Chapter 8 - tugas pertama

"Nona Lily, silahkan letakkan barang anda di walk in kloset." Ucap Raize memberi instruksi." Saya akan menunggu anda di sini."

"Baiklah."

Lily berjalan ke arah yang Raize tunjuk. Di dalam walk in closed pun Lily masih di buat takjub. Pakaian serba mahal beserta aksesoris lainnya yang tersusun sangat rapi. Meski begitu, Lily tak boleh terpana terlalu lama dia harus kembali ke tempat Raize menunggu.

"Anda sudah selesai?" Tanya Raize begitu Lily kembali ke dekatnya. Yang di jawab dengan anggukan oleh gadis cantik itu.

"Baiklah nona, pertama saya perkenalkan dulu..." Raize berjalan mendekati ranjang di mana seorang pria yang nyaris sempurna terlelap tanpa bergerak.

Wajah tampan, alis tebal, kulit bersih, hidung mancung, bibir yang tipis dengan sedikit bulu halus di wajahnya. Membuat pria itu tampak sangat sempurna, hanya ia sedang lelap kini.

"Beliau adalah tuan muda Axelo, suami sah anda. Seperti yang anda ketahui, saat ini beliau mengalami kondisi vegetatif. Kondisi dimana tubuh dan otaknya tidak dapat bergerak, namun masih bisa mendengar dan merasakan."

"Benarkah? Jadi dia Mendengar apa yang kita bicarakan sekarang?" Ragu Lily memandang Axelo menyeluruh.

"Begitulah kemungkinan yang di sampaikan oleh dokter Yu."

"Aahh, kasihan sekali dia."

Raize tersenyum tipis.

"Tugas anda di sini adalah untuk merawat suami anda dengan sepenuh hati. Dan memgikuti aturan yang berlaku di sini."jelas Raize, sesaat menjeda melihat reaksi Lily yang datar.

"Seperti memenuhi semua kebutuhannya, membantu nya mandi, membersihkan diri dan menemaninya agar dia bisa cepat sadar."

"Tunggu, merawat dan sebagainya ku tidak keberatan, tapi, mandi dan membersihkan diri? Maksudnya aku memandikan dia? Begitu?" Lily mengulang merasa aneh.

"Benar nona." Angguk Raize dengan senyum maklum yang sulit enyah dari wajahnya.

"Bagaimana kalau bagian itu, kamu saja yang kerjakan?" Tawar Lily enggan."Kalian kan.... yaah... sejenis."

"Tidak bisa nona, saya punya pekerjaan sendiri. Lagi pula anda istrinya, sudah sepatutnya anda yang melakukannya."

"Tapi... Dalam perjanjian... Tidak ada..."

"Perjanjian...?"

Lily yang merasa keceplosan mengulas senyum kaku. Lalu dengan terpaksa menyetujui semua yang Raize jelaskan.

Dan di sinilah Lily, duduk di kursi samping ranjang suaminya terbaring tak bergerak. Beberapa kali Lily terus menghela nafasnya.

Lily menatapi wajah tampan itu, hidungnya yang Bangir dan alis tebalnya membuat pria itu sangat sempurna. Dan sesungguhnya, Lily tak bisa menolak pesonanya.

"Sempurna. Jika hidup pasti akan memikat setiap wanita. Sayang ya kamu ini entah hidup atau mati. Aku tidak tau."

"Aahh, sudahlah lakukan tugasku saja." Gumam Lily merasa sangat berat. Berat, karena tugas pertamanya adalah memandikan Axelo.

"Ya ampun, kau tampan sekali, bagaimana jika aku tergoda dan memperkosa mu? Astaga!"Lily kembali bernafas berat nan susah. Lalu terdiam sesaat, otaknya seperti sedang berpikir.

