Chap 19 - Mimpi yang indah

"Tapi aku ingin mencobanya." Gumam Lily tersipu. Lalu membaca lagi hingga beberapa bab.

"Ya ampun, penulis ini menjabarkan begitu detail adegan seperti ini." Ucap Lily lagi makin membuat wajah yang putih itu memerah.

Hening.

"Suamiku, kita lanjutkan lagi nanti ya, aku lapar. Ini udah waktunya makan malam." Ucap Lily menutup buku yang di bacanya tadi.

Di meja makan semua tampak tenang, Camelia beberapa kali melirik Lily. Ia curiga ada sesuatu yang gadis itu sembunyikan. Pertanyaan tentang dua algojonya yang tiba-tiba hilang setelah hari itu.

Tidak hanya Camelia, Russell anak semata wayangnya pun turut mencuri pandang istri sepupunya itu. Menikmati wajah cantik Lily yang makan tanpa mempedulikan sekitar. Tampak tenang sembari mengunyah dan menyuap.

Tuan Douglas hanya mengamati gerak-gerik Camelia dan Russell. Tanpa mengatakan apapun, seperti Lily yang tampak tenang, namun mengamati sekitar. Bedanya, Lily sibuk menikmati makan malam tanpa tau ada dua pasang mata yang melihat padanya.

"Ehem...."

Tuan Douglas berdehem, semua anggota keluarga menoleh padanya.

"Malam ini aku ingin ke mansion Hustler."

"Baik ayah, biar aku temani." Elvan menyahut.

"Heemm..."

Setelah kepergian Elvan dan tuan Douglas. Camelia kembali ke kamarnya di bangunan sayap kiri. Sementara Russell dan Angelica pergi untuk berpesta dengan teman-teman di luar mansion.

Dan Lily, kembali ke kamarnya, tepat saat Raize baru saja keluar dari kamar. Ia punya tugas sendiri, setiap waktu makan malam. Raize juga memberi Axelo makan malam, meski Lily tak tau bagaimana caranya. Mungkin mengunakan semacam suntikan atau alat khusus. Begitu pikiran Lily, hingga ia tak terlalu memikirkan nya.

"Suamiku, apa kamu mau melanjutkan lagi cerita yang sempat terputus?"

Lantas Lily duduk dan mulai membaca sambungan novel roman itu. Ia menguap beberapa kali, pertanda Lily telah mengantuk.

"......Keduanya saling membelai lidah dan ....."

Lily berhenti membaca, pipinya mulai bersemu merah lagi."Ya ampun...."

Lily menutup wajahnya dengan buku yang masih terbuka itu. Lalu mengintip suaminya dengan menurunkan buku hingga ke batas hidung. Wajah yang memerah itu masih sulit Lily atasi. Bola mata indahnya menatap wajah Axelo lekat. Netra nya terus menelanjangi wajah tampan itu.

Alis tebal dan tegas, bulu mata yang tetap terlihat indah meski terpejam. Hidung mbangir yang tampak berkilau tertimpa cahaya lampu kamar. Dan pandangan mata Lily berhenti pada bibir alami Axelo yang sangat menggoda.

"Ya ampuunnn... Kuatkan aku Tuhan." Gumam Lily lirih.

Sejenak Lily terdiam dalam keheningan namun matanya terus berpusat pada bibir indah Axelo. Lily menelan ludahnya dengan sangat susah. Tenggorokan nya tiba-tiba saja terasa kering, hingga minta untuk dibasahi. Tak ingin terlalu melayang oleh pikirannya yang kacau. Lily memilih menutup bukunya dan meletakkan di atas nakas sembari mulutnya tak henti menguap.

"Suamiku, aku mengantuk. Kita lanjut besok ya?" Tutup Lily lalu merebah di samping suaminya terbaring.

Malam ini Lily tidur sangat lelap. Ia bahkan bermimpi sangat indah. Lily berdiri di sebuah taman yang sangat sejuk dan hijau. Taman itu di penuhi oleh bunga lavender ungu, bunga nya bermekaran mengundang banyak kupu beterbangan dan hinggap di sekitar.

