Chap 2 - Lily pulang

Bruak!

Tubuh Lukas tersungkur di atas lantai ruang kerjanya. Darah tampak mengalir dari sudut bibir dan lebam di pelipisnya.

"Am-ampuni saya, tuan." Lukas merangkak dari tempat nya tersungkur hingga menyentuh kaki Ervan. Pria yang kini duduk di atas sofa dengan kaki menyilang dan menghisap cerutu yang kini berpindah di antara selipan dua jarinya.

Pria itu sedikit membungkukkan badannya, dua orang berbadan kekar yang menjadi bodyguard Ervan, menarik baju Lukas dan menjambak rambutnya hingga mendongak menatap sang tuan.

Ervan menyemburkan asap cerutu ke wajah Lukas. Hingga Lukas terbatuk-batuk oleh asap nya. Namun tanpa ampun para pria bertubuh kekar itu memaksa Lukas tetap menatap tuannya. Di iringi tawa terbahak-bahak.

"Dengar Lukas, kami sudah memberimu tenggat untuk melunasi semua hutang mu."

"Sa-saya pasti akan mengembalikan nya."

"Dengan apa?" Menatap remeh Lukas dengan pandangan bengisnya."Bahkan jika kau jual seluruh asetmu itu tak akan cukup."

"A-anakku. Anak ku yang akan menebusnya. Bukankah kalian sedang mencari seorang wanita untuk di nikahkan dengan tuan muda Axelo?"

"Ha-ha-ha..." Tawa Ervan menggelegar ."Benar sekali. Rupanya kabar sudah sampai di telinga mu." Menatap dengan mendominasi.

"Ten-tentu saja tuan."

"Jadi kau setuju menjual putrimu sebagai penebus hutang?" Ervan mengambil bingkai foto yang berada di atas meja shabi samping sofa tamu ruang kerja Lukas. Dan memandang dengan seringai.

Sa-saya punya seorang putri..."

Merasa dipermainkan, Ervan berdiri dari duduknya setelah menendang tubuh Lukas hingga tersungkur ke belakang.

"Seorang? Bukankah kau memiliki dua orang putri?" Ervan melirik tajam sembari menunjukkan foto keluarga yang ada di tangannya.

"Ti-tiga. Saya memiliki tiga orang putri. Dia memang tidak ada di sana, karena dia sedang bekerja di LA."Dengan cepat Lukas membenahi posisinya dan berlutut."Dia yang akan menikah dengan tuan muda Axelo."

"Tunjukkan padaku!"

Lukas mengeluarkan gawai nya dengan tangan bergetar hebat. Lalu menunjukkan foto Lily beberapa tahun silam yang terlihat sangat polos.

Ervan diam berpikir, mengusap dagunya.

"Baiklah, kapan dia kembali?"

"Si-siang ini."

"Dengar, Lukas! Jika kali ini dia tidak kembali, dua putri yang tersisa yang akan menggantikan dia dan menjadi babu dikediaman kami!" Ancam Ervan tidak main-main. "Dan bersiap-siap lah kehilangan lima jarimu."

"Ba-baik." Jawab Lukas dengan wajah tegang dan ketakutannya.

****

Hari ini untuk pertama kali nya Lily menginjakan kaki setelah lima tahun silam, ia meninggalkan rumah besar keluarga Lukas.

Lily menatap bangunan yang menjadi kenangan indah bersama mamanya dulu sampai wanita yang paling di cintainya itu meninggal saat usianya masih delapan tahun. Usia yang seharusnya menjadi masa paling indah dan paling di sayang. Namun, semua berubah sejak papa Lukas membawa masuk Mama Bella beserta dua orang putrinya.

Dunia Lily berubah 180 derajat. Ia mendapat perlakuan tak adil dari papa Lukas, dan perlakuan yang lebih kejam mama Bella dan saudara tirinya Carisa. Meski lebih muda, Clarisa sudah licik sedari kecil. Apapun yang Lily punya selalu di rebut dan menyalahkan Lily sebagai kakaknya.

Tentu saja, mama Bella akan membela anaknya ketimbang menelusuri lebih jauh siapa yang bersalah. Darah, memang lebih kental dari pada air. Istilah itu memang cocok untuk ibu dan anak yang memiliki sifat yang sama liciknya dan perebut.

Lily menarik nafas dalam, melangkahkan kaki jenjangnya memasuki rumah. Tak ada sambutan, netra Lily mengedar di setiap sudut ruang yang luas itu. Menghirup udara yang ia rindui selama hampir lima tahun lebih. Kenangan tentang mama Amber menari di pelupuk matanya. Menimbulkan genangan di sana.

"Wah, siapa ini yang datang?" Suara ketukan sepatu pantofel dengan lantai beradu diiringi sosok Clarisa yang mendekat.

Terpopuler

Comments

sambal lado

sambal lado

lanjut

2022-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Chap 1 - Rencana Lukas
2 Chap 2 - Lily pulang
3 Chap 3 - Penolakan
4 Chap 4 - Pertengkaran
5 Chap 5 - Menagih
6 Chap 6 - Menyetujui
7 Chap 7 - Bagian keluarga
8 Chapter 8 - tugas pertama
9 chapter 9 - Tak tertindas
10 Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11 Chapter 11 - Ternyata....
12 Chapter 12 - Musuh Lain
13 Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14 Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15 chapter 15 - Air mata dan racun
16 chapter 16 - Ancaman lagi
17 Chap 17 - Bukti
18 Chap 18 - Merasa bersalah
19 Chap 19 - Mimpi yang indah
20 Chapter 20 - Reaksi Axelo
21 Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22 Chapter 22 - Apa aku gila?
23 chapter 23 - Russel
24 Chapter 24 - Perjuangan Lily
25 Chapter 25 - Sadar?
26 chapter 26 - Maafkan aku
27 Chapter 27 - Flash back
28 Chapter 28 - Masih flash back
29 Chapter 29 - POV Axelo
30 Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31 Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32 Chapter 32 - Pulau pengasingan
33 Chapter 33 - Mengambil tindakan
34 chapter 34 - menguak bukti
35 Chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Chap 1 - Rencana Lukas
2
Chap 2 - Lily pulang
3
Chap 3 - Penolakan
4
Chap 4 - Pertengkaran
5
Chap 5 - Menagih
6
Chap 6 - Menyetujui
7
Chap 7 - Bagian keluarga
8
Chapter 8 - tugas pertama
9
chapter 9 - Tak tertindas
10
Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11
Chapter 11 - Ternyata....
12
Chapter 12 - Musuh Lain
13
Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14
Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15
chapter 15 - Air mata dan racun
16
chapter 16 - Ancaman lagi
17
Chap 17 - Bukti
18
Chap 18 - Merasa bersalah
19
Chap 19 - Mimpi yang indah
20
Chapter 20 - Reaksi Axelo
21
Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22
Chapter 22 - Apa aku gila?
23
chapter 23 - Russel
24
Chapter 24 - Perjuangan Lily
25
Chapter 25 - Sadar?
26
chapter 26 - Maafkan aku
27
Chapter 27 - Flash back
28
Chapter 28 - Masih flash back
29
Chapter 29 - POV Axelo
30
Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31
Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32
Chapter 32 - Pulau pengasingan
33
Chapter 33 - Mengambil tindakan
34
chapter 34 - menguak bukti
35
Chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!