"Hei! Kau benar-benar tidak sadarkan diri kan? Aku tidak mungkin menggrayangi tubuh mu dan memandikanmu kan?" Lily menghela nafas berat nya lagi. Lalu melirik kecil pada Axelo. Menatap lama pada pria yang tak bergerak itu.

" Jadi, sebenarnya tidak akan ada yang tau aku memandikan mu atau tidak." Senyum licik tersungging di wajah cantiknya.

Beberapa saat kemudian.

Lily menepuk tangannya. Memandang Axelo yang sudah rapi dan berganti baju.

"Lihat, kau sudah rapi, tampan dan wangi. Tidak akan ada yang tau jika aku hanya menyemprotkan parfum padamu. Ha-ha-ha..." Riang Lily merasa bangga dengan idenya, hingga ia tak perlu menodai matanya dengan membersihkan tubuh Axelo.

"Apa? Kau keberatan. AHa-ha-ha, kau bahkan tidak sadar. Mana bisa kamu mengadu. Haaahh,, ternyata enak juga menikahi pria vegetatif." Timpal Lily lagi dengan senyum mengejek pada suaminya, yang sudah pasti tak akan bisa menjawab.

Terpopuler

Comments

nick mj

nick mj

jail nih si lili

2023-01-04

0

dara manisku

dara manisku

nanti malah tergoda sendiri 🤭🤭 kapoj

2023-01-04

0

dara manisku

dara manisku

sejenis apa lily

2023-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chap 1 - Rencana Lukas
2 Chap 2 - Lily pulang
3 Chap 3 - Penolakan
4 Chap 4 - Pertengkaran
5 Chap 5 - Menagih
6 Chap 6 - Menyetujui
7 Chap 7 - Bagian keluarga
8 Chapter 8 - tugas pertama
9 chapter 9 - Tak tertindas
10 Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11 Chapter 11 - Ternyata....
12 Chapter 12 - Musuh Lain
13 Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14 Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15 chapter 15 - Air mata dan racun
16 chapter 16 - Ancaman lagi
17 Chap 17 - Bukti
18 Chap 18 - Merasa bersalah
19 Chap 19 - Mimpi yang indah
20 Chapter 20 - Reaksi Axelo
21 Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22 Chapter 22 - Apa aku gila?
23 chapter 23 - Russel
24 Chapter 24 - Perjuangan Lily
25 Chapter 25 - Sadar?
26 chapter 26 - Maafkan aku
27 Chapter 27 - Flash back
28 Chapter 28 - Masih flash back
29 Chapter 29 - POV Axelo
30 Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31 Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32 Chapter 32 - Pulau pengasingan
33 Chapter 33 - Mengambil tindakan
34 chapter 34 - menguak bukti
35 Chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Chap 1 - Rencana Lukas
2
Chap 2 - Lily pulang
3
Chap 3 - Penolakan
4
Chap 4 - Pertengkaran
5
Chap 5 - Menagih
6
Chap 6 - Menyetujui
7
Chap 7 - Bagian keluarga
8
Chapter 8 - tugas pertama
9
chapter 9 - Tak tertindas
10
Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11
Chapter 11 - Ternyata....
12
Chapter 12 - Musuh Lain
13
Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14
Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15
chapter 15 - Air mata dan racun
16
chapter 16 - Ancaman lagi
17
Chap 17 - Bukti
18
Chap 18 - Merasa bersalah
19
Chap 19 - Mimpi yang indah
20
Chapter 20 - Reaksi Axelo
21
Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22
Chapter 22 - Apa aku gila?
23
chapter 23 - Russel
24
Chapter 24 - Perjuangan Lily
25
Chapter 25 - Sadar?
26
chapter 26 - Maafkan aku
27
Chapter 27 - Flash back
28
Chapter 28 - Masih flash back
29
Chapter 29 - POV Axelo
30
Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31
Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32
Chapter 32 - Pulau pengasingan
33
Chapter 33 - Mengambil tindakan
34
chapter 34 - menguak bukti
35
Chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!