Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo

Camelia yang berdiri di bantu oleh sang suami menatap tajam padanya.

"Elvan, aku harus menegaskan dominasi ku!" Geram Camelia melirik ke arah kamar Axelo."Gadis busuk itu, harus tau siapa yang sudah ia singgung."

Sementara di ujung lorong, Russell yang juga menyaksikan dari awal sampai akhir mengulas senyum misterius. Rasa ketertarikan nya pada Lily meningkat tajam.

Sementara di ruangan lain yang tampak gelap dan terpisah, seorang pria tua dengan bertumpu pada sebuah tongkat penopang menatap monitor yang menampilkan setiap sudut mansion. Termasuk lorong tempat dua wanita itu bersitegang, Sudut bibirnya terangkat ke atas.

****

Lily menatap tubuh suaminya yang masih setia terbaring di ranjang kamar berukuran king size itu.

"Hei, aku menjalani hal berat di rumah ini karena kamu."

"Jadi, bagaimana caraku untuk menuntaskan rasa kesal ini?"

Lily bergumam sendiri. Lily membungkukkan badannya menatap lebih dekat wajah tampan Axelo.

"Hemm.... Kamu tampan, tapi, aku tak mungkin memperkosa mu saat barang mu saja tidak bisa berdiri."

Hening sesaat, tapi Lily sama sekali tidak menjauhkan wajahnya dari Axelo.

"Tapi, aku pikir, mungkin, aku bisa punya sedikit hiburan dari wajah ini..." Gumam Lily lagi, banyak ide bermunculan di otaknya. Senyum nakal itu terkembang, alis Lily bergerak naik turun seperti dimainkan angin.

Beberapa saat kemudian.

Wajah Lily tampak begitu serius. Jari jemarinya bergerak melukis wajah Axelo dengan sapuan make up. Lalu senyum terbit sempurna di wajah cantiknya.

Lily berdiri menegakkan punggungnya memandang hasil karya yang begitu cantik dan indah di wajah Axelo.

"AHa-ha-ha, kau cantik sekali suamiku....."

Lily terpingkal sekaligus bangga dengan hasil karyanya merias wajah Axelo menjadi sangat cantik.

"kamu membuat ku minder sebagai wanita. Cepatlah sadar jadi kita bisa berbagi make up. Ha-ha-ha."

Lily memegangi perut nya yang terasa kram karena terlalu banyak tertawa. Lily menyentuh sudut matanya yang berair dengan jari manisnya. Lalu mengambil gawai,

"Kita harus mengabadikan ini sayang." Kekeh Lily memasang kamera depan lalu mulai berselfi dengan Axelo.

Beberapa kali Lily mengambil gambar mereka berdua. Dan Lily bergaya seperti ABG ABG yang baru saja mendapatkan ponsel pertamanya.

"Yaahh, aku rasa ini cukup. Apa kau mau melihatnya suamiku? Aaahhh, kau bahkan tidak bisa membuka mata. Sayang sekali."

Semua kalimat yang meluncur dari bibir penuh Lily hanya hinaan. Karena saat ini hanya itu yang ia bisa lakukan.

Selama beberapa hari di mansion utama tuan Douglas, gerak Lily terbatas, ia tak di ijinkan keluar mansion, bahkan berbelanja atau sekedar jalan-jalan pun tak boleh apa lagi bekerja.

Hal yang boleh Lily lakukan hanyalah terus berada di dalam mansion itu. Tidak boleh terlalu jauh dari suaminya, merawat dan membersihkan tubuh Axelo. Benar-benar membuat Lily merasa sangat terkekang.

Satu-satunya hiburan baginya hanyalah menjahili Axelo dan terus menyindirnya dengan kata-kata yang sedikit tak enak di dengar. Meski begitu, Lily hanya melakukannya ketika mereka hanya berdua. Ia tak ingin mendapatkan masalah jika melakukan itu di depan anggota keluarga lain ataupun didepan asisten dan dokter pribadi Axelo, ber- nama Yu itu.