Langit tampak cerah berawan putih. Tiupan Angin menggoyangkan baju rempel susun berwarna biru cerah. Lily tersenyum dengan keindahan di hadapannya. Memegangi topi lebar yang bertengger di atas kepalanya, yang hampir terbang oleh angin.

Topi lebar itu terbang juga dari kepala Lily, terbawa angin entah kemana. Lily merasa cukup kehilangan, pandangan matanya mengikuti arah angin membawa topinya.

Lily menoleh saat tangan seseorang menyentuh punggung nya. Ia tersenyum, meski tak bisa melihat wajah itu dengan jelas. Namun Lily tau, dia pria yang sama dengan yang dulu pernah dia mimpikan.

Pria itu memiringkan kepalanya saat tubuh mereka sudah berhadapan sempurna. Tangan kekar dan hangat itu menyentuh pipinya. Lily menutup matanya kala pria itu menyergapnya dalam kehangatan. Aroma mint memenuhi rongga mulut Lily. Lidah pria itu membelai lidahnya dengan lembut dan dalam.

Terpopuler

Comments

Sena_cantik9

Sena_cantik9

lanjut

2023-01-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chap 1 - Rencana Lukas
2 Chap 2 - Lily pulang
3 Chap 3 - Penolakan
4 Chap 4 - Pertengkaran
5 Chap 5 - Menagih
6 Chap 6 - Menyetujui
7 Chap 7 - Bagian keluarga
8 Chapter 8 - tugas pertama
9 chapter 9 - Tak tertindas
10 Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11 Chapter 11 - Ternyata....
12 Chapter 12 - Musuh Lain
13 Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14 Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15 chapter 15 - Air mata dan racun
16 chapter 16 - Ancaman lagi
17 Chap 17 - Bukti
18 Chap 18 - Merasa bersalah
19 Chap 19 - Mimpi yang indah
20 Chapter 20 - Reaksi Axelo
21 Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22 Chapter 22 - Apa aku gila?
23 chapter 23 - Russel
24 Chapter 24 - Perjuangan Lily
25 Chapter 25 - Sadar?
26 chapter 26 - Maafkan aku
27 Chapter 27 - Flash back
28 Chapter 28 - Masih flash back
29 Chapter 29 - POV Axelo
30 Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31 Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32 Chapter 32 - Pulau pengasingan
33 Chapter 33 - Mengambil tindakan
34 chapter 34 - menguak bukti
35 Chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
Episodes

Updated 56 Episodes

1
Chap 1 - Rencana Lukas
2
Chap 2 - Lily pulang
3
Chap 3 - Penolakan
4
Chap 4 - Pertengkaran
5
Chap 5 - Menagih
6
Chap 6 - Menyetujui
7
Chap 7 - Bagian keluarga
8
Chapter 8 - tugas pertama
9
chapter 9 - Tak tertindas
10
Chapter 10 - Malukis Wajah Axelo
11
Chapter 11 - Ternyata....
12
Chapter 12 - Musuh Lain
13
Chapter 13 - Mengukur sepanjang apa
14
Chapter 14 - mendapatkan pelecehan
15
chapter 15 - Air mata dan racun
16
chapter 16 - Ancaman lagi
17
Chap 17 - Bukti
18
Chap 18 - Merasa bersalah
19
Chap 19 - Mimpi yang indah
20
Chapter 20 - Reaksi Axelo
21
Chapter 21 - Terapi untuk Axelo
22
Chapter 22 - Apa aku gila?
23
chapter 23 - Russel
24
Chapter 24 - Perjuangan Lily
25
Chapter 25 - Sadar?
26
chapter 26 - Maafkan aku
27
Chapter 27 - Flash back
28
Chapter 28 - Masih flash back
29
Chapter 29 - POV Axelo
30
Chapter 30 - Kemarahan Axelo
31
Chapter 31 - Keputusan Tuan Douglas
32
Chapter 32 - Pulau pengasingan
33
Chapter 33 - Mengambil tindakan
34
chapter 34 - menguak bukti
35
Chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!