Lily pun mulai menyeka tubuh suaminya dengan handuk lembab. Meraba tubuh indah Axelo dengan handuk itu. Sebagai wanita normal, tentu Lily harus menelan ludahnya, melihat sekaligus menyentuh tubuh sebagus itu menumbuhkan gejolak liar di dalam dirinya.
'aahh sial! Tubuh pria ini bagus sekali!' batin Lily sambil terus membersihkan tubuh Axelo. Bagian atas telah bersih, kini tinggal di bagian bawah.
'Arrggg!! Ya ampun.... Apa aku benar-benar harus membersihkan bagian ini juga?' pikir Lily lagi.
Ia melirik kecil ke arah Raize. Pria itu masih mengawasinya.
'ya ampun...' batin Lily lagi memutar matanya ke atas.
Lalu Lily mulai membuka celana Axelo.
"Mulai dari sini nona Lily selesaikan sendiri." Kata Raize melihat jam yang melingkar di lengan nya.
"Benarkah? Kamu tidak mau melihat aku menyelesaikannya?"
"Saya yakin nona Lily pasti akan menyelesaikan dengan baik. Saya kan memastikannya nanti setelah kembali."
"Ooohh,,begitu.... Baiklah...."
Raize tersenyum kecil lalu menunduk dan melangkah keluar kamar.
"Akhirnya dia pergi." Gumam Lily. Lalu melirik Axelo lagi.
Lily teringat dengan Angelica saat dalam perjalanan kembali tadi. Ia merasa iba pada pria tampan yang kini menjadi suaminya itu. Lily pun menyelesaikan tugasnya. Sembari berkata-kata seperti biasa.
"Kau tau, aku tak tau kamu mengalami hal yang buruk. Terlebih, mantan pacarmu itu. Percaya atau tidak, tau atau tidak, dia sekarang kekasih sepupumu. Dia sudah menghianatimu dua tahun yang lalu. Hati mu pasti sangat hancur. Tapi, aku harap, jika kamu sadar nanti, kamu bisa menerimanya dengan baik."
Lily terus membersihkan bagian bawah Axelo. Beberapa kali Lily harus menelan ludahnya. Menatap benda pusaka milik Axelo. Lalu mengukurnya dengan jari.
"Ummm... Ternyata sebesar ini, kira-kira akan sebesar apa nanti jika ini siap tempur?"
Lily tersenyum, lalu melanjutkan lagi membersihkan tubuh Axelo. Setelah semua selesai, dan Axelo sudah memakai piyamanya, Lily menyelimuti sampai batas dada.
"Mmmm.... Kamu jangan terlalu merasa buruk tentang penghianatan dari mantan pacarmu dan sepupumu. Tadi aku sudah membalasnya untukmu. Aku lumuri tubuhnya dengan jus, karena hanya itu yang aku temukan. Lain kali aku akan melumuri dengan saus. Huummmm?"
Lily menatap Axelo sejenak, rasa iba itu perlahan mengisi hati dan pikiran Lily. "Apa kamu merasa lebih baik?"
Lily masih memandang suami nya yang bahkan tak bergerak itu.
"Ya sudah, aku juga mau mandi."
***
"Kau mau mengecek nya?"
Raize hanya memandang sang tuan sekilas. Lalu tersenyum kecil.
"Terima kasih, karena sudah melakukannya dengan sangat baik nona, kedepannya saya harap nona bisa bekerjasama dengan baik."
Lily hanya menatap aneh Raize. Lalu mengangguk dan tak mau ambil pusing.
Lily berjalan keluar dari kamar Axelo, untuk makan dan mengambil minum. Perutnya terasa melilit kala itu. Tiba-tiba saja seseorang membekap mulut dan menyergap tubuhnya.
Dalam sebuah ruang yang cukup gelap dan pencahayaan yang minim. Lily di lempar begitu saja.
"Aaagggg..... Siapa kalian? Kenapa tiba-tiba menyergap ku?" Teriak Lily gusar. Dengan cepat bangkit meski tubuhnya terasa sakit.
Dari sisi lain tampak wanita mendekat ke arahnya. Mata Lily memicing untuk melihat lebih jelas siapa wanita itu. Mata Lily melebar sempurna, wanita dengan kawalan dua pria berbadan besar itu menyeringai. Dialah Tante Camelia.
"Hay, gadis kecil."
"Kau.... Kenapa Tante membawaku kemari?"
"Kenapa? Bukankah kita sudah memiliki kesepakatan?"
"Aku udah melakukan. Bukankah ku hanya perlu menikahi Axelo?"
Camelia terkikik.
"Kenapa kamu sangat polos? Aku menginginkanmu menjadi bonekaku. Menurut padaku bukan malah melawanku." Sinis Camelia dengan senyum licik di wajahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Anonymous
Lily, kamu lucu banget 🤣🤣🤣🤣
2023-01-09
0
Sena_cantik9
mulai berimajinasi Lily
2023-01-09
0
Sena_cantik9
hahahah
2023-01-09
0