Di ruang makan, tampak seluruh anggota keluarga berkumpul menikmati makanan. Tentu saja kecuali Axelo yang terbaring di kamarnya. Tuan Douglas melirik Lily yang menyantap dengan tidak bersemangat. Lalu ia berdehem, semua mata mengalihkan padangan pada nya.
"Lily, kenapa wajahmu suram? Apa rasa masakan ini tak sesuai dengan seleramu?"
Lily hendak membuka mulutnya untuk bersuara, namun....
"Mungkin ini pertama kalinya dia makan makanan enak ini, ayah." Sela Camelia melihat Lily melalui ekor mata dengan pandangan yang merendahkan."Kurasa itu bukan wajah suram, tapi girang karena makanan."
Lily tersenyum dengan sedikit dipaksakan mendengar cemoohan dari Camelia, seraya berkata;
"Benar Tan, kek, ini memang hanya tentang rasa. Semua akan tetap tercampur aduk di dalam sana dan akan keluar dari lobang yang sama."
Sudut bibir tuan Douglas terangkat, namun tipis hingga tak ada yang menyadarinya.
Trang!
Kesal, Camelia meletakkan garpu dan pisaunya di atas piring. "Apa orang tuamu tidak mengajari tata Krama ketika di meja makan?"
"Tentu saja mereka mengajariku dengan sangat baik, Tan. Tapi di sini, seperti nya aku juga harus belajar tata Krama baru. Dan aku akan memulainya dari Tante."
Camelia menggenggam erat ganggang garpu dan pisau untuk mengalihkan semua kekesalan nya di sana.
"Sudah cukup." Tuan Douglas bersuara berat dan dingin."Lain kali jangan menyela ataupun menjawab pertanyaan yang tidak di tujukan padamu, Camelia."
"Dan Lily, bersikap lah sopan pada bibi mu."
"Baik, kakek Douglas." Tunduk Lily patuh. Setidak nya Lily tau siapa yang berkuasa di rumah ini. Dan padanya-lah Lily harus menjilat agar selamat.
Sementara itu, Russell anak Camellia, mencuri pandang dengan senyum tipis di wajahnya. Melirik Lily yang sedikit banyak sudah membuatnya tertarik. Wanita yang bahkan berani melawan ibunya, sangat berbeda dengan Angelica, kekasih Axelo yang sudah jatuh ke pelukannya. Sibuk menjilat Camelia.
Seusai sarapan, Lily bermaksud kembali ke kamar Axelo, namun Camelia yang sudah kesal pada Lily menyusul dengan langkah lebar. Tanganya terulur hampir menyentuh rambut Lily yang panjang.
Gadis gesit itu menggeser tubuhnya ke samping hingga Camelia jatuh tersungkur ke depan. Lalu Lily berbalik menatap Camellia, senyum tipis tersungging di wajahnya. Hal itu tentu bukan tak di sengaja, namun Lily memang pandai bersandiwara.
"Haaa... Ya ampun Tante, apa yang Tante lakukan sampai tersungkur begitu? Apa kau terantuk sesuatu? Perlukan aku membantu?" Dengan sangat jelas, Lily pura-pura terkejut dan mengulurkan tangannya, itu membuat Camelia meradang.
Gadis itu sengaja melawan padanya.
Camelia mengangkat tangannya hendak menyambut tangan itu sebagai pegangan. Nyaris menyentuh, tapi tangan Lily lebih dulu terangkat ke atas dan ia gunakan untuk menyingkirkan anak rambut di belakang telinganya seraya tersenyum mengejek.
"Maaf Tante, sepertinya Axelo memanggil. Aku pergi dulu." ucap Lily melenggang melangkahkan kaki jenjangnya.
Tangan Camelia yang mengambang di udara semakin membuat dirinya diliputi amarah.
"Gadis busuk! Beraninya ia melawan dan mempermainkan ku!" Geram Camelia memukul udara.
"Sudahlah, untuk apa kamu menghabiskan waktu bermain dengan gadis itu?" Elvan mendekat dan mengulurkan tangannya pada sang istri. Ia menyaksikan semua drama yang baru aja terjadi.
Camelia melirik sinis suaminya.
"Kita masih punya kartu as-nya. Jangan habiskan tenagamu untuk hal kecil seperti ini."
Camelia yang berdiri di bantu oleh sang suami menatap tajam pada Elvan.
"Elvan, aku harus menegaskan dominasi ku!" Geram Camelia melirik ke arah kamar Axelo."Gadis busuk itu, harus tau siapa yang sudah ia singgung."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments
alexis_sances9
overall suka.
2023-01-04
0
nick mj
Angelica apa Lisa tor?
2023-01-04
0
dara manisku
kalau jadi Camelia, gw juga kesel
2023-01-04
0