"Apa papa sudah gila? Bagaimana bisa papa memiliki hutang sebanyak itu? Bahkan jika seluruh aset kita di jual sekalipun. Tidak kan cukup."
"Karena itu, Lily..." Lukas memegangi dadanya untuk memperkuat aktingnya dan bernafas berat berkali-kali. "Mereka menginginkan putri papa...."
"Tidak!" Sela Lily tegas."Jangan pernah berpikir untuk menjadikanku penebus hutang mu papa!" Vokal Lily mata nya mengedar keseluruh ruangan di sudut ruang itu berdiri Clarisa dan Bella yang sedari tadi hanya jadi penonton.
"Mereka...." Lily menunjuk dua wanita yang berdiri di depan anak tangga ruangan itu."Dua jallang itu yang menikmati uangmu! Merekalah yang seharusnya menjadi penebus hutang mu! Bukan aku!"
"Kurang ajar!" Clarisa mendekat dan hendak melayangkan tamparan namun tangan Lily lebih cepat menangkap tangan Clarisa dan melintirnya di balik punggung saudara tirinya itu.
"Aauuuu.... Sakit! Mama! Tolong!" Pekik Clarissa kesakitan.
"Teruslah memekik pertolongan dari mama mu Clar, seperti dulu!"
"Lepaskan tangan Clarisa, anak sialan!" Bella pun mendekat hendak membantu anaknya. Saat Bella sudah semakin dekat, Lily tersenyum tipis dan mendorong tubuh Clarissa ke arah Bella. Hingga dua wanita itu terjatuh.
"Aaakkkkhh...." Pekik keduanya kesakitan.
"Papa apa yang kau lakukan? Melihat kami di perlakukan seperti ini?"
Lily menatap Lukas yang terlihat bingung. Sudah tentu Lukas bingung, jika dia membantu Bella dan Clarisa pasti sandiwara yang sudah ia mainkan akan terbongkar. Namun, melihat Bella yang beramarah membuat Lukas ingin memberi Lily pelajaran juga. Tapi, saat ini kelangsungan hidup keluarga tergantung pada Lily.
Jika anaknya itu sampai pergi, habislah sudah semua. Kedua anaknya harus menjadi budak di keluarga tuan Douglas dan Lukas sendiri harus kehilangan ke lima jarinya. Lukas tak ingin itu terjadi, jadi ia mencoba menahan diri.
"Papa! Jika kau tak mau menghukum rubah ini, biar mama yang melakukan nya." Geram Bella bangkit karena melihat Lukas sedikitpun tak menggerakkan tubuhnya. Justru diam dalam kebimbangan.
Bella mendekat dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi hendak menampar wajah cantik Lily. Sedangkan Clarisa bersiap mencekal lengan Lily dengan senyum liciknya.
Lily menangkap tangan itu dan memilin lalu menarik tubuh Clarissa ke depan wajahnya hingga tamparan keras Bella mendarat di pipi Clarisa.
"Aauu! Mama!" Pekik Clarisa mengaduh, sementara tangan Lily mendorong lepas tubuh Clarisa.
Bella tersentak karena salah memukul , dan melihat pipi anak kesayangannya memerah, langsung mengeram.
"Kurang ajar!" Bela semakin mendekat dengan tangan yang maju hendak menjabak dan mencakar Lily. Namun, reaksi Lily lebih cepat. Gadis itu menendang kaki Bella dan menangkap tangan Ibu tirinya, memelintirnya dan mendorong hingga tersungkur diatas tubuh Clarissa.
"Anak bangsat!"
Melihat istri dan anaknya yang bertubi-tubi mendapat serangan dari Lily, Lukas meradang. Ia berdiri dan menampar keras wajah putrinya hingga pipinya memerah.
"Kurang ajar!"
Lily yang tak menyangka akan mendapat tamparan dari Lukas. Merasa sangat terluka hatinya, tamparan itu tak hanya melukai wajahnya, tapi juga hati dan harga diri Lily.
"Papa..." Lirih Lily menatap pilu papanya dengan hati yang terluka. Lalu lily tersenyum, ia menyadari jika papa Lukas kini tengah berdiri tegak di atas kaki nya sendiri.
"Rupanya begitu?" Gumam Lily tersenyum getir.
Menyadari kesalahan fatalnya, wajah Lukas berubah pias.
"Ternyata sakit papa hanyalah sandiwara. Bodohnya aku." Gumam Lily sinis. Lalu melangkah meninggalkan.
"Berhenti! Mau kemana kamu Lily! Kau tak boleh pergi! Berhenti."
Tak memperdulikan teriakan sang papa Lily terus melangkah keluar. Tepat di depan pintu utama, di buka dengan kasar dari luar.
BRAK!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
Sena_cantik9
ketahuan kau lukas
2023-01-04
0