Bruak!
Tubuh Lukas tersungkur di atas lantai ruang kerjanya. Darah tampak mengalir dari sudut bibir dan lebam di pelipisnya.
"Am-ampuni saya, tuan." Lukas merangkak dari tempat nya tersungkur hingga menyentuh kaki Ervan. Pria yang kini duduk di atas sofa dengan kaki menyilang dan menghisap cerutu yang kini berpindah di antara selipan dua jarinya.
Pria itu sedikit membungkukkan badannya, dua orang berbadan kekar yang menjadi bodyguard Ervan, menarik baju Lukas dan menjambak rambutnya hingga mendongak menatap sang tuan.
Ervan menyemburkan asap cerutu ke wajah Lukas. Hingga Lukas terbatuk-batuk oleh asap nya. Namun tanpa ampun para pria bertubuh kekar itu memaksa Lukas tetap menatap tuannya. Di iringi tawa terbahak-bahak.
"Dengar Lukas, kami sudah memberimu tenggat untuk melunasi semua hutang mu."
"Sa-saya pasti akan mengembalikan nya."
"Dengan apa?" Menatap remeh Lukas dengan pandangan bengisnya."Bahkan jika kau jual seluruh asetmu itu tak akan cukup."
"A-anakku. Anak ku yang akan menebusnya. Bukankah kalian sedang mencari seorang wanita untuk di nikahkan dengan tuan muda Axelo?"
"Ha-ha-ha..." Tawa Ervan menggelegar ."Benar sekali. Rupanya kabar sudah sampai di telinga mu." Menatap dengan mendominasi.
"Ten-tentu saja tuan."
"Jadi kau setuju menjual putrimu sebagai penebus hutang?" Ervan mengambil bingkai foto yang berada di atas meja shabi samping sofa tamu ruang kerja Lukas. Dan memandang dengan seringai.
Sa-saya punya seorang putri..."
Merasa dipermainkan, Ervan berdiri dari duduknya setelah menendang tubuh Lukas hingga tersungkur ke belakang.
"Seorang? Bukankah kau memiliki dua orang putri?" Ervan melirik tajam sembari menunjukkan foto keluarga yang ada di tangannya.
"Ti-tiga. Saya memiliki tiga orang putri. Dia memang tidak ada di sana, karena dia sedang bekerja di LA."Dengan cepat Lukas membenahi posisinya dan berlutut."Dia yang akan menikah dengan tuan muda Axelo."
"Tunjukkan padaku!"
Lukas mengeluarkan gawai nya dengan tangan bergetar hebat. Lalu menunjukkan foto Lily beberapa tahun silam yang terlihat sangat polos.
Ervan diam berpikir, mengusap dagunya.
"Baiklah, kapan dia kembali?"
"Si-siang ini."
"Dengar, Lukas! Jika kali ini dia tidak kembali, dua putri yang tersisa yang akan menggantikan dia dan menjadi babu dikediaman kami!" Ancam Ervan tidak main-main. "Dan bersiap-siap lah kehilangan lima jarimu."
"Ba-baik." Jawab Lukas dengan wajah tegang dan ketakutannya.
****
Hari ini untuk pertama kali nya Lily menginjakan kaki setelah lima tahun silam, ia meninggalkan rumah besar keluarga Lukas.
Lily menatap bangunan yang menjadi kenangan indah bersama mamanya dulu sampai wanita yang paling di cintainya itu meninggal saat usianya masih delapan tahun. Usia yang seharusnya menjadi masa paling indah dan paling di sayang. Namun, semua berubah sejak papa Lukas membawa masuk Mama Bella beserta dua orang putrinya.
Dunia Lily berubah 180 derajat. Ia mendapat perlakuan tak adil dari papa Lukas, dan perlakuan yang lebih kejam mama Bella dan saudara tirinya Carisa. Meski lebih muda, Clarisa sudah licik sedari kecil. Apapun yang Lily punya selalu di rebut dan menyalahkan Lily sebagai kakaknya.
Tentu saja, mama Bella akan membela anaknya ketimbang menelusuri lebih jauh siapa yang bersalah. Darah, memang lebih kental dari pada air. Istilah itu memang cocok untuk ibu dan anak yang memiliki sifat yang sama liciknya dan perebut.
Lily menarik nafas dalam, melangkahkan kaki jenjangnya memasuki rumah. Tak ada sambutan, netra Lily mengedar di setiap sudut ruang yang luas itu. Menghirup udara yang ia rindui selama hampir lima tahun lebih. Kenangan tentang mama Amber menari di pelupuk matanya. Menimbulkan genangan di sana.
"Wah, siapa ini yang datang?" Suara ketukan sepatu pantofel dengan lantai beradu diiringi sosok Clarisa yang mendekat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
sambal lado
lanjut
2022-12-30
0