Chap 3 - Penolakan

"Wah, siapa ini yang datang?" Suara ketukan sepatu pantofel dengan lantai marmer beradu diiringi sosok Clarisa yang mendekat.

Gadis cantik dengan gaun berwarna merah menyala seperti polesan lipstik di bibirnya. Menyungging senyum angkuh pada Lily yang berbanding terbalik dengan gaya Clarisa.

"Sepertinya kamu sangat nyaman tinggal di rumah ini, Clarisa."

Lily, gadis cantik yang sederhana namun memiliki hati lembut. Sikap dan sifat kerasnya adalah bukti tempaan hidup yang dia jalani.

"Sepertinya kamu sangat cocok dengan hidupmu di luar sana." ujar Clarisa memandang rendah Lily dari atas ke bawah.

"Benar. Aku menyukai hidup diluar tanpa merampas milik orang lain." Ucap Lily berjalan mendekat dan merapikan gaun Clarisa, lalu menepuk menyingkirkan debu dari pundaknya."Bersiaplah, aku sudah kembali. Mungkin nanti kamu akan merasakan lebih banyak debu di bajumu." Usai berbisik tepat di telinga Clarisa dan tersenyum sinis. Lily melangkah menuju kamar yang lama ia tinggalkan.

Dengan tangan mengepal kuat, Clarisa menatap punggung Lily.

"Sabar Clarisa, jangan membuat dia curiga dan marah. Kau tau kedatangan Lily untuk apa." Suara Bella dari sudut lain.

"Jallang itu! Selalu menyebalkan sejak dulu! Kita sudah mengusirnya, tapi dia kembali lagi." Geram Clarisa uring-uringan.

"Kita akan melemparkan nya lagi ke tempat yang lebih buruk. Kenapa kamu harus uring-uringan, Clar? Biar dia merasakan hari terakhirnya di sini sebelum dia memasuki neraka." Bella tersenyum licik.

"Papa."

Netra Lily berair, melihat sang papa kini terduduk diatas kursi roda. Sangat memprihatinkan, dengan luka lebam di wajahnya. Lukas memang sangat pandai berakting.

"Papa, apa yang terjadi? Kenapa papa jadi seperti ini?"

Lily menghampiri papanya, dan langsung bersimpuh di depan sang papa yang berwajah kuyu.

"Maafkan papa nak. Ini semua salah papa." Tangis Lukas memeluk Lily.

"Kenapa bisa seperti ini pa? Papa sakit apa?" Tanya Lily dengan mata berkaca menatap sang papa.

"Papa, sudah kehilangan satu ginjal papaa nak." Jelas Lukas berbohong hanya untuk menarik simpati anak tertuanya.

"Apa?" Lily sangat terkejut."Bagaimana bisa papa sampai kehilangan ginjal papa?"

"Ini semua salah papa nak, papa yang tidak berhati-hati dlaam memilih rekan bisnis. Papa di tipu. Hingga kehilangan jutaan dolar." Lukas terlihat sangat menyesal. Lily menjadi merasa iba sekaligus marah.

"Bagaimana papa bisa sampai di tipu? Ayo pa, kita bawa kasus ini ke jalur hukum. Aku tidak terima papa sampai seperti ini." Lily beranjak dengan wajah yang sudah sangat marah. Lukas gelagapan, karena reaksi Lily justru mengajaknya untuk membuat laporan.

"Ti-tidak bisa Lily."

"Kenapa?"

"Karena... Karena papa tak punya cukup bukti. Jadi,kita tidak bisa membawa nya ke jalur hukum."

"Pasti ada cara pa." Lily berpikir keras mencari jalan keluar, sementara Lukas melirik putri sulungnya.

"Dan papa sudah berhutang pada tuan Douglas Alfaro."

"Apa? Douglas Alfaro? Bukankah dia pria tua yang kejam dan dingin? Yang bisa membunuh siapa saja yang ia kehendaki? Seluruh keluarganya bermasalah! Bagaimana bisa papa berhutang pada orang seperti mereka?" Lily terpekik tak percaya.

"Papa terpaksa nak." Tangis Lukas menundukkan badannya.

Lily merasa iba sekaligus kesal pada papanya, merasa semua sudah runtuh dan hancur."sudahlah pa. Apa rencana papa selanjutnya?"

"Papa harus membayar hutang pada mereka."

"Iya berapa hutang yang papa punya?" Lily memijit pelipisnya.

"500juta dolar."

"Apa?"

Apa papa sudah gila? Bagaimana bisa papa memiliki hutang sebanyak itu? Bahkan jika seluruh aset kita di jual sekalipun. Tidak kan cukup."

"Karena itu, Lily..." Lukas memegangi dadanya untuk memperkuat aktingnya dan bernafas berat berkali-kali. "Mereka menginginkan putri papa...."

"Tidak!" Sela Lily tegas."Jangan pernah berpikir untuk menjadikanku penebus hutang mu papa!"

Terpopuler

Comments

A Creapa

A Creapa

so far no bad. suka Lyli yg gak menye2. makasih Thor 🔥

2022-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Chap 1 - Rencana Lukas
2 Chap 2 - Lily pulang
3 Chap 3 - Penolakan
4 Chap 4 - Pertengkaran
5 Chap 5 - Menagih
6 Chap 6 - Menyetujui
7 Chap 7 - Bagian keluarga
8 Chapter 8 - tugas pertama
9 chapter 9 - Tak tertindas
10 Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11 Chapter 11 - Ternyata....
12 Chapter 12 - Musuh Lain
13 Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14 Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15 chapter 15 - Air mata dan racun
16 chapter 16 - Ancaman lagi
17 Chap 17 - Bukti
18 Chap 18 - Merasa bersalah
19 Chap 19 - Mimpi yang indah
20 Chapter 20 - Reaksi Axelo
21 Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22 Chapter 22 - Apa aku gila?
23 chapter 23 - Russel
24 Chapter 24 - Perjuangan Lily
25 Chapter 25 - Sadar?
26 chapter 26 - Maafkan aku
27 Chapter 27 - Flash back
28 Chapter 28 - Masih flash back
29 Chapter 29 - POV Axelo
30 Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31 Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32 Chapter 32 - Pulau pengasingan
33 Chapter 33 - Mengambil tindakan
34 chapter 34 - menguak bukti
35 Chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Chap 1 - Rencana Lukas
2
Chap 2 - Lily pulang
3
Chap 3 - Penolakan
4
Chap 4 - Pertengkaran
5
Chap 5 - Menagih
6
Chap 6 - Menyetujui
7
Chap 7 - Bagian keluarga
8
Chapter 8 - tugas pertama
9
chapter 9 - Tak tertindas
10
Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11
Chapter 11 - Ternyata....
12
Chapter 12 - Musuh Lain
13
Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14
Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15
chapter 15 - Air mata dan racun
16
chapter 16 - Ancaman lagi
17
Chap 17 - Bukti
18
Chap 18 - Merasa bersalah
19
Chap 19 - Mimpi yang indah
20
Chapter 20 - Reaksi Axelo
21
Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22
Chapter 22 - Apa aku gila?
23
chapter 23 - Russel
24
Chapter 24 - Perjuangan Lily
25
Chapter 25 - Sadar?
26
chapter 26 - Maafkan aku
27
Chapter 27 - Flash back
28
Chapter 28 - Masih flash back
29
Chapter 29 - POV Axelo
30
Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31
Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32
Chapter 32 - Pulau pengasingan
33
Chapter 33 - Mengambil tindakan
34
chapter 34 - menguak bukti
35
Chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!