"Kenapa kamu sangat polos? Aku menginginkanmu menjadi bonekaku. Menurut padaku bukan malah melawanku." Sinis Camelia dengan senyum licik di wajahnya.
"Lily.... Lily.... Kamu sudah salah memilih lawan. Aku tidak suka dengan mu, tapi, selama ini kamu malah terus melewati batas mu."
Lily melirik dua orang di belakang Camelia. Ia terus berfikir keras bagaimana selanjutnya, dan apa yang mesti dikatakan. Melawan bukanlah jalan saat ini. Jika hanya Camelia, itu mudah saja. Tapi dua orang pria berbadan kekar itu, tak mungkin dia lawan.
"Satu-satunya jalan saat ini hanyalah menjadi anak baik yang penurut. Lalu pikirkan bagaimana cara nya lolos." Pikir Lily membaca situasi yang tidak menguntungkannya.
"Apa yang mau Tante lakukan?"
"Menurutmu apa?"
Camelia memberi kode pada dua orang pria di belakangnya. Lalu mereka berjalan mendekat, Lily merasa lemas seketika.
"Apa yang akan mereka lakukan padaku?"
Seorang dari mereka memegangi tubuhnya. Meski Lily mencoba menghindar dan melawan, tetap saja mereka lebih gesit dan kuat. Ia sama sekali tak sebanding.
"Lepas!" Teriak Lily makin gusar.
Camelia sangat menikmati pemandangan itu. Gadis yang sudah beberapa kali mempermalukan nya, tentu saja ini tidak sebanding. Setidaknya, Camelia harus membuat gadis itu menurut padanya.
Lily berteriak histeris. Namun siapa yang bisa menolong dlaam situasi seperti itu. Dalam kegusaran, Lily terus memutar otaknya. Dua pria itu terus menatapnya dengan mesum, dan menyentuh tubuhnya dengan liar.
Hingga sebagian baju Lily terkoyak, hingga menampakkan kulit mulus nya yang selama ini ia tutupi dengan baik.
"Nyonya dia sangat cantik dan mulus, beri kami kesmpatan nyonya."
Lily berubah pucat, kesucian yang ia jaga selama ini haruskah terenggut hari ini? Pada pria bejat seperti mereka? Di depan wanita yang sangat membencinya?
Camelia tertawa, sangat jelas dia menikmati semua pelecehan yang Lily dapatkan. Padahal dia juga seorang wanita.
"Tante, aku akan menjadi penurut. Tolong...." Lily menggeleng, setidaknya dia harus bernegosiasi yang membuat wanita itu melepaskannya.
Ooohh ya? Kamu benar-benar akan jadi penurut?"
"Iya, iya." Sahut Lily sangat gusar mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan kekar yang menjijikkan itu di tubuhnya.
Camelia mengibaskan tangannya agar dua orang itu menjauh dari Lily. Lantas berjalan mendekat dan meraih dagu Lily dengan jarinya.
"Dengar gadis!" Ucapnya mendominasi."aku lepaskan kau kali ini, tapi, jika kamu sampai melakukan hal yang membuat ku marah apalagi melawanku. Kau akan dapatkan jauh lebih dari ini." Ancam Camelia semakin menunjukkan dominasi nya.
Lalu wanita itu tersenyum licik penuh kemenangan, lalu melangkah pelan meninggalkan Lily, di ikuti oleh dua pria yang tadi sempat melecehkan Lily.
Lily berjalan gontai, dengan baju yang telah robek dari bahu hingga ke bawah dadanya. Lily hanya mencengkeramnya agar tak terlalu menampakkan kulit tubuhya.
Dalam perjalanan kembali ke kamar Axelo, ia berpapasan dengan Raize. Pria tampan itu sangat terkejut melihat penampilan Lily. Lalu cepat-cepat membuka jas nya dan memasangnya di tubuh Lily.
Gadis cantik itu hany melempar senyum pahit tanpa mengatakan apapun. Menarik lebih rapat jas yang kini menyelimutinya.
"Nona."
"Aku akan kembali ke kamar. Masalah ini, hanya aku dan kamu yang tau." Ucap Lily dingin, suaranya lemah namun tegas.
Raize tak mengatakan apapun, tapi sebelah matanya memicing. Aura tampan itu kini berubah menjadi lebih dingin dari sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Anonymous
duhhh,, kasihan banget lily
2023-01-09
0
Sena_cantik9
Raize ini agak mencurigakan
2023-01-09
0