"Kami sudah dapatkan orang ya, ayah."
Elvan dan Camellia duduk di sebuah ruang yang luas bernuansa emas dan merah. Duduk di tengah sofa panjang yang berderet di belakang meja kaca. Di ujung kepala meja, seorang pria tua duduk pada sofa single. Dengan memegangi tongkat penopang di depan tubuh nya. Sebenarnya, pria tua itu cukup kuat untuk sekedar berjalan ataupun beraktifitas tanpa tongkat itu. Ada sesuatu rahasia yang tersembunyi di dalam tongkat itu tanpa ada yang tau kecuali pemiliknya.
Pria tua ber- alis tebal itu menatap tajam pada kedua anak dan menantunya. Seketika membuat keduanya sedikit menciut nyalinya.
"Tunjukkan padaku! Aku ingin melihat dan menguji sebelum wanita itu masuk ke dalam hidup Axelo." Ucap Kakek berusia 75 tahun, Tuan Douglas Alfaro.
"Tentu saja ayah." Ucap Elvan, "dia sengaja kami pilih dengan sangat hati-hati."
"Semoga itu bukan bagian dari rencana buruk kalian." Sela tuan Douglas.
"Tentu saja tidak Ayah. Mana kami berani." Kilah Elvan gugup."EHEM, Camellia. Panggil lah gadis itu kemari."
"Baiklah sayang."
Tak lama Camellia masuk ke dalam ruangan itu bersama Lily. Gadis itu memakai pakaian sederhana. Tidak tampak mencolok dan glamor seperti Camelia ataupun Lisa kekasih Axelo yang sangat ditentang oleh kakek. Di tambah kini diam-diam menjalin hubungan dengan anak Elvan. Russel.
Lily hanya mengenakan baju terusan berwarna soft sebatas lulutnya bermotif polkadot. Make up tipis yang terkesan natural dan rambut yang di kuncir kuda menampakkan leher jenjangnya.
"Namanya, Lilyana whites Summer. Putri dari Lukas Summer." Camellia memperkenalkan gadis yang berdiri di sampingnya. Lily menunduk sebagai tanda hormat pada yang lebih tua.
Tuan Douglas tergelak. Lalu tiba-tiba tawa itu berhenti dan mata elang nya menatap tajam pada Lily. Gadis itu sedikitpun tak merasa gentar ataupun takut. Ia tau tuan Douglas adalah pria dingin dan bisa membunuh hanya dengan tatapannya. Dan kini, tuan Douglas sedang menatap tajam padanya.
"Apa kau mendapat tekanan dari mereka?" Tanya Douglas tanpa mengurangi tatapan yang mengintimidasi itu.
"Jawaban apa yang anda inginkan, tuan?"
"Kejujuran."
"Jujur?"
"Yeah, aku ingin tau apa yang membuat kamu bersedia menikahi seorang pria vegetatif." Terus menatap Lily dengan mengintimidasi.
Lily tersenyum, "Kalian kaya, dan kami punya hutang. Apa itu cukup mengobati rasa penasaran Anda, tuan Douglas?"
"Ha-ha-ha, " jawaban jujur Lily membuat Tuan Douglas tertawa. Dia sangat menyukai jawaban jujur Lily. Akan sangat menarik dengan keberadaan gadis itu di rumah ini.
"Baiklah, kau dapatkan perannya." Ucap tuan Douglas berdiri sambil berjalan menggunakan tongkatnya.
"Siapkan segera pernikahan axelo dan Liliyana Whites Summer."
Camelia yang tidak menyukai Lily menatap dengan penuh intimidasi. Lalu berbisik tepat di telinga Lily.
"Untung saja ayah menyukaimu. Jika tidak, kau akan berakhir menggantikan papa mu di kandang buaya.." lalu melangkah pergi.
Akhirnya pernikahan itu terjadi, tanpa sebuah perayaan mengingat kondisi Axelo.
"Ini adalah kamar tuan Axelo." Raize menjelaskan pada Lily.
"Aaa, yaaa..." angguk Lily mengikuti langkah kaki Raize yang ia ketahui sebagai asisten setia Axelo.
Begitu memasuki kamar Axelo, mulut Lily ternganga. Betapa takjubnya ia dengan kamar yang di dominasi warna putih cerah dan hitam. Dengan lampu gantung di tengah ruangan dan beberapa perabot yang terkesan mewah.
Di bagian yang dekat dengan jendela tampak sebuah ranjang berukuran king Size dan terbaring seseorang di sana.
"Nona Lily, silahkan letakkan barang anda di walk in kloset." Ucap Raize memberi instruksi." Saya akan menunggu anda di sini."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
dara manisku
wkwkwkwk... gw suka gaya loe
2023-01-04
0