****

"Bagaimana keadaan Axelo, Yu?"

Tuan Douglas yang berdiri ujung ranjang menatap dokter muda yang sedang menyuntik lengan Axelo.

Siang itu, adalah pemeriksaan rutin Axelo, semua keluarga berkumpul di kamar cucu kesayangan Kakek Douglas.

Elvan, Camelia, anak lelaki mereka Russell dan bahkan Angelica kekasih Axelo pun ada di sana. Berdiri tepat di samping Russell.

Dokter Yu menyimpan semua peralatan medisnya. Lalu berbalik menatap setiap wajah yang juga berpusat padanya. Terkecuali Lily, yang sibuk dengan kuku-kuku jarinya.

"Masih belum menunjukkan perkembangan yang signifikan."

Wajah tuan Douglas tampak sangat kecewa.

"Apa yang kau lakukan selama ini di sampingnya, sampai keponakan ku masih tak menunjukan perkembangan apapun?"

Pertanyaan Yang terlontar dari mulut sadis Camelia tertuju pada Lily.

Sementara Lily hanya menanggapinya dengan malas. Bukan Lily namanya jika hanya diam ketika dirinya di tindas.

Terpopuler

Comments

nick mj

nick mj

sumpah ngakak aku sama kelakukan absurd mu lili

2023-01-04

0

dara manisku

dara manisku

nakal banget sih Lily🤣🤣🤣🤣

2023-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chap 1 - Rencana Lukas
2 Chap 2 - Lily pulang
3 Chap 3 - Penolakan
4 Chap 4 - Pertengkaran
5 Chap 5 - Menagih
6 Chap 6 - Menyetujui
7 Chap 7 - Bagian keluarga
8 Chapter 8 - tugas pertama
9 chapter 9 - Tak tertindas
10 Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11 Chapter 11 - Ternyata....
12 Chapter 12 - Musuh Lain
13 Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14 Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15 chapter 15 - Air mata dan racun
16 chapter 16 - Ancaman lagi
17 Chap 17 - Bukti
18 Chap 18 - Merasa bersalah
19 Chap 19 - Mimpi yang indah
20 Chapter 20 - Reaksi Axelo
21 Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22 Chapter 22 - Apa aku gila?
23 chapter 23 - Russel
24 Chapter 24 - Perjuangan Lily
25 Chapter 25 - Sadar?
26 chapter 26 - Maafkan aku
27 Chapter 27 - Flash back
28 Chapter 28 - Masih flash back
29 Chapter 29 - POV Axelo
30 Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31 Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32 Chapter 32 - Pulau pengasingan
33 Chapter 33 - Mengambil tindakan
34 chapter 34 - menguak bukti
35 Chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Chap 1 - Rencana Lukas
2
Chap 2 - Lily pulang
3
Chap 3 - Penolakan
4
Chap 4 - Pertengkaran
5
Chap 5 - Menagih
6
Chap 6 - Menyetujui
7
Chap 7 - Bagian keluarga
8
Chapter 8 - tugas pertama
9
chapter 9 - Tak tertindas
10
Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11
Chapter 11 - Ternyata....
12
Chapter 12 - Musuh Lain
13
Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14
Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15
chapter 15 - Air mata dan racun
16
chapter 16 - Ancaman lagi
17
Chap 17 - Bukti
18
Chap 18 - Merasa bersalah
19
Chap 19 - Mimpi yang indah
20
Chapter 20 - Reaksi Axelo
21
Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22
Chapter 22 - Apa aku gila?
23
chapter 23 - Russel
24
Chapter 24 - Perjuangan Lily
25
Chapter 25 - Sadar?
26
chapter 26 - Maafkan aku
27
Chapter 27 - Flash back
28
Chapter 28 - Masih flash back
29
Chapter 29 - POV Axelo
30
Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31
Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32
Chapter 32 - Pulau pengasingan
33
Chapter 33 - Mengambil tindakan
34
chapter 34 - menguak bukti
35
Chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!