Chap 17 - Bukti

Lily mengangguk cepat.

"Bagus!" Camelia tersenyum jahat."pergilah."

Lily berlari cepat meninggalkan tempat itu. Dengan degub jantung yang cepat Lily bersandar pada tembok. Lily memegangi dadanya. Lily masih dapat mengingat dan merasakan tangan pria-pria itu meremas dadanya dengan sangat kencang.

"Kuatkan aku, Tuhan."

Setelah mengatur degub jantung dan juga tubuhnya tak lemas lagi, Lily mengayunkan kakinya perlahan. Ia berjalan menuju dapur dan mengambil minum. Meminumnya dengan sekali teguk. Lalu berjalan lagi setelah perasaan dan tenaganya benar-benar pulih.

"Ini trauma terhebat yang pernah aku alami. Aku harus segera menyingkirkan, aku tak mau ini jadi kelemahan ku. Aku harus kuat, tempat ini sangat mengerikan. Dan aku hanya sendiri di sini." Gumam Lily pelan.

Lily teringat dengan mimpinya semalam. Teringat dengan pria yang dengan sorot mata lembut dan indah. Suara pria itu terlintas di kepalanya.

("Jangan bersedih, aku akan membalasnya untukmu.")

Lily tersenyum kecut. "Andai saja, kau adalah wujud yang nyata. Bukan imajinasi dari mimpiku karena aku sangat tertekan."

Lily melewati lorong yang sedikit berbeda untuk mencari suasana baru, saat akan melangkah ke kamar Axelo.

Sayup, Lily mendengar suara Camelia dan Elvan bercakap. Lily berjalan mengendap lalu berdiri di depan sebuah pintu yang sedikit terbuka. Dari sana terdengar lebih jelas percakapan itu.

"Anak sialan itu! Kita gagal lagi membunuh Axelo."

Lily menutup mulut nya yang refleks melebar. Dengan cepat Lily mengambil hp dan menekan tombol rekam.

"Mungkin ini akan berguna untukku di kemudian hari." Gumam Lily dengan tangan bergetar.

"Sudahlah, toh Axelo kini hanya bisa berbaring tanpa bisa apa-apa. Kita nikmati dulu sembari memindahkan perlahan asetnya. Dan gadis itu, kita masih bisa menggunakan nya." Suara Elvan terdengar jelas.

Lily terus nutup mulutnya karena tak percaya dengan setiap penuturan dari paman dan bibi Axelo. Keduanya mengatakan dengan sangat jelas. Jika merekalah yang sudah menyabotase mobil yang Axelo kendarai dan menyembunyikan mobil itu di suatu tempat. Lalu menggantinya dengan mobil lain berjenis sama.

Lily tidak merekam pembicaraan itu sampai akhir. Ia berhenti saat merasa cukup bukti. Setidaknya cukup untuk membuat Camelia tak berkutik, jika berniat mengancamnya. Ia akan mengancam balik.

Lily menutup pintu kamar Axelo dan bersandar di sana sambil mengatur nafas yang memburu.

Lily menatap tubuh suaminya yang terbaring di atas ranjang. Lily merasa sangat iba pada Axelo. Gadis itu berdiri dan duduk di pinggiran ranjang.

"Suamiku, kenapa semua orang di rumah ini sangat mengerikan? Bagaimana bisa kamu memiliki bibi sejahat itu? Ya Tuhan." Lily menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Kau sampai seperti ini karena mereka." Lily menggerutu, lalu Lily tertawa lirih menertawakan nasib dirinya dan Axelo."kita memang pasangan yang menyedihkan. Kamu memiliki kuasa, tapi hanya terbaring di sini tanpa bisa melakukan apapun. Sementara aku, aku hanyalah boneka malang yang tak bisa apapun. Suamiku, kenapa kita tidak bertukar tempat saja. Agar kamu bisa membalas mereka?"

Sejenak dalam keheningan.

"Aku tak bisa menyimpan bukti ini sendirian, tapi, siapa orang yang bisa di percaya?" Lily bergumam lagi sembari menatap suaminya yang setia memejamkan matanya.

"Raize?"

Lily menggeleng pelan.

"Tuan Douglas?"

Lily menggeleng lagi.

"Axelo?"

Tatapn mata Lily berubah menjadi tajam dan bertekat.

Lalu Lily berdiri dan mulai membuka nakas, mencari-cari ponsel milik suaminya. Lily memang menemukannya, tapi ponsel itu mati. Lily berdecak. Dan mulai mengisi daya.

"Suamiku, aku harap kamu tidak mengkode benda ini." Gumam Lily berharap.

Episodes
1 Chap 1 - Rencana Lukas
2 Chap 2 - Lily pulang
3 Chap 3 - Penolakan
4 Chap 4 - Pertengkaran
5 Chap 5 - Menagih
6 Chap 6 - Menyetujui
7 Chap 7 - Bagian keluarga
8 Chapter 8 - tugas pertama
9 chapter 9 - Tak tertindas
10 Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11 Chapter 11 - Ternyata....
12 Chapter 12 - Musuh Lain
13 Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14 Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15 chapter 15 - Air mata dan racun
16 chapter 16 - Ancaman lagi
17 Chap 17 - Bukti
18 Chap 18 - Merasa bersalah
19 Chap 19 - Mimpi yang indah
20 Chapter 20 - Reaksi Axelo
21 Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22 Chapter 22 - Apa aku gila?
23 chapter 23 - Russel
24 Chapter 24 - Perjuangan Lily
25 Chapter 25 - Sadar?
26 chapter 26 - Maafkan aku
27 Chapter 27 - Flash back
28 Chapter 28 - Masih flash back
29 Chapter 29 - POV Axelo
30 Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31 Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32 Chapter 32 - Pulau pengasingan
33 Chapter 33 - Mengambil tindakan
34 chapter 34 - menguak bukti
35 Chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Chap 1 - Rencana Lukas
2
Chap 2 - Lily pulang
3
Chap 3 - Penolakan
4
Chap 4 - Pertengkaran
5
Chap 5 - Menagih
6
Chap 6 - Menyetujui
7
Chap 7 - Bagian keluarga
8
Chapter 8 - tugas pertama
9
chapter 9 - Tak tertindas
10
Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11
Chapter 11 - Ternyata....
12
Chapter 12 - Musuh Lain
13
Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14
Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15
chapter 15 - Air mata dan racun
16
chapter 16 - Ancaman lagi
17
Chap 17 - Bukti
18
Chap 18 - Merasa bersalah
19
Chap 19 - Mimpi yang indah
20
Chapter 20 - Reaksi Axelo
21
Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22
Chapter 22 - Apa aku gila?
23
chapter 23 - Russel
24
Chapter 24 - Perjuangan Lily
25
Chapter 25 - Sadar?
26
chapter 26 - Maafkan aku
27
Chapter 27 - Flash back
28
Chapter 28 - Masih flash back
29
Chapter 29 - POV Axelo
30
Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31
Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32
Chapter 32 - Pulau pengasingan
33
Chapter 33 - Mengambil tindakan
34
chapter 34 - menguak bukti
35
Chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!