Chap 5 - Menagih

"Berhenti! Mau ke mana kamu Lily! Kau tak boleh pergi! Berhenti."

Tak memperdulikan teriakan sang papa, Lily terus melangkah keluar. Tepat saat itu, pintu utama di buka dengan kasar dari luar.

BRAK!

Lily terkejut hingga reflek mundur ke belakang. Beberapa orang berbadan kekar dengan setelan jas hitam yang melengkapi penampilan sangar mereka menerjang masuk. Lily terlalu bingung dan kaget sampai ia hanya mematung di tempat.

Seorang pria masuk bersama wanita yang berpenampilan glamor nan seksi. Mereka lah paman dan bibi Axelo, Ervan dan Camellia.

"Lukas?"

Wajah Lukas menjadi pias dan tegang. Tubuhnya seketika lemas dan luruh. Keringat dingin membasahi punggungnya.

"Kami tagih janjimu!"

"Sa-saya tuan." Lukas terbata karena takut. Lalu menunjuk Lily yang berdiri tak jauh dari Ervan dan Camellia. "Dia- dia anakku yang aku maksud."

Mata Lily membelalak tak percaya. Papanya benar-benar menjualnya sebagai penebus hutang. Lalu lily menatap papa dan dua pasangan yang baru datang itu bergantian.

"Maaf, saya tidak bersedia." Tegas Lily tanpa menoleh lagi pada papanya. Lalu menunduk memberi hormat pada orang yang lebih tua, bukan atas dasar takut."Saya bukan anaknya, sejak aku pergi dari rumah, dia menipuku sedang sakit, dan aku terpaksa pulang. Jika ingin meminta ganti hutang, minta saja pada nya dan dua orang di sana." Lily menunjuk Clarissa dan ibunya. Mereka terlihat begitu terkejut dan takut.

"Lily!" Lukas dengan nada memohon menatap anak sulungnya, Lily bergeming.

"Lukas!"

Wajah Lukas semakin pias dan tegang. Keringat berjatuhan dari wajahnya.

"Lily, tolong papa nak." Mohon Lukas menangkup kedua tangannya dan wajah yang mengiba.

"Mintalah pada anak papa di sana." Cetus Lily menatap sinis pada Bella dan Clarisa yang masih terduduk dan ikut gemetar. Mereka pernah mendapat tekanan sebelum nya, hingga untuk menegakkan kepala saja mereka sudah tak berani.

"Lily! Please."

Ervan tertawa.

"Seperti nya, anakmu keberatan ya Lukas?"

Lukas menatap Ervan dengan sangat ketakutan, merasa tak siap untuk kehilangan jari juga nyawanya.

"Ti-tidak. Sa-saya akan membujuknya, tolong, beri saya waktu." Pinta nya mengiba.

Ervan tertawa lagi. Tawa yang menggelegar hingga membuat bulu kuduk merinding.

"Kenapa dengan orang ini?" Gumam Lily "apa dia salah makan?"

"Lily, papa mohon." Lukas mengiba.

"Tidak pa. Mereka yang menikmati uangmu, kenapa tidak mereka saja?" Lily menunjuk jengah dua wanita di tengah ruangan. "Mereka lebih pantas."

"Anak sialan! Berani kau..."

"Diam Bella! Jika Lily tidak bersedia, maka kau dan anak-anak mu yang akan menanggung semua." Bentak Lukas mengancam.

Ervan tertawa semakin kencang. Lalu ia menggerakkan kepalanya. Memberi isyarat pada para bodyguard nya. Dengan cepat mereka bergerak menahan tubuh Lukas dan memukulinya.

"Papa!"

"Lukas!"

Pekik Clarisa dan Bella bersamaan merasa ngeri melihat Lukas tak berdaya.

"Kau lihat itu Lily!" Pekik Bella dengan mata berderai dan tubuh gemetar."Cepat lakukan sesuatu! Jangan hanya diam saja!"

"Kau sendiri bagaimana Tante? Apa kau melakukan sesuatu?" Sindir Lily menatap sengit. Ia marah, kenapa harus dirinya? Sudah di tipu tentang penyakit ayahnya, Lily masih harus berkorban lagi untuk menutup hutang sang papa? Sementara dua anak lain dan istri yang sudah menikmati hartanya? Apa yang sudah mereka lakukan untuk Lukas?

Lily menatap Lukas yang mendapat pukulan dan tendangan bertubi-tubi. Hingga pria itu memuntahkan darah. Hati anak mana yang tak terluka melihat papanya mendapat siksaan sedemikian rupa. Tentu saja Lily merasa iba.

"Lukas.....!!" Tangis Bella memeluk Clarisa yang juga menangis tanpa bergerak dari tempatnya.

Clarisa menggeleng, lalu berdiri, "tidak ma! Aku tidak mau! Aku tidak mau terlibat!"

Terpopuler

Comments

alexis_sances9

alexis_sances9

semangat!!!

2023-01-04

0

dara manisku

dara manisku

anak sama istrinya g ada akhlak

2023-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chap 1 - Rencana Lukas
2 Chap 2 - Lily pulang
3 Chap 3 - Penolakan
4 Chap 4 - Pertengkaran
5 Chap 5 - Menagih
6 Chap 6 - Menyetujui
7 Chap 7 - Bagian keluarga
8 Chapter 8 - tugas pertama
9 chapter 9 - Tak tertindas
10 Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11 Chapter 11 - Ternyata....
12 Chapter 12 - Musuh Lain
13 Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14 Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15 chapter 15 - Air mata dan racun
16 chapter 16 - Ancaman lagi
17 Chap 17 - Bukti
18 Chap 18 - Merasa bersalah
19 Chap 19 - Mimpi yang indah
20 Chapter 20 - Reaksi Axelo
21 Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22 Chapter 22 - Apa aku gila?
23 chapter 23 - Russel
24 Chapter 24 - Perjuangan Lily
25 Chapter 25 - Sadar?
26 chapter 26 - Maafkan aku
27 Chapter 27 - Flash back
28 Chapter 28 - Masih flash back
29 Chapter 29 - POV Axelo
30 Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31 Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32 Chapter 32 - Pulau pengasingan
33 Chapter 33 - Mengambil tindakan
34 chapter 34 - menguak bukti
35 Chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Chap 1 - Rencana Lukas
2
Chap 2 - Lily pulang
3
Chap 3 - Penolakan
4
Chap 4 - Pertengkaran
5
Chap 5 - Menagih
6
Chap 6 - Menyetujui
7
Chap 7 - Bagian keluarga
8
Chapter 8 - tugas pertama
9
chapter 9 - Tak tertindas
10
Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11
Chapter 11 - Ternyata....
12
Chapter 12 - Musuh Lain
13
Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14
Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15
chapter 15 - Air mata dan racun
16
chapter 16 - Ancaman lagi
17
Chap 17 - Bukti
18
Chap 18 - Merasa bersalah
19
Chap 19 - Mimpi yang indah
20
Chapter 20 - Reaksi Axelo
21
Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22
Chapter 22 - Apa aku gila?
23
chapter 23 - Russel
24
Chapter 24 - Perjuangan Lily
25
Chapter 25 - Sadar?
26
chapter 26 - Maafkan aku
27
Chapter 27 - Flash back
28
Chapter 28 - Masih flash back
29
Chapter 29 - POV Axelo
30
Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31
Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32
Chapter 32 - Pulau pengasingan
33
Chapter 33 - Mengambil tindakan
34
chapter 34 - menguak bukti
35
Chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!