan anggota tubuhnya yang lain.
"Suami ku, ini part yang paling aku suka." Ungkap Lily menatap wajah suaminya. Lalu berdehem pelan.
Lily membaca lagi, hal yang membuatnya baper maksimal. Saat MC lelaki mencari istrinya yang hilang. Lalu bertemu setelah pencarian.
Lily berhenti membaca saat mereka sampai di adegan keduanya berciuman.
"### Ya ampun, suamiku. Aku malu membacakannya kalau adegan ini." Lily tersipu dan menutup wajahnya dengan novel itu. Lalu ia mengintip suaminya yang masih terpejam itu. Dengan menurunkan ujung buku hingga batas hidungnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Sena_cantik9
curiga nih,,, jgn2 ulah Raize
2023-01-09